
Sebuah tangga dipakai untuk seseorang untuk mencapai satu lantai dengan lantai lainnya. Tangga yang dinaiki oleh orang-orang membawa mereka menuju lantai atas, sedangkan tangga yang dituruni oleh orang-orang membawa mereka menuju lantai bawah.
Yunda Len, adalah nama aslinya. Ia mulai ikut kompetisi muaythai saat kelas satu SMP. Lalu seorang pelatih muaythai yang kebetulan melihat Yunda berlatih di taman--lalu ia menawarkan Yunda untuk bergabung dengan perguruan yang ia dirikan.
Yunda mempelajari semuanya dengan cepat dan lihai. Karena itulah ia dipilih untuk ikut bertanding dalam kompetisi bela diri.
Untuk pertama kalinya.. Yunda merasakan hal yang tak pernah ia rasakan.
.
.
.
๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ข๐บ๐ข๐ช ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐ช.
๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ, ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ต๐ถ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ช ๐๐ฐ๐ณ๐ฆ๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ซ๐ช ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ. ๐๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ. ๐๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ข ๐ข๐ด๐ญ๐ช๐ฌ๐ถ.
....
"๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ข๐บ๐ข๐ช ๐ฌ๐ถ. " batin Yunda.
Hati dan pikiran Yunda sulit menyatu dengan banyaknya penolakan dalam diri Yunda. Tentang "jangan pukul di sana" atau "berlebihan memukul begitu".
Yunda melontarkan tendangan ke arah kepala Yuki, akan tetapi berhasil ditangkis oleh Yuki.
"๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ. " batin Yuki.
"๐๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ. ๐๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ. ๐๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ฐ๐ฐ๐ฅ. ๐๐ต๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ? " batin Yunda.
.
.
.
*BRAGG!!
"๐๐ข๐ธ๐ข๐ต-! "
Pukulan yang cukup keras dilontarkan oleh Yuki. Yuki berhasil mengenai pipi Yunda dengan cepat.
"Jangan terlalu banyak melamun, aku tau kau kuat. " ucap Yuki.
Kata-kata Yuki memang sangat memotivasi, tapi Yunda bukan tipe orang yang mudah menyerah karena satu pukulan.
Yunda kembali bangkit dengan memasang kuda-kuda.
"Uh! "
Dari arah tempat duduk, Myungsoo mengetahui kuda-kuda yang dipasang oleh Yunda.
"Karate. "
"Uh! Jadi dia bisa Karate juga? " tanya Ho-Seok.
"Ya. Kuda-kuda itu pernah dipakai oleh guru besar Karate. Tapi sepertinya Yuki sangat percaya diri ya~ " ucap Myungsoo.
Yunda memang memiliki sifat yang datar dan dingin. Meski begitu dia sangat baik. Dia tidak pernah peduli tentang menang atau kalah, tapi sekarang.. ia tau ia sedang bertanding untuk seseorang.
"๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ. ๐๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ--๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ. " batin Yeon-Seok yang mulai kesal dengan Yunda.
Yuki waspada dengan gerakan Yunda yang mengecoh. Di satu-sisi Yunda masih berusaha mencari celah untuk menyerang Yuki. Yunda tidak mengerti dengan teknik beladiri yang Yuki gunakan, seolah-olah semua gerakannya menggabungkan seluruh beladiri yang ada.
Tanpa pikir panjang, Yunda menyerang dari bawah--mengincar kaki Yuki yang ia lihat lengah.
"Ap-! "
Yunda melesat dan menendang kaki kanan Yuki.
__ADS_1
"Akh-. "
Meski sepele, tapi dalam muaythai serangan ini efektif untuk mengurangi keseimbangan lawan.
Maka dari itu, kini Yunda dapat membalas pukulan Yuki.
"Geh-! "
"Uh!! "
Yuki menghindar dengan menunduk dan balik menyerang kaki kiri Yunda.
"Akh-! "
Yunda berusaha mengabaikan rasa sakit pada kakinya dan tetap fokus ke arah Yuki. Akan tetapi serangan Yuki bukan tergantung pada kekuatan.
*BUG! BRAGG!
Pukulan yang Yuki lontarkan ke wajah dan perut Yunda membuat Yunda tak dapat berkutik.
"๐๐ช๐ข.. ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต! "
.
.
.
.
.
"๐๐ฆ๐ช ๐ ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ช๐ด๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต, ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. "
Yunda teringat dengan kata-kata pelatihnya dulu. Kata-kata itu seolah-olah terkunci di dalam otak Yunda. Meski ia sendiri tak mengerti kenapa, tapi ia tau satu hal..
Yunda tidak begitu cepat. Dia tidak punya kecepatan yang sama dengan Yuki. Yunda menyadari kalau selama ini ia hanya mengandalkan kekuatannya, mulai dari berlari. Yunda hanya mengandalkan seberapa kuat ia berlari dalam waktu yang lama, dibandingkan dalam waktu yang cepat. Tentunya hal ini sangat buruk dalam beladiri.
"haah.. haah.. haah.. " Yuki mengatur napasnya, sementara itu Yunda masih berada di dalam arena dan berusaha untuk bangkit.
