
Seketika langkahku terhenti dan berbalik arah kepada Erika.
Aku berjalan menghampiri Erika
*BRUUUKK*
Erika sangat terkejut ketika aku memukul meja dihadapannya dengan tanganku.
“Aku terimaa!!” Ucapku dengan nada kesal
Sebenarnya jika aku belum menjadi pacar kak Novan, tidak akan aku gubris ucapannya. Tapi entah kenapa rasanya dada ini sangat panas mendengar perkataan Erika.
“Okay, deal, siapa yang bisa pulang bareng dengan pak Novan hari ini, itu akan menjadi 1-0” ucap Erika dengan wajah sombongnya
“Deal” aku lalu pergi meninggalkan mereka menuju kelas
Sebenarnya aku menerima tantangan ini hanya ingin memberi pelajaran buat Erika. Jangan mentang-mentang punya wajah cantik dia menjadi angkuh. Perkataan yang membuat orang lain terluka itupun harus diberi pelajaran.
“Lia, emangnya kamu yakin sama persaingan ini?” Tanya Ayu cemas
“Yakin” jawabku sangat singkat
“Emang sih, ku lihat pak Novan lebih sering sama kamu”
“Iya Ayu tenang aja ya, aku cuma mau ngasih pelajaran buat Erika”
“Iyaa, aku dukung kamu Lia” ucapnya dengan semangat
Aku memasuki kelas..
Dan mempersilahkan kepada ketua kelas untuk berdoa sebelum pelajaran dimulai.
Setelah selesai berdoa aku menyuruh murid murid untuk membuka buku paket dan melanjutkan pelajaran minggu kemarin. Setelah panjang lebar aku menjelaskan materi hari ini, tidak terasa bel pun berbunyi. Untungnya hari ini aku hanya mengajar di satu kelas saja. Jadi aku bisa bersantai di ruang piket berjaga dan menunggu bel pulang.
Aku pergi bergegas ke ruang piket. Dijalan aku menemukan pacarku sedang berjalan.. eh.. pacar? Hehehe iyaa Kak Novan kan sekarang pacar aku..
Ku sapa dengan menepuk pundaknya lalu tersenyum
“Eh pacarku.. ups” ucapnya langsung menutup bibirnya
“Sstt.. haha” aku tertawa
“Mau kemana Lia?” Tanyanya
“Aku mau ke ruang piket kak” jawabku
“Kakak anter ya, sekalian mau ke ruang guru”
__ADS_1
Kami berdua jalan bersama, kulihat Erika berada dibelakangku dia berlari menuju kearah kami berjalan. Dia tiba tiba berdiri ditengah diantara kak Novan dan aku.
Kita lihat apa yang akan dia lakukan.
“Pak Novan, hari ini masih ada kelas?” Tanya nya dengan wajah so polos
“Hmm masih, kenapa?” Jawab kak Novan santai
“Ibuku mau berkenalan dengan Bapak, jadi sepertinya kita harus pulang bareng” ucapnya yang sangat mengejutkan.
WHAATT!! Ibunya? Ngapain sih bawa bawa ibu. Aku sudah memasang wajah kesal
“Loh? Emangnya ibumu tau sama saya?” Tanya kak Novan
“Iya, kan waktu kemarin anterin aku pulang, ibu tanya, katanya pengen dikenalin” ucapnya sambil melirik kepadaku seolah memberi tanda kalo dia sedang memanas manasi
“Oh gitu ya?, yaudah salam aja ya ke ibumu, tapi saya tidak bisa kerumah kamu” kak Novan berbicara sambil melirik kearahku, mungkin kak Novan melihat kondisiku apakah aku cemburu atau tidak.
“Tapi pak, ibu saya ingin bertemu langsung dengan bapak” Erika sedikit memaksa
“Yasudah kalo begitu, kita bertemu dirumahmu saja ya, tapi saya terlebih dahulu harus pulang kerumah” kak Novan menyetujuinya
Keningku mengerut, kenapa kak Novan mengiyakan ajakan Erikaa sihh, kak Novan menatapku dan tersenyum mengangguk. Aku tidak mengerti apa maksudnya.
“Baiklah Pak, aku tunggu dirumah ya” ucap Erika sambil menaikan halisnya dan melirik kearahku.
