Y2H Pen

Y2H Pen
004. Organisasi buruk


__ADS_3

...


"Senior, apa senior akan tetap menulis? " tanya Miyano.


"Ya.. kalau untuk sekarang akan sulit sih.. tapi akan aku usahakan. " /senyum


Miyano merasa kalau jawaban dari Yuki terlalu kaku dan tidak meyakinkan. Mereka kembali ke tempat mereka setelah dihubungi langsung oleh Rika, sementara itu Miyano kembali ke kamarnya.


Disaat yang bersamaan, mereka dikirimkan sebuah link lewat E-mail. Link tersebut berisi survei tentang para penulis yang akan dieliminasi.


Miyano syok lantaran namanya juga terpampang di sana. Karena nomor urut Miyano terakhir, membuat Miyano sedikit khawatir dan takut.


"๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜›๐˜–๐˜— 10 ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? " batin Miyano.


"Sarang, ayo kita kembali. " ucap Yuki.


"Iya.. " saut Sarang sembari menganggukkan kepalanya.


"Maaf Miyano, kami pergi dulu ya. Sampai jumpa di lain waktu.. "


"I-iya! "


Yuki tidak habis pikir tentang pesan yang Rika kirimkan padanya.


"๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข.. ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ.. "/terhenti


"Kak? " Sarang memiringkan kepalanya.


"Uh? " Miyano yang kebetulan belum pergi--melihat Yuki dan Sarang yang terdiam di lokasi yang tak jauh dengan posisinya.


"Sarang, kita kembali ke kamar saja ya? "


"Uh. Oke, aku juga ingin istirahat. "


"Iya."


"๐˜’๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. " batin Miyano yang berjalan berlawanan arah dengan Yuki dan Sarang.


.


.


.


Di malam harinya, Yuki tidur di kamar Sarang. Yuki yang terjaga, kemudian mengambil ponselnya dan membuka kembali link tadi. Yuki terkejut melihat jumlah peserta dari 100 menjadi 50 dalam waktu kurang dari sehari. Yuki tak ingin membangunkan Sarang, jadi ia berusaha untuk menenangkan pikirannya.


Tidak ada pesan apapun, hanya pesan dari Rika yang menyuruh Yuki untuk segera ke lantai atas. Yuki yang tidak ingin meninggal Sarang, kini dihadapkan pilihan untuk memilih, Yuki sendiri tidak ingin mengecewakan Rika. Jadi Yuki memutuskan untuk pergi ke lantai atas, dan mengunci kamar dari luar. Sebenarnya hal ini Yuki lakukan karena merasa khawatir dengan Sarang.


"Ngg.. kakak.. jangan.. " Sarang mengigau.


"Uh?... ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜บ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฆ? ๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜™๐˜บ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฐ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ง ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข. "


Yuki menyelimuti Sarang, mencium keningnya, dan mengenakan jaket lalu membawa kartu kamar bersamanya.


Masalah yang pernah Yuki perbuat pada Ryung hae dulu, adalah masalah yang melibatkan aib keluarga Shin. Tanpa sengaja Yuki membuat aib keluarga Shin terbongkar, mungkin bagi Ryung hae ia harus berterimakasih pada Yuki, tapi bagi Sarang yang masih labil--hal ini adalah bencana keluarganya.

__ADS_1


.


.


.


(*lantai 7)


Yuki sampai di lantai 7, yaitu lantai paling atas di gedung. Sementara Rika sudah duduk di pinggir gedung, sontak hal itu membuat Yuki syok!


"Oh! Kamu sudah datang ya~ "


Rika membalik badan dan berjalan menuju Yuki. Di tengah cuaca dingin pada malam itu, Rika hanya menggunakan kaos tanpa lengan dan celana panjang, tatapannya begitu tajam seperti menargetkan Yuki.


"Ternyata kau memang orang yang baik ya~ Padahal ini sudah malam tapi kamu mau repot-repot datang kemari. " ucap Rika dengan nada ria di hadapan Yuki.


Yuki menghilangkan perasaan buruknya pada Rika dan menjawab..


"Kebetulan aku belum tidur. " Yuki menatap lama ke arah mata Rika yang tampak berbunga-bunga seolah-olah merasakan sebuah kepuasan dalam dirinya.


Tak lama, Rika mulai mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan data anak-anak [NC]. Nampak angka yang awalnya 500 dengan cepat turun menjadi 200.


"Yuki, setelah dilihat-lihat kenapa kamu tidak ikut mengisinya? Padahal kita tinggal mencentang kotak saja. " ucap Rika sembari melihat ke arah ponselnya.


"... Itu apa? Apa maksud dari tulisanmu itu? "


"Hm? Yang mana? "


"Yang kemarin kau kirim, apa maksud isi pesan mu? "


.


