
"haah.. haah.. haah.. " napas Yuki hampir habis saat berada di atas atap.
Setelah melampiaskan kekesalannya pada semua zombie itu, Yuki bersama Sarang dan Miyano pergi ke atap. Di sana, terdapat sekitar 17 peserta dengan wajah yang tampak pucat dan syok, mereka membawa tas disisi mereka.
"Kak Yuki, kakak duduk dulu saja. "
"Senior, ada minuman disini. Sepertinya aman. " ucap Miyano yang memberikan botol berisi air pada Yuki.
"Terimakasih Miyano. " Yuki meminum air yang diberikan Miyano.
Sarang duduk disebelah Yuki, berusaha menenangkan Yuki yang sangat syok dengan semua yang terjadi. Disisi lain Miyano juga duduk di dekat mereka. Ketujuh belas peserta yang tersisa, adalah mereka yang dibiarkan hidup karena tak membawa pengaruh besar pada [NC], itulah yang dipikirkan oleh Yuki.
Yuki berspekulasi kalau ada seseorang selain Yue yang memaksa Rika untuk melakukan semua ini.
"Uh! ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ.. ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ฏ๐ข, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ.. ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ถ๐ฎ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข 6? ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ด๐ข๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช? ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ [๐๐] ?! " batin Yuki.
Rasanya Yuki ingin muntah memikirkan semua ini, perasaan Yuki campur aduk antara sedih, marah, dan jijik, melihat dirinya sendiri.
Di sela-sela hal tersebut, terdapat helikopter yang akan segera mendarat di atap. Suara helikopter begitu jelas terdengar dari kejauhan.
Mereka diinstruksikan untuk segera bersiap-siap untuk berangkat ke Korea. Akan ada 4 helikopter yang akan mendarat, karena itulah mereka diminta untuk bergiliran menaiki helikopter.
"Se-sebaiknya kita berangkat terakhir saja. " ucap Miyano.
"Aku setuju dengan Miyano. " saut Sarang.
Yuki hanya bisa menganggukkan kepalanya, ia tak dapat berbicara karena saking syoknya. Hingga akhirnya, helikopter terakhirpun tiba untuk menjemput mereka.
Yuki tau kalau ini adalah awal dari kehancuran, dari wajah mereka sudah terlihat jelas kalau mereka melihat kehancuran. Satu-satunya cara untuk melupakannya adalah dengan meninggalkan gedung itu. Tapi.. apa mungkin bisa dilupakan?
Disisi lain, di kasino yang terletak di kota Busan-Korea, para anak lapas dikumpulkan menurut kategori mereka.
"Minggir! " ucap Ryung hae sembari menyenggol anak lapas lainnya.
"Dengar! Sebentar lagi kalian akan memulai tes terakhir sebelum dibebaskan! Jika kalian serius, kami akan memberikan kemudahan untuk keluar dari tempat ini! Sekian, pesan dari bos! BUBAR! "
"Hah.. jadi kita harus membunuh siapa lagi? " tanya Myungsoo sembari memakan buah.
"Masa bodo, tempat ini hanya tempat sampah. " saut Ryung hae yang terus-menerus memukuk samsak.
"Kita diminta untuk ke aula nanti malam. Entah apa yang akan terjadi nanti. " ucap Haneul.
"Kalian mau datang? " tanya Myungsoo dengan tatapan tajam.
"Ya. " saut Ho-Seok.
"Oke. "
"Semuanya turun! "
Mereka sampai di pelabuhan Busan pada sore hari. Mereka juga diarahkan ke sebuah ruangan yang luas, yang digelar karpet yang cukup lembut. Mereka akan tidur di sana.
__ADS_1
"Kak Yuki, kita tidur disini saja. " ucap Sarang.
"Senior, kita dapat konsumsi. Oh ya, kalau mau ganti pakaian-. "
"Yokohama Yuki! Aoi Sarang! kalian berdua segera ikut denganku! "
Seorang pria bertampang preman datang memanggil Yuki dan Sarang. Yuki tau kalau ini pasti ada hubungannya dengan kejadian di gedung kemarin. Yuki berdiri, mengikat rambutnya (ponytail).
"Maaf Miyano, tunggu sebentar disini ya. "
"Kak, tunggu. "
"Ba-baik! "
"Miyano, tolong ya. "
"Iya. " /angguk.
Mereka berjalan menuju tempat yang lumayan jauh dari tempat mereka. Hingga akhirnya terdengar suara riuh. Mereka masuk ke wilayah anak-anak lapas remaja, beberapa orang melihat kearah mereka, Sarang mulai tegang--tapi Yuki berusaha menenangkan Sarang dengan memegang erat tangannya.
