Young Teacher

Young Teacher
Dia lagi, dia lagi!


__ADS_3

“Liaaa” teriak Kak Novan mengejarku.


Lalu aku berhenti.


“Besok kan libur, aku jemput ya kita keluar” ajak Kak Novan.


HAH!! aku terkejut, memasang wajah melotot kaget. Lalu mengerutkan keningku.


“Keluar? kemana Kak?” tanyaku serius.


“See you Lia” jawabnya lalu pergi meninggalkanku.


Aku berjalan menelusuri kelas, aku terus memikirkan perkataan Kak Novan tadi, kenapa dia mau mengajakku keluar? lalu kenapa dia menguping juga? haduhh aku jadi tidak konsen bagaimana ini.


Sesampainya dikelas.


“Buu, Ibu kenapa? kok pucat?” tanya salah satu muridku.


“Ah.. tidak.. Ibu tidak apa-apa, ayo keluarkan bukunya ya anak-anak, hari ini kita akan belajar ketenagakerjaan”.


“Baik Bu” ucap murid serentak.


Setelah selesai mengajar, aku duduk terlebih dahulu di depan kelas. Kurasa ada yang tidak beres denganku, rasanya sangat lemah, kenapa ya, mungkin ini kecapean saja, ditambah lagi tadi berdebat dengan Erika.


Tak lama kemudian, aku melihat Reno dan Erika dari arah kejauhan mendekati dimana aku sedang duduk.


Reno menyapaku, sedangkan Erika tidak, dia hanya memasang wajah datar.


“Lia, ayo kita ke depan” ajak Reno.


“Duluan Ren, aku mau duduk dulu di sini” aku menolak ajakan Reno.


“Ngapain? mau caper sama Pak Novan?” Ceplos Erika.


Aarrgghh! Kesal sekali aku mendengar ucapannya. Sudah habis kesabaranku.


“Iyaa, kenapa emang?” aku menantang Erika.


“So kecantikan banget ya kamu” ucap Erika dengan tubuhnya sedikit maju kearahku namun dihalangi oleh Reno.


“Kenapa jadi ribut sih udah ya udah” ucap Reno dengan tangan masih menghalangi Erika.


“Tuhhhh yang kalian ributin dataang” ucapnya lagi sambil melihat kearah kanan yang ternyata memang Kak Novan datang menghampiri.


“Yu pulang” ajak Kak Novan.


“Ayoo Pak” jawab Erika.


Kak Novan menaikkan alisnya sambil melihat sinis kearah Erika.


“Yuu Lia, bukan kamu” ucapnya.


Momen yang sangat bagus menurutku, dari tadi aku kesal dengan ucapan Erika, akhirnya aku bisa merasa puas karena Kak Novan mengajaku pulang. Bukan maksud apa-apa ini cuma memperingati saja, jangan mentang-mentang punya paras cantik jadi bisa semau dia.


“Yu” ucapku menerima ajakan Kak Novan.


Tapi tiba-tiba Reno menghadangku.


“Liaa, katanya mau pulang sama aku” ucap Reno.

__ADS_1


“Hah?” aku memasang wajah heran.


“Lia mau pulang sama dia?” tanya Kak Novan.


“Enggak” jawabku.


“Lia, pulang sama aku aja, kita kan searah” Reno masih kekeh.


“Enggak Reno, kamu sama Erika aja ya” aku menolak ajakan Reno.


“Gak apa-apa Lia, kalo emang mau pulang sama Reno, Kakak sendiri aja pulangnya” tambah kak Novan.


Ih sebel, kenapa bilang gitu sih Kak Novan, harusnya paksa aku pulang bareng dia.


“Kak Novan kalo gak mau nganterin aku gak apa-apa, aku bisa jalan sendiri” ucapku meninggalkan mereka berdua. Aku sudah terlanjur kesal. Kapan sih selesainya masa PLP ini. Aku sudah pusing dengan drama-drama yang mereka buat. Terutama Erika!.


“Eh Lia, bukan begitu” kak Novan menyusulku, lalu kami jalan bersampingan.


“Lia” ucapnya.


Aku hanya diam saja.


“Liaaa, ayo pulang sama Kak Novan ya, nanti kenapa-kenapa di jalan” ucapnya lagi.


Aku hanya meliriknya dan mengangguk.


Kami akhirnya sampai diparkiran.


“Lia mau beli dulu minuman gak?” tanya Kak Novan.


“Enggak kak, langsung pulang aja” jawabku.


HAH! kenapa sih, kan aku mau langsung pulang aja, gak usah kemana-mana dulu. Rasanya hari ini sangat berat untukku. Aku sebenarnya tidak mau bertengkar dengan Erika. Tapi kalo aku hanya diam saja, Erika akan semakin seenaknya. Aku tidak menyangka, kukira dia orangnya sangat baik, pendiam, tidak ceplas-ceplos, ternyata aku salah. Kalo emang dia suka Kak Novan, kenapa malah bawa-bawa aku, dia bisa usaha sendiri kan tanpa menjatuhkan orang lain. Ah sudahlah.


