
*TING! *TING!
"WOAH!!! "
Sesaat setelah bel berbunyi, suara penonton anak-anak lapas terdengar sangat jelas dan riuh. Sementara itu para penulis hanya diam termenun, berdoa, berharap, wajah mereka nampak pucat dan ketakutan.
"Selamat pagi semuanya~ !! " sapaan penuh ria dari seorang gadis.
"Lim Seira, gadis dengan nilai TOP disekolah nya. Aku tidak tau kenapa dia bisa disini. " bisik Yo.
"Kenapa kau bisa tau semuanya? " tanya Miyano.
"Seira satu denganku. Sejak SMP ayahku sangat serakah, dia hanya ingin bekerjasama dengan tokoh-tokoh publik seperti para Dewan. Karena itulah Aku tau semua tentang mereka dari data di komputer ayahku. " jelas Yo.
Yuki mendengarnya, ia tidak perlu meragukan Yo lagi.
Mereka berjalan ke tengah arena, disusul dengan anggota petarung. Lalu.. Yuki melihat kedua gadis yang ikut serta dalam pertarungan ini.
"๐๐ข๐ธ๐ข๐ฌ๐ช ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ฐ, ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ญ๐ถ.. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ถ๐ฆ ๐ ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข, ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ณ๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช. " batin Yuki.
"Loh~ Jadi 6 lawan 5? Sungguh mau begini? " tanya Seira.
"Ya. Apa ada masalah? " tanya Yo.
"Enggak kok~ santai~ Aku cuma khawatir jika nantinya kalian akan kewalahan. "
"Hoamm.. banyak omong! cepat mulai, sialan. " ucap Kosuke dengan nada resah.
Para Dewan duduk di atas, akan tetapi Yuki tidak melihat Dewan dari keluarga Rue. Yo memberitahu bahwa yang duduk di dekat Iguchi adalah putra dari Dewan itu. Tapi alasan mengapa bukan kepala keluarganya sendiri yang datang belum diketahui.
Seira menjabarkan segala aturan dalam pertandingan ini. Sebagian besar sama seperti kemarin, hanya saja arenanya berbeda. Kali ini yang keluar arena lebih dari 10 detik akan kalah. Lalu yang akan jadi wasitnya adalah seorang pria yang merupakan asisten sekaligus rekan dari putra keluarga Rue, yaitu Sun Baekhyun.
Supaya adil, urutan bertarung akan ditentukan sendiri. Kali ini yang akan bertarung duluan adalah Sarang--dengan alasan ia bisa menjadi pengulur waktu bagi teman-temannya untuk menentukan siapa yang akan bertanding selanjutnya. Yuki sangat yakin kalau yang akan bertarung duluan dari pihak lawan ada diantara kedua gadis itu.
"๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ฐ๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ. " batin Yuki.
"Kau yang kedua. " ucap Yo yang melihat ke arah Yuki.
"Uh? "
"Ayo kita jadikan panggung ini sebagai panggung pembuat onar. Jika kau sudah maju, ada kemungkinan orang bernama Sung Myungsoo itu akan maju, dengan begitu kau bisa ikut maju juga, Miyano. " ucap Yo.
"Yo, kau berpikir sampai sejauh itu? " tanya Miyano.
"Tentu saja. Ah, tapi tetap berhati-hatilah dengan gadis-gadis itu. " ucap Yo.
"Aku mengerti. "
__ADS_1
Para peserta mengambil benda tajam yang sudah disediakan di sebelah kanan (di luar arena) mereka. Kali inipun, Sarang menggunakan jaket dalam pertandingannya. Lawan Sarang adalah gadis bernama Sawaki Terano.
"๐๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ.. ๐๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ข?! "
(*pedang)
"Gila, dia beneran dari militer. " ucap Yo.
"๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ.. ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ?! " batin Ryung hae dengan penuh cemas.
"Bagaimana kalau kita tambah aturannya~? " ucap Sato Rindou dari bangkunya.
Seketika Yuki merasa akan ada masalah kedua yang akan terjadi.
"Apa anda ingin menambahkan aturan? Nyonya Sato? " tanya Seira.
"Iya. Begini saja, setiap peserta yang kalah akan dibongkar aibnya masing-masing. "
"Uh-huh! " seketika Sarang syok!
"Wu-hu~ sepertinya anda punya banyak informasi ya~ " ucap Seira.
"Mungkin? "
"Baiklah! Aturan baru ditetapkan! "
"Baik! Pertandingan pertama, dari pihak para petarung, Sawaki Terano! Melawan pihak penulis, Aoi Sarang! "
"Uh! ๐๐ฐ๐ช?!! " Ryung hae terkejut dengan marga yang digunakan Sarang. Ia tak menyangka kalau Sarang akan menggunakan marga orang lain.
"DIMULAI! "
*TING! *TING!
