
Dijalan kami asyik mengobrol, hingga tak sadar ternyata dibelakang ada yang mengikuti kami.
Kulihat kebelakang, ternyata ada Reno dan Erika. Mereka membuntuti kami sedari tadi.
Ya Ampun mau apa lagi merekaaaa…
Aku menyuruh Kak Novan untuk melaju dengan pelan. Hanya ingin tau, apakah benar mereka membuntuti kami.
Ternyata mereka menyusul mobil kami dan melaju dengan cepat meninggalkan kami.
Ku kira mereka membuntutiku, ternyata bukan hehehe mau kemana ya mereka.. hmm sudahlah..
Setelah lamanya kami menempuh perjalanan, akhirnya kami sampai disuatu tempat.. lebih tepatnya tempat makan.
Kami duduk dan memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, kak Novan membuka percakapan untuk bercerita.
“Lia, aku dari awal sudah tau kalo kamu itu adik kelasku waktu SMA, kita beda 2 tahun kan” ucap Kak Novan
“Oh ya? Aku malah tidak tau sama sekali kalo kakak ini kakak kelasku” ucapku fokus mendengarkan kak Novan bercerita
“Iya, aku juga gak tau kalo ternyata kita satu sekolah. Aku taunya cuma disosmed karena ada History sekolah nya” lanjut kak Novan
“Oh gitu, jadi kenapa kakak add facebook ku?” Tanyaku
“Hah? Emm.. karenaa.. karena kamu adik kelasku hehe” jawabnya tidak jelas
“Cuma gara-gara itu?” Tanyaku lagi
Kak Novan hanya mengangguk seperti sedang menahan malu. Lalu kak Novan bertanya kepadaku.
“Kamu sendiri kenapa follow akun instagramku?”
“Karena kakak add facebook aku hehe” jawabku asal
Kak Novan memasang wajah meledek.
Reflek aku memukulnya perlahan
“Aduuh” rintih kak Novan sambil tertawa
Aku pun membalasnya dengan tertawa
“Oh iya Lia, tau gak, kenapa kakak kasih minuman waktu itu di kantin?” Tanya kak Novan yang membuatku penasaran
“Kenapa Kak?”
“Karena kakak sudah memperhatikanmu waktu keluar dari kelas, sampai matamu yang melihat kearah minuman, kakak pikir kamu cape setelah mengajar, makannya kakak sengaja membayar minumannya terlebih dulu untuk kamu” jelas Kak Novan
OMG!!! Jantungku sekarang berdegup kencang, meleleh rasanya mendengar cerita kak Novan!
“Ah masa sih Kak? Kukira emang tidak sengaja, karena aku lihat juga sepertinya kakak suka sama Erika” ucapku
Sebelum kak Novan menjawab, minuman yang kami pesan datang..
“Silahkan kak, ini minumannya” ucap weithers
“Makasih ya” ucap kak Novan
Aku dan kak Novan meminum minumannya.
__ADS_1
“Lanjut kak” ucapku
“Lanjut yaa, kakak tanya kenapa kamu mengira suka sama Erika?” Tanya Kak Novan
“Karena kakak anter dia pulang” jawabku sambil lanjut meminum minuman
“Hahaha Lia, kakak nganterin Erika karena dia punya foto waktu kakak megang tangan kamu” ucap kak Novan
“Kapaaann?” Tanyaku terkejut
“Waktu Erika numpahin minuman ke Lia, kan Kakak megang tangan kamu sambil jalan keluar, yaa maksud kakak sih biar kamu ikut keluar buat cepet cepet ganti baju” jawabnya
“Terus apa hubungannya sama anterin Erika pulang?” Tanyaku memasang wajah penasaran
“Nah Erika bilang ke Kakak, katanya mau sebarin foto kamu itu, biar kamu malu karena dah berani megang tangan kakak” jawabnya
Aku yang mendengarkannya sambil meminum minuman langsung tersedak..
“Uhuk..uhuk..uhuk”
“Eh Lia, jangan buru buru minumnya” ucap kak Novan sambil memberika tissu
“Aku kaget, siapa yang megang tangan kakak, lagian kakak megang tanganku itu juga dipergelangan tangan, gak nyampe ke jari” ucapku kesal
“Iya, tadinya kakak tidak peduli, cuma kakak kasian sama kamu, nanti diejek sama murid murid kan gak enak, jadinya kakak barter aja, dia hapus fotonya, kakak anterin dia pulang” jelasnya lagi
Ohhh jadi gituu ucapku dalam hati, rasanya lega sekali mendengar ceritanya. Kukira selama ini Kak Novan menyukai Erika, ternyata kak Novan berniat menolongku.
