
Sejujurnya ini adalah masa pdkt tersingkatku. Sebelumnya aku tidak pernah menjalani pdkt sesingkat ini. Hatiku sangat dilema, apakah harus menerimanya, karena ini menurutku sangat cepat.
Via telepon :
Kak Novan : Lia? Bagaimana? Kalau tidak mau juga tidak apa apa kok
Aku : ah… iyaa… kak, setelah Lia pikir-pikir, sepertinya Lia menerima kakak
Kak Novan : hah? Menerima apa Lia?
Aku : menerima.. jadi…. Itu kak.. hehe
Kak Novan : hahaha kenapa tidak diteruskan?
Aku : kakak saja yang teruskan
Kak Novan : okey berarti sekarang Lia jadi pacar kakak yaa
Aku : hehehe
Kak Novan : yasudah, sekarang sudah malam, selamat istirahat…
Pacarku…
Aku : iya kak, selamat istirahat juga..
Kak Novan : kok enggak ada pacar nya
Aku : pacar aku.. hihi
Kak Novan : tutup teleponnya sama Lia ya
Aku : iya kak, see you
Kak Novan : see you
Aku mengakhiri obrolan via telepon, rasanya jantungku mau copot. Sudah lama sekali aku tidak merasakan jatuh cinta. Sepertinya sekarang sudah terjawab semua rasa penasaran yang ada dalam diriku. Yaa!! Aku menyukai kak Novan dan ternyata kak Novan juga menyukaikuu, senangnyaa, apa ya reaksi Erika besok ketika tau kalau aku sekarang sudah menjadi pacarnya kak Novan.
*TRING….TRING*
1 pesan dari Kak Novan
Aku langsung membuka pesannya
“Lia, besok kesekolah kakak jemput ya, selamat istirahat”
Aku membalas dengan mengiyakan pesan itu. Tidak habis pikir, sekarang akhirnya aku mempunyai seorang kekasih yang sangat baik hati, walaupun masa pdkt terbilang sangat singkat. Tapi entah mengapa aku yakin kalau Kak Novan memang punya niatan baik denganku. Sebaiknya aku segera pergi tidur. Tidak sabar ingin cepat besok. Aku bergegas pergi mematikan lampu dan menuju kasurku hingga terlelap tidur dengan nyenyak.
Ke Esokan Harinya…
__ADS_1
*tok…tok….tok*
Terdengar ada suara seseorang mengetuk pintu dari luar.
“Iya sebentar” ucap ibuku sambil pergi berjalan mengampiri sumber suara itu
“Eh.. Reno yaa, masuk.. masuk.. mau ketemu Lia?” Ibu ku bertanya sembari menyuruh Reno masuk
“Iyaa bu, mau pergi berangkat bareng”
“Loh, bukannya hari ini Lia mau dijemput Novan” ucap ibuku kebingungan
“Novan bu? Guru yang ada di sekolah Lia?” Tanya Reno dengan nada terkejut
“Iya, tadi Lia bilangnya begitu”
Tak lama kemudian, kak Novan datang..
“Assalamu’alaikum, eh ibu” ucapnya dan langsung bersalaman dengan ibuku
“Wa’alaikumsalam, Nak Novan mau jemput Lia ya?” Tanya ibu
“ ehe iya bu” jawab kak Novan dengan sedikit senyuman
“Bentar ya ibu tinggal dulu, mau cek lia” ibu pergi meninggalkan Kak Novan dan Reno
Suasana hening antara kak Novan dan Reno, Reno menatap kak Novan sangat sinis, sedangkan kak Novan hanya menatapnya dengan santai. Tidak ada percakapan diantara mereka. Namun sepertinya Reno ingin bertanya sesuatu.
“Oh kamu mau jemput Lia? Emangnya sudah punya janji dengan Lia?” Tanya Kak Novan dengan santai
“Eemm.. sudah..Lia mau kok bareng sama saya pak, lagian bapak kenapa disini harusnya kesekolah, sebagai guru teladan kan harus sudah sampai disekolah pukul 06.30” Reno asal bicara
“Oh ya? Lia mau?” Tanyaku yang tiba-tiba datang menghampiri mereka
“Lia, iya.. mau kan? Masa kamu mau bareng sama Bapak-bapak ini? Eh maaf pak” Reno sedikit menaikan nadanya.
