
“Ohh.. itukan mobilnya teman kakak” ucap kak Novan walaupun sebenarnya kak Novan hanya berbicara kepadaku tapi….
“Siapa?!” Reno dan Ayu kompak menanyakan siapa teman kak Novan itu.
Kak Novan melirik kearah Ayu dan Reno
“Siapa ya, bapak lupa namanya. Seinget bapak dulu dia juga pernah bersekolah disini waktu SMA” lanjut kak Novan
“Yahh” Ayu memasang wajah kecewa
“Emangnya kenapa Yu? Kamu kenal sama pacarnya Wanda?” Tanyaku
“Enggak Lia hehe” sepertinya ada yang Ayu tutupi.
Aku tidak melanjutkan pembicaraanku dengan Ayu, kami semua beranjak pergi ke parkiran dan pulang kerumah masing-masing.
Tapi aku menemukan Erika dan Reno yang sedang berbicara disamping motor Reno. Kulihat Reno seperti memaksa kepada Erika untuk pulang bersama dengannya. Pada akhirnya Erika menuruti keinginan Reno, dan mereka pulang bersama.
Setelah di ingat ingat, waktu kencan pertama aku dengan kak Novan, kami melihat Erika dan Reno berboncengan pergi entah kearah mana. Ada apa ya sebenarnya antara Reno dan Erika? Kenapa Erika seperti takut kepada Reno.
***
Setelah sampai rumah aku menyuruh masuk kak Novan dan membicarakan rasa penasaranku kepada Erika dan Reno.
Kak Novan juga mulai curiga bahwa Erika ada sangkut pautnya dengan kakaknya Reno.
“Sudah ya Lia jangan terus berburuk sangka pada mereka. Nanti juga jika memang terbukti semuanya akan terbuka satu persatu” ucap kk Novan
“Iya kak, cuma sebetulnya kakaknya Reno itu kenapa? Dia kenapa terus mengganggu kakak?” Tanyaku
“Entahlah, kakak minta kamu jangan terpengaruh oleh siapa-siapa ya. Kakak disini berniat serius sama Lia” ucap kak Novan meyakinkanku
Mendengar perkataan itu. Aku menjadi sedikit tersipu malu
“Hm.. iya kak hehe”
“Ih Lia kenapa? Kok jadi berubah gitu” kak Novan mulai mengeluarkan jurus bercandanya.
“Enggak” sepertinya pipiku mulai memerah
“Lia, pipi kamu pake blush on yaaa?” Kak Novan mulai menggodaku dengan candaanya dalam bahasa sunda sering disebut “ngeleg”
Istilah dalam bahasa sundanya “NGELEG”.
Ngeleg adalah bercanda dengan niat untuk menyenangkan perasaan seseorang.
__ADS_1
“Ih enggak kak Novan” dengan sigap aku menutup pipiku dengan kedua tangan.
“Ituu meraahh lohh” kak Novan menunjuk pipiku sambil tertawa
Aku membalikan badan.
“Enggakk”
Kak Novan terus tertawa dan akhirnya kita tertawa bersama.
“Yaudah kakak pulang dulu ya sudah sore” ucap kak Novan berpamitan
“Iya kak, hati hati ya” ucapku melambaikan tangan
“Iya, assalamu’alaikum cantik” ucapnya
“Wa’alaikumsalam ganteng” dengan berani aku menyebutnya ganteng hehe
Kak Novan tersenyum kepadaku dan pergi meninggalkan rumahku.
***
Malam harinya aku membuka sosial mediaku.
Kulihat daftar pertemanan, ada beberapa diantaranya perempuan karena dilihat dari nama namanya. Aku mengkonfirmasi semua daftar pertemanan perempuan saja.
Dan isinya ternyata :
“Jauhi Novan!”
Sepertinya ini kakaknya Reno, dia menyamarkan namanya.
Aku harus membalas pesannya.
“Kenapa kak?”
*TRINGG*
“Karena dia sudah memberikan harapan palsu kepadaku”
Sepertinya aku harus bertemu dengan kakaknya Reno tanpa sepengetahuan kak Novan. Supaya semuanya clear.
Entah apa yang ada dipikiranku saat itu, aku sangat ingin bertemu dengannya. Membicarakan yang selama ini dia pendam karena terus mengganggu setiap pasangan dari kak Novan.
***
__ADS_1
Ke esokan harinya.
Aku menolak untuk dijemput kak Novan dan memilih untuk membawa kendaraan sendiri.
Aku memasuki ruang piket dan disana kulihat ada Ayu sendirian.
“Ayu” sapaku
“Hai Lia” sapanya
Kami berdua duduk bersampingan melihat kearah pintu yang terbuka dimana pandangan kami langsung tertuju pada tempat parkir.
Aku melihat Wanda datang diantar oleh mobil kemarin.
Aku dan Ayu melihat dengan seksama orang yang mengantar Wanda. Kulihat Ayu sangat penasaran dengan orang yang berada dalam mobil tersebut. Namun hasilnya tetap nihil, kaca mobilnya sangat gelap.
Wanda melambaikan tangan kepada orang yang didalam mobil dan segera menghampiri kami.
“Hay” Wanda menyapa kami berdua
“Hay Wanda” sapaku
“Ciee diantar jemput terus sama pasangannya” Ayu mulai memancing
“Hehehe enggak kok, kebetulan searah” Wanda mukanya memerah
“Kenalin dong” Ayu meminta Wanda mengenalkan pasangannya
“Ah.. nanti ya.. setelah kami akan bertunangan” ucap Wanda
Wanda duduk disamping Ayu, sambil meletakan tas dan handphonennya tidak sengaja handphone Wanda menyala, menunjukan sebuah wallpaper, disitu terdapat wajah lelaki yang ditutupi kedua tangannya. Tangannya memakai sebuah gelang hitam sama dengan yang Ayu kenakan.
Ayu sangat mencurigai hal tersebut dan memberanikan diri bertanya siapa nama pacar Wanda.
“Wanda, kalo balo tau, siapa nama pacarmu?” Tanya Ayu sangat spontan
Aku menyimak pembicaraan mereka berdua
“Kenapa Yu?” Wanda malah balik bertanya
“Ah.. tidak Wanda kami hanya ingin tau” ucap Ayu
Aku hanya mengangguk
“Ohh namanya itu adalah s……”
__ADS_1
Bersambung…
jangan lupa like dan komen jika teman-teman menyukai cerita ini jadikan novel ini sebagai novel favorit. 🥰