Y2H Pen

Y2H Pen
003. Sang Idola


__ADS_3

....


"Ke-88! "


Miyano duduk dengan penuh rasa kecewa, ia merenung memikirkan usahanya yang terlihat sangat sia-sia.


Miyano salah mengira saat membicarakan tentang ruang A, B, dan C. Sistem penilaian dinilai berdasarkan karya-karya terbaik menurut juri.


Sampai pada akhirnya, pada panggilan author ke-90, Miyano tak kunjung dipanggil. Hal itu membuat Miyano merasa pasrah dan sanah kecewa.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข?


Tapi.. "usaha tak pernah mengkhianati hasil", bukan?


"Perhatian! Karena peserta ke-90 tak dapat melanjutkannya karena tidak hadir, maka akan digantikan oleh Takahashi Miyano. "


"Uh!! "


"Sekian ke-100 peserta yang akan dikirim ke Korea besok. Para peserta harap memasuki pintu berwarna hijau yang sudah dijaga oleh staf kami. Kami sudah memfasilitasi makanan serta tempat tinggal sementara, selamat beristirahat. "


*Ting.


"Uh-!! "


.


.


.


Sementara itu di ruang TOP 10.


"Silahkan dipikirkan terlebih dahulu. " ucap Iguchi.


"Jadi [NC] punya hal seperti itu? " saut Alice.


"Ini adalah keputusan kalian, tapi kami berani jamin tawaran ini tidak akan membuat kalian menyesal. "


Sementara sekretaris Yue menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari organisasinya, Yuki yang duduk berseberangan dengan direktur Iguchi merasa ada yang aneh dari tawaran yang ia berikan.


Iguchi menatap ke arah Yuki dan tersenyum, Yuki hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Tapi dibalik senyuman yang Yuki berikan, ia tau kalau organisasi ini sangat aneh.


"Kakak.. "


"Uh? "


Seorang gadis yang duduk di dekat Yuki memegang tangan Yuki dan berusaha untuk berbicara dengannya.


"Aku.. mau ke toilet.. apa kakak bisa mengantarku? Aku mohon.. " gadis itu memelas.


"O-oh.. tentu.. "


Yuki berdiri dan meminta izin untuk pergi ke toilet bersama gadis bernama Aoi Sarang, yang merupakan bagian dari TOP 10 nomor 5. Tanpa merasa curiga dengan gadis yang ia ajak, Yuki dengan santainya menemani gadis itu sampai di depan pintu toilet.


...


(Toilet Wanita)


Sementara Sarang di toilet, Yuki mencuci tangannya di wastafel dan memikirkan sejenak mengenai tawaran kerjasama dari direktur Iguchi.


Sembari menundukkan kepalanya menghadap genangan air di wastafel, Yuki tak menyangka kalau seseorang yang ia ajak adalah seorang pembunuh!


.


.


"EGH!! " /ingin menusuk.


Yuki dengan sigap menghindar begitu merasa ada yang aneh.


"Uh!! Akh!! "


Sarang ter-banting ke lantai sembari menahan sakitnya lemparan Yuki.


"Kenapa kau melakukan itu? " ucap Yuki dengan nada dingin.


"Tch! "

__ADS_1


Sarang berusaha meraih pisaunya akan tetapi dihalangi oleh Yuki yang dengan sigap menendang pisau itu menjauh dari jangkauan mereka.


"Akh! "


Yuki memojokkan Sarang menghadap ke dinding toilet dan melontarkan pertanyaan yang sama.


"Tch. "


"Aoi Sarang, bukan? "


"Uh! Kakak.. ingat namaku? "


Karena merasa aman, Yuki akhirnya melepas genggamannya.


"Kenapa kau melakukan itu? "


"Hm. Agak sulit menjelaskannya. "


"Kelihatannya aku pernah melihatmu.. "


"Uh! Lupakan! "


"Uh? "


"Kita baru pertama kali bertemu, mana mungkin kau tau aku siapa! "


"Uh! ๐˜š๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.. "


Yuki teringat dengan sebuah rumah yang dulu ia pernah kunjungi.


"Jangan bilang.. kau-. "


"EGH! " Sarang yang kesal segera pergi ke arah pintu.


"Tunggu. " Yuki menarik tangan Sarang dengan genggaman yang begitu kuat.


"Lepas-! "


"Kau adiknya Ryung hae bukan? Shin Sarang, itu kau! Iya kan? "


"Uh-huh! Jangan sebut namanya.. aku sudah lama membuangnya dari hidupku.. " ucap Sarang dengan nada terisak tangis.


"Uh! Jelaslah! Setelah kalian berpisah hidup keluarga kami semakin hancur! Aku tidak menganggap mereka sebagai kakakku lagi!! Aku juga benci denganmu!! KENAPA KAU MASIH HIDUP? " teriak Sarang.


