
.....
"Jadi ini kelompok penulis yang harus kami lawan?! Mereka bahkan terlihat lebih lemah dari sekelompok kroco kemarin. " ucap salah seorang anak lapas.
"Ini adalah keputusan bos, kalian tak bisa menentang! " saut Yue dengan tegas.
"Tch! "
Yuki mengetahui kelicikan Yue dan [NC]. Ia mengerti sekarang kenapa mereka semua dibawa kemari, karena sejak awal ini adalah pelampiasan kekesalan.
"๐๐ค๐ฉ. ๐๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ญ๐ช๐ต ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ญ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ. ๐ ๐ข, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ.. ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ช ๐ ๐ถ๐ฌ๐ช ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. " Yue mulai bimbang.
.
.
.
"Hirata Yue, kenapa organisasi kalian sangat lemah? "
"Uh!! "
"Uh! "
Ucapan Yuki yang terdengar berat seperti menyimpan banyak dendam membuat seisi aula syok.
"Kak.. Yuki? "
"Senior..? "
"Ha? Kau bicara apa?!! "
"Heh. Apa kalian kekurangan pasukan? 20 lawan 100, mau kubunuh kau duluan? " /mengintimidasi
"Ugh! ๐๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ? ๐๐ถ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ฎ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช?! "
"Kakak.. " /gumam Haneul.
"๐๐ข๐ข๐ง.. ๐๐ข๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ญ. "
Haneul mengingat jelas segala bentuk bantuan kecil yang Yuki pernah berikan padanya. Berbanding terbalik dengan Ho-Seok yang sudah melupakan masa lalu hanya karena kesalahan kecil.
"Sung Myungsoo, Shin Ryung hae, Yokohama Ho-Seok, Yokohama Haneul, bos berharap banyak pada kalian. " ucap Yue.
"Hah.. apa tak ada lawan yang pantas? " keluh Myungsoo.
"Jangan membantah! "
"Tch. ๐๐ข๐ต๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ.. ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข..! " Ho-Seok kesal dengan tatapan Yuki yang nampak biasa-biasa saja.
Yuki membalik badan dan melepas jaketnya, berjalan ke arah Miyano dan meminta Miyano untuk diam saja menjaga para penulis lainnya.
"Oh~ Hai, anak berpenyakitan. " ucap Myungsoo.
"Ck. " Miyano geram dengan perkataan Myungsoo padanya.
"Apa kalian punya hubungan? " tanya Yuki.
__ADS_1
"Uh? Y-ya, dia saudara tiriku. " ucap Miyano.
"Begitu ya. Sayangnya aku tidak akan membiarkanmu untuk melawannya. Aku akan menyelesaikan ini semua. "
"Aku ikut. "
"Sarang kau diam saja! "
Tubuh Sarang mendadak tegang mendengar ucapan Ryung hae. Tapi Sarang juga tidak mau hanya bergantung pada kakaknya.
"Jika kau memang ingin tetap hidup, jangan ikut campur. " Ryung hae memberikan peringatan pada Sarang yang menatap matanya dengan berani.
Sarang memalingkan wajahnya, berpikir sejenak, dan mengatakan hal yang tak disangka-sangka oleh Ryung hae.
"Apa gunanya belajar bela diri jika hanya dipendam. "
"SARANG! Kau benar-benar bodoh! "
"KALAU AKU BODOH, KAKAK APA?!! "
"Uh! "
"Aku terus menunggu.. aku terus menunggu kalian berdua pulang. Tapi setelah pulang kalian berdua malah sibuk dengan urusan kalian, bertarung, bertanding, adu tinju, apa-. "
"Tch. Memangnya kau mengerti urusanku?! Aku melakukan ini demi keluarga Shin! Keluarga Shin sudah hancur, tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari keluarga busuk! "
"Huh! "
Ucapan yang terdengar seperti ocehan di telinga Ryung hae membuatnya kesal dengan Sarang, adiknya sendiri. Sarang berusaha ingin meyakinkan Ryung hae tentang perasannya, ia kesepian, ketakutan, bimbang, akan tetapi keluhannya hanya terdengar seperti humor di telinga Ryung hae. Sarang semakin tidak percaya diri dengan dirinya sendiri, membuatnya berpikir "apa Aku berlebihan?".
"Dari kelompok penulis, aku dan Sarang akan maju. " ucap Yuki.
"Ryung hae! " Yuki memanggil nama Ryung hae dengan nada tegas.
"๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฐ๐ณ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ต๐ฆ๐จ๐ข๐ด! "
(ใoใ๏ผ)
"Ryung hae, kau lupa kalau kau punya adik, kau hanya ingat punya seorang kakak yang ingin kau kalahkan. Itu kejam.. "
Mendengar hal itu, membuat Ryung hae hanya bisa diam tak berbicara.
"Heh~ keren juga nasehat gadis itu. " gumam Myungsoo.
