Y2H Pen

Y2H Pen
024. Orang gila


__ADS_3

....


"๐˜Ž๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜š๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. " batin Yunda.


Pertandingan antara Ryung hae dan Yuki dimulai!


Pertandingan ketiga, kedua peserta menggunakan senjata yang cukup berbeda. Kali ini Ryung hae tak main-main dan langsung menyerang Yuki, sebaliknya Yuki lebih memilih untuk menghindari setiap serangan pisau dari Ryung hae.


Terlihat jelas kalau Ryung hae sangat ahli dan lincah dalam memainkannya. Yuki juga tau sendiri bagaimana kemampuan Ryung hae dulu saat SMP. Karena itulah ia punya rencana untuk menyerang Ryung hae.


.


.


.


Di bangku paling atas, para Dewan masih sibuk membicarakan tentang bisnis, tapi.. karena melihat Ryung hae dan Yuki tadi, mereka jadi tidak fokus dalam membicarakannya.


....


*SWITCH! Yuki menghindar secara mendadak karena Ryung hae yang terus berusaha menginjak kakinya.


"Uh-huh! " Yuki syok!


.


.


*BRUG!


Ryung hae mendorong Yuki ke arah luar arena.


"WAO!! BENAR-BENAR CARA YANG LICIK YA~ "


Yuki segera bangun dan kembali masuk ke arena. Entah karena apa, yang jelas Ryung hae seperti tidak ingin bertarung lebih lama dengan Yuki.


"Percuma saja.. pergilah. " ucap Ryung hae dengan nada dingin.


Yuki syok, mendengar ucapan Ryung hae yang terdengar begitu mengancam dan dingin padanya. Tanpa Yuki sadari terdapat pisau yang tersembunyi di Knuckle yang digunakan oleh Ryung hae.


"Uh! " Yuki berusaha menghindar.


Ryung hae menggenggam keras tangan kanan Yuki yang memegang pisau, membuat Yuki kesakitan dan terpaksa melepas pisaunya. Tanpa pikir panjang Ryung hae langsung menggores tangan Yuki dan mendorongnya ke luar arena.


*BRUG!


Pertandingan kali ini terlalu cepat untuk selesai. Tapi goresan pada tangan Yuki terasa begitu perih, seolah-olah terbakar.


Yuki melihat ke arah Ryung hae, yang dimana tatapannya berubah 180ยฐ. Tangan Ryung hae begitu kuat mencengkram Knuckle nya. Ryung hae benar-benar berbeda..


"3.. 2..1.." Karena waktu yang menipis, Yuki berusaha untuk berdiri dan naik ke arena. Tapi kakinya terhenti!


"๐˜œ๐˜ฉ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข.. ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ.. ๐˜œ๐˜จ๐˜ฉ!! " Yuki tak kuasa menahan sakit dari luka goresan itu. Ia segera melihat ke arah tangan Ryung hae, dan benar saja.. ada cairan biru dari Knuckle miliknya.


Kemungkinan itu disimpan bersama dengan pisaunya, sehingga Yuki lengah dalam berhadapan dengan Ryung hae.


"Yah~ benar-benar pertandingan yang singkat ya~ DENGAN BEGINI! 2 - 1 ! "

__ADS_1


"WOAHH!!! "


"Sudah kuduga Ryung hae bisa diandalkan! " ucap salah seorang preman.


Yamato Iguchi mengamati seluruh peserta dan berusaha untuk mendapatkan informasi rahasia dari semua peserta di [NC]. Hanya saja, informasi milik Yokohama Yuki tidak banyak ia miliki. Iguchi memberikan kertas kepada Seira.


"Yah~ sepertinya Yokohama Yuki ini tidak punya aib yang menarik ya~ hmm.. mari kita lihat~ " Seira membaca dengan teliti semua masalah yang ada di kertas itu.


Yuki terus memegangi lukanya, karena sakit yang begitu dalam ia tak dapat berkutik sedikitpun, keringatnya terus keluar, napasnya mulai tak stabil.


"Jangan malah diam saja! Kau ini syok bukan?! " bentak Ryung hae.


"Uh?! "


Ryung hae menggendong Yuki, berjalan membawanya ke luar arena.


"STOP!!! TUNGGU BENTAR, KITA HARUS BACAKAN AIBNYA DULU!! " bentak Seira.


๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข


"YAUDAH CEPETAN! " bentak Ryung hae.


"TUNGGU BENTAR INI AIBNYA JELEK SEMUA!! "


"YANG NAMANYA AIB PASTI JELAS!! T*L*L! "


"HEH! NGOMONG! " ใƒฝ(`ะดยด๏ผ›)/


.


.


.


Yuki merasa aneh dengan perubahan Ryung hae yang sangat mendadak. Seolah-olah ia memiliki dua kepribadian.