/bunyi bel/
Pertandingan dimulai. Dengan senjata seperti katana yang bisa memotong leher manusia--untuk ukuran seorang remaja terbilang sangat berbahaya.
Sawaki Terano, ia adalah anak diluar nikah dari Sawaki Kwang-Dong saat SMA dulu. Setelah ibunya meninggal, Kwang-Dong memasukannya dalam akademi militer--saat usia Terano menginjak 10 tahun. Meski sempat ditolak, namun dengan uang semuanya berjalan lancar. Terano mendapatkan pelatihan serius selama 5 tahun ini, yang membuatnya sangat mahir dalam menggunakan berbagai jenis senjata. Terano dipuji dan mendapatkan gelar ๐๐ฆ๐ฏ๐ช๐ถ๐ด ๐๐ฆ๐ข๐ฑ๐ฐ๐ฏ.
*SWING!! /pedang Terano hampir mengenai lengan Sarang.
"Aoi Sarang, apa dia punya kemampuan khusus? " tanya Yo.
"Uh? ...mungkin saja.. " saut Yuki dengan ragu.
Yuki juga tidak yakin kalau Sarang berani mengambil Katana untuk bertanding.
__ADS_1
Aoi Sarang, meski nama marga aslinya adalah Shin, akan tetapi ia memilih untuk tidak menggunakannya lagi semenjak kedua kakaknya meninggalkannya. Sarang sejak kecil selalu memperhatikan kedua kakaknya berlatih beladiri di rumah. Cara memukul, menendang, menangkis, memegang pisau untuk bertahan, menyembunyikan senjata, semuanya sudah Sarang rekam dalam otaknya. Bisa dibilang ia adalah ๐๐ฆ๐ฏ๐ช๐ถ๐ด ๐๐ฐ๐ฑ๐บ.
"Meniru. " ucap Yo.
"Uh. "
"Dia bisa meniru gerakan seseorang ya? Sebelumnya saat hendak melawan Shin Ryung hae, dia juga menggunakan senjata yang sama. Sepertinya otaknya punya sejenis kamera yang bisa merekam dengan jelas apapun. Gerakan, cara bicara, tindakan, pose, sepertinya dia menguasai semuanya. Apa aku benar? " tanya Yo.
Yuki tak menyadari hal itu. Ia pikir Sarang memang punya bakat dalam beladiri. Tak terpikirkan oleh Yuki kalau Sarang se-jenius itu. Sekarang Yuki sadar, ia terlalu meremehkan orang lain. Ia selalu berusaha melindungi semua orang--tanpa sadar, dirinya hanya seorang gadis yang sombong.
Miyano melihat ke arah Yuki yang terlihat sangat merasa bersalah.
*Swing!
"Uh-! "
"Wao~ !! Itu tadi serangan hebat dari Sawaki Terano!! Akankah Aoi Sarang dapat membalasnya?!! " ucap Seira.
Tangan kanan Sarang terkena goresan yang cukup dalam.
"๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ-. ๐๐ฉ-๐ฉ๐ถ๐ฉ! ๐๐ข๐ฑ๐ช.. ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ซ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ต.. ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ถ.. Hm. Ck. " Sarang membuka jaketnya dan segera menghentikan pendarahan pada tangannya.
"Uh! ๐๐ฑ๐ข.. ๐ช๐ต๐ถ..? "
"Hm? Apa itu.. luka bakar? " tanya Kosuke.
"๐๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ณ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ฃ๐ถ.. ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ.. ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ.. ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ต๐ณ๐ฆ๐ด๐ด. "
Sarang dengan cepat mengikat lukanya. Sarang terpaksa menggunakan tangan kirinya dalam pertandingan.
"Uh! Kau.. bisa menggunakan dua tangan? " tanya Terano.
"Iya, aku harap kau juga sama. "
"Uh. ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ฐ..? ๐๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ข๐บ๐ข๐ฉ. " batin Terano.
Melihat aksi Sarang yang dengan cepat melanjutkan pertandingan, membuat beberapa Dewan kagum, terutama Kiraki Den. Di samping itu, Rue Yeon-Seok, atau Michael Yeon-Seok, pria selicik dirinya ternyata lebih memihak pada penulis.
"Apa yang membuatmu memihak pada para penulis? " tanya Sawaki Kwang-Dong sembari mematikan rokoknya.
Rue Yeon-Seok memang licik, sama seperti ayahnya.
"Bagaimana ya~ aku rasa kartu As ada pada kaum penulis. Pertandingan ini seperti sekumpulan kelinci melawan reptil, tapi beberapa kelinci justru memilih untuk maju. Sebenarnya siapa pimpinan para kelinci itu? " tanya Yeon-Seok, dengan tatapan mengarahkan pada Iguchi.
"Ya, mungkin saja.. Yokohama Yuki. " ucap Iguchi.
๐๐๐๐๐ค๐๐~
__ADS_1