"Hmph. Hahahahahaha! Sampai kapan kau mau jadi pelindung mereka, ha? "
"Sudahlah! Jangan banyak bicara. Kita selesaikan saja dulu, mau bergerombol atau bagaimanapun tak masalah. Cepat maju. " Ryung hae menyiapkan dirinya dan berjalan mendekat ke arah Yuki. Tatapan penuh ambisi dan amarah terlihat jelas di wajahnya.
Yuki meminta Sarang untuk mundur, lalu pembicaraan mereka dipotong oleh Myungsoo yang merasa kalau Ryung hae terlalu berlebihan menganggap kata-kata Yuki. Ryung hae yang egois, tak terima jika di katai oleh Myungsoo.
Yuki melihat Ryung hae masih sama seperti dulu.. sifat dan sikap, serta tingkah lakunya, semuanya masih sama seperti Ryung hae yang dulu membantunya.
Myungsoo berjalan mendekat ke arah para penulis, menyapa Miyano yang hanya diam berdiri layaknya orang bodoh.
"Hei~ kau sebut dirimu itu pria? Kau bahkan tidak berani untuk maju, kenapa? "
"Myungsoo, kau-! " Miyano menarik kerah baju Myungsoo dengan keras.
__ADS_1
"Hei.. Hei.. Aku bukan hanya menghinamu saja. KALIAN PARA PRIA DISINI! APA KALIAN MEMANG SELEMAH ITU?!! HAHAHAHA! PAYAH! "
"MYUNGSOO!! "
"Sung Myungsoo, apa kau sehebat itu? " tanya Yuki dengan nada dingin.
Mendengar Yuki yang mempertanyakan kehebatan Myungsoo dalam bertarung, membuat seisi ruangan terdiam sesaat. Tak lama anak-anak lapas mulai mentertawakan Yuki yang berani mempertanyakan hal itu.
"Bodoh sekali, dia pikir dia siapa? "
"Bisa-bisanya dia bertanya begitu. "
"Padahal cuma gadis kecil biasa. "
"Lucu sekali~ "
Ejekan dari mereka mulai terdengar jelas. Meski begitu Myungsoo hanya menganggap kalau Yuki hanya bercanda, sehingga ia hanya acuh dan kembali ke tempatnya semula.
"HEI! AKU SAJA YANG MELAWANMU, BAGAIMANA? Kalau kalah, kau harus bermalam satu malam denganku~ "
"HAHAHAHAHAHA!! "
Ucapan itu terdengar sembarangan di telinga Yuki. Tapi Yuki berusaha untuk menanggapinya dengan serius.
"Jangan banyak bicara lakukan saja. Mau bergerombol atau sendiri-sendiri, aku tidak masalah. " ucap Yuki sembari mengikat rambutnya.
"Ck. Dasar bodoh. " Ryung duduk di kursi yang terletak di sebelah ubin berwarna hitam--berbentuk kotak yang akan dijadikan tempat bertarung.
Laki-laki yang mempermainkan Yuki tadi maju dengan penuh percaya diri, ia membuka bajunya dan menjulurkan lidah ke arah Yuki.
Tapi bukan sampai disitu..
"Perhatian semuanya! " teriak Yue.
"Ha~? apa lagi? "
"Bawa masuk! "
Beberapa pria yang berpakaian seperti bodyguard datang dengan dua buah lemari. Mereka membuka lemari tersebut, terlihat jelas isi dari lemari tersebut. Itu adalah senjata tajam!
"Disini kami menambahkan aturan, kalian bisa memilih salah satu senjata di sana. Perlu diingatkan! Tugas kalian disini adalah membuat lawan mengeluarkan darah. Kalau pihak A menang maka pihak B dilarang menggunakan senjata itu, begitu juga sebaliknya. "
"Ha? Jadi cuma dibuat terluka? Tidak boleh dibunuh? "
"Aku tidak menyebutkan hal itu. "
"Uh! " Sarang dan Miyano syok mendengarkan hal itu.
Ini adalah aksi saling membunuh satu sama lain, pelaku tidak akan ditindak hukum karena pembunuhan adalah bagian dari aturan [NC]. Laki-laki itu berjalan dan langsung mengambil pisau daging, ia berniat untuk memotong jari Yuki. Sementara itu Yuki memikirkan dengan matang--senjata tajam yang akan ia pilih.
"๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ต๐ข๐ซ๐ข๐ฎ? ๐บ๐ข, ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ง๐ข๐ต๐ข๐ญ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ ๐ฑ๐ช๐ด๐ข๐ถ, ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ ๐ฑ๐ช๐ด๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ง๐ข๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช.. ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐บ๐ข๐ฌ. ๐๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. "
"Uh?" (*Sarang)
"Itu.. " (*Miyano)
"TONGKAT?!!! "
__ADS_1
Yuki memiliki tongkat kayu sebagai senjata untuk melawan pisau daging yang dipegang oleh lawannya.
๐๐๐๐๐ค๐๐~