
"Akh! "
"Uh! "
Untuk yang kesekian kalinya, Sarang hampir keluar dari arena karena pukulan dan tendangan dari Ryung hae. Meski begitu Sarang tidak putus asa dan tetap melanjutkan ambisinya.
Yuki mulai memiliki ketenangan dalam dirinya, ia merasa kalau Ryung hae mengerti maksud dari tujuannya. Karena itulah Ryung hae hanya mengelak tanpa menyerang dengan senjata. Tapi ini tidak ada bedanya dengan pertandingan Yuki dan Ho-Seok tadi.
Rencana Yuki saat ini adalah membuat perasaan Yue campur aduk, naik-turun, dan kecewa. Akan tetapi akan sulit dengan situasi seperti ini. Maka dari itu Yuki memutuskan untuk mengabaikan rencananya.
"๐๐ข๐ฉ.. ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ค๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ ๐ข๐ฅ๐ถ๐ฌ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ? " batin Yuki dengan penuh kekecewaan. Entah kenapa rencana Yuki justru jadi boomerang untuk dirinya sendiri.
"๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ต๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด, ๐ช๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ณ. ๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข.. ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ญ ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ด๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ด๐ช๐ต๐ถ๐ข๐ด๐ช ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช. " batin Miyano.
Tak lama Myungsoo tersenyum smirk ke arah Miyano, membuat Miyano terprovokasi.
"Senior.. "
"Hm? "
"Aku akan maju. "
"Uh! Miyano? "
"Aku bisa beladiri, senior tidak perlu khawatir. " dengan wajah yang nampak kesal Miyano mengatakan hal yang tidak ingin Yuki dengar.
"Apa karena Myungsoo? "
"Ya. Aku akan memberi pelajaran pada orang itu. " Miyano mulai mengepalkan tangannya.
Yuki berpikir sejenak, ia bukan tipe orang yang suka ikut campur masalah orang lain. Hanya saja ia khawatir jika Miyano akan tidak baik-baik saja karena lawannya adalah Myungsoo.
"Jangan jadi seperti Sarang. " ucap Yuki dengan nada kecil.
"Uh?...Baik, Aku janji. " saut Miyano dengan tegas.
Meski terpaksa, tapi Yuki berusaha untuk tetap tenang.
.
.
.
*wish!! /suara pisau Sarang yang hampir mengenai wajah Ryung hae
"Sarang, kau benar-benar ingin membunuhku? " tanya Ryung hae.
Mendengar hal itu Sarang kembali teringat akan tujuan dirinya kemari.
__ADS_1
"Ini.. "
"Hei.. Hei.. sudah mau asik lho~ "
"Cerewet Myungsoo, kau diam saja. Ini urusanku dengan adikku! " bentak Ryung hae.
"Terserah. "
Yuki mulai curiga dengan Sung Myungsoo, yang terkuat setelah Ryung hae. Ia sadar kalau sejak tadi Myungsoo hanya tersenyum menatap pertandingan yang penuh dengan ambisi ingin membunuh. Sementara anak-anak lapas lainnya terlihat hanya diam seolah-olah ditahan oleh suatu hal.
"Akh. "
"Uh? "
"Gawat, tangan Sarang-. "
"Tunggu! Jika kau masuk ke arena berarti kalian dianggap kalah! " ucap Yue dengan tegas.
"Hm. "
Sebelumnya saat melawan orang-orang di gedung [NC], tangan Sarang tidak sengaja terkilir. Yuki merasa kalau tangan Sarang bukan hanya terkilir, sepertinya ada sebuah luka yang terbuka.
Yuki melangkah maju ke arah arena tanpa memperdulikan orang lain. Sarang mengetahui hal itu dan mendorong Yuki--akan tetapi ditahan oleh Yuki.
"Uh!! "
"Huh! Apa yang kakak-?!! "
"Hentikan Sarang, ini di luar batas. "
"Aku susah payah kemari untuk bertemu dengan laki-laki itu! "
(ใoใ๏ผ) "Laki-laki.. itu..? " Ryung hae terkejut mendengar adik yang ia kenal polos bicara sekasar itu. Myungsoo mengejek Ryung hae dengan memanggilnya kakak yang tak dianggap. Ryung hae terprovokasi dengan perkataan Myungsoo dan melemparkan pisau yang ia pegang ke arah Myungsoo. Seisi ruangan nampak syok namun wajah Myungsoo tetap tenang dan masih bisa tersenyum.
"Kenapa.. kenapa kakak malah melakukan hal ini?! "
"Apa lucu jika kau membunuh Ryung hae?!! " bentak Yuki.
Sarang terdiam, ia menunduk dan meneteskan air matanya. Meskipun Sarang terlihat seperti ingin membunuh kakaknya, tapi hati Sarang hanya menginginkan pujian dari sang kakak.
