Young Teacher

Young Teacher
Pulang Bareng


__ADS_3

Eskpresi kak Novan melotot sambil melihat ke Erika.


“Maaf Lia, aku tidak sengaja” ucap Erika sambil membersihkan bajuku.


Aku hanya terdiam. Tanpa pikir panjang kak Novan langsung menarik tanganku pergi dari mereka.


Aku sangat terkejut, apa yang akan dia lakukan padakuu...


“Cepat pulang, ganti pakaianmu, dimotor ada jaket saya, pakai saja, nih biar cepet pakai juga motornya, bisa kan?” ucapnya sambil berjalan cepat ke parkiran menuju motornya.


“Ta… tapi Pak” ucapku terbata-bata.


“Sudah sana cepat, itu motornya” sambil menunjuk motornya.


Aku menuruti apa yang dikatakan Kak Novan, lagipula emang ada benarnya juga, karena waktu sudah menunjukan pukul 07.00. Aku bergegas pergi meninggalkan sekolah dengan mengendarai motor Kak Novan dan memakai jaketnya.


Setelah sampai rumah aku buru-buru membuka jaket yang dikenakan dan mengganti pakaian yang terkena basah. Lalu bergegas pulang lagi kesekolah.


Sesampainya disekolah aku melupakan sesuatu, jaket Kak Novan tertinggal dikamarku, aduhhh dasar aku ini ceroboh. Semoga saja Kak Novan tidak marah.


Aku mencari-cari Kak Novan tapi tidak ketemu, tadinya mau mengembalikan kunci motornya. Tapi tidak apa-apa mungkin sudah masuk kelas, jadi pulangnya saja aku kasih kuncinya. Akupun harus masuk kelas.


Setelah selesai mengajar aku menunggu Kak Novan di ruang piket bersama teman-temanku, dengan harapan kak Novan melewati ruang piket.


“Lia sudah selesai mengajar?” tanya Reno.


“Sudah” jawabku singkat.


“Lia”ucapnya lagi.


Aku hanya menoleh sambil menaikan halisku.


“Lia tadi pulang dianter Pak guru itu waktu bajumu basah?” tanya Reno.


Aduh ngapain bahas itu sih, disini ada Erika, aku males denger ocehannya.


“Engga pulang sendiri Ren” jawabku.


“Alhamdulillah syukurlah” ucap Reno.


Erika melihat kearahku dengan tatapan tajam.


Ayu yang menyadari hal itu langsung memukul pelan bahu Erika.


“Kaa.. gimana kalo nanti pulang bareng?” ajak Ayu.


“Hah? aku? engga ah hehe” tolak Erika.


“Kenapa?” tanya Ayu.


“Kamu sama Lia sajaaa Ayu” jawab Erika.


Ayu hanya terdiam.


“Iya Ayu, kita searah kan, jadi bareng saja sama aku” kataku.


Ayu mengangguk.


“Reno bareng ya” ajak Wanda.


“Enggak!” tolak Reno.


“Renoooo!! kenapa ajakan Wanda selalu kamu tolak? Sedangkan Lia, selalu kamu ajak walaupun tidak pernah diterima. Kamu suka sama Lia hah?” ucap Wanda sedikit menggunakan nada tinggi.


Reno hanya diam.


Disitu aku sontak kaget, kenapa ini? ada apa? kenapa Wanda bersikap seperti itu.

__ADS_1


“Reno” ucapku.


Reno hanya mengarahkan pandangannya kepadaku.


“Ajak Wanda pulang ya, kamu gak mau kan terus-terusan dituduh suka sama aku?” ucapku.


“Tapi Lia” ucapnya.


Aku mengerutkan kening tanda jangan menolaknya, untungnya Reno paham.


“Yaudah Wanda, nanti pulangnya bareng ya” ajak Reno.


“Makasih Reno” ucap Wanda.


Lalu Wanda menghampiriku dan berbisik.


“Makasih ya Lia, jadinya aku pulang sama Reno” kata Wanda dengan memasang ekspresi senang. Aku hanya tersenyum.


**Ting…ting*


Notifikasi handphone ku berbunyi.


1 pesan instagram dari Kak Novan.


Aku segera membuka pesan dari Kak Novan.


•Lia dimana?.


Aku membalasnya.


•Aku diruang piket.


Tidak ada kelanjutannya, pesanku hanya dibaca oleh Ka Novan. Tidak apa-apa mungkin maksud Kak Novan simpan saja dulu kunci motornya.


Bel berbunyi tandanya jam pelajaran sudah dimulai lagi. Aku dan teman-teman bergegas pergi ke kelas masing-masing.


