
Kamu gamau temenin kakak? Berarti gakpapa ya kalo kakak ketemu sama ibunya Erika?” Goda kak Novan
“Ihh, yaudah aku temenin” akhirnya aku terbujuk godaannya
“Hahaha” kak Novan Tertawa Lepas
Aku dan kak Novan memutuskan untuk pergi kerumahku terlebih dahulu, ku ajak dia masuk kedalam rumah sambil menungguku untuk mengganti pakaian, aku menghidangkan makanan dan segelas air putih untuk meredakan dahaganya. Dia terlihat sangat betah duduk di sofa hitam yang berada di ruang tamu. Kunyalakan ac agar kak Novan tidak merasa panas.
Selagi kak Novan menungguku mengganti pakaian, aku dikamar sangat kebingungan memilih pakaian yang akan digunakan. Karena jika aku salah memakai pakaian tentu saja akan membuat malu kak Novan. Apalagi sekarang akan mengunjungi rumah Erika. Bertemu dengan ibunya. Aku tidak mengerti, kenapa ibunya Erika ingin bertemu dengan kak Novan, entah itu memang benar atau hanya dibuat buat oleh Erika. Aku jadi sangat penasaran.
Setelah selesai menggunakan pakaian hal selanjutnya yang dilakukan adalah berkaca. Aku melihat diriku di cermin, betapa mungilnya tubuhku, saat ini yang kugunakan adalah gamis berwarna hitam yang memiliki model simpel dengan garis kerut dipinggang, dan potongan tangan yang sedikit menggelembung.
Untuk lebih terlihat cantik, ku oleskan sedikit taburan bedak diwajahku, lalu tidak lupa aku memberikan sedikit sentuhan warna nude di bibirku dan juga garis hitam di kelopak mataku, atau sering disebut eyeliner. Setelah semuanya selesai, tahap terakhir yaitu memakai hijab dengan warna nude, agar terlihat elegan aku menambahkan aksesoris jam tangan berwarna hitam dan tas kecil berwarna nude. Setelah semuanya selesai aku memakai parfume favorite ku.
Aku bergegas keluar kamar untuk menemui kak Novan, kulihat dia sedang anteng memainkan ponselnya. Saat itu dirumahku hanya ada aku dan bibi ku yang bekerja dirumah setiap hari.
“Yuk kak” ajakku kepada kak Novan
Kak Novan melihat kearahku, matanya bergerak dari ujung kakiku sampai ujung kepalaku. Dia hanya tersenyum dan melontarkan pujiannya.
“Cantiknyaa, wangi juga, mau kemana neng?” Tanyanya dengan nada bercanda
“Ihh kak Novan” wajahku berubah menjadi sedikit cemberut
“Yaudah yuk, kakak gak mau ganti pakaian langsung saja kita kerumah Erika” ajaknya
Aku hanya mengangguk. Sebelum pergi aku berpamitan pada bibi, memberitahu aku akan pulang sore.
Karena jarak rumah Erika lumayan jauh, aku memutuskan untuk menggunakan mobil karena ditakutkan hujan akan turun sore hari.
Setelah sampai dirumah Erika
Kulihat Erika sudah menunggu Kak Novan didepan rumahnya. Dia sangat sumringah terlihat dari senyuman yang melebar kepada kak Novan. Sepertinya belum menyadari kalau aku ternyata ikut. Ketika kak Novan keluar dari mobil, dia bergegas menghampiri pintu samping yang dimana dia membukakan pintu mobilnya untukku. Aku keluar dengan sangat hati-hati dengan tujuan agar kepalaku tidak terbentur dengan palang pintunya.
Seketika raut wajah Erika berubah menjadi kesal. Dengan bibir sedikit manyun dan halis yang dikerutkan menandakan bahwa dirinya tidak suka dengan kehadiranku.
Erika menghampiri kami berdua.
“Pak, kenapa ajak Lia?” Tanya nya kepada kak Novan
“Kenapa Erika? Bukannya ibumu tidak melarang kalau bapak mengajak siapapun?” Jawab kak Novan masuk akal
“I..iya sih pak, yasudah Lia tunggu diluar saja ya”
“Loh kok gitu? Kamu tidak menghargai tamu kamu?” Kak Novan membelaku agar aku bisa masuk kedalam rumah
__ADS_1
“Ohh rupanya sudah datang teman Erika” sambut ibu Erika dari belakang.
Ibunya sangat cantik, memakai kerudung berwarna hitam dan baju berwarna coklat muda. Terlihat sangat masih muda. Sejujurnya menurutku masih sangat cantik ibuku hehehe..
“Iya bu” kak Novan melontarkan senyumannya kepada ibu Erika. Lalu aku dan kak Novan bersalaman dengan ibunya.
“Silahkan masuk Nak.. jangan diam diluar.. ayo” ajak ibu Erika
Sepertinya ibunya Erika ini sangat baik beda dengan anaknya hihihi..
Akhirnya aku diperbolehkan masuk kedalam rumah, kami berdua dipersilahkan untuk duduk diruang tamunya. Kulihat rumahnya sangat bersih, dengan nuansa serba putih dan sofa berwarna coklat muda.
Dihidangkannya minuman dan makanan didepanku, banyak sekali pilihan makanannya, sepertinya memang sudah disiapkan oleh ibunya untuk menyambut kak Novan.
