Y2H Pen

Y2H Pen
018. Perasaan yang menghakimi


__ADS_3

*TING! *TING!


"WOAH!!! "


Sesaat setelah bel berbunyi, suara penonton anak-anak lapas terdengar sangat jelas dan riuh. Sementara itu para penulis hanya diam termenun, berdoa, berharap, wajah mereka nampak pucat dan ketakutan.


"Selamat pagi semuanya~ !! " sapaan penuh ria dari seorang gadis.


"Lim Seira, gadis dengan nilai TOP disekolah nya. Aku tidak tau kenapa dia bisa disini. " bisik Yo.


"Kenapa kau bisa tau semuanya? " tanya Miyano.


"Seira satu denganku. Sejak SMP ayahku sangat serakah, dia hanya ingin bekerjasama dengan tokoh-tokoh publik seperti para Dewan. Karena itulah Aku tau semua tentang mereka dari data di komputer ayahku. " jelas Yo.


Yuki mendengarnya, ia tidak perlu meragukan Yo lagi.


Mereka berjalan ke tengah arena, disusul dengan anggota petarung. Lalu.. Yuki melihat kedua gadis yang ikut serta dalam pertarungan ini.


"๐˜š๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ.. ๐˜“๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜™๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. " batin Yuki.


"Loh~ Jadi 6 lawan 5? Sungguh mau begini? " tanya Seira.


"Ya. Apa ada masalah? " tanya Yo.


"Enggak kok~ santai~ Aku cuma khawatir jika nantinya kalian akan kewalahan. "


"Hoamm.. banyak omong! cepat mulai, sialan. " ucap Kosuke dengan nada resah.


Para Dewan duduk di atas, akan tetapi Yuki tidak melihat Dewan dari keluarga Rue. Yo memberitahu bahwa yang duduk di dekat Iguchi adalah putra dari Dewan itu. Tapi alasan mengapa bukan kepala keluarganya sendiri yang datang belum diketahui.


Seira menjabarkan segala aturan dalam pertandingan ini. Sebagian besar sama seperti kemarin, hanya saja arenanya berbeda. Kali ini yang keluar arena lebih dari 10 detik akan kalah. Lalu yang akan jadi wasitnya adalah seorang pria yang merupakan asisten sekaligus rekan dari putra keluarga Rue, yaitu Sun Baekhyun.


Supaya adil, urutan bertarung akan ditentukan sendiri. Kali ini yang akan bertarung duluan adalah Sarang--dengan alasan ia bisa menjadi pengulur waktu bagi teman-temannya untuk menentukan siapa yang akan bertanding selanjutnya. Yuki sangat yakin kalau yang akan bertarung duluan dari pihak lawan ada diantara kedua gadis itu.


"๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ. " batin Yuki.


"Kau yang kedua. " ucap Yo yang melihat ke arah Yuki.


"Uh? "


"Ayo kita jadikan panggung ini sebagai panggung pembuat onar. Jika kau sudah maju, ada kemungkinan orang bernama Sung Myungsoo itu akan maju, dengan begitu kau bisa ikut maju juga, Miyano. " ucap Yo.


"Yo, kau berpikir sampai sejauh itu? " tanya Miyano.


"Tentu saja. Ah, tapi tetap berhati-hatilah dengan gadis-gadis itu. " ucap Yo.


"Aku mengerti. "

__ADS_1


Para peserta mengambil benda tajam yang sudah disediakan di sebelah kanan (di luar arena) mereka. Kali inipun, Sarang menggunakan jaket dalam pertandingannya. Lawan Sarang adalah gadis bernama Sawaki Terano.


"๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ.. ๐˜’๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข?! "


(*pedang)


"Gila, dia beneran dari militer. " ucap Yo.


"๐˜š๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ.. ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ?! " batin Ryung hae dengan penuh cemas.


"Bagaimana kalau kita tambah aturannya~? " ucap Sato Rindou dari bangkunya.


Seketika Yuki merasa akan ada masalah kedua yang akan terjadi.


"Apa anda ingin menambahkan aturan? Nyonya Sato? " tanya Seira.


"Iya. Begini saja, setiap peserta yang kalah akan dibongkar aibnya masing-masing. "


"Uh-huh! " seketika Sarang syok!


"Wu-hu~ sepertinya anda punya banyak informasi ya~ " ucap Seira.


"Mungkin? "


"Baiklah! Aturan baru ditetapkan! "


"Baik! Pertandingan pertama, dari pihak para petarung, Sawaki Terano! Melawan pihak penulis, Aoi Sarang! "


"Uh! ๐˜ˆ๐˜ฐ๐˜ช?!! " Ryung hae terkejut dengan marga yang digunakan Sarang. Ia tak menyangka kalau Sarang akan menggunakan marga orang lain.


