Y2H Pen

Y2H Pen
011. Arena (3)


__ADS_3

Kata-kata Yuki sontak membuat Ho-Seok mulai geram, akan tetapi disisi lain perasaan terdalam dari Ho-Seok mulai keluar dan memenuhi hatinya.


Pertandingan mereka terhenti sejenak, membuat Yue kesal dengan mereka. Akan tetapi Yue yang lemah tak dapat melakukan apapun. Ia tau persis kalau Ho-Seok itu kuat, bahkan 10 bodyguard pun bisa ditangani oleh Ho-Seok seorang diri.


"Hei, kakak sialan. Kutanya sekali lagi, kenapa kau pergi saat itu? "


"Membicarakan masalah keluarga di depan banyak orang terdengar buruk. "


"Kau mau tau kenapa?!! "


"Uh! "


Yue ingin mengubah situasi dan membuat Ho-Seok yakin bahwa Yuki adalah musuhnya.


"๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ.. ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ ๐˜ถ๐˜ฆ. " batin Sarang.


"Perusahaan ayah kalian bangkrut, lalu ibu kalian terkena penyakit kanker, meski-. "


"Haneul, Ho-Seok, menurut kalian kenapa aku diusir oleh ibu? Sampai-sampai ibu juga menceraikan ayah, lalu membuang kalian berdua di panti asuhan. Kenapa hal seburuk itu bisa terjadi? "


"UH! ๐˜ž๐˜ˆ๐˜•๐˜๐˜›๐˜ˆ ๐˜š๐˜๐˜ˆ๐˜“๐˜ˆ๐˜•!! " Yue sangat kesal dengan Yuki yang memotong pembicaraannya.


Yuki menyadari hal itu, ia sadar kalau Yue akan melakukan semacam sugesti untuk mendapatkan Ho-Seok kembali di pihaknya. Dan bukan hanya Ho-Seok, sugesti itu bisa ia lakukan pada semua orang di ruangan itu sekaligus.


"Itu semua.. adalah salahku. " Yuki memberikan senyuman tipis di wajahnya, seolah-olah mentertawakan kejadian masa lalu yang tak ingin ia ungkit.


"Kakak.. " (*Haneul)


"Jika sejak awal aku mengikuti keinginan ibu untuk jadi pengacara, mungkin saja kalian berdua tak akan berakhir disini. Jujur saja, aku sangat menyesalinya. Aku tak berfikir akan sampai sejauh ini.. "


Yue tak dapat berkutik karena taktiknya dikacaukan oleh Yuki.


Sejujurnya Yuki tidak ingin membicarakan hal ini, tapi demi menjawab pertanyaan Ho-Seok, dan juga menggagalkan rencana Yue, ia terpaksa melakukannya. Yuki suka hilang kendali jika menyangkut tentang perasaan, ia adalah orang yang sensitif terhadap perasaan dan tingkah laku orang lain. Meski begitu, Yuki tetaplah Yuki, ia akan memilih jalan terakhir meskipun itu menyangkut perasaan sekalipun.


Kepala Yuki kembali sakit ketika memikirkan apa yang ia katakan barusan. Terlalu memalukan untuknya, menceritakan masalah keluarga yang sudah lama hancur. Yuki nampak seperti orang depresi yang bertarung di arena.

__ADS_1


"Ah, iya juga. Kalau hasilnya seri, maka pertarungannya akan berhenti kan? " tanya Ho-Seok.


"Uh! I-iya, bagaimana kau bisa tau? " tanya Yue.


"Lupakan saja. Kali ini aku rasa, aku akan istirahat sejenak. "


Ho-Seok dan Yuki melukai satu sama lain di saat yang bersamaan. Lalu pertandingan kedua berakhir seri. Hal ini membuat Yue semakin kesal dengan Yuki, kalau seluruh pertandingan seperti ini maka tidak akan ada yang terkuat. Yue menatap ke arah para bodyguard, seolah-olah memberikan isyarat. Kemudian pertandingan ketiga, Ryung hae melawan Sarang.


"Tadi adik dan kakak, sekarang kakak dan adik, Aku jadi iri. " ejek Myungsoo.


"Cerewet! " ๐Ÿ’ข


Ryung hae langsung mengambil senjata yang ada di dekatnya, begitu pula dengan Sarang. Mereka seperti sudah tak sabar ingin membunuh satu sama lain. Yue mulai berharap pada pertandingan ini, karena melihat hubungan yang putus diantara mereka berdua.


