Young Teacher

Young Teacher
Siapa Perempuan Itu?


__ADS_3

“Jaraknya kami lumayan jauh dengan Erika bu” jawab Ayu dengan santai


“Jauh gimana yu, jelas jelas tadi Erika didekat Lia” Wanda malah membawa namaku


“Kamu lagi yaaaaa!!!!” Kali ini ibu Sumi berbalik kearahku dengan wajah melotot.


“Maaf bu, saya tidak mengetahui kalau Erika akan jatuh pingsan” okey, ibu Sumi pasti sepenuhnya akan menyalahkanku.


“Siniiii kamu!!” Ibu Sumi menarik tanganku


“Aduhh,, ibu sakitt” benar benar tanganku sangat kesakitan


Tok..tok…tok


Sepertinya ada yang mengetuk pintu UKS lagi dari luar.


Ternyata yang datang adalah ibuku dan ibu Lisma, masih ingatkan dengan ibu Lisma? Dia adalah walikelasku dulu, sekaligus ibunya Kak Novan.


“Eh kenapa ibu tarik tarik tangan anak saya!” ibuku melepaskan genggaman tangan ibu Sumi dariku


Kulihat wajah ibu Lisma seperti terkejut.


“Ini ibu kamu?, bu anaknya diajarin yang bener ya, masa anak saya mau pingsan dibiarkan begitu saja” bu Sumi membela anaknya


“Oh begitu? Mungkin anak ibu yang memaksakan, kalo memang keadaannya sedang sakit, kenapa kesekolah? Kan bisa istirahat dirumah” ibuku sepertinya sudah emosi melihat anaknya ditarik tarik


“Loh memangnya kenapa? Ada larangan kalo anak saya tidak boleh kesekolah?” Ngotot sekali Ibu Sumi ini


“Ibu! Sudah, jika mau berbuat keributan silahkan pergi darisini” ibu Lisma membuka suara


“Ibu mengusir saya?!”


“Tidak, ibu disini sekolah, tempat mencari ilmu, bukan tempat mencari masalah, silahkan ibu pintu terbuka lebar, bawa anaknya kerumah, silahkan untuk istirahat” ibu Lisma menunjuk pintu yang memang terbuka lebar


Tanpa berkata-kata lagi ibu Sumi pergi dengan Erika, sepertinya dia sedang tidak ingin untuk beradu mulut, karena disini posisinya ibuku dan ibunya kak Novan adalah warga dari sekolah ini, mungkin akan kalah jiga terus mengoceh.


“Mamah.. kenapa disini?” Kak Novan bertanya kepada mamanya


“Mama melihat kalian tadi masuk ke UKS, jadi mama mengajak ibu Yuli kesini” yaaps.. ibu Yuli adalah ibuku.


“Kenapa Lia? Tangannya sampai ditarik begitu?” Tanya ibuku sangat khawatir


“Ibu Sumi memang begitu bu, dia selalu menuduhku yang tidak-tidak” jawabku


“Menuduh bagaimana?” Tanya ibu Lisma penasaran


“Erika menyukai kak Novan bu, jadi ibunya Erika tidak suka aku dekat dengan kak Novan”


“Ibu juga tidak mau punya calon besan seperti itu… yasudah, kalo Lia tidak apa-apa ibu dan ibu Yuli pergi dulu ya, nanti kalo ada apa-apa bilang saja kepada kami, Novan, jaga Lia baik-baik”


Mama nya kak Novan menyuruh menjagaku? Berarti dia sudah tau kalau aku sudah berpacaran dengan anaknya?


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan ibu Lisma


“Hati hati ya nak.. ibu pergi dulu” ibuku masih mengkhawatirkanku


Aku mengangguk

__ADS_1


“Tenang bu, nanti saya jaga” ucap kak Novan sambil tersenyum


Ibuku dan ibunya kak Novan pergi meninggalkn UKS


Tersisalah aku, kak Novan, wanda, Ayu


Wanda sepertinya tidak menyukaiku, kenapa dia melihat kearahku seperti sedang marah..?


“Enak banget yaa.. punya orang dalam, dibelain” celetuknya


“Kenapa dek? Apa masalahnya sama kamu?” Kak Novan akhirnya membuka suara


“Enggak Pak.. saya bicara sama Lia”


“Kamu jangan ikut campur ya, sebaiknya buka mata selebar mungkin dan lihat siapa yang salah dan siapa yang benar” kak Novan membelaku


“Lia kamu tidak apa?” Ayu menghampiriku


“Tidak Yu, sedikit sakit saja tadi ditarik disebelah sini” aku menunjukan tanganku yang sakit


“Ya Ampun Lia yang sabar ya, sebentar lagi akan berakhir Masa PLP, jadi kamu akan kembali tenang” Ayu memang selalu berbuat baik kepadaku


Aku hanya tersenyum, karena merasa lega ada satu temanku yang tidak terpengaruh oleh Erika dan ibunya.


Kami semua memutuskan untuk keluar dari ruangan UKS dan kembali mengajar dikelas masing-masing.


Aku mengajar masih dengan kondisi tangan yang sakit. Bisa bisanya aku tidak melawan. Padahal aku cukup berani jika memang kondisinya mendesak. Sudahlah bagaimanapun juga, aku masih menghargai kalo ibu Sumi itu orang tua.


Bel pulang berbunyi..


“Oh iya Lia, mama mengajakmu untuk makan sore ini, bisa tidak?” Tanya kak Novan


“Umm? Serius? Boleh kak” jawabku


Aduh rasanya senang sekali, bisa diajak makan oleh mama nya kak Novan.


