
Di ruang rapat direktur, seorang gadis dengan pakaian SMA dan nama Sawaki Terano yang tertulis di tanda pengenalnya. Ia adalah putri dari Sawaki Kwang-dong, salah satu rekan kerjasama Iguchi.
Dahulu Korea dan Jepang membuat kesepakatan satu sama lain, awalnya kedua negara ini berencana membuat suatu perusahaan yang besar dengan nama Korea dan Jepang. Namun sayangnya perusahaan pertama mereka gagal karena brand yang ditawarkan tidak begitu digemari oleh banyak orang, akhirnya perusahaan untuk bangkrut dan ditutup. Lalu barulah kali ini, Yamato Iguchi membuat perusahaan [NC], meski orang-orang mengira kalau itu adalah hasil kerjasama antara Jepang dan Korea, nyatanya Iguchi hanya menggunakan nama Jepang pada perusahaannya. Mungkin itu bukan hal yang patut dipermasalahkan, karena rekan kerjanya sepertinya tidak mempermasalahkan nama [NC]. Sekarang tinggal mempermasalahkan tentang tujuan utama [NC].
.
.
.
[Ruangan para penulis]
Yuki yang sudah selesai makan memutuskan untuk keluar--untuk mencari udara segar.
"Sarang, apa kamu merasa kalau senior sedang banyak pikiran? " tanya Miyano.
"Iya.. sepertinya kakak benci situasi ini. Kali ini terlihat jelas di wajahnya, lalu aku dengar kakak menghajar anak-anak lapas. "
"Sungguh? "
"Itu tidak seperti kakak. Biasanya kakak hanya berbicara layaknya gadis lemah. "
"Hm. Aku rasa senior terlalu memperdulikan kita. "
"Kakak memang peduli, karena itulah kadang ia sangat berhati-hati dalam bertindak. Tapi kali ini berbeda, kakak seperti tidak memikirkan apapun. "
"Bagaimana cara menaikan moodnya? "
"Kakak itu zodiak cancer, dia moodyan tau. "
"Yang benar saja " ๅธๅธ
.....
Yuki berdiri di balkon, dengan angin yang berhembus cukup kencang. Ia ingin merenung sesaat agar tak terjadi hal yang sama.
"Yuki. "
"Uh!.... Ryung hae? "
Ryung hae memegang lehernya seolah-olah merasa canggung.
"Tadinya aku mau menemuimu langsung di ruangan, tapi entah kenapa saat masuk Sarang justru bersembunyi. " /canggung
(*Tepat saat Ryung hae membuka pintu, seisi ruangan syok sementara Sarang langsung bersembunyi dibelakang Miyano, menghadap dinding seolah-olah memberi isyarat kalau ia tak mau bicara. Pada akhirnya Ryung hae bertanya pada Miyano.)
"Dia sebenarnya takut padamu tau. "
"Ha? Jangan bercanda, kalau takut mana mungkin dia mau mengayunkan pisau dengan lincah begitu. "
"Ketakutan itu ada banyak jenisnya, Sarang hanya takut kalau terlalu dekat denganmu. Dia khawatir nantinya akan terpukul saat kamu pergi. "
__ADS_1
Ryung hae terdiam, kemudian ia mengeluarkan rokoknya dan menawarkan satu pada Yuki.
"Kau masih merokok? "
"Sudah lama tidak. "
"Begitu ya. "
Yuki melihat ke arah belakang--berharap Sarang tidak melihatnya.
"Aku ambil satu. " ucap Yuki.
Ryung hae memberikan sebatang rokok, kemudian mendekatkan rokoknya untuk menghidupkan rokok Yuki. Yuki merokok selama SMP, saat kelas 2 SMA dia baru berhenti merokok, artinya baru setahun ia berhenti merokok.
"Maaf, aku rasa semuanya syok karena tau hubungan kita. Aku juga tidak menyangka kau akan percaya kalau aku hilang ingatan. "
"..ya.. sejujurnya aku juga tidak mengerti kenapa aku harus pergi. Sarang tidak menyukainya. "
"Dia tidak menyukaiku. "
"Tidak, sudah kubilang dia hanya takut. Jika semisalnya kau memberikan perhatian pada Sarang, aku yakin dia akan mulai mendekatimu. "
"Sama seperti kau dulu.. "
"Iya. "
"Ho-Seok memarahiku habis-habisan karena tau kita pernah pacaran. "
"Sungguh? "
"Iya. "
Tanpa mereka ketahui, ada CCTV yang tersembunyi di dekat mereka. Dan dari kejauhan, Yue melihat kedekatan diantara mereka. Tapi kali ini Yue membiarkannya, karena Yamato Iguchi sudah memiliki cara lain untuk mengurus ini.