Aku lumayan lama melamun.


Hingga tak sadar Kak Novan memanggilku.


“Liaaaaaa, kenapa melamun? cepetan naik” ucapnya.


“Oh iya kak maaf” aku menuruti ucapannya untuk naik ke motor.


Di jalan aku masih melamun, sekarang malah teringat kata kata Kak Novan, katanya dia nganter Erika pulang gara-gara aku. Apa aku bahas lagi ini ya? Soalnya aku masih penasaran.


“Kak” ucapku.


“Hmm?”.


“Kakak tadi bilang kan, mau nganterin Erika gara-gara aku?” tanyaku.


“Iya Lia” jawabnya singkat.


“Kenapa Kak? Ceritain” ucapku.


“Yakin mau sekarang?” tanyanya.


“Kenapa emang Kak?” aku malah bertanya lagi.


“Besok aja sekalian kita ketemu ya, jadi santai bicaranya” jawabnya.

__ADS_1


“Oh, okedeh kak” aku mengiyakan perkataannya.


Lalu kami sampai di gerai minuman. Kak Novan membeli 2 buah minuman dengan rasa cheese. Aku hanya menunggunya saja di motor, karena aku tidak membelinya jadi buat apa aku turun hehe. Setelah Kak Novan selesai, dia menghampiriku kembali, memberikan minumannya satu untukku. Aku bertanya kenapa dibelikan? aku tidak minta minuman. Dia menjawab tidak apa-apa ini untukku. Sambil memberikan minumannya. Ya ampuuun aku dibuat meleleh lagi oleh perlakuannya. Aku menerima minuman dari Kak Novan tidak lupa mengucapkan terimakasih. Kami berdua segera pulang, Kak Novan menurunkan step motor untuk kakiku, haduuhhh dibuat meleleh lagi deh, perhatian kecil yang memang menambah poin plus menurutku. Akhirnya kami berangkat untuk pulang.


Sesampainya dirumahku, aku mengajak Kak Novan masuk kedalam, namun Kak Novan menolaknya dengan alasan sudah sore. Aku mengiyakan dan Kak Novan pamit untuk pulang, aku mengucapkan terimakasih karena telah diantar pulang. Kak novan pergi meninggalkan rumahku.


Aku segera masuk ke dalam dan menyimpan tas serta mengganti pakaianku di kamar. Aku melihat minuman yang diberikan oleh Kak Novan. Rasanya bahagia tak terkira. Aku menyedot minumannya sampai habis. Aku melamun, kenapa perasaanku menjadi aneh, apa aku menyukai Kak Novan? Oh tidak, tidak mungkin, aku masih kuliah sedangkan dia sudah bekerja, mana mungkin mau dengan anak kuliahan hehe.


Setelah melamun aku pergi keluar kamar untuk sekedar makan siang, tapi tiba-tiba kepalaku pusing. Akhirnya aku segera mengambil nasi serta lauknya dan langsung memakannya. Kupikir ini efek belum makan dan kecapean. Aku pergi lagi kekamar memutuskan untuk tidur istirahat.


Jam menunjukan pukul 15.30.


Aku bergegas bangun tidur dan melaksanakan solat asar.


Sakit kepalaku berkurang dan agak mendingan. Untung besoknya libur jadi aku tidak perlu membuka materi untuk mengajar.


Pukul 21.30 WIB.


*TRING*.


1 pesan instagram dari Novan.


Aku membuka pesannya.


•Lia, jangan lupa besok kita ketemu, Kakak jemput pukul 10.00 ya.


Oh iya, aku hampir lupa, kalo besok Kak Novan mengajakku keluar. Aku belum mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan besok. Aduhhh sampai lupa.


•iya kak.


Aku membalasnya singkat, karena aku sedang sibuk memilih pakaian yang akan dipakai besok hehehe. Setelah selesai memilih pakaian aku menutup mataku dan terlelap.


Ke esokan harinya Pukul 10.00 WIB.


*TING…TING…TING*


Suara bel rumahku berbunyi, sudah pasti itu Kak Novan.


Aku pergi keluar untuk memastikan itu Kak novan, ternyata benar, kusuruh dia duduk terlebih dahulu di ruang tamu. Lalu Ibuku menghampirinya, dan mengobrol menanyakan akan pergi kemana.


Aku mengintipnya sampai Ibu memanggilku.


“Lia” panggil Ibu.


“Iya Bu” aku menghampirinya.


“Kami pamit dulu ya Bu” ucap Kak Novan sembari bersalaman dengan Ibuku.


“Iya hati-hati ya, jangan pulang malam” ucap Ibuku.


Lalu aku pergi dengan Kak Novan menggunakan mobil.


Di jalan kami asyik mengobrol, hingga tak sadar ternyata di belakang ada yang mengikuti kami.


Kulihat kebelakang, ternyata ada Reno dan Erika. Mereka membuntuti kami sedari tadi.


Ya Ampun mau apa lagi mereka?.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2