
Mereka berlima mendiskusikan hal ini, Yuki berencana ingin bertanding dua kali, akan tetapi dibantah oleh Sarang karena Yuki sudah cukup bertanding kemarin.
Yuki merasa pertandingan kemarin bukan apa-apa dan tetap bersikeras meyakinkan mereka. Yo menganggap kalau Yuki terlalu meremehkan mereka, Yuki tidak bermaksud begitu.
Angin yang ada di kepalanya mulai membekukan seluruh kinerja otaknya. Yuki benar-benar bimbang, tidak biasanya dia seperti ini.
Jam menunjukkan pukul 02.30 pm, dengan kata lain para dewan pasti sudah berkumpul.
.
.
.
Di tempat para petarung, semuanya tengah bersiap untuk pertandingan ini.
"Kalian sudah siap jika harus melawan saudara kalian? " tanya Myungsoo pada ketiga temannya.
"Ya. Mau tidak mau harus dilakukan bukan? " ucap Ho-Seok dengan tegas.
"Ho-Seok benar, kalaupun nanti kita menang, toh juga kakak punya rencana. " ucap Haneul.
"Hmph. Sekarang tinggal kedua putri Dewan itu saja. " ucap Myungsoo dengan nada kesal.
Myungsoo bukan tipe orang yang suka pertandingannya dicampuri oleh orang luar kecuali ketiga rekannya, apalagi jika yang ikut campur adalah orang-orang lemah, itu membuat Myungsoo jengkel.
Ini adalah pertarungan yang melibatkan antara dua negara. Tidak ada yang tau apakah produk Korea akan imbang dengan produk Jepang?
Pada Dewan adalah orang-orang yang penuh dengan kelicikan, setiap tindakan mereka selalu didasari oleh kecurangan. Setidaknya, sebagian besar dari mereka.
Diambang ketakutan para penulis akan kekalahan yang mungkin akan menimpa mereka, karena tak ada yang tau apa yang akan terjadi jika kalah.
.
.
.
[Tempat duduk para Dewan]
"Kelima penulis yang akan mewakili pertandingan ini adalah, Masami Yo, Honda Kosuke, Aoi Sarang, Takahashi Miyano, dan.. Yokohama Yuki. " jelas Yue yang nampak sangat kesak saat menyebutkan nama Yuki.
"Ng? "
"Jadi ini yang Anda bangun, tuan Yamato? " tanya salah seorang Dewan.
"Iya, mereka adalah perkumpulan penulis yang berhasil melewati babak penyisihan. Saya jamin kalian akan mendapatkan hiburan yang luar biasa. " ucap Iguchi dengan penuh keyakinan.
.
.
.
"Lena Rue Yunda, nama aslinya adalah Yunda Sarasvati. Dia anak angkat dari Dewan keluarga Rue, asalnya dari Indonesia. Lalu Sawaki Terano, dia sempat mendapatkan pelatihan militer di Korea, dia putri dari Sawaki Kwang-Dong. " jelas Yo.
"Jadi ini dadakan? " tanya Miyano.
__ADS_1
"Mungkin saja. Habis mereka berdua kan anaknya Dewan. " ucap Yo.
"Yah.. yang penting kita bisa tetap maju ke babak selanjutnya. " ucap Kosuke yang masih setengah sadar.
"Hei, bangun bodoh. " ๐ข
"๐๐ข๐ด๐ข๐ฎ๐ช ๐ ๐ฐ, ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐๐ฆ๐ธ๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐๐ฆ๐ธ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฑ๐ข ๐๐จ๐ถ๐ค๐ฉ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข? " batin Yuki.
"Jadi, apa ada-. "
"Apa kau tau siapa saja para Dewan yang ada? " tanya Yuki.
Yo terdiam sesaat dan bertanya kembali pada Yuki, tentang apakah Yuki dapat menjaga rahasia. Sarang membentak Yo yang meragukan kesetiaan Yuki. Karena Yo ingin membantu, jadi ia menjelaskan satu-persatu dari 8 Dewan yang ada.
"De-delapan?!! " tanya Sarang dengan nada syok.
"Ya. Pertama kita mulai dari Korea dulu. Pertama ada;Sawaki Kwang-Dong, pemilik perusahaan kertas Korea yang meng-ekspor kertas ke berbagai negara. Ia mengambil bisnis kakeknya yang tak bisa diteruskan oleh ayahnya karena penyakit kanker. "
"Kedua, Rue Ki-Cheol, usaha tambang minyak yang ia kelola sejak diambang kebangkrutan--membuat dirinya terkenal. Rue Ki-Cheol mengelola minyak dengan caranya sendiri, dan kini anak-anaknya juga mengelola bisnis yang berbeda. "
"Bangkrut? Karena apa? " tanya Yuki.
"Aku dengar soal dia yang pernah bekerjasama dengan orang bernama Yamato Iguchi. "
"Uh! "
"Ketiga, Han Nabi, wanita yang dulunya seorang pel*c*r kini bangkit dengan mengelola sebuah kasino tua menjadi baru. Pendapatan yang ia miliki melampaui Kwang-Dong. Dengan otak yang cerdas dan sifat liciknya, kini kasino bernama โCasinoLineโ sudah berkembang di berbagai negara termasuk Eropa. "
"Lalu yang keempat, Ma Hyukjae, ayahnya adalah mantan kepala Polisi. Kini ia mengelola semacam klub-klub malam yang ramai dikunjungi wisatawan. Ia menawarkan minuman alkohol terbaik. Bisa dibilang bisnisnya juga berhubungan dengan saudaranya yang berbisnis di bidang minuman. "
/jelas Yo/
"Mereka semua dari perusahaan-perusahaan terkenal. Bagaimana dari pihak Jepang? Pasti ada Dewan perwakilan Jepang juga bukan? Mengingat ini kerjasama antara Korea-Jepang. "
"... Ya, ada. "
"Sato Rindou, wanita asal kyoto yang memiliki segudang ilmu mengenai budaya Jepang. Ia adalah penerus dari perusahaan pakaian tradisional yang sebelumnya dikelola oleh kepala keluarga. "
.
.
.
"Uh!! ๐๐ข๐ต๐ฐ? ๐๐ถ๐ฅ๐ข๐บ๐ข? "
Yuki teringat dengan Sato Rika, gadis yang berbicara dengan Yuki saat berada di gedung.
"Kiraki Den, ia menawarkan jasa pinjaman kepada orang-orang yang membutuhkan dengan bunga yang sedikit. Bisa dibilang ia adalah Dewan yang sangat baik dibandingkan yang lainnya. "
"Yamato Iguchi, baru-baru ini ia membuat perkumpulan penulis yaitu [NC]. Latar belakangnya tak diketahui sehingga sulit untuk menebak siapa dia. Dia direktur kita, kan? " Yo mempertanyakannya dengan serius.
Yuki lantas mengiyakan hal tersebut. Satu-satunya anggota Dewan yang menarik perhatian Yuki adalah Sato Rindou, entah hanya firasat atau memang benar Rindou punya hubungan dengan Rika, Yuki ingin mengungkapkannya segera.
Pengorbanan yang melibatkan perasaan sampai merenggut nyawa seseorang, hal itu tak bisa diterima oleh Yuki.
.
__ADS_1
.
"Yo, kau ingin ikut dalam pertandingan ini bersama dengan temanmu, jangan bilang sebelumnya kalian juga membunuh-. "
"Jangan bicara sembarangan. "
"Uh? "
"Bukan kami yang melakukannya, tapi mereka bunuh diri. "
"Ap-! "
"Aku tau kau sulit menerimanya, aku juga begitu. Yokohama Yuki, kau terlalu baik. "
"Uh! "
"Jika kau bersikap terlalu baik tidak ada gunanya. Kau hanya akan dibunuh oleh perasaan itu sendiri. Jadilah orang yang tega dan kejam, sama seperti kau membunuh semua orang di gedung. " ucap Yo dengan mata menyala terang, sama seperti sebelumnya.
Yuki menatap mata dengan penuh keyakinan itu. Di dalam hati Yuki terukir rasa kagum pada mata yang menyala. Imajinasi Yuki mulai bangkit saat melihat sesuatu yang jarang ia temui.
.
.
.
.
*tik.. *tik.. *tik..
/detik waktu/
Mereka berjalan ke arah aula dengan dipandu oleh pengawal dengan jas hitam serta kacamata hitam. Tak banyak persiapan yang mereka lakukan kecuali menganalisis orang-orang yang akan mereka lawan.
"Ini sudah lebih dari cukup untuk memenangkan pertandingan ini. " ucap Yo.
"Hoamm.. aku mau tidur. " ucap Kosuke.
"Nanti saja setelah pertandingan. " ucap Yo pada Kosuke.
Memenangkan pertandingan, bukanlah tujuan utama Yuki.
.
.
*tik.. *tik.. /detik waktu terus berjalan.
Pintu dibuka, mereka masuk ke dalam. Semua orang duduk di tempatnya masing-masing, para penonton, dan tentunya para Dewan.
...
*TING! TING! /suara bel
Pukul 04.00 pm, pertandingan akan segera dimulai!
๐๐๐๐๐ค๐๐~
__ADS_1