
Semua bermula saat aku sebut saja Aulia sedang melaksanakan kegiatan PLP di salah satu sekolah SMA.
PLP merupakan Pengenalan Lapangan Persekolahan, kegiatan ini diperuntukan mahasiswa semester 6 yang mengambil jurusan di keguruan.
Aku berjalan dikoridor bersama ke 5 teman PLPku. Suasananya sangat nyaman juga asri. Sekolah ini juga merupakan sekolahku dan teman-teman saat SMA.
“Jadi kangen masa SMA ya” ucap Ayu teman PLPku.
“Iya nih, kangen pake seragam putih abu” kataku sambil menunjuk anak yang pakai seragam.
“Wah ternyata sekolahnya semakin bagus, beda sekali waktu kita masih sekolah disini” kata ayu sambil lirik kanan kiri.
“Betul, lihat, belum ada bangunan itu ya, sekarang semua fasilitasnya hampir lengkap” aku menunjuk salah satu bangunan yang ada di hadapanku.
“teman-teman aku mau ke toilet sebentar yaa, kalian boleh duluan, nanti aku menyusul” ucap temanku Wanda, dia memang pendiam dan suka kemana mana sendirian.
“Hati-hati ya wanda” ucap temanku Erika.
Semua pergi meninggalkan Wanda.
Bel berbunyi menandakan jam pertama pelajaran akan dimulai.
“Lia sekarang masuk dikelas apa?” Tanya Ayu kepadaku.
“Masuk di kelas 11 IPS 4 nih”.
“Mau aku temenin? soalnya aku masuk di jam kedua” ajak Ayu.
“Boleh, yuu” aku menerima ajakannya.
“Aku nunggu disini aja ya, soalnya masuk di jam ke 3 nih” kata Erika.
“Ok, aku sama Reno masuk ke kelas dulu ya, dahhh semuanya” ucap Wanda pergi lebih dulu dengan Reno.
Mereka bergegas menuju ke kelas masing2.
Aku ditemani Ayu mulai mengajar di kelas, Aku menjelaskan satu persatu materi hingga selesai. Dan bel jam kedua pun berbunyi.
Aku berjalan sendirian pergi ke ruang piket, dimana ada teman2 yang lainnya sedang menunggu disana, sedangkan Ayu pergi ke kelasnya untuk bergantian mengajar.
__ADS_1
Diruang piket sudah ada Reno, Wanda dan Erika.
“Aulia sudah selesai?” tanya Reno.
“Sudah Reno, kalian sudah lama disini?” tanyaku kepada teman-temanku.
“Ah tidak, baru saja kita disini” jawab Wanda
“Aulia pasti cape ya, mau aku belikan minum?” tawar Reno sambil berdiri.
“Makasih Reno, tapi aku bawa minum dari rumah hehe” (sambil membuka minum yang ada di tas).
Reno hanya terdiam dan duduk kembali.
“Reno, aku juga haus tolong belikan ya” ucap Wanda sambil nyengir lebar.
“Wanda, kamu kan punya kaki, jalan sendiri ajaa” ucap Reno sambil menyilangkan tangan di dadanya.
“Hahaha Reno nih, udah ketebak banget yaaa suka sama Aulia” ejek temanku Erika.
“Enggak loh, aku kan sebagai teman yang baik aja menawarkan ke Aulia”.
Aku hanya tersenyum kepada teman-teman yang meledek itu.
Setelah menunggu bel selanjutnya di ruang piket. Ada beberapa guru yang melewati ruang piket. Semuanya menyapa kepada kami, terkecuali 1 orang yang berjalan dibelakang. Aku mengenali semua guru yang menyapa kami itu, terkecuali 1 guru lelaki yang tidak menyapa kami, aku tau bahwa itu adalah guru baru disini tidak terlalu jelas kulihat wajahnya karena kala itu sedang pandemi covid-19 sehingga wajahnya tertutupi masker. Dari luarannya terlihat memakai baju kameja berwarna putih yang sangat rapih, celana hitam juga sangat rapih, memakai sepatu flastshoes hitam mengkilap, dan rambut yang sedikit bergelombang menambahkan aura positif. Aku sampai terpana melihatnya, untungnya guru tersebut tidak melihatku, bisa malu kalau sampai tertangkap mata bahwa aku terus melihatnya sampai hilang hehehe.
“Auliaaaaa” teriak Erika.
“Eh kenapa ka?” aku langsung memalingkan wajah.
