Y2H Pen

Y2H Pen
005. Kata demi kata


__ADS_3

....


"Ng? Kak Yuki tidak tidur? " tanya Sarang yang masih setengah sadar dan mengusap-usap matanya.


Tanpa Yuki sadari waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Sarang yang bangun membuat Yuki merasakan lelah setelah sekian lama duduk dengan ponselnya.


"Kakak sedang apa? " tanya sarang yang duduk disebelahnya.


"... Sarang, jika ku katakan ini.. apa kamu akan percaya? "


"Hm? Katakan apa? Kalau kak Yuki yang bicara aku percaya. "


"๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ? ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜–๐˜— 10 ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข? "


Yuki menaruh ponselnya dan memeluk Sarang, sembari berbisik.


"Dengar, tempat ini berbahaya. Ada sesuatu yang membuatku khawatir akan kehilangan dirimu. "


"Uh! Apa.. maksud kakak..? "


"Sulit untuk menjelaskannya, rasanya akan buruk jika Sarang mendengarnya. "


"Apa ada hubungannya dengan bunyi pecahan tadi? "


"Uh-huh!.. Bunyi.. pecahan..? "


"Telingaku sedikit sensitif semenjak dilempari miras oleh ayah dulu. Kamar ini kedap ruangan kok, tapi aku bisa mendengar suara pecahan dari kamar sebelah. "


"Uh! "


Yuki merasa curiga jika semisalnya kamar yang berada disebelah mereka bernasib sama seperti yang ada di kamar dekat lift. Jika itu benar maka tak menutup kemungkinan bahwa organisasi ini bukan organisasi biasa.


"Kak Yuki? "


"Nanti.. apa tidak masalah kalau kamu diam di kamar saja? "


"Uh? "


"Aku akan bawakan sarapan dan makan siang untukmu, tinggal kamu hangatkan saja di microwave. "


"I-iya.. tapi kenapa mendadak sekali? "


"Akan ku jelaskan lagi nanti, sekarang ayo kita tidur. "


Perasaan tak enak yang menghampiri pikiran Yuki membuatnya terpaksa merahasiakan hal ini pada Sarang. Yuki tidak mau Sarang terlibat dalam masalah yang belum pasti.


"๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ.. ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต. " Sarang tidur disebelah Yuki dan memeluk Yuki, begitupula dengan Yuki yang kembali memeluk Sarang.


"๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข.. " batin Yuki.


.


.


.


Pagi pun tiba, kini peserta yang tersisa tinggal 30 orang peserta. Beberapa orang yang ketakutan dan khawatir memilih untuk diam di kamar.


"๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ. " batin Yuki.


Kecurigaan Yuki semakin kuat mengenai sisi gelap organisasi ini. Yuki sudah mencoba untuk menghubungi polisi, akan tetapi ia tidak dapat menghubungi siapapun, termasuk ponsel Sarang yang berada di dekatnya.


Yuki berjalan sendirian di lorong menuju ke ruang para TOP 10 berkumpul.


.


.


.


Sementara itu, Miyano yang baru bangun dari tidurnya yang pulas, memutuskan untuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.


Dengan kondisi yang masih setengah sadar, Miyano tanpa sengaja menggunakan cream cukur pada wajahnya.


"APAAAA!!!! "


Dengan cepat Miyano membasuh wajahnya.

__ADS_1


"Huh.. ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ? "


.


.


.


.


(Ruang Direktur)


"Saya rasa ini berjalan kurang mulus karena keberadaannya. " ucap Yue dengan nada kesal.


Iguchi meminum kopi dan berusaha menenangkan diri sejenak.


"Kita musnahkan saja dia, gunakan gadis itu untuk menusuknya dari belakang. " ucap Iguchi.


"Baik, tuan Iguchi. " /bungkuk.


Yue keluar dari ruangan dan menghubungi seseorang melalui ponselnya. Tak lama terdengar suara seorang gadis yang menjawab panggilannya tersebut. Yue dengan tegas memberikan perintah pada gadis itu.


"Sekarang juga, bunuh Yokohama Yuki! "


.


.


.


.


Yuki sampai di depan pintu, tanpa ragu ia membuka pintu itu. Tidak ada siapapun di sana, karena ruangan yang begitu gelap akhirnya Yuki menghidupkan lampu di sana.


Dalam pikirannya, Yuki merasa bimbang dengan ini semua.