Sarang mengingat jelas bagaimana Ryung hae ingin balas dendam dengan kakaknya, yaitu Shin Seo. Tapi saat bertemu dengan Yuki, Ryung hae justru berubah pikiran, hal itulah yang membuat Sarang merasa kalau Yuki adalah kunci untuk membuat Ryung hae melupakan ambisinya. Kepergian Yuki membuat perubahan besar pada Ryung hae, terutama ambisi Ryung hae yang semakin merajalela.


Sarang gemetar seolah-olah takut akan terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.


Disini, hal yang menarik perhatian adalah, kedua belah pihak menggunakan senjata yang sama. yaitu pisau.


Sarang sangat ragu untuk menjawabnya. Tapi ia dengan tegas menjawab 'iya' di hadapan Ryung hae.


"๐˜’๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ง๐˜ข๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜™๐˜บ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฆ? ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ. "


Sarang mengenakan jaket yang lumayan tebal, mengingat cuaca di malam itu sangat dingin. Yuki memperhatikan adanya keanehan dalam cara Sarang memegang pisau. Meskipun perubahannya sangat kecil, tapi Sarang sudah belajar menggunakan pisau sejak usia 11 tahun, jadi Yuki tau persis bagaimana posisi tangan Sarang. Sekarang Sarang terlihat seperti sedang ragu-ragu dalam bertindak.


"Sarang! " teriak Yuki.


Sarang-pun sontak langsung berbalik badan.


"Setelah ini kita makan makanan Korea yuk. Aku kangen dengan Korea, mungkin Tteokbokki? "


"Apaan?! " ๐Ÿ’ข (*Ryung hae)


"Iya." Sarang tersenyum, sekarang mungkin Sarang sudah tidak ragu-ragu lagi, karena ia punya janji dengan Yuki untuk makan bersama.

__ADS_1


"Yang kalah juga akan aku traktir kok. " ucap Yuki.


"Eh-! "


"Ee-eh? "


"Kalau begitu menyerah saja! "


"Iya! Sudah lama kita tidak makan makanan enak! "


"Hei! Kita Barbequean saja! "


"Boleh juga. "


"APA KALIAN MAU MELUPAKAN TUGAS KALIAN?!! " Bentak Yue.


Mereka terdiam, akan tetapi Sarang tak mendengarkan Yue dan menyerang Ryung hae. Dengan sigap Ryung hae yang terkejut langsung menghindar. Ryung hae merasakan adanya perbedaan antara Sarang yang dulu ia kenal dengan yang sekarang.


Sarang yang sekarang.. terasa lebih berambisi dari biasanya. Yuki tidak menyangka kalau rasa benci Sarang pada Ryung hae begitu dalam sehingga ia tidak tahan untuk membunuhnya. Yue melihatnya, ia merasa benar-benar ada harapan untuk [NC].


Yuki tidak menginginkan hal itu, tapi ia juga tidak mau mengganggu pertandingan Sarang. Meski terasa tertekan dengan sikap Sarang, Yuki berusaha untuk memakluminya dan melihat hasil pertandingannya. Karena dipertandingan sebelumnya, Yuki melakukan pertandingan yang konyol dengan adiknya, Ho-Seok.


Yuki menatap ke arah Ho-Seok, begitu pula Ho-Seok. Tatapan yang cukup lama sekitar 5 detik sebelum akhirnya Ho-Seok mengerutkan dahinya dan mengalihkan pandangannya ke arah pertandingan berlangsung. Sementara itu, Myungsoo nampaknya sangat menikmati pertandingan balas dendam, ia tersenyum saat melihat Sarang yang benar-benar ingin mengalahkan Ryung hae.


"Ugh! " pukulan Ryung hae mengenai perut Sarang yang membuat Sarang kesakitan. Meski begitu, Ryung hae masih belum mengayunkan pisaunya.


"Senior, Sarang.. "


"Tidak papa, dia akan baik-baik saja. "


Yuki teringat dengan Sarang yang hampir ingin membunuhnya saat berada di toilet--di gedung [NC]. Saat itu Sarang memang terlihat menyeramkan. Ia tak segan-segan mengayunkan pisaunya untuk membunuh. Tapi itulah yang ditakuti oleh Yuki. Jika Sarang sampai benar-benar membunuh Ryung hae, segala rencana Yuki bisa buyar. Pihak petarung akan balas dendam dan kedamaian tidak akan datang.


Yuki sudah siap, jika nantinya harus menghentikan Sarang.


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~

__ADS_1


__ADS_2