"Mau bagaimana lagi.. lagipula Aku bukan anak kandung ibu.. " ucap Sarang yang perlahan berlutut di hadapan Yuki.
"Uh..! "
"Aku.. bukan anak kandung ibu. Mungkin terlihat masuk akal sekarang, tentang alasan Aku ingin membunuh kakak... *hiks.. *hiks.. " Sarang tak kuasa menahan air matanya yang mulai membasahi pipinya.
Disisi lain Ryung hae mempertanyakan maksud dari perkataan Sarang barusan. Disaat Ryung hae ingin mendekati Sarang, Yuki berkata bahwa sebaiknya masalah ini dibicarakan nanti saja.
Ryung hae tak terima jika akhir dari pertandingannya se-payah ini. Ini pertama kalinya Ryung hae merasa kalau boxing terasa buruk. Yuki mengajak Sarang untuk duduk bersamanya dan membicarakan masalah tadi. Sementara itu, karena Yue yang mulai kesal, serta Iguchi yang nampak kecewa dibalik layar, akhirnya pertandingan hari ini diselesaikan dan akan berlanjut besok sore.
__ADS_1
Miyano masih menyimpan dendam pada Myungsoo dan berjanji akan maju paling awal untuk mengalahkannya.
.
.
.
"Aku minta maaf, kak. "
"Shh.. tidak papa. Aku juga minta maaf mengganggumu. " ucap Yuki yang memeluk Sarang--yang terlarut dalam kesedihan.
Setidaknya urnuk sekarang, Yuki sudah merekam kejadian di arena. Sekarang tinggal menunggu pertandingan besok sore. Mereka diizinkan untuk menggunakan semua fasilitas yang ada, tapi sebagian besar memilih untuk berdiam di ruangan karena takut.
....
Keesokan harinya, saat waktunya sarapan, mereka diarahkan ke kantin yang ternyata berisi anak-anak lapas. Tatapan intimidasi serta risih terlihat jelas.
"H-hei, apa kita boleh makan di ruangan saja? " tanya salah seorang gadis yang nampak gemetar.
Yuki mengiyakan ajakan mereka, akan tetapi hal itu dibantah oleh preman yang menjaga pintu kantin. Itu membuat Yuki kesal, tapi mau bagaimana lagi. Akhirnya Yuki menyuruh mereka untuk duduk di meja kosong yang ada di pojokan. Sementara itu, Yuki meminta bantuan pada Sarang dan Miyano untuk memberikan makanan yang ia ambilkan.
Beberapa anak-anak lapas membisikkan bahkan mentertawakan mereka, Yuki mendengarnya, dan itu membuatnya jengkel. Tapi Yuki yang penyabar memutuskan untuk mengabaikan omongan yang buruk itu.
"Kurang berapa lagi? " tanya Yuki yang berbalik badan. Tepat saat Yuki membalik badan, ia tak mendengar satupun omongan pahit yang tadi ia dengar.
"Kak Yuki, tinggal kakak saja yang belum. "
"Oh ya? Baiklah, terimakasih sudah membantuku. Kalian makanlah. " Yuki menaruh sendoknya dan berjalan menuju meja.
Tak disangka-sangka seorang laki-laki melemparkan minuman (cola) ke arah Yuki. Di sisi lain, tak jauh dari tempat Yuki duduk, Ryung hae bersama yang lainnya menyaksikan hal tersebut, secara kebetulan mereka duduk di sana.
"Ups. Maaf ya~ habis kau menghalangi tempat sampah sih~ " ucapnya.
Yuki melihat ke arah samping, dan benar saja ia menghalangi tempat sampah. Kemudian ia mengambil gelas yang tadi dilempar dan membuangnya di tempat sampah.
"Bukan masalah kok, memang salahku. Selamat menikmati makananmu. " ucap Yuki sembari tersenyum dan membungkuk.
Yuki duduk bergabung dengan yang lainnya. Nampak yang lainnya tak berselera untuk makan, kemudian Yuki mencoba menghibur mereka. Pada akhirnya mereka berniat untuk makan.
Tidak sampai di situ, hal bodoh kembali dilakukan oleh beberapa laki-laki yang menyiram minuman ke makanan Sarang. Sarang yang emosi langsung berdiri, akan tetapi tangannya di pegang oleh Yuki.
"Permisi! Apa boleh mengambil makanan lagi? " tanya Yuki.
"Ha?! Boleh saja selama masih ada. "
"Sarang mau mengambil lagi? " tanya Yuki pada Sarang yang seolah-olah mengabaikan orang-orang yang telah mengusik mereka.
๐๐๐๐๐ค๐๐~
__ADS_1