Young Teacher

Young Teacher
Dipinggir Jalan


__ADS_3

Aku mengalihkan pandanganku kepadanya. Begitu juga Ayu.


“Ada sesuatu yang harus aku sampaikan”


Aku menunggu pembicaraan Erika selanjutnya.


“Aku dan Reno” belum juga selesai lagi2 dipotong pembicaraan Erika oleh Wanda


“Kenapa bawa-bawa Reno?” Tanya wanda


“Jangan jangan kamu suka sama Reno?” Lanjutnya


Erika hanya menghela nafas.


“Tidak Wanda”


“Jangan coba coba dekati Reno ya gara gara kamu tidak berhasil dengan pak Novan”


Wanda duduk diantara Ayu dan Erika. Entah apa yang dipikirkan Wanda bisa bisanya dia menuduh Erika menyukai Reno. Padahal sangat tidak mungkin jika Erika menyukai Reno.


Tak lama kemudian Reno datang menghampiri kami. Wanda menyapa Reno dengan ramah. Tapi Reno hanya membalasnya dengan tersenyum. Sebenarnya aku heran sendiri, kenapa disini terjadi cinta segitiga dan cinta bertempuk sebelah tangan. Kukira semua manusia berhak bahagia dengan pilihan cintanya masing-masing.


Jika memang Wanda sangat menyukai Reno. Apa sebaiknya aku membantu Wanda ya? Tetapi aku masih penasaran dengan Erika. Sebenarnya apa yang akan dia katakan.


Aku akan bercerita sedikit bagaimana sosok Wanda ini. aku telah mengenalnya sejak aku duduk dibangku SMP. Dia sangat baik, namun orangnya sedikit bermuka dua hehehe. Sepertinya dia sudah menyukai Reno sejak lama. Saat masih duduk dibangku SMA Wanda rela mengikuti semua ekstrakurikuler yang di ikuti Reno. Itu semua agar Reno bisa dekat dengannya.


Namun sayangnya Reno dulu sempat menyukaiku dan Wanda juga terlihat menjauh dariku. Wanda kembali berteman dengaku setelah mengetahui kalau ternyata aku tidak jadian dengan Reno. Sampai pada akhirnya lulus SMA Wanda tetap gagal mendapatkan Reno. Kukira setelah kuliah Wanda akan melupakan Reno. Namun ternyata tidak, dia masih tetap saja menyukainya.


Aku harus membantu Wanda tanpa sepengetahuannya. Sebenarnya aku tidak ada waktu untuk mengurusi mereka. Tapi baiklah hanya sampai masa PLP selesai.


Bel pulang telah berbunyi..


Aku menunggu kak Novan diparkiran. Karena dia menyebutkan akan pulang bareng denganku. Kulihat Reno sedang bersiap-siap untuk pulang, dia sedang memakai jaket. Disebrang sana ada Wanda sedang berjalan. Sepertinya dia tidak membawa kendaraan. Aku harus memanggilnya.


“Wandaaaa”


Wanda menoleh ke arahku.


Aku memberikan isyarat dengan melambai tangan dan dia menghampiriku


“Kamu pulang sendiri? Tidak bawa kendaraan?” Tanyaku


“Iya Lia” jawabnya


“Kulihat Reno juga sendiri, rumah kalian searahkan?”


“Iya, dia gak akan mau bareng aku Lia”


“Sini”


Aku menarik tangan Wanda dan menghampiri Reno


“Reno” sapaku


“Eh Lia, kenapa? Mau bareng?” Tawarnya


“Iya nih, Wanda mau bareng” aku melirik kearah Wanda


“Engga ah” Reno menolaknya

__ADS_1


“Reno, kasihan kan Wanda sendirian dijalan, kalo ternyata dijalan kenapa napa gimana?” Aku mulai membujuknya


“Biarin”


“Eh sesama teman jangan begitu, ajak dia kamu kan cowok, lagian jika kamu berbuat baik maka Allah akan membalasnya, kamu akan dipermudah segala urusannya, kamu juga akan….”


“Iya iyaaaa… naik cepetan” belum juga aku selesai bicara Reno sudah menyuruh wanda naik hihihi


“Makasih Reno” wanda langsung naik ke motor Reno


“Lia, pulang sama siapa?” Tanya Reno


“Umm.. sama pak Novan, hati hati ya Reno dan Wanda” aku tersenyum dan melambaikan tangan


Reno hanya mengangguk dan pergi


Aku mengacungkan jempol kepada Wanda. Dia pun membalas dengan acungan jempol juga.


