Y2H Pen

Y2H Pen
015. "Apa benar mereka?"


__ADS_3

Yuki ingat betul dengan Yoon Min-Seo, ia adalah gadis yang menyapa mereka terlebih dahulu.


"๐˜๐˜บ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜”๐˜ช๐˜ฏ-๐˜š๐˜ฆ๐˜ฐ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข? ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜™๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. "


Yuki mengingat kembali kata-kata yang sempat Rika bisikan padanya.


"๐˜Ž๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด.. ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ.. " itu adalah bisikan yang Rika ucapkan pada Yuki. Meski saat itu Rika sedang diambang kematian.


"Hah.. kalau memang benar dia, tidak mungkin dia bertindak sendirian. " gumam Yuki.


Yuki mulai menaruh curiga pada kelompok petarung. Apakah mungkin ada pengkhianat juga diantara mereka?


Yuki memutuskan untuk mencari tau semuanya sendirian sebelum pertandingan dimulai. Sarang yang melihat Yuki berlari keluar batas ruangan--bersamaan dengan Miyano, mereka mengikuti Yuki. Yuki tidak menyadari hal itu.


.


.


.


.


.


Di ruangan mereka, Ryung hae menyampaikan hal-hal yang ia bicarakan dengan Yuki sebelumnya. Akan tetapi Ryung hae tak mengungkapkan hal itu, ia bicara seolah-olah dirinya yang memberikan ide (sesuai dengan harapan Yuki).


"Loh? Ryung hae, kenapa bibirmu nampak berkilau? " tanya Haneul.


(ใ€€โ˜‰ะดโŠ™) ?!


"Hm~ ? Apa kau habis ciuman dengan seorang gadis? Nampaknya itu seperti~ "


"B*c*t! "


"Ah~ apa salah satu dari penulis itu? Karena anak-anak lapas laki-laki semua. "


"Sialan, diam " ๐Ÿ’ข


Myungsoo menggoda Ryung hae. Ryung hae kemudian membasuh bibirnya dengan air.


"Uh!! Apa jangan-jangan kakak?! " tanya Haneul yang syok.


๐Ÿ’ข


"Oi! Kau berani cium-cium kakakku?!! "


"Cerewet " ๐Ÿ’ข


"DASAR BUAYA! "


"AKU BUKAN BUAYA! AKU MANUSIA! "


"SIFATMU ITU BUAYA! T*L*L! "


"MANA ADA! AKU MANUSIA! SIFATKU JUGA MANUSIA, SIALAN! "


Mereka saling menarik kerahasiaan baju satu sama lain.


*tap.. *tap.. *tap..


/suara langkah kaki/


.


.


*BRAGG!!

__ADS_1


/pintu terdobrak/


"haah.. haah.. haah.. haah.. " Yuki masuk dan menutup pintu, ia masih tidak menyadari Sarang dan Miyano yang mengikutinya.


"Kakak? " Haneul nampak kaget. Tidak, semuanya kaget karena melihat Yuki yang masuk ke ruangan mereka.


"Yuki? Bagaimana kau bisa tau tempat ini-? "


"Aku bertanya dengan teman-teman kalian. Uh? Apa yang kalian lakukan..? "


(*Ho-Seok dan Ryung hae berpose seperti memaksa ingin berciuman)


Dengan cepat mereka saling melepas kerahasiaan baju yang mereka tarik tadi.


"Uh. Lupakan saja. Apa ada pengkhianat di kelompok kalian? " tanya Yuki dengan nada tergesa-gesa.


"Ha? " (*Ryung hae)


"Tidak, bukan pengkhianat. Lebih ke orang-orang yang mungkin mendadak hilang. "


"Kau bicara apa? " Ryung hae kebingungan dengan maksud perkataan Yuki.


Tak lama, seorang lelaki berbadan besar masuk sembari menarik tangan Sarang dan Miyano.


"Lepas! "


"Sana! " ucap laki-laki itu sembari mendorong Sarang dan Miyano.


"Sarang? Miyano? " (*Yuki)


"Mereka mengikutimu sepanjang jalan. Aku pergi dulu. " Laki-laki itu pergi.


Memang benar laki-laki itu terlihat menyeramkan, dengan badan besar layaknya pesumo, ia adalah Mun Gyeonggi. Sarang dan Miyano dibuat ketakutan olehnya.


"Apa yang kalian-. "


"Miyano kau seperti pengecut saja. "


"Kau diam saja. " tegas Miyano.


Sarang mencoba mengelak dari Ryung hae, dan memilih untuk menjelaskan semuanya pada Yuki. Yuki tidak ingin Sarang dan Miyani mendengar pembicaraan mereka.


Yuki memastikan kalau tak ada CCTV di ruangan itu.


"Ada. " ucap Ho-Seok.


"Uh! Sungguh? " tanya Yuki.


Ho-Seok membuka sebuah laci yang berada di dekat meja. Ia lantas mengambil sebuah dokumen yang berisi dara seluruh anak-anak lapas.


"Cuma kami yang punya data lengkapnya. Dahulu anggota kami berjumlah 110 orang, lalu ke-10 orang ini hilang. " jelas Ho-Seok.


"Yang dulu itu ya.. kalau tidak salah bos bilang mereka kabur. " ucap Haneul.


"Itu terdengar seperti omong kosong bukan? " tanya Yuki.


"Memang benar, tapi pergerakan kami terbatas karena orang-orang sialan itu. " ucap Ho-Seok.


Yuki melihat satu-persatu setiap data anak-anak lapas yang diberi stempel merah.


"๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข 10 ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ.. " batin Yuki.


Disaat yang bersamaan, Myungsoo mendengar adanya suara langkah kaki yang ia kenal.