“Iya Lia, nanti kakak jemput ya kerumah”


“Okey”


Kami bergegas pergi ke parkiran, aku diantar kak Novan pulang. Kulihat Reno sedang berbincang dengan Wanda dan Ayu. Entah apa yang dibicarakannya.


Setelah sampai rumah, kak Novan berpamitan pulang dan menjanjikan akan menjemputku nanti sore


Aku harus bersiap siap memilih pakaian yang akan digunakan.


Aku tidak punya pakaian yang cocok nih. Harus menggunakan pakaian warna apa ya, biru muda sepertinya cocok, dipadukan dengan hijab berwarna navy.


Setelah adzan ashar berkumandang, aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu lalu melaksanakan solat dan bersiap siap untuk pergi dengan kak Novan.


Aku berdiri didepan kaca.


Kini yang ku gunakan adalah long dress berwarna biru muda dengan hijab berwarna navy, dilengkapi dengan accessories jam tangan berwarna putih, tas putih dan flatshoes putih. Tidak lupa menyemprotkan parfum favorit ku.


Sudah siap dengan semuanya, aku menunggu kak Novan di ruang tamu, ibuku memujiku sangat cantik, sepertinya ibu menyetujui jika aku menjalin hubungan dengan kak Novan. Syukurlah jika memang benar begitu.


Tak lama kak Novan datang..

__ADS_1


aku berpamitan pada ibu dan ayahku. Kami bergegas pergi menjemput ibunya kak Novan, karena mereka sudah tidak serumah lagi, kak Novan memiliki rumah sendiri.


Setelah sampai dirumah ibunya, aku dipersilahkan untuk masuk terlebih dahulu karena sepertinya ibu Lisma masih bersiap-siap.


Mengapa perasaanku menjadi canggung, padahal dulu dia adalah walikelasku, aku juga termasuk orang kepercayaan ibu Lisma, karena semasa SMA dulu ibu Lisma selalu mempercayakan masalah apapun kepadaku. Apa ini gara-gara aku sekarang menjadi pacar anaknya?…


“Tunggu sebentar ya neng.. ibu masih siap-siap”


Aku hanya mengangguk dan tersenyum


“Eneng” atau biasa disingkat “neng”, dalam budaya Sunda, biasanya merujuk pada perempuan yang masih remaja. Dulu, lazimnya digunakan sebagai panggilan untuk anak gadis yang keluarganya dihormati dikampung.


Sambil masih bersiap-siap, ibunya mengajakku berbicara.


“Neng sudah lama kenal sama Novan?” Tanya ibunya


“Kalau sekedar tahu namanya sudah dari SMA bu, karena dulu ibu sering menyebut namanya hehehe” memang benar, dari dulu ketika masih SMA bu Lisma ini selalu menyebut nama anak-anaknya termasuk kak Novan.


“Oh iya betul juga, ibu tidak menyangka pada akhirnya Novan memilih neng Lia untuk jadi calon istrinya, masih kuliah semester berapa sekarang?”


CALON ISTRINYA?!!


“Uumm semester 7 bu” jawabku masih penasaran dengan kata Calon Istri


“Wah, sebentar lagi akan menyusun skripsi ya, mudah-mudahan dilancarkan dan diberi kemudahan ya.. Aamiin”


“Aamiin”


Ternyata Ibu Lisma sangat welcome kepadaku, berarti ini sudah menjadi awal yang baik untukku. Senangnya bisa kembali akrab dengan Ibu Lisma.


“Lia, mau minum?” Tawar kak Novan


“Enggak kak, makasih”


“Yu, ibu sudah siap, kita berangkat sekarang” ibu Lisma sudah selesai dari bersiapnya


Aku mengangguk..


Kala itu sore hari, cuaca yang cerah sangat mendukung untuk kami bepergian.


Ibu Lisma memilih duduk dibelakang, dia menyuruhku duduk didepan dengan kak Novan, rasanya tidak enak harusnya aku yang duduk dibelakang. Tapi ini ibu Lisma yang menginginkannya, jadi aku menurutinya.


Dijalan kami berbincang-bincang tentang masa lalu saat SMA, kak Novan terlihat sangat senang dengan kondisi saat ini, begitu juga aku.


Setelah sampai di tempat makan, aku turun dari mobil dan mengikuti langkah bu Lisma masuk kedalam, sedangkan kak Novan berada di belakangku.


Kami duduk dan memesan makanan, lalu kami berswafoto.


Tak lama, aku sangat terkejut, karena kulihat dari jauh kami kedatangan seseorang. Yaitu kakak pertamanya kak Novan beserta suami dan anaknya. Kakak pertama kak Novan juga dulu sempat mengajar dikelasku, jadi kami sudah saling mengenal. Namanya adalah ibu Nela. Dia masih muda baru memiliki 1 anak perempuan yang sangat cantik dan lucu, umurnya baru 7tahun.


Namun…. Tunggu.. siapa perempuan yang mengikuti bu Nela daribelakang. Seperti tidak asing bagiku, kenapa harus bersembunyi dibalik ibu Nela?


Bersambung….


jangan lupa like dan komen serta jika teman-teman menyukai cerita ini jadikan novel ini sebagai novel favorit. 🥰


Author akan usahakan update 1 bab setiap hari pukul 13.00 WIB karena author masih dengan kesibukan mengerjakan skripsi, mohon dimaklum ya 👍🏻💗

__ADS_1


__ADS_2