Aku hanya tersenyum. Padahal hatiku sangat ingin mencabik cabik wajahnya itu. Kesal sekali. Rasanya ingin cepat cepat berpisah dari dia.
“Van, cieee.. serakah bener, kamu ambil gadis PLP nya dua, bagi satu” goda guru laki-laki tersebut kepada kak Novan
“Boleh.. ambil nih yang tengah, yang paling sisi udah ditandai” balas kak Novan. Itu berarti dia mengarahkan kepada Erika, dan yang paling sisi itu adalah aku hehe. Senang rasanya mendengar itu.
“Pak ihh, aku mau sama bapak” ucap Erika
Kak Novan hanya meliriknya.
Akhirnya dengan banyak drama dari Erika sampai juga di ruang piket.
Disana sudah ada Reno dan Wanda. Kiranya Ayu sudah masuk lagi ke kelas berikutnya.
“Lia, kakak keruang guru dulu ya” ucap kak Novan melihat kearahku
“Iya kak, makasih” ucapku tersenyum kepadanya
Kak Novan pergi meninggalkan ruang piket
“Hah? KAKAK? Sejak kapan dia bilang kakak?” Tanya Erika ketus
__ADS_1
“Sejak ketemu” jawabku
“So akrab banget, pasti kamu kan yang duluan bilang dia kakak”
“Iyaa, dia masih muda kan wajar aku bilang kakak”
“Ga sopan banget! Bilang bapak aja kali”
“Iya, itu panggilan buat rekan kerjanya” aku duduk disebelah wanda
Wanda mendengar percakapan kami kewata dengan sangat pelan, mungkin yang ada dipikiran wanda aneh kali ya, memperebutkan seorang guru muda yang tampan. Syukurlah Wanda tidak menyukai kak Novan juga. Bisa ribet kalo sampai dia juga menyukainya.
Kulihat Reno hanya termenung diam tanpa suara. Sepertinya dia sedang tidak ingin berbicara apa apa. Cuaca hari ini sangat terik, aku memutuskan untuk membeli minuman dingin. Aku merasa bersalah kepada Reno, dan sebagai permintaan maaf, aku membelikan Reno minuman dingin.
Ku berikan minumannya kepada Reno, dia hanya terdiam tidak menyangka. Kubilang saja uangnya tidak ada kembalian, jadi aku belikan untuknya. Dengan wajah senang Reno berterimakasih karena telah dibelikan minuman untuknya. Tapi menurutku itu hal wajar saja karena itu merupakan ucapan permintaan maaf karena tadi pagi dia sudah bersusah payah menjemputku walaupun akhirnya aku bareng dengan Kak Novan.
Setelah bel pulang berbunyi.
Kutemui kak Novan di ruang piket, dia menghampiriku dan mengajakku pulang. Dengan nada sedikit kencang. Reno berbicara..
“Li, makasih ya minumannya tadi seger, aku pulang duluan ya” ucap Reno sedikit melirik kearah kak Novan. Mungkin maksudnya Reno ingin membuat kak Novan cemburu.
“Oke” jawabku singkat
“Kenapa ngasih dia minuman?” Tanya Kak Novan terpancing kata kata Reno
“Sebagai ucapan maaf kak, dia tadi kan udah hampir mau jemput aku” jawabku
Kak Novan hanya cemberut
“Kenapa kak? Kakak juga mau?” Tanyaku menggoda
“Enggak, kakak bisa beli sendiri” jawabnya dengan memasang wajah kesal
Aku melihat itu hanya bisa tertawa
“Eh.. kakak kan mau kerumah Erika?” Tanyaku
“Oh iyaa, yuk kakak ajak kamu ya” jawabnya yang malah mengajakku
“Kenapa? Sendiri aja ah” tolakku
“Kamu gamau temenin kakak? Berarti gakpapa ya kalo kakak ketemu sama ibunya Erika?” Goda kak Novan
“Ihh, yaudah aku temenin” akhirnya aku terbujuk godaannya
“Hahaha” kak Novan Tertawa Lepas
__ADS_1
Bersambung….
Jangan lupa Like ya dan juga komen, author menerima kritikan dan sarannya dari temen-temen 😉