Kak Novan hanya diam memperhatikan Lia
“Enggak, Liaaa, eemm, Lia sudah punya janji sama Kak Novan”
Kak Novan tersenyum mendengar perkataanku
“Yaudah Lia, yuk kita berangkat, takutnya telat, oh iya kamu, Reno ya? Tidak apa apa bareng saja dengan kami, pisah motor ya, kamu ngikutin saya dibelakang” ucap kak Novan, entah perkataan itu baik atau meledek Reno
Reno hanya terdiam, seakan menyimpan rasa dendam kepada kak Novan
“Iya Reno ikut bareng ya tapi beda motor, lagian kamu gak ngasih tau dulu kalo mau jemput” ucapku
“Bu, aku pamit berangkat yaa, assalamu’alaikum”
__ADS_1
aku pamit dan bersalaman dengan ibuku, begitu juga kak Novan dan Reno
Aku bersiap untuk menaiki motor kak Novan, tidak disangka Kak Novan membukakan step motornya untukku, itu adalah sebuah perhatian kecil namun sangat berarti, karena justru hal hal kecil seperti ini yang akan di ingat oleh seorang wanita.
Akhirnya aku berboncengan dengan Kak Novan, sedangkan Reno sendirian berada dibelakang aku dan kak Novan, kulihat wajahnya sangat muram, sebenarnya aku kasihan kepadanya, tapi apa boleh buat.
Aku akan bercerita sedikit tentang Bagaimana Reno kepadaku dahulu.
sempat Reno mengutarakan perasaannya padaku, hingga aku memutuskan akan membuka hati untuk Reno hanya saja aku memintanya waktu, karena aku belum sepenuhnya menyukai Reno, tujuanku seperti itu agar lebih mantap jika memang aku menerimanya kondisi hatiku sepenuhnya untuk Reno, namun belum sempat aku bicara akan menerima Reno, ternyata dia sudah dekat dengan perempuan lain, itupun aku mengetahuinya dari salah satu temanku. Dari situlah aku mulai tidak percaya dengan lelaki. Hingga aku sudah terbiasa sendiri, Reno malah berusaha mendekat lagi, jelas aku sangat tidak mau masuk kelubang yang sama. Itulah alasan aku selalu mengacuhkan Reno.
Lalu aku dipertemukan dengan Kak Novan, yang memiliki aura baik menurutku, sebetulnya aku sangat hati-hati, tidak terpikir ingin menjadi pacarnya juga. Namun entah mengapa aku memang merasakan kenyamanan saat berada di dekat kak Novan. Mungkin gara gara kak Novan Umurnya sedikit lebih tua dariku, maka aku merasakan kenyamanan karena terlindungi oleh Kak Novan. Dan memang ini sudah jalannya, aku memutuskan untuk berpacaran dengan kak Novan, membuka kembali hati yang sudah terkunci rapat untuk siapapun. Dialah Novan, yang sudah mendobrak pintu itu sampai bisa masuk kedalamnya. Semoga ini merupakan langkah yang tepat untuk kedepannya, karena aku sudah tidak mau lagi disakiti oleh siapapun.
Akhirnya sampai disekolah
“Lia, hati-hati turunnya” ucap Kak Novan
Aku hanya tersenyum
Kulihat Reno pergi terlebih dulu. Mungkin dia sangat kesal. Tidak apa apa, itu kesalahannya. Lagi pula masa PLP disini akan segera berakhir, aku tidak akan bertemu lagi dengan Reno.
Aku dan kak Novan pergi bersama sama menuju ruang piket, disana sudah terdapat semua teman teman PLPku, Ayu menyambutku dengan sapaan yang riang. Sedangkan kulihat Erika seperti terkejut melihatku dengan kak Novan.
Kak Novan memberi kode dengan melambaikan tangan, itu berarti dia pergi duluan meninggalkan ruang piket.
“Lia, kenapa bareng terus sama pak Novan?” Tanya Erika ketus
“Kenapa emangnya? Aku malah balik bertanya
“Pak Novan kan sudah menjadi incaranku, kenapa kamu dekat terus? Mau nikung?”
“Sudah.. sudah daripada kalian bertengkar, lebih baik sekarang buktikan saja siapa diantara kalian yang akan dipilih pak Novan, kalian bersaing secara sehat” ucap Wanda memberi penjelasan
“Aku tidak setuju” ucap Reno dengan lantang
“Kenapa?” Tanya Wanda
“Kita kesini mau menjalani masa PLP bukan malah rebutan bapak bapak itu” jelasnya
“Diam Reno, aku setuju” ucap Erika
“Aku keberatan, aku tidak mau memperebutkan hal yang tidak berguna, ayo Yu kita ke kelas” ucapku sambil menarik tangan Ayu pergi meninggalkan ruang piket
“Pasti kamu gak berani kan? Gara gara kamu tidak cantik” teriak Erika
Seketika langkahku terhenti dan berbalik arah kepada Erika.
Aku berjalan menghampiri Erika
*BRUUUKK*
__ADS_1
Bersambung…
Jangan lupa like yaa biar author semangat nulisnyaaa 😜