
Aku mengintipnya sedikit.
“Liaa, sudaaahh jadi”
Kak Novan mengagetkanku.
“Apa?“ tanyaku
“Nanti ya aku kasih lihat”
*TRIIINGGG*
1 notifikasi pesan dari instagramku
“Siapa ya?” Aku membuka pesannya, ternyata kak Novan memposting 1 foto dan menandaiku.
Ooohhh jadi daritadi kak Novan fokus ke handphonenya itu lagi ngedit foto berdua. Terus dia posting ke instagramnya. Hehehe aku sudah overthinking terlebih dahulu.
Rasanya senang kak Novan memposting foto kita berdua. Berarti tidak ada hal yang disembunyikan. Karena dia berani mempublishku.
“Ayo dong repost Lia” pintanya
Aku mengangguk..
Lalu aku merepostnya.
“Sudah posting foto, kakak mau pulang ya Lia”
“Eh tunggu, kenapa sebentar banget mainnya kak”
“Main, apasih main, ini tuh apel”
Apel adalah istilah seperti “wakuncar”. waktu Kunjung Pacar atau seseorang meluangkan waktunya untuk berada dirumah kekasihnya.
“Hehehe” aku hanya tersenyum malu
“Yasudah nanti pukul lima sore kakak pulang ya, ga enak juga sama orang rumahmu terlalu lama”
“Iya kak santai aja”
Kami berbincang banyak hal, mengenai hobi, kesukaan makanan, minuman dan lain sebagainya. Kami mulai berusaha lebih mengenal satu sama lain, tentang banyak hal. Ternyata kami pun memiliki beberapa kesamaan, seperti memiliki hobi yang sama yaitu menggambar, melukis, apapun itu yang berbau art.
Kalau kak Novan sih sudah pasti menyukai hobi itu, karena dia kan berasa dari jurusan seni hehehe beda denganku, aku dari jurusan pendidikan ekonomi yang suka dengan melukis.
Sebetulnya aku memiliki bakat menggambar dari sejak TK. Karena aku sering ikut lomba lomba dan pernah menjuarainya.
Setelah membicarakan banyak hal, waktunya kak Novan untuk pulang. Rasanya sangat sebentar sekali. Aku masih ingin berbicara panjang lebar dengannya. Ternyata kak Novan orangnya enak sekali diajak bicara, aku semakin nyaman.
Kak Novan berpamitan kepada ibu dan ayahku. Begitupun kepadaku.
Aku mengantarnya kedepan dan menunggunya bersiap siap untuk pergi, dia memakai jaket terlebih dahulu dan memakai topi kesukaannya.
“Lia kakak pulang ya, assalamu’alaikum… Love You”
Seketika aku terkejud dengan ucapannya. Malu campur senang.
“Wa’alaikum salam kak hehe”
Kak Novan memasang wajah cemberut
“Kenapa kak?”
“Kenapa tidak dibalas kakak kan bilang Love You”
“I..iiyaa kak, love you to hehe, hati hati dijalan ya”
Kak Novan kembali memasang wajah ceria. Lalu pergi meninggalkan rumahku.
Hari ini serasa sangat tenang. Tidak ada konflik yang bikin aku greget. Masa PLP akan berakhir sebentar lagi. Sedih rasanya tidak bisa bertemu dengan Kak Novan setiap hari.
__ADS_1
Malam ini begitu sangat damai. Aku mempersiapkan materi untuk mengajar besok. Tapi sesekali aku membalas pesan dari kak Novan. Kami memang sering chattingan pada malam hari.
*TRIIINGG*
1 pesan notifikasi instagram
Dari : Lisna
“Aulia ya?”
Siapa ya? Kalau mungkin muridku, mana mungkin dia bilang Lia.
Aku membalas pesannya..
“Iya kak betul”
“Hati hati dengan Novan”
“Kenapa ya kak?”
Apa ini kakaknya Reno ya?
Aku masih menunggu balasan pesannya. Sudah 5 menit dia tidak membalas. Aku semakin penasaran, jika memang benar ini adalah kakaknya Reno, berarti ucapan kak Novan benar. Dia sedang menggangguku sekarang. Aku harus bisa bersikap tenang, jangan ceroboh, jangan panik. Ini masa lalunya kak Novan.
Apa aku harus bilang sama kak Novan ya, kalau perempuan itu menghubungiku.
Sepertinya aku akan memberitahu kak Novan nanti jika perempuan itu berbuat yang tidak-tidak. Sementara ini aku akan menyimpannya sendiri.
Ke esokan harinya..
Kak Novan semalam menghubungiku memberitahu kalau dirinya tidak bisa menjemputku hari ini karena dia akan berangkat siang kesekolah ada urusan terlebih dulu yang harus diurus. Jadi aku terpaksa membawa kendaraan ke sekolah.
Aku sudah sampai diruang piket.
Disana ada Erika sendirian.
Aku menyapanya
“Sudah Lia”
Dia menjawabnya dengan santai, aku sedikit heran, kukira sapaanku tidak akan dibalas olehnya.