"Sebenarnya.. darimana kakak mempelajari pukulan itu? " ucap Haneul dengan kagum.
Yunda berhasil bangkit meskipun masih sempoyongan.
"๐๐ข๐ณ๐ข๐ต๐ฆ.. ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ช ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ข๐ฌ. ๐๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช.. ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ข๐ฌ? " batin Yunda.
Yuki melirik ke arah belakang, melihat teman-temannya yang nampaknya sangat ketakutan jika harus mati disini. Yuki merasa kasihan pada mereka yang memilih cara terburuk saat terdesak, meski begitu, Yuki juga pernah berada diposisi mereka, sehingga ia tau bagaimana rasanya berada di ujung menara yang akan roboh.
"๐๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข.. ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ. " batin Yuki.
"๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ด, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ข ๐ฉ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ต, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ช ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ฆ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฉ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ต, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ณ๐ฐ. " batin Yunda.
Yunda merasa tidak percaya diri untuk pertama kalinya. Ia tak menyangka akan bertemu bos sesungguhnya di hadapannya. Meski begitu, ia tau bahwa ia harus tetap bertanding.
"๐๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐๐ถ๐ฆ.. ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข.. ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ช.. " Yunda menarik napas dalam-dalam untuk bisa fokus.
"๐๐ข๐ณ๐ข๐ต๐ฆ? ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ, ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ข. " Yuki berusaha untuk membaca serangan Yunda, mengingatnya, lalu menyerang balik.
"Auch-."
Tangan kanan Yunda cidera. Ia tak bisa menggunakan kedua tangannya. Kini yang tersisa cuma kaki kanan dan tangan kiri Yunda.
.
.
.
๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ.. ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ข๐ต๐ข๐ด.
__ADS_1
๐๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ซ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ. ๐๐ฑ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ข๐ต๐ข๐ด? ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ.
"YUNDA! " teriak Yeon-Seok dari atas.
"Uh-huh! " Yunda melihat ke arah Yeon-Seok. Tidak, semuanya melihat ke arah Yeon-Seok.
"Dasar bo~doh, kau itu namanya mengorbankan dirimu sendiri dasar Yunda bo~doh. Kalau tau nanti Sasaki bisa menghukum mu habis-habisan, kau mau?!! " bentak Yeon-Seok.
Yunda syok! Ia menatap ke arah lantai, menunduk dengan perasaan ragu dan ingin munt*h.
"Tch. "
.
.
.
*Bruhh!
Yunda teringat, saat ia hampir tenggelam di laut karena ulah teman-temannya. Saat itu memang tak ada tangga menuju lantai atas, dalam pikiran Yunda hanya ada tangga menuju lantai bawah.
Ia mendengar dengan jelas bahwa teman-temannya berlari dan mentertawakan dirinya yang tidak bisa berenang, padahal arus laut saat itu sangat kuat.
Saat itulah ia mulai berfikir bahwa inilah yang namanya 'akhir hidup'. Yunda tidak sanggup untuk bergerak. Ia ketakutan, kedinginan.
"๐ฉ๐ข๐ฉ.. ๐ฉ๐ข๐ฉ.. " napasnya mulai tak terkendali.
Tapi.. ia melihat sebuah tangga yang terbuat dari tapi dan kayu--jatuh dari lantai atas, seolah-olah dilempar oleh seseorang yang berada di atas sana. Tanpa pikir panjang Yunda langsung meraih tangga tersebut. Dan benar saja, saat itu Yunda terbangun dan melihat dirinya sedang dibantu oleh pelatih dan juga sahabatnya.
.
.
.
.
.
"๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต, ๐ค๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด, ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ, ๐ฅ๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฎ๐ถ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐จ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ญ? ๐๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช. "
Yunda memegang erat pakaiannya, meremasnya dengan kuat seolah-olah tak terima dengan dirinya.
Terhanyut dalam pikirannya bahwa ia harus turun.
"๐๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข.. ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ? " Yunda berbalik badan dan keluar dari arena.
"Uh! " Yuki syok, ia tak menyangka Yunda akan berbuat seperti itu.
Bahkan semuanya terkejut sekaligus kaget. Dalam hati Yunda, ia sadar bahwa ia tak dapat bertanding lagi. Setelah mendengar bentakan yang diberikan oleh Yeon-Seok, ia kembali tersadar bahwa memaksakan diri itu terkesan bodoh.
.
.
.
"PEMENANG RONDE KEDUA! Yokohama Yuki! "
"AKHIRNYA!! YOSH!! " sorakan semangat keluar dari mulut kelompok penulis. Mereka melihat adanya cahaya untuk tetap hidup dan pulang ke Negara mereka.
Yunda menghampiri Myungsoo dan teman-temannya untuk meminta maaf.
"Maaf, karena mengecewakan kalian. Aku.. benar-benar.. minta-. hiks.. " Yunda meneteskan air mata tepat di depan mereka.
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ญ๐ข๐ถ๐ต๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช.
๐๐๐๐๐ค๐๐~
__ADS_1