"Yuki? "


"Uh? "


"Rika? Selamat.. pagi. "


"Duh! Padahal aku mau mengucapkannya duluan. " ๐Ÿ’ข


"O-oke.. "


"Selamat pagi juga, Yuki. " /senyum


"Iya, pagi. "


"Kelihatannya yang lain tidak datang ya? "


"Uh! "


"Apa kita berdua saja hari ini? "


Yuki menyadari kalau kata-kata dari Rika terdengar buruk. Terlintas dalam pikiran Yuki tentang, "๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? " "๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ? "


"Hei Yuki.. apa kau.. membenciku? " tanya Rika.


"Uh? Kenapa kau bertanya begitu? "


"Tidak, hanya saja aku merasa kalau yang kulakukan mungkin akan membuatmu membenciku. Kejadian kemarin itu, bisakah kamu rahasiakan? "


"Uh! Rika? "


Rika menodongkan ponselnya ke wajah Yuki, Yuki nampak sangat syok sehingga beranjak dari kursinya!


Jumlah peserta saat ini, tinggal 24 peserta!


"Maaf Yuki.. aku memang gadis yang payah. Kenapa aku malah melakukan hal ini, ya? " Rika mengeluarkan sebilah pisau dari jaketnya.


Sontak Yuki langsung mundur.


"Rika, jangan bilang.. kau yang melakukan ini semua? "


"Haha. Insting mu memang tajam ya~ Ya.. kalau dipikir-pikir TOP 10 lainnya tidak akan mau melakukannya. "

__ADS_1


"Apa kau tau rahasia tempat ini? Jadi selama ini kau-! "


"Yuki, aku ini fans mu! "


"Uh! "


"Aku.. suka menulis. Aku suka menuangkan emosiku dalam sebuah cerita, tapi berapa banyak pun cerita yang aku buat selalu musnah dalam bara api. Kenapa? Padahal aku suka menulis! "


Rika bicara dengan penuh emosi, melepas Rika yang terlihat ceria dari wajahnya.


"Rika, apa darah yang kemarin ada di depan kamar Sarang.. itu.. ulah mu? "


"Uh? Yuki.. "


"Hm. Aku tidak mencurigai dirimu, tapi aku terkejut kau bisa berubah begini. "


"Ini adalah sifat asli ku, memangnya ada orang yang masih sempat tersenyum disaat dirinya membunuh orang? "


"Itu artinya, Rika itu orang baik. "


"Uh! "


"Meski wajahmu terus meyakinkan bahwa kau jahat, tapi kata-katamu menyampaikan isi hatimu. Karena itulah yang namanya menulis. "


Rika menjatuhkan pisaunya, dan berlutut dengan perasaan syok dan mual mengingat seluruh kamar yang ia lewati.


"๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ข๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช, 10..20..30..45..60.. ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.. ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ซ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ. "


Yuki termenung melihat situasi yang sering ia lihat dulu.


"Yuki, coba sebut namaku.. " ucap Rika dengan nada terisak tangis.


Yuki mendekatkan dirinya dan memanggil nama Rika dengan lembut.


"Rika.. "


"Apa.. arti dari nama itu? " tanya Rika.


"...Rika itu.. berarti berkat yang tak ternilai. " ucap Yuki sembari tersenyum.


.


.


.


"๐˜’๐˜ˆ๐˜œ ๐˜ˆ๐˜•๐˜ˆ๐˜’ ๐˜”๐˜œ๐˜™๐˜ˆ๐˜๐˜ˆ๐˜•!! "


"Uh!! "


Kata-kata yang selalu ada di pikiran Rika membuat emosinya semakin tak stabil, membuat tangannya bergerak mengambil pisau lalu menusuk kaki Yuki.


Yuki segera melawan dengan memukul Rika dan mencabut pisau itu darinya.


"Akh!! " Rika terhempas keluar dari ruangan itu. Ia pingsan.


"haah.. haah.. haah.. " Yuki berusaha menghentikan pendarahannya dengan baju yang ia kenakan.


....


"Tch! Sial! Kita tidak bisa menggunakannya lagi. " Yue tampak sangat kesal.


Tapi rencana mereka tak berhenti sampai di sana.


Rika terbangun, sementara Yuki duduk berseberangan dengannya. Dengan kondisi yang sama-sama sekarat, mereka menatap satu sama lain.


"๐˜”๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต.. ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช? " batin Rika.


Tak lama, keenam anggota TOP 10 lainnya muncul dengan kondisi yang aneh. Mereka layaknya zombie yang berusaha untuk membunuh Yuki.


"SERANG DIA!! "


"Huh! "


Yuki tidak ingin membunuh mereka! Tapi melihat situasi saat ini mereka seperti larut dalam sugesti seseorang!


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~

__ADS_1


__ADS_2