Yuki merenungi setiap kejadian yang terjadi waktu itu.


"Ck. Ma.. af.. *hiks.. *hiks.. " Sarang berlutut dan meminta maaf pada Yuki dengan air mata yang sudah menetes.


"Uh? "


"Aku minta maaf.. sudah berkata kasar.. "


Yuki memeluk Sarang dengan erat, ia sudah menganggap Sarang seperti adiknya sendiri.


"Shh.. tidak papa. " ucap Yuki dengan nada lembut.


Sarang merasa bersalah dengan segala tindakan yang ia lakukan, Yuki mengerti akan hal itu. Mereka saling meminta maaf dan berbaikan kembali.


Sesaat setelahnya, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum kembali ke tempat makan mereka tadi.


"Hei kak.. sebenarnya.. kenapa kakak putus dengannya? "


"Hm? Masih tidak mau menyebutkan nama? "


"Tidak! " ส• อกยฐ ส–ฬฏ อกยฐส”


Yuki tersenyum dan membalas..


"Setelah kehilangan ingatannya.. aku berusaha untuk mengembalikan ingatannya, tapi Ryung hae berubah drastis dan lebih mementingkan balas dendam. Entah kenapa rasanya dendam yang berada di pikiran Ryung hae mengambil alih kasih sayang di pikirannya. Maaf Sarang, aku tau yang kulakukan itu salah. "


"Tidak, aku rasa kakak ada benarnya. Mungkin memang sebaiknya aku tidak jadi pendendam seperti dirinya. "


"Iya. Makanya-. "


"Wahh~ !! "


(โ—Ž๏พโ—Ž๏ผ›)๏ผŸ

__ADS_1


"Y-Y-Y-Y-Y-Y-! "


"Siapa lelaki itu? " tanya Sarang.


"Aku juga tidak tau.. "


"Y2H! "


"Oh, mungkin fans kakak. " ucap Sarang dengan nada polos.


Tangan Miyano gemetar sembari membawa buku catatan miliknya dan pulpen. Kata-kata yang ingin ia lontarkan pun terdengar seperti orang gagap karena saking gugupnya berbicara dengan sang idola.


"Apa kamu mau meminta tanda tangan? " Yuki berusaha menebaknya.


Dengan cepat Miyano menganggukkan kepalanya dengan mata penuh bintang seolah-olah sangat bahagia.


Yuki memberikan tanda tangannya pada Miyano, sekaligus memberikan kesan motivasi pada Miyano.


"Kamu pasti penulis yang lolos bukan? Siapa namamu? "


"Ta-Takahasi Miyano! " (๏ฝก>๏น<๏ฝก)


"Aku Yokohama Yuki, lalu dia Aoi Sarang. "


Miyano kembali menganggukkan kepalanya.


"๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ 2๐˜!! "


"Sepertinya dia fans berat kakak.. "


"Hm? "


"Iya! "


ฮฃ(ใ‚œใ‚œ) !!


"Saya fans berat Anda. Ka-kalau berkenan saya ingin meminta tanda tangan Anda untuk buku-buku Anda. OH YA! MAAF! BUKUNYA KETINGGALAN! "


๏ผˆ๏ผ›๏ฟฃ๏ผพ๏ฟฃ๏ผ‰ใ‚“๏ฝž


"Dia seperti orang bodoh.. " ucap Sarang.


"Santai saja, mungkin lain waktu bisa. "


"I-iya. "


"Namamu Miyano, kan? Apa aku boleh membaca karya buatan mu? "


(ใ€‡oใ€‡๏ผ›)!!


"APA ANDA INGIN MENILAI SAYA LAYAK ATAU TIDAK..?!! MAAF! SAYA MEMANG TIDAK LAYAK BERADA DISINI! " /bersujud


"Bu-bukan begitu.. aku suka membaca jadi aku tertarik dengan karya orang lain. Kalau kamu berkenan mungkin aku bisa membacanya. Oh, Sarang juga boleh kok. "


"Tidak perlu.. semua ceritaku isinya cuma omong kosong. " ucap Sarang sembari memalingkan wajahnya.


"Ayolah~ jika isinya omong kosong mana mungkin kamu ada disini. "


"A-anu.. nona-. "


"Panggil saja Yuki. "


"Senior Yuki! " /bersemangat


ๅ‡ธๅ‡ธ


"Sa-saya berencana membuat karya baru dengan tema kekeluargaan seperti yang senior pernah buat. Apa saya bisa meminta saran? "


Miyano menyiapkan buku catatan dan juga pulpen.


"Itu tidak perlu.. " Yuki tersenyum.


(@ใƒปะดใƒป@๏ผ‰?!


"Dalam unsur kekeluargaan, seharusnya kamu mengetahuinya sendiri. Karena itu adalah unsur yang paling dekat dengan dirimu. " ucap Yuki.


"Uh! "

__ADS_1


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~


__ADS_2