.


/pesan yang dikirim Rika kemarin/


"Ohh, ya itu artinya kita menyingkirkannya. "


"Uh! "


"Kenapa tidak kau coba saja? Kita cuma tinggal memilih para penulis yang tidak memiliki bakat. Kau tau? dalam hal ini kita adalah yang paling unggul, jadi sebelum dicap pengkhianat bukankah kau harus mencobanya? "


"... ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข.. ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต? "


Yuki kembali merasa curiga dengan Rika. Setiap perkataannya mewakili dendam dan ambisi.


"Kita bicarakan besok saja, aku harus-. " /berbalik badan.


"Tunggu! "


"Uh! "


Nada bicara Rika berubah menjadi berat, sontak Yuki langsung melirik ke arah belakang dan melihat ekspresi tak mengenakan dari wajah Rika.


"Aku serius, kau mau dianggap sebagai pengkhianat? "

__ADS_1


"Hm. Apa yang kau bicarakan sejak tadi? Pengkhianat? Memangnya aku berkhianat pada siapa? "


"Hmph. Yuki kau sangat sombong ya~ mentang-mentang juara 1 kau merasa dirimu sangat benar? "


"Uh. "


"Kau tau [NC] itu organisasi apa? Ini adalah organisasi penghancuran. "


"Uh! " /syok


"Setiap orang yang ada disini tak lebih hanya para penulis bodoh yang kebetulan dalam privilege sementara. Mereka hanya orang-orang kebingungan yang tidak mengerti caranya mengekspresikan diri mereka. Aku yakin kasihan pada mereka, sayangnya mereka memilih untuk masuk kemari. Justru aku merasa kalau orang-orang yang tidak terpilih sangat beruntung. "


"Rika! Apa yang kau bicarakan? "


Rika tersenyum smirk, menatap ke arah Yuki dengan tatapan penuh cahaya.


"Kami hanya menginginkan kepuasan, kau tau Yuki? Menurutku penulis seperti dirimu itu sangat bodoh tau, bisa-bisanya terpengaruh untuk masuk kemari, lalu mau datang ke tempat ini, kau pikir aku sedang main-main?!! "


"Rika! "


"BERHENTI MEMANGGIL NAMA ITU!! " Rika ingin melesatkan tangannya ke pipi Yuki, akan tetapi ditahan oleh Yuki.


Yuki memang tidak berniat untuk masuk [NC]. Tapi ada sesuatu yang membuatnya ingin masuk, ini adalah masalah pribadi Yuki.


Yuki melepas genggamannya pada tangan Rika.


"Kembalilah, ini sudah malam. " ucap Yuki yang kemudian berbalik dan meninggalkan Rika sendirian.


Nampak ekspresi kesal dengan kerutan di wajah Rika.


"B*tch. "


.


.


.


Di dalam lift, Yuki merenungi semua yang Rika katakan. Meski nampak wajah Yuki yang terlihat kebingungan menghadapi masalah ini.


Saat Yuki keluar dari lift, ada beberapa petugas kebersihan yang membersihkan kamar yang berada dekat dengan lift. Nampak kamar itu penuh dengan d*r*h dan juga pisau yang tergeletak di dekat kasur. Tak lama petugas itu mengambil pisau itu dan memasukannya ke dalam plastik.


Yuki yang syok mencoba untuk berpura-pura untuk tidak melihatnya, meski dalam pikiran Yuki, ia penasaran dengan apa yang terjadi. Ia berusaha berjalan dengan santai seolah-olah tak melihat dan tak terjadi apapun. Saat hampir sampai di depan pintu kamar Sarang, ia melihat noda merah yang menempel di dekat pintu, berpola layaknya sidik jari seseorang. Yuki bergegas membuka pintu dengan perasaan panik dan takut.


"Sarang-. Uh? "


Syukurnya Sarang masih tertidur pulas di kasurnya. Yuki merasa lega, kemudian ia memfoto sidik jari itu dan menghapusnya menggunakan air, lalu ia masuk ke kamar dan tidak lupa untuk menguncinya.


"๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฉ.. ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ 317, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜™๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช. ๐˜œ๐˜ฉ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜”๐˜ช๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข?! ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜”๐˜ช๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ. ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต 20. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜”๐˜ช๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข?! " dalam hatinya Yuki berpikir keras, berusaha untuk memecahkan situasi yang mengganjal di pikirannya.


Melihat situasi saat ini membuat Yuki tak dapat melanjutkab tidurnya. Iapun membuka ponselnya dan membuka link yang dikirimkan tadi siang untuk menganalisis seluruh kejadian yang ada.


"๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜–๐˜ณ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ! "


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~

__ADS_1


__ADS_2