"Masuklah, bos dan yang lainnya menunggu kalian di dalam. "
Sarang menahan Yuki untuk masuk, akan tetapi Yuki penasaran dengan yang ada di dalam. Pada akhirnya Yuki membuka pintu dan masuk ke dalam bersama Sarang.
"Uh! "
"Uh? "
[Ruang istirahat para Penulis]
Miyano berbaring di pojokan menunggu Yuki dan Sarang datang. Semua orang nampak tertidur dengan lelap, tak sedikit yang mengigau karena ketakutan dan trauma.
Miyano kehilangan mood makannya karena memikirkan hal-hal yang telah berlalu.
"๐๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช.. ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช. " batin Miyano.
Sementara itu, Yuki dan Sarang dihadapkan dengan orang-orang yang tak mereka inginkan.
๐๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ช๐ต๐ข๐ณ 4 ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ. ๐๐ข๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด 3 ๐๐๐, ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ณ๐ฆ๐ด๐ฎ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ณ๐ข๐ช. ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐๐ฐ-๐๐ฆ๐ฐ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ข๐ด๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ.
*Plak!
/tamparan/
"Ini semua salahmu Yuki! PERGILAH! DASAR ANAK HINA!! " ucap seorang wanita yang merupakan ibu Yuki.
Tapi itu adalah kejadian di masa lalu, dan kini mereka berhadapan dengan orang-orang yang mereka kenal--dan tak ingin mereka temui.
"Tch. " Ho-Seok mulai mengepalkan tangannya dengan penuh rasa dendam diwajahnya.
"Kakak?!! "
__ADS_1
"Hm? Oh~ dia gadis yang di TV waktu ini bukan? " tanya Myungsoo.
"Sarang..? Kau-! "
"Kak Yuki, ayo kita keluar-. "
Dengan cepat Sarang menarik tangan Yuki--berusaha membujuknya untuk keluar dari tempat itu, akan tetapi Yuki menahan tangannya.
"Kak! "
"Uh! " Yuki tersadar akan satu hal, ia sedang berhadapan dengan kedua adiknya, dan mantan pacarnya yang merupakan kakak Sarang. Lalu satu orang lagi yang ia kenal sebagai anak berandalan.
"Bos bilang kami akan bertemu dengan perwakilan para penulis, jadi itu kalian? " tanya Myungsoo.
"Hm. "
"Yah~ sepertinya ini agak canggung ya~ memang sulit untuk berbicara di situasi seperti ini. Jadi cuma aku yang tak kenal dengan mereka berdua? Jadi Sarang itu adiknya Ryung hae, lalu gadis bersama Yuki itu kakak kalian berdua sekaligus mantan Ryung hae. Benar-benar unik. " oceh Myungsoo.
"Uh! Apa kau bilang?! " Haneul syok setelah mengetahui kalau Ryung hae pernah berpacaran dengan Yuki.
Dan bukan hanya Haneul, bahkan Ho-Seok pun baru mengetahuinya. Hal ini Myungsoo ketahui dari chat yang dikirimkan oleh bos-nya.
"Kakak.. masih.. ingat? "
Mendengar Sarang yang bertanya, Ryung hae hanya bisa memalingkan wajahnya. Haneul juga mempertanyakan tentang pertanyaan yang Ryung hae lontarkan dulu. Ryung hae hanya kesal dan tak menjawab sedikitpun.
"Biasanya kau cuma diam, jadi kau bisa ngoceh juga? " sindir Ho-Seok.
Ho-Seok nampak sangat kesal dengan kedatangan Yuki dihadapannya.
"Kak Yuki.. "
Yuki menarik napas dalam dan berusaha untuk tetap fokus. Sembari memegang dahinya, ia berusaha mencerna seluruh kejadian yang terjadi dengan tenang.
"Kakak.. kenapa kakak penuh dengan darah? " tanya Haneul.
"Uh? " Seketika Yuki tersadar, sebelumnya ia melakukan tindakan yang sangat keji.
"Hah.. "
"Kak Yuki. "
"Jadi kita malah bertemu disini? " ucap Yuki dengan penuh kekecewaan pada dirinya.
Yuki merasa belum siap untuk bertemu dengan kedua adiknya, ia masih menyimpan masalah yang sebelumnya ia rasa adalah salahnya.
"Aku tidak menyangka kakak mengingat kak Yuki.. karena kakak terlalu fokus pada kak Seorang, membuatku heran apa kau masih punya hati untuk menaruh keluargamu? " ucap Sarang.
"Sarang! Kau tidak mengerti, lagi pula kenapa kau disini?!!"
"Aku yang mengajaknya. " saut Yuki.
__ADS_1
"Uh! "
๐๐๐๐๐ค๐๐~