Akhirnya mereka bisa pulang bareng, tumben sekali Reno tidak menolaknya.


Aku kembali ke tempat kak Novan menyimpan motornya. Ternyata dia sudah datang.


“Habis darimana sayang?” Tanyanya


“Itu, kak.. emm aku menyuruh Reno untuk pulang bareng Wanda” jawabku


“Kok kamu yang nyuruh?” Tanyanya lagi


“Iya kak hehehe” jawabku tidak panjang lebar


“Yaudah yuk naik” kak Novan menyuruhku


Disisi lain, yuk kita intip bagaimana Reno dan Wanda.


“Wanda, kamu minta tolong sama Lia kan? Biar bisa bareng sama aku?” Reno bertanya pada wanda


“E…eh.. engga Reno”


“Kalo begitu, kamu turun disini, lagian sudah dekat itu rumah kamu jalan kaki aja” Reno memberhentikan motornya dan menepi dipinggir jalan


“Tapi..Reno”


“Cepetan turun” Reno memaksa Wanda


Akhirnya Wanda terpaksa harus turun dari motor Reno.


“Sudah ya, aku pergi duluan” Reno tega meninggalkan Wanda dipinggir jalan


Dengan terpaksa Wanda menyusuri jalan melangkahkan kakinya dengan sangat sedih, Wanda menyesal karena telah mengikuti arahan dari Lia. Kalau saja dia tidak mengikuti apa kata Lia, mungkin hatinya tidak akan sesedih ini.


Reno berhenti 15 meter dari Wanda, dia melihat kearah spion motornya, dia melihat Wanda berjalan sendirian menunduk rasanya ingin meninggalkan temannya itu, namun rasa tidak tega kini lebih menguasai perasaannya. Reno memutar balikkan motornya dan kembali menghampiri Wanda.


“Cepat naik lagi” perintah Reno


“Tidak Reno, kamu pergi duluan saja” Wanda menolak sepertinya sudah sakit hati


“Ayo cepetan naik, aku antar sampai rumah” Reno memaksa Wanda


Wanda melihat kearah Reno.

__ADS_1


Reno dengan wajah tulus masih menunggu Wanda untuk naik ke motornya.


Reno menarik tas Wanda hingga akhirnya dengan terpaksa Wanda naik kembali motor Reno.


Sesampainya dirumah Wanda. Tanpa basa basi apapun Wanda hanya mengucapkan terimakasih kepada Reno dan pergi masuk kedalam rumahnya.


Dengan reaksi seperti itu, Reno merasa sangat bersalah. Sejahat-jahatnya Reno dia masih memiliki hati nurani. Dia terus menatap kearah Wanda sampai Wanda memasuki rumahnya.


“Apa aku terlalu jahat sama dia” gumam Reno dalam hati.


“Ah sudahlah”


Reno pergi melanjutkan perjalanan pulangnya.


Kembali lagi pada Lia dan Kak Novan


“Kak, makasih ya” Lia sudah sampai dirumahnya


“Iya sama sama, oh iya, kamu kapan selesai masa PLP nya?”


“Sekitar 1 minggu lagi kak”


“Wah cepat sekali, bagaimana kita bisa bertemu?”


Aku menggelengkan kepalaku.


“Yasudah kakak saja yang main kerumahmu ya” pinta kak Novan


“Boleh kak”


“Siap, nanti tentuin aja jadwalnya”


Aku mengangguk


“Kakak pulang dulu ya, selamat istirahat Lia”


“Iya kak, hati hati dijalan” aku melambaikan tangan kepada kak Novan.


Kak Novan pergi dengan memberikan senyuman terbaiknya. Waaahhh betapa tampannya dia dengan lesung pipi diwajahnya.


Aku pergi menuju kamarku dan mulai membersihkan diri. Setelah selesai aku bersantai dikasurku dengan memainkan handphone.


*TRIIINGGG*


1 pesan dari Wanda


“Lia.. makasih banget gara gara kamu aku diturunin dipinggir jalan sama Reno”


Sontak aku membacanya sangat terkejut. Apa benar? Kenapa Reno tega berbuat seperti itu pada Wanda.


Aku penasaran dengan cerita dari Wanda selanjutnya. Sepertinya aku harus menelpon Wanda, aku merasa bersalah sekali setelah menyuruh Reno mengantarkan Wanda Pulang


Aku menelponnya.


Tuuut… tuuutt… tuuutt…


Teleponnya tidak diangkat.


Bersambung…

__ADS_1


jangan lupa like dan komen jika teman-teman menyukai cerita ini jadikan novel ini sebagai novel favorit. 🥰


__ADS_2