"Yuki. "
"Hm? "
"Apa kau ingin kami bekerjasama? "
"Aku tidak akan menuntut hal itu. Kita harus bertanding sportif. "
Ryung menatap lama wajah Yuki, ia suka melihat rambut Yuki yang terkena angin. Wajah Yuki nampak anggun terkena hembusan angin.
"Mau balikan? " tanya Ryung hae dengan nada ragu.
Yuki menatap ke arah Ryung hae, juga ke arah belakang. Kemudian ia mendorong Ryung hae tempat yang tidak begitu terlihat.
"Kau ini masih pemalu? Padahal dulu kita-. "
"Shh.. Ryung hae hentikan. Aku.. " /blush
__ADS_1
Wajah Yuki nampak memerah, akan tetapi ia berusaha menutupinya dengan menundukkan kepalanya. Tanpa pikir panjang Ryung hae langsung mencium Yuki, disaat itu juga.
Meski sempat terpisahkan, nyatanya Ryung hae sangat mencintai Yuki.
"๐๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฅ๐ช ๐๐๐? " batin Ryung hae yang melepas ciuman.
Yuki memeluk Ryung hae, begitupula Ryung hae. Sulit rasanya melepaskan orang yang dicintai. Disisi lain, Ryung hae sengaja memiliki tempat dimana CCTV dapat melihat hubungan mereka, karena Ryung hae tau apa rencana Yuki.
Sementara itu Miyano yang semuanya mengira kalau Yuki ada di balkon--akhirnya kembali ke ruangan para penulis karena tak melihat Yuki.
"Kamu mau memberitahu Ho-Seok dan Haneul? " tanya Yuki.
"Kalau kau tidak siap aku tidak akan memberitahu mereka. "
"Itu hak mu, aku tidak akan melarangnya. "
"Sungguh? Kau tidak takut jika semisalnya Ho-Seok akan membencimu lagi? "
"Saling membenci itu wajar. Selama kakak tidak membenci adiknya, maka tidak masalah.. "
Ryung hae mematikan rokoknya, juga menginjak rokok Yuki yang tadi terjatuh.
"Akan ku bicarakan dengan anggota lainnya, aku yakin Myungsoo akan menyetujuinya. "
"Uh? Sung Myungsoo? "
"Ya, habisnya dia itu menyukaimu. "
"Uh..! "
"Tapi kau jangan terpengaruh ya! Aku lebih hebat dibandingkan dia! " (โขห _ หโข)
"Iya.. " ๅธๅธ
"Aku pergi dulu, jaga dirimu. " Ryung hae pergi meninggalkan Yuki di balkon sendirian.
Wajah Yuki kembali memerah saat mengingat yang ia lakukan dengan Myungsoo tadi. Rasanya dejavu, seperti dalam novel terbaru yang Yuki tulis, yang berjudul . Adegan dimana protagonis pria mencium protagonis wanita, kemudian berpisah karena perbedaan ras. Yuki tidak menyangka ia membuat adegan seperti itu dalam novelnya.
Ada kabar bahwa Sung Myungsoo berpindah ke posisi kedua, entah apa yang dilakukannya dengan Ryung hae, tapi Ryung hae berhasil menempati posisi pertama. Kemudian disusul oleh Ho-Seok dan Haneul yang berada di posisi ketiga. Perubahan urutan ini dikabarkan secara mendadak, akan tetapi semua orang mengetahuinya, termasuk kelompok para penulis.
Yuki masih memikirkan tentang dalang dibalik pembunuhan di gedung [NC].
"๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐๐ช๐ฌ๐ข.. ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ข๐ธ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ ๐ถ๐ฆ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ญ๐ถ.. ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข..? "
Yuki berusaha mengingat setiap orang, tapi sayangnya ada TOP 10 yang ia ingat. Kemudian Yuki teringat, anggota TOP 10 kekurangan satu anggota. Saat itu hanya ada Yuki, Rika, dan enam orang yang menyerang Yuki, ditambah dengan Sarang yang berada di kamarnya. Yuki berusaha mengingat, siapa yang hilang diantara mereka.
"Uh! ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ..! " Yuki berdiri yang teringat akan satu gadis.
Ia adalah Yoon Min-Seo.
๐๐๐๐๐ค๐๐~
__ADS_1