Tiba tiba Reno menghampiriku.


“Lia kamu pulang sendiri?” tanyanya.


“Tidak, aku pulang bareng Ayu” jawabku sambil melihat kiri dan kanan.


“Li, kamu sedang cari siapa?” tanyanya lagi.


“Aku mencari Pak guru tadi” jawabku.


“Lia kenapa cari dia terus?” Reno memasang wajah kesal.


“Ngembaliin kunci motornya, mana Wanda? katanya mau pulang bareng” ucapku.


“Masih dikelasnya” ucap Reno.


Tak lama kemudian Wanda datang menghampiri kami.


“Haaii semuanyaa, aku telat maaf ya, anak-anaknya super aktif jadi pelajaran dikelas tadi seru” ucap Wanda.


“Oh ya? kelas apa?” Tanyaku sambil mata masih mencari Kak Novan.


“Kelas IPA Lia” jawab Wanda.


“Reno Ayo kita pulang” ucap Wanda kepada Reno.


“Nanti ya, aku mau nungguin Lia pulang dulu” kata Reno.


“Reno, kok gitu sih, aku udah gerah banget ini pengen pulang” ucap Wanda.


Aku yang mendengar percakapan mereka hanya menganggukan kepala saja. Reno dan Wanda pergi meninggalkan aku. Tidak aku tidak bisa menemukan kak Novan.

__ADS_1


Akhirnya aku memutuskan untuk menunggunya diparkiran di tempat aku memarkirkan motornya tadi.


Aku sudah menunggu hampir 15 menit. Murid-murid pun sudah banyak sekali yang pulang.


Aku masih menunggu Kak Novan ditemani Ayu.


“Lia, kemana ya Bapak tadi, kok lama banget” ucap Ayu.


“Iya Yu, kamu pasti kesal pengen pulang ya?” tanyaku.


“Iya hehe, aku lapar Lia” jawab Ayu sambil cengengesan.


Aku juga hanya membalasnya dengan tertawa.


“Sebentar lagi ya Yuu, mau jajan dulu gak di depan? aku antar” tawarku karena kasihan melihat Ayu.


Ayu hanya mengangguk.


Kami berdua pergi ke depan dimana banyak sekali penjual. Aku memilih membeli batagor dengan Ayu. Kupesan 3 porsi, untuk Ayu, aku dan Kak Novan. Kupikir pasti Kak Novan juga lapar.


Saat aku masih menunggu pesanan batagorku dibuat. Aku melihat kak Novan pergi berjalan kearah parkiran. Tapi… Tunggu…


Kenapa dibelakangnya ada Erika.


Tak sabar ingin menghampirinya. Setelah selesai pesananku. Aku bergegas pergi keparkiran lagi dengan Ayu.


“Pak, ini kunci motornya. Terimakasih ya” ucapku sambil tersenyum ke Kak Novan.


Kebetulan maskerku di buka saat itu.


“Iya Lia, pulang dulu ya” ucapnya.


Aku hanya tersenyum.


Aku melihat kearah makanan yang dibeli tadi, karena rasanya tidak mungkin untuk kuserahkan kepada Kak Novan. Aku memutuskan untuk membuangnya ke tempat sampah.


Tapi aku heran mengapa ada Erika. Karena aku penasaran, aku tidak pergi sebelum kak Novan pergi duluan.


Namun tiba-tiba...


“Ayuuu, aku pulang dulu ya bareng sama bapak Novan” ucapnya sembari melirik sinis kepadaku.


Aku mengerutkan keningku.


“Ih ngapain, pulang bareng kita aja Ka” ucap Ayu dengan wajah kesal. Mungkin Ayu bilang begitu karena setelah melihat ekspresiku tadi.


“Enggak, ini Pak Novan mau nganterin aku, iya kan Pak” tanya Erika kepada Kak Novan.


Kak Novan hanya diam dan melihat ke arahku.


Aku terdiam memasang wajah sangaaaatt malass sekaliii. Lalu aku melihat kearah kak Novan. Wajahnya sangat cemas. Aku heran kenapa Kak Novan mau mengantar Erika pulang, padahal rumah Erika sangat jauh.


Erika hanya cengengesan. Lalu motor mereka melaju perlahan ke depan. Aku hanya melihatnya dengan rasa kesal.


Ayu hanya terdiam melihat tingkah laku Erika.


Tapi tiba-tiba motor Kak Novan berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Lalu menoleh kearahku yang berada di belakangnya.


“Liaaa” teriaknya.


Aku menoleh kearahnya.


Ilustrasi Kak Novan dan Erika



Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2