"Kalian bertiga cepat sembunyi. " ucap Myungsoo dengan nada kecil.


*tap.. *tap.. *tap.. /suara langkah kaki yang terdengar jelas, mulai mendekat.

__ADS_1


Mereka bergegas bersembunyi. Yuki bersembunyi di bawah meja (bentuk meja seperti meja kantor), sementara itu Sarang dan Miyano bersembunyi di toilet.


(*karena sudah tidak ada tempat persembunyian lagi_-)


Pintu terbuka, seorang pria dengan memakai jas masuk bersama bodyguard-nya yang berbadan besar. Yuki melihat wajah pria itu dari cermin yang berada tak jauh darinya, karena pantulan cahaya matahari Yuki tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas. Tapi yang pasti, pria itu memiliki gigi emas. Samar-samar Yuki mendengar pembicaraan mereka, salah satunya menyangkut seorang anak bernama Baek Yong-Jun.


Dari apa yang Yuki dengar, sepertinya mereka membicarakan tentang pertandingan nanti sore.


"Karena para dewan akan hadir. " jelas pria itu.


"Uh! " Ryung hae nampak syok, bukan hanya dia, bahkan Ho-Seok, Haneul, dan Myungsoo juga.


"Persiapkan diri kalian. " Pria itu membalik badan dan pergi.


Ho-Seok memberi isyarat kalau semuanya sudah aman, dan bertiga boleh keluar. Yuki mencari nama Baek Yong-Jun dalam dokumen yang ia pegang.


"๐˜‰๐˜ข๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ-๐˜‘๐˜ถ๐˜ฏ.. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ-๐˜‘๐˜ถ๐˜ฏ.. ๐˜ถ๐˜ฉ! "


๐™ฝ๐šŠ๐š–๐šŠ : ๐™ฑ๐šŠ๐šŽ๐š” ๐šˆ๐š˜๐š—๐š-๐™น๐šž๐š—


๐™บ๐š˜๐š๐šŠ ๐š”๐šŽ๐š•๐šŠ๐š‘๐š’๐š›๐šŠ๐š— : ๐™ธ๐š—๐šŒ๐š‘๐šŽ๐š˜๐š—, ๐™บ๐š˜๐š›๐šŽ๐šŠ.


๐šƒ๐šŠ๐š—๐š๐š๐šŠ๐š• ๐š•๐šŠ๐š‘๐š’๐š› : 8 ๐™พ๐š”๐š๐š˜๐š‹๐šŽ๐š›


๐š„๐šœ๐š’๐šŠ : 18 ๐š๐šŠ๐š‘๐šž๐š—.


๐š‚๐š๐šŠ๐š๐šž๐šœ : ๐šƒ๐šŽ๐š›๐šŽ๐š•๐š’๐š–๐š’๐š—๐šŠ๐šœ๐š’


Tulisan tereliminasi ditulis dengan tinta merah, di sanalah Yuki baru menyadari satu hal. Status yang ditulis warna merah adalah mereka yang kemungkinan akan tereliminasi, itu adalah firasat Yuki.


Yuki berdiri dan menanyakan apakah ada dokumen lain, Ho-Seok menjawab bahwa hanya itu dokumen resmi yang mereka punya. Haneul berkata kalau ada satu dokumen yang bisa mereka minta, tapi di situasi saat ini kemungkinan mereka tidak akan memberikannya.


"Apa maksud para dewan tadi? " tanya Yuki.


"Uh? "


"Para dewan? " (*Miyano)


"Mereka adalah direktur dari perusahaan berbagai negara. Mereka orang-orang yang licik, jujur saja. Salah satunya adalah Yamato Iguchi. "


"Uh! "


"Dan juga Sawaki Kwang-dong, dia adalah orang yang bodoh. Kami tidak mengenali sisanya. Yang pasti jumlah mereka ada lima orang. " jelas Myungsoo.


"Yamato Iguchi.. dia direktur [NC], bukan? " tanya Sarang.


"Iya. Dia pria yang menemui kita waktu ini. "


"Apa ada kemungkinan orang-orang itu di sugesti saat kita berkeliling? "


"Uh!... Sarang..? "


"Maksudku, saat kita berkeliling, kita tidak kembali ke sana dan langsung ke kamarku. Apa mungkin terjadi sesuatu? Atau ada pembicaraan diantara mereka..? "


Yuki terdiam sejenak. Menurutnya apa yang dikatakan oleh Sarang masuk akal, jika memang benar pada saat itu Iguchi melakukan tindakan kotor, maka semuanya terlihat jelas tentang mengapa terjadi pembunuhan di gedung itu.


"Gadis bernama Yoon Min-Seo, dia tidak ada di tempat itu. Melihat foto dari Baek Yong-Jun, dia memakai gelang berwarna hitam, sama seperti milik Yoon Min-Seo. " ucap Yuki.


"Lalu hubungannya? " tanya Miyano.


"Entahlah, ini hanya teori ku saja. Gelang hitam, aku pernah ke Indonesia, para anak remaja yang punya pacar biasanya menggunakan gelang hitam sebagai penanda mereka pacaran. " jelas Yuki.


"Kalau diingat-ingat, dia datang dari Indonesia bukan? Dia bilang dia ingin pulang ke Korea, dia bilang begitu saat berbicara dengan anak-anak lapas. " ucap Haneul.


Semuanya kata-kata yang sebelumnya hanya teori kini berubah, menyatu menjadi sebuah gambaran. Kepingan puzzle tentang hubungan Baek Yong-Jun dan Yoon Min-Seo sudah pasti, sekarang kepingan yang kurang hanya "apa benar mereka berkhianat?".


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~

__ADS_1


__ADS_2