“Cieeeee segitunyaaaa liatin pak guruuuu yang ituu” ejek Erika sambil nyikut tanganku perlahan.
“Siapa? engga kok, aku cuma liatin semua guru yang lewat aja” ucapku mengeles karena malu.
Erika hanya tertawa.
Tiba tiba Reno menghampiriku berdiri disamping lalu menawarkan tumpangan “Aulia, nanti pulang bareng aku yu”.
Bagaimana sih Reno ini, aku bawa kendaraan apa dia lupa yaa, gumamku dalam hati. “Reno lupaa yaa, aku kan bareng sama Ayu bawa kendaraan”.
__ADS_1
“Ohhh iyaaa, kalo besok aku jemput kerumah aja gimana?” lagi-lagi Reno terus usaha.
“Enggak ah Reno, aku bisa bawa kendaraan sendiri, tapi makasih yaa tawarannya”.
Lalu Erika mengajak Reno bareng kesekolah“ Reno, kebetulan aku besok gak bisa bawa kendaraan, jemput aku aja gimana?”.
Reno mengiyakan ajakan Erika karena takut ketauan kalo Reno menyukai Aulia.
Saat bel pulang berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas karena ingin segera pulang. Begitu juga dengan aku dan teman-temanku kita menunggu semua siswa keluar terlebih dahulu dibawah pohon rindang.
Namun mataku tertuju lagi pada seseorang yang berada disebrangku, dia sedang memakai jaketnya untuk bersiap pulang, aku perhatikan semua gerak geriknya, yaa.. dia guru muda yang telah membuat mataku terasa sejuk bila menatapnya. Lagi lagi dia tidak melihatku berada disini. Sepertinya dia orang yang sangat dingin, tidak memperdulikan sekitar. Hanya sekedar melihatnya saja sudah membuat jantung ini berdebarr. Huufftt apalagi jika berbicara dengannya, bisa copot ini jantung hehehe.
Saat guru tersebut pergi dengan motornya, dia sedikit menoleh ke arahku. Aku membuka masker yang sedang dipakai, sedikit tersenyum kepadanya namun diabaikan senyumku, dia langsung menoleh ke arah lain. Oh tidaakkk betapa malunya aku, padahal niat hatiku hanya ingin menyapanya. Nambah lagi penasaranku hehe.
Setelah semuanya pulang, aku dan teman-teman juga bergegas pulang kerumah. Seperti biasa aku selalu pulang bersama Ayu. Selama diperjalanan aku selalu terbayang wajah guru muda itu. Sikapnya yang dingin dan wajahnya yang tampan serta pakaian yang dikenakannya selalu rapih membuat mataku berbinar jika melihatnya.
“Lia, kamu kenapa dari tadi melamun” tanya Ayu sambil menepuk pundaku.
“Engga kok, eh emang keliatan melamun?”.
“Iya, bahkan lama hampir sampai rumahku kamu terus melamun, pasti ngelamunin Reno yaaa” ledeknya sambil memukul pelan bahu ku.
“Reno? ngapain aku lamunin dia hahaha”.
“Kayaknya dia suka sama kamu deh Lia” ucap Ayu.
“Ah masa sihh, eh sudah sampai rumahmu” untungnya sudah sampai jadi tidak berlanjut membahas Reno.
“Lia makasih yaa, hati2 dijalan”.
Aku hanya membalasnya dengan senyum lalu bergegas pergi lagi meneruskan perjalananku.
Setelah sampai di rumah aku terkejut. Ternyata guru yang tadi aku lihat disekolah sekarang berada di rumahku sedang berbincang dengan ibuku. Betul ibuku juga bekerja di tempat aku melaksanakan PLP. Jadi mereka adalah rekan kerja. Haduhhhh kok ada dia sih. Perlahan aku mulai masuk kerumah dan kutatap wajah bapak guru tampan itu. Peka sekali, matanya pun langsung melihat kearahku, aku tersenyum tipis padanya, namun dia hanya membalas dengan anggukan kepala.
Siaaalll malu sekaliiiiii akupun bergegas kekamarku. Tak lama aku baru saja menyimpan tas dan barang-barangku, ibu memanggilku.
Apaaaa memanggilllll, ohh tidaaaak aku tidak mau melihat guru tampan itu lagi. Malu rasanya tapi mau tidak mau aku harus menghampiri ibuku. Aku berjalan perlahan sambil menundukan pandanganku.
Dan ternyata…
__ADS_1
Stayyy tune episode 2 ;)