"DIMULAI! "


*TING! *TING!


/bunyi bel/


Pertandingan dimulai. Dengan senjata seperti katana yang bisa memotong leher manusia--untuk ukuran seorang remaja terbilang sangat berbahaya.


Sawaki Terano, ia adalah anak diluar nikah dari Sawaki Kwang-Dong saat SMA dulu. Setelah ibunya meninggal, Kwang-Dong memasukannya dalam akademi militer--saat usia Terano menginjak 10 tahun. Meski sempat ditolak, namun dengan uang semuanya berjalan lancar. Terano mendapatkan pelatihan serius selama 5 tahun ini, yang membuatnya sangat mahir dalam menggunakan berbagai jenis senjata. Terano dipuji dan mendapatkan gelar ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ถ๐˜ด ๐˜ž๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ.


*SWING!! /pedang Terano hampir mengenai lengan Sarang.


"Aoi Sarang, apa dia punya kemampuan khusus? " tanya Yo.


"Uh? ...mungkin saja.. " saut Yuki dengan ragu.


Yuki juga tidak yakin kalau Sarang berani mengambil Katana untuk bertanding.

__ADS_1


Aoi Sarang, meski nama marga aslinya adalah Shin, akan tetapi ia memilih untuk tidak menggunakannya lagi semenjak kedua kakaknya meninggalkannya. Sarang sejak kecil selalu memperhatikan kedua kakaknya berlatih beladiri di rumah. Cara memukul, menendang, menangkis, memegang pisau untuk bertahan, menyembunyikan senjata, semuanya sudah Sarang rekam dalam otaknya. Bisa dibilang ia adalah ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ถ๐˜ด ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜บ.


"Meniru. " ucap Yo.


"Uh. "


"Dia bisa meniru gerakan seseorang ya? Sebelumnya saat hendak melawan Shin Ryung hae, dia juga menggunakan senjata yang sama. Sepertinya otaknya punya sejenis kamera yang bisa merekam dengan jelas apapun. Gerakan, cara bicara, tindakan, pose, sepertinya dia menguasai semuanya. Apa aku benar? " tanya Yo.


Yuki tak menyadari hal itu. Ia pikir Sarang memang punya bakat dalam beladiri. Tak terpikirkan oleh Yuki kalau Sarang se-jenius itu. Sekarang Yuki sadar, ia terlalu meremehkan orang lain. Ia selalu berusaha melindungi semua orang--tanpa sadar, dirinya hanya seorang gadis yang sombong.


Miyano melihat ke arah Yuki yang terlihat sangat merasa bersalah.


*Swing!


"Uh-! "


"Wao~ !! Itu tadi serangan hebat dari Sawaki Terano!! Akankah Aoi Sarang dapat membalasnya?!! " ucap Seira.


Tangan kanan Sarang terkena goresan yang cukup dalam.


"๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ-. ๐˜œ๐˜ฉ-๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฉ! ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช.. ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต.. ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ.. Hm. Ck. " Sarang membuka jaketnya dan segera menghentikan pendarahan pada tangannya.


"Uh! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข.. ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ..? "


"Hm? Apa itu.. luka bakar? " tanya Kosuke.


"๐˜“๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ.. ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ.. ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.. ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด. "


Sarang dengan cepat mengikat lukanya. Sarang terpaksa menggunakan tangan kirinya dalam pertandingan.


"Uh! Kau.. bisa menggunakan dua tangan? " tanya Terano.


"Iya, aku harap kau juga sama. "


"Uh. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ..? ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ. " batin Terano.


Melihat aksi Sarang yang dengan cepat melanjutkan pertandingan, membuat beberapa Dewan kagum, terutama Kiraki Den. Di samping itu, Rue Yeon-Seok, atau Michael Yeon-Seok, pria selicik dirinya ternyata lebih memihak pada penulis.


"Apa yang membuatmu memihak pada para penulis? " tanya Sawaki Kwang-Dong sembari mematikan rokoknya.


Rue Yeon-Seok memang licik, sama seperti ayahnya.


"Bagaimana ya~ aku rasa kartu As ada pada kaum penulis. Pertandingan ini seperti sekumpulan kelinci melawan reptil, tapi beberapa kelinci justru memilih untuk maju. Sebenarnya siapa pimpinan para kelinci itu? " tanya Yeon-Seok, dengan tatapan mengarahkan pada Iguchi.


"Ya, mungkin saja.. Yokohama Yuki. " ucap Iguchi.


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~

__ADS_1


__ADS_2