“Sebenarnya kamu sakit apa?” Tanyaku lagi
“Demam Lia, karena aku jarang menangis.. sekalinya menangis pasti besoknya demam”
“Oh begitu”
Dia baik baik saja sepertinya. Tapi terlihat santai sekarang. Apa dia sudah merelakan kak Novan denganku?
“Lia, tumben tidak bareng dengan pak Novan?” Tanyanya begitu santai
“Umm.. iya, dia ada keperluan dulu” jawabku semakin heran
Setelah sembuh dari sakitnya, kenapa sikap Erika menjadi baik kepadaku. Yasudah tidak apa apa jangan dibahas lagi.
“Lia, maaf ya.. aku sebenarnya…”
Belum sempat Erika menyelesaikan pembicaraannya. Tiba tiba Reno datang dengan menggebrak meja
*BRUUUKK*
“Hey semuanya, sedang apa?” Tatapan Reno menuju kepada Erika
Kulihat Erika menunduk dan tidak melanjutkan pembicaraannya. Ini sungguh aneh..
“Reno, mengagetkan saja” ucapku
“Lia, kamu hari ini ngajar dikelas apa?” Tanya Reno
__ADS_1
“Kelas ips 4”
Reno hanya mengangguk, lalu duduk disamping Erika.
Kulihat Reno mencubit tangan Erika. Tapi biarlah itu mungkin urusan mereka, aku tidak akan ikut campur.
Tugasku disini hanya mengajar sampai masa PLP selesai. Tidak mau menambah masalah apapun.
Aku bergegas pergi ke kelas ips 4 meninggalkan Reno dan Erika diruang piket. Karena Ayu dan Wanda sudah pergi terlebih dahulu ke kelas mereka masing-masing. bel sudah berbunyi. Seperti biasa aku mengajarkan beberapa materi kepada murid-murid.
Ditengah-tengah pelajaran saat sedang sesi tanya jawab. Ada salah satu muridku perempuan bertanya diluar dugaan.
“Ibu.. pacarnya pak Novan yaaaa?” Tanya murid perempuan itu. Sebut saja Riska.
“Eh kenapa pertanyaannya diluar materi yang ibu sampaikan?” Aku menjawabnya sambil tersenyum
“Tidak apa apa bu.. aku hanya ingin mengetahuinya, karena ibu sangat cocok dengan Pak Novan” ucap Riska
“Iya bu betul, ibu serasi sekali dengan Pak Novan” timpal salah satu murid laki-laki
“Ah kalian ini, terimakasih ya”
“Ibu kapan menikah?” Tanya salah satu murid laki-laki
“Umm...” aku berpikir jawaban apa yang pantas aku ucapkan
“Secepatnya ya anak-anak” tiba tiba kak Novan muncul membukakan pintu kelasku, ternyata kak Novan mendengar percakapanku dengan murid murid.
“Cieeeeeee” semua murid bertepuk tangan dan bersorak.
“Sudah cukup anak-anak ibu jadi malu, kenapa pak Novan kesini?” Tanyaku
“Ibu Lia tersayang.. jamnya sudah habis, ganti pelajaran sekarang saya dikelas ini” jawab kak Novan
“Cieee ibu Lia tersayang” celetuk salah satu murid
“Tersayang gak tuh” mereka mengejek dan menjadikan kata kata itu bahan bercandaan.
Malu sekali rasanya..
“Sudah anak anak.. kalo begitu pelajaran hari ini ibu cukupkan. Terimakasih atas partisipasinya. Kita lanjutkan minggu depan” ucapku.
“Iyaa bu” semua murid menjawabnya
Aku membawa tas dan pergi dari kelas itu.
“Hati-hati ibu tersayang”
Lagi lagi kak Novan membuatku semakin malu oleh murid. Pipiku sepertinya memerah. Haduh harus cepat cepat pergi dari sini.
Aku bergegas meninggalkan kelas itu.
Cuaca hari ini sangat hangat, matahari bersinar terang ditambah dengan angin sepoi sepoi dan suara burung yang berkicau membuat suasana hati ini semakin senang.
Aku pergi keruang piket. Disana sudah ada Ayu dan Erika. Aku duduk disamping Ayu.
Ayu bercerita kepadaku kalau dirinya akan dilamar, mendengar cerita Ayu aku sangat senang karena akhirnya lelaki yang Ayu inginkan melamarnya.
Sekilas kulihat Erika. Dia sangat Gelisah, sepertinya ingin membicarakan sesuatu denganku. Erika melihat keadaan, melirik kanan dan kiri. Melihat situasi aman atau tidak.
“Lia” Erika memanggilku
Aku mengalihkan pandanganku kepadanya. Begitu juga Ayu.
“Ada sesuatu yang harus aku sampaikan”
Aku menunggu pembicaraan Erika selanjutnya.
Bersambung…
__ADS_1
jangan lupa like dan komen jika teman-teman menyukai cerita ini jadikan novel ini sebagai novel favorit. 🥰