“Nak ini yang sudah mengatarkan Erika kan?” Tanya ibunya Erika membuka percakapan
“Oh iya betul bu” jawab kak Novan dengan sopan
“Wahh.. terimakasih ya Nak.. Erika banyak bercerita tentang Nak… siapa namanya ibu lupa.. mmmm… Novan ya?” Lanjutnya
“Iya hehe” kak Novan sepertinya malu
“Mohon maaf ya Nak Novan kalau Erika selalu merepotkan disekolah, maklum anak satu satunya” jelas ibu Erika
Dalam hatiku berkata memang dia selalu merepotkan, bahkan semua temannya dibuat repot oleh Erika. Huhu kenapa sih aku jadi jahat begini.
“Ini temannya Erika juga?” Tanyanya kepadaku
“Iya bu” aku menjawabnya dengan tersenyum
“Ohh begitu, adiknya Nak Novan?” Tanyanya
Hah? Adik? Memangnya aku pantas menjadi adiknya kak Novan?
Baru saja aku membuka mulutku untuk berbicara. Namun tiba tiba..
“Bukan bu, dia Lia, temanku, cuma sepertinya dia suka sama kak Novan, makannya kak Novan dipaksa sama Lia supaya dia bisa ikut kesini” Erika menyela pembicaraanku
Heuhhhh kesal sekali rasanya. Jika tidak ada ibunya disitu, sudah kubalas perkataan Erika.
Ibunya Erika tertawa
“Ah masa ya nak Lia? Memang begitu?” Tanyanya kepadaku
“Tidak bu, aku diajak sama kak Novan kesini” jawabku
__ADS_1
“Ohh begitu, berarti kalian sudah sangat dekat?” Tanyanya lagi
“Hmm seperti itulah bu” jawabku
“Ha ha ha, ibu kira nak Novan ini menyukai Erika, karena ibu lihat, Erika sangat cantik, sehingga waktu itu Nak Novan mau mengantarkannya pulang” ucap ibu Erika dengan sangat bangganya
Huuftt, ternyata buah tidak jatuh jauh dari pohonnya ya.. kukira akan berbeda dengan Erika. Ternyata sama saja hehehe
“Iya bu, Erika memang cantik, tapi Lia juga tidak kalah cantik luar dan dalam bu” kak Novan memujiku didepan ibunya Erika
Aku hanya tersenyum malu
“Iya nak betul sekali, namun sangat disayangkan jika nak Novan yang gagah ini hanya dengan…..” ucapan ibunya terhenti, lalu melihat kearahku. Mungkin dipikirannya aku yang kecil mungil ini tidak pantas dengan kak Novan.
“Ibu kemana suaminya?” Kak Novan mengalihkan pembicaraan, karena melihat kearahku yang sudah sangat tidak ingin berada disini.
“Oh, sedang bekerja Nak..” jawabnya singkat
“Nak Novan.. bagaimana jika nanti makan malam bersama keluarga disini?” Lanjutnya mengajak kak Novan
Aku dan kak Novan saling tatap
“Terimakasih ibu tawarannya, mungkin lain kali saja ya bu” kak Novan menolaknya
“Kenapa Nak Novan sedang sibuk ya?” Tanya ibunya lagi
“Umm.. iya bu ada laporan yang belum terselesaikan” jawabnya mencari alasan
“Sangat disayangkan, tadinya ibu berniat ingin mengenalkan Nak Novan kepada papanya Erika, siapa tau saja cocok dan berjodoh” jawaban yang keluar dari mulut ibunya Erika sangat membuatku kesal. Masih saja berusaha menjodohkan anaknya dengan kak Novan.
Aku yang daritadi tidak bisa diam karena merasa gelisah sejak awal berada disini. Kak Novan menyadarinya.
“Ohaha tidak ibu.. mungkin saya tidak pantas dengan Erika.. saya hanya seorang guru.. sepertinya diluaran sana banyak yang lebih baik dari saya” jawaban kak Novan membuatku sedikit tenang.
“Keinginan papanya Erika memiliki seorang menantu guru Nak Novan..”ibunya sedikit mendesak Kak Novan
Aku menyentuh jari kelingking kak Novan, menandakan ayoooo cepetan pulaaangg!!
“Oh begitu ya bu… tapi maaf bu, saya tidak bisa menerima ajakan ibu, terimakasih sekali lagi bu.. tapi saya dan Lia harus pamit” ucapnya yang hendak akan berdiri, namun dihalangi oleh ibunya Erika
“Tunggu sebentar Nak, bagaimana jika Nak Novan pergi mengantarkan Lia terlebih dulu, setelah itu kembali lagi kesini untuk sekedar mencicipi makanan yang sudah ibu buatkan dibelakang, bagaimana?” Tawarnya
Hah? Kembali lagi kesini? Berarti ibu itu secara halus mengusirku. Sudah tidak tahan lagi dengan perdramaan ini!!
“Kak Novan, kalo mau silahkan.. aku bisa pulang sendiri” ucapku dengan sangat kesal lalu mengambil kunci mobil yang disimpan diatas meja dan hendak pergi keluar rumah
__ADS_1
Bersambung…
Jangan lupa like dan komen ya temen-temen biar author semangat menulisnya… 🥰