“Tapi, kenapa kakak mau berbuat seperti itu untukku?” Tanyaku
Kak Novan diam tidak menjawab
Aku menyanyakan kembali, pertanyaan tadi.
Kak Novan hanya terdiam seperti orang yang kebingungan.
Aku masih menunggu jawabannya.
“Yaa.. karena kakak itu Liaaa” jawabnya gugup
“Kenapa? Itu apa kak?” Tanyaku semakin penasaran..
Kak Novan mengalihkan matanya kepadaku..
“Karena kakak sebenernya..” jawab kak Novan terpotong
Aku hanya diam menunggu jawabannya
“Sebenernya takut dimarahin ibu kamu hahahah” kak Novan tertawa terbahak bahak
“Ishh apa sih ga lucuu” aku menunjukan wajah kesal
Aku mulai memakan makananku, kak Novan juga. Kami makan dengan lahap sekali. Setelah habis kami memutuskan untuk pulang karena tidak ada tempat tujuan lain lagi. Padahal cuacanya sangat mendukung untuk jalan-jalan tapi tidak apa-apa masa iya aku harus menawarkan kepada kak Novan untuk jalan terlebih dahulu sebelum pulang, aduh tidaak.. aku pasti akan sangat malu, lagian aku belum tau maksud dan tujuan kak Novan mengajakku untuk makan siang.
Dijalan sangat hening, tidak ada yang membuka percakapan, begitu juga kak Novan yang fokus menyetir. Aku hanya duduk saja memperhatikan wajah kak Novan yang begitu tampan, sesekali kak Novan melihat ke arahku sambil menganggukan kepalanya seolah bertanya “kenapa?” Aku menggelengkan kepala dan kembali mengarahkan pandanganku kedepan.
Sesampainya dirumah, kupersilahkan kak Novan untuk mampir terlebih dahulu.
Tapi kak Novan menolak dan memutuskan untuk pulang kerumahnya.
__ADS_1
Aku sangat senang sekali, karena bisa makan bareng dengan kak Novan. Walaupun emang agak nyebelin dikit. Tapi aku kepo tadi Reno sama Erika kemana ya?.. kok mereka cuma berdua saja.
Jam menunjukan pukul 19.30 WIB
Aku sedang asik membuka sosmedku. Tiba-tiba ada notifikasi pesan instagram masuk.
1 pesan instagram dari Novan_
Kak Novan •Lia makasih ya udah mau diajak makan
Aku langsung membalasnya
aku •iya kak makasih juga udah ditraktir makanannya
Kak Novan •iya Lia sama-sama, kakak boleh minta no whatsappnya
aku •buat apa ya kak?
Kak Novan •biar enak aja gitu komunikasinya
Aku •boleh kak, ini 085xxxxxxxxxxx
Kak Novan •move ya Lia
Aku hanya membaca pesan dari kak Novan.
Sejujurnya aku sangat senang bisa bertukar nomor whatsapp dengannya, hanya saja aku masih bingung dengan perasaanku, apakah aku memang sudah menyukainya, karena rasanya selalu senang jika mendengar namanya atau apapun hal tentangnya.
Tak lama kemudian kak Novan mengirim pesan whatsapp.
Kami saling bertukar pesan hingga membicarakan hal serius.
Namun kak Novan menelponku.
Aku menerima telepon.
Via telepon :
Aku : Hallo kak, Assalamu’alaikum
Kak Novan : Wa’alaikumsalam Lia
Aku : iya Kak
Kak Novan : jadi gimana Lia yang tadi?
Aku : yang mana kak?
Kak Novan : kakak suka sama Lia, mau jadi pacar kakak?
Aku : secepat itu ya Kak?
Kak Novan : kakak udah memperhatikan Lia dari lama.
Aku : oh gitu ya kak
Sejujurnya ini adalah masa pdkt tersingkatku. Sebelumnya aku tidak pernah menjalani pdkt sesingkat ini. Hatiku sangat dilema, apakah harus menerimanya, karena ini menurutku sangat cepat.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like yaa biar author semangat nulisnyaaa 😜