
Mimpi apa aku semalam, badanku diam sekarang tapi hatiku sedang berjingkrak-jingkrak. Senangnya walaupun hanya satu pertanyaan saja. Kupikir dia akan lupa dengan kejadian kemarin tapi ternyata dia mengingatnya.
“Bruuukkkkk” Erika menggebrak meja dan aku terbangun dari lamunanku.
“Kenapa melamun?” tanya Erika.
Kulihat dia menyimpan buku besar di meja yang membangunkan lamunanku.
“Tidak” jawabku singkat.
“Kamu suka sama bapak tadi?” tanyanya lagi.
“Suka? Engga, kenapa?”.
“Jangan suka deh, soalnya dia pasti sukanya sama aku, jangan ya Lia, dia udah jadi incaranku” ucap Erika yang langsung memainkan handphonenya.
Aku hanya terdiam dan memainkan handphone.
Kesel sekali kenapa Erika bilang begitu. Tapi, yasudahlah biarkan dia berbuat semaunya.
Sebelum lanjut, aku mau mendeskripsikan bagaimana teman-temanku itu.
Yang pertama ada Ayu :
Ayu sangat manis, memiliki sedikit lesung pipi, dengan hidungnya yang minimalis menambah poin plus menurutku. Dengan tinggi 170 cm badannya sangat tinggi, berat badannya menurutku ideal dengan tingginya. Suka dengan warna baju yang gelap. Suaranya lembut. Orangnya pemberani.
Yang kedua ada Wanda :
Wanda memiliki tinggi sekitar 155 cm, wajahnya bulat namun tetap cantik. Berat badannya sedikit berisi tapi menurutku pas dengan tinggi badannya. Orangnya suka ngode gitu, sudah memiliki tanda tanda menyