Y2H Pen

Y2H Pen
006. Keluarga Fanatik


__ADS_3

....


Musim gugur di Kyoto, Jepang. Beberapa gadis menampilkan tarian tradisional khas Jepang dan juga lantunan musik tradisional yang terdengar begitu tenang. Itu adalah keluarga Sato, keluarga kelas atas yang memiliki segudang wawasan mengenai budaya Jepang.


Sato Rika, putri dari keluarga Sato yang sangat menonjol karena sifatnya yang baik, ceria dan ramah. Tidak hanya itu, Rika memiliki bakat dalam menghafal setiap hal, termasuk gerak dan permainan musik. Tapi Rika adalah anak yang punya mimpinya sendiri.


"Aku ingin jadi penulis. "


"Rika!! " bentak sangat ibu yang melempar buku-buku Rika ke arah Rika.


Rika yang saat itu berusia 10 tahun harus menerima kenyataan bahwa mimpinya tidak diterima oleh kedua orang tuanya, dan juga keluarga lainnya.


"Rika, keluarga kita adalah keluarga terhormat. Jika kamu membuat tulisan seperti ini, hanya akan membuat tradisional keluarga kita hancur. " jelas neneknya.


Saat itu semua anggota keluarga ada di sana, tapi hanya Rika yang terpojok karena memiliki mimpi yang berbeda.


.


.


.


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ.


๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข..


๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข..


๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ..


๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฌ..


๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ.


.


.


.


.


Rika bersandar lemas sembari memandangi sosok idolanya bertarung sendirian melawan orang-orang yang Rika targetkan untuk dibunuh. Mata Rika menunjukkan kekaguman serta penyesalan yang begitu dalam.


"Akh!! "


"haah.. haah.. haah.. " Yuki berusaha mengatur napasnya dan duduk untuk menenangkan diri.


Melihat Yuki yang mengalahkan enam orang sekaligus, membuat Rika semakin mengagumi Yuki. Dengan jarak yang bersebrangan, mereka saling menatap satu sama lain. Anehnya, Rika tak merasakan adanya kebencian dimata Yuki, seolah-olah Yuki tau kalau Rika bukan pelaku utamanya.

__ADS_1


Saat yang lainnya pingsan tak sadarkan diri, Rika tersenyum ke arah Yuki.


"Tadi itu keren, Aku tidak menyangka kamu jago bela diri. " ucap Rika dengan penuh rasa kagum.


"....Rika, kenapa kamu masih bisa tersenyum disaat seperti ini? " Yuki merenung dengan nada bicara yang dingin.


"Yuki, saat musim semi tiba, orang-orang akan sangat menikmatinya. Dalam salah satu karyaku, ada tokoh yang aku tulis sedemikian rupa seperti dirimu. "


"Uh! "


"Aku sangat mengagumimu. Sayangnya saat seseorang merasa bosan dengan hidupnya, bukankah ia lebih cenderung buta arah? " ucap Rika dengan nada lembut, sembari memegang tangannya yang kesakitan.


"Aku tidak akan menyalahkannya. "


"Hm? "


"Hanya aku juga pernah mengalaminya. Saat itu aku kebingungan sendirian, tanpa seorangpun yang bersamaku. Sampai aku berakhir di wilayah para preman, kasino, dan klub-klub malam lainnya. " Yuki memegang kepalanya dengan rasa bimbang.


Melihat situasi Rika saat ini, Yuki teringat dengan dirinya yang dulu sering terlibat dalam kenakalan remaja. Pada akhirnya Yuki ditolak oleh keluarganya.


Yuki berdiri dan berjalan ke arah Rika, kemudian duduk di sampingnya dan membicarakan tentang masa lalu. Rika merasa nyaman berada di dekat Yuki, ia bersandar di bahu Yuki yang begitu hangat. Sampai Yuki menyadari satu hal.


Setelah sekian lama, waktu menunjukkan pukul 11 siang, ini sudah 1 jam lebih--tapi mereka tak kunjung sadar. Pukulan yang Yuki berikan tidak begitu keras, sehingga seharusnya mereka sudah sadar sekarang ini. Yuki beranjak dari tempat duduknya, dan mengecek keadaan mereka.


Sebelum Yuki sadar, ia meletakkan tangannya untuk mengecek denyut nadi mereka, betapa terkejutnya Yuki saat mengetahui kalau mereka semua sudah tak bernyawa!


"Kak Yuki! "


Miyano dan Sarang berlari ke arah Yuki dengan tergesa-gesa. Mereka dikejar oleh sekelompok orang-orang dengan membawa kapak dan tongkat.


"Siapa mereka? " tanya Yuki dengan nada tergesa-gesa.


"Mereka menerobos masuk ke kamarku, sepertinya mereka ingin membunuh sisa peserta disini! " ucap Miyano.


"Sarang, apa kamu juga sama? "


"Iya, Aku bertemu dengan Miyano saat berlari menuruni tangga. "


"Bagaimana dengan pintu keluar? "


"Ditutup. Tidak ada jalan keluar, semua peserta yang tersisa sudah berada di atas atap gedung. " jelas Miyano.


"Sepertinya mereka hanya mengincar kita. "


"Uh! kenapa? "


"Kak Yuki, kita harus menghajar mereka. "


Pandangan Yuki mengarah ke wajah salah satu laki-laki yang ia kenal.

__ADS_1


"Uh! "


Laki-laki itu adalah salah satu peserta yang sebelumnya duduk disebelah Yuki, sebelum akhirnya Yuki dipindahkan ke ruangan TOP 10. Saat itulah Yuki sadar kalau mereka sama seperti anggota TOP 10 lainnya, mereka terpengaruh oleh semacam sugesti.


Sementara itu, Rika memuntahkan darah. Ia berusaha berdiri, meski sempoyongan, ia berusaha mendekat ke arah Yuki.


Terbenang dalam pikiran Rika, tentang keluarga dan semua kesalahan yang ia perbuat.


.


.


๐˜Œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ง๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜บ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข.. ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜บ๐˜ข?


.


.


"haah.. haah.. haah.. " Rika yang hampir terjatuh, ditangkap oleh Yuki.


Mereka hanya diam dengan tatapan penuh amarah dan rasa benci. Laku Rika membisikkan sesuatu pada Yuki, yang membuat Yuki terkejut.


"Aku harap.. suatu saat Aku bisa membaca karyamu lagi.. aku.. sangat.. suka.. kekeluargaan.. akh! "


"UH-HUH!! "


Betapa terkejutnya Yuki saat mendapati detak jantung Rika yang sebelumnya berdegup kencang mendadak tak terdengar lagi, tubuh Rika perlahan terasa dingin, dan air mata kemudian membasahi pipi Yuki yang nampaknya sangat terpukul. Sarang dan Miyano hanya bisa membeku terdiam melihat semua ini.


Di waktu yang bersamaan, Hirata Yue, selaku sekretaris dari direktur [NC] datang.


"Yokohama Yuki, Aoi Sarang, dan Takahashi Miyano, kalian bertiga beserta keduapuluh peserta lainnya akan diantar ke Korea hari ini juga. Persiapkan diri kalian. " ucapnya sembari membalikkan badan.


"Hirata Yue! "


"Uh! "


Yuki berteriak, membuat Yue tak dapat berkutik. Di saat yang bersamaan orang-orang yang mengelilingi mereka berteriak seperti orang gila dan menyerang mereka! Sarang dengan cepat mengambil kapal dari salah satu orang kemudian menghabisi mereka tanpa ragu.


"Uh!! ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข.. ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช..?!! " Miyano syok melihat Sarang dan Yuki yang menghabisi orang-orang tanpa ragu hangat dengan tongkat dan pisau.


Amarah Yuki memuncak melihat kematian Rika di hadapannya. Yuki menyukai cerita Rika, ia suka dengan orang yang bercerita dengannya tentang kehidupannya. Yuki tau kalau Rika adalah orang baik, lagi begitu saja membuat Yuki merasa dendam!


*brug!!


*Swing!!


Suara dari pisau yang Yuki gunakan terdengar dengan jelas. Yuki dan Sarang bergantian menggunakan tongkat dan pisau--mereka melempar ke arah satu sama lain dan dengan cepat menghabisi semua orang di sana.

__ADS_1


"๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ ๐˜ถ๐˜ฆ! "


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~


__ADS_2