"Nah! ini saja. Ehem! Yokohama Yuki, ternyata pernah menginap di hotel bersama dengan seorang laki-laki. "


(ยดใ€‚๏ผฟใ€‚๏ฝ€) ?!


.


.


.


"SIAPA-?!! " bentak Ho-Seok dengan keras.


"JANGAN SALAH PAHAM! Itu Ryung hae! Kan?!!! " Yuki berusaha meyakinkan yang lainnya. Ryung hae menganggukkan kepala, sementara Seira kesal karena aibnya justru lebih jelek dibandingkan yang lainnya.


Itu terjadi saat SMP, saat Ryung hae dan Yuki terlibat kejar-kejaran oleh sekelompok mafia. Maka dari-itu mereka terpaksa menginap di Love Hotel, Jepang.


"๐˜๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข.. " (ยด๏ผก๏ฝ€ใ€‚ Yuki bersandar di dada Ryung hae.


"Jangan nempel, kau membuatku gerah. " ucap Ryung hae dengan nada judes. Sontak itu membuat Yuki kesal dan memukul dada Ryung hae.


*BUG!

__ADS_1


"UHUK! SIALAN! " Ryung hae yang kesakitan melepas Yuki.


Di satu sisi Yuki tak dapat bergerak berlebihan karena lukanya. Melihat orang yang sudah ia anggap sebagai kakaknya--akrab dengan orang lain, tentunya membuat Sarang sedikit cemburu, bukan pada Yuki, tapi pada Ryung hae kakaknya sendiri. Sarang lebih dekat dengan Yuki, ia kerap cemburu jika ada orang lain dekat dengan Yuki. Dengan mood seperti ini, biasanya Sarang akan memilih untuk mengarahkan pandangannya ke arah lain, berusaha mengabaikan mereka yang dekat dengan Yuki.


"Ya, mau bagaimana lagi. Aku sudah jadi tahanan kalian. "


"Makanya kalau sadar, nurut! " Ryung hae menekan luka Yuki.


"Aww!! "


Yamato Iguchi menatap lama Yuki, dalam hatinya Ia sangat kesal dengan hubungan mereka. Yeon-Seok menggodanya dengan berkata bahwa pertandingan yang disuguhkan olehnya terasa membosankan, beberapa dewan lainnya juga setuju dengan hal itu.


Lantas bagaimana dengan pertandingannya?


Karena perubahan alur yang begitu drastis, membuat Iguchi terpaksa harus menyingkirkan dalang utama dengan kata-kata provokasi.


"Mohon perhatian semuanya! " ucap Iguchi dengan tegas.


Semuanya menghadap ke arah para dewan, saat itulah Yeon-Seok memalingkan wajahnya karena merasa bosan.


"Dalam pertandingan selanjutnya, khususnya bagi kelompok penulis, dilarang menggunakan senjata apapun. "


"Uh! "


"HA?!! KAU SERIUS?!! " ucap Yo dengan nada kesal.


"๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ.. ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.. " batin Yuki.


"Lalu untuk Yokohama Yuki, karena sudah bertanding sebanyak 2ร—, kau tidak boleh bertanding lagi. " ucap Iguchi.


Yuki menatap kesal ke arah Iguchi. Tapi sayangnya wajah Iguchi begitu membosankan untuk ia lihat. Yuki mulai menggembungkan pipinya dan berteriak.


"KENAPA TIDAK DARITADI SIH?!! KALAU DARITADI AKU BISA MENANG KAN!! Curang! Kalian sengaja melarang kelompok penulis menggunakan senjata karena yang tersisa hanya senjata berbahaya, kan?!! Kalian pikir aku tidak sadar? Ini curang tau! " ucap Yuki secara terang-terangan.


Iguchi benar-benar kesal dengan Yuki. Karena itulah ia membuat aturan baru, yaitu bertarung dengan tangan kosong. Tapi Yuki masih tetap kesal karena peraturannya tidak berlaku untuknya lagi. Dengan kondisi tangan yang masih sakit, Yuki duduk dan menolak untuk mengobati dirinya di ruang pengobatan.


"EGOIS! " bentak Ho-Seok.


"Aku mau melihat orang tua itu dulu. " ucap Yuki.


Ryung hae sudah tak tahan, dan langsung menggendong Yuki--membawanya pergi menuju ruang pengobatan.


"Lepasin! Ryung hae, kau-! "


"B*c*t. "


(ยด๏ผ›ะด๏ผ›) !


๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข


Tampaknya Yuki juga mulai kesal.


"Sejak kapan dia jadi seperti anak-anak? " tanya Ho-Seok.


"Entahlah.. " saut Haneul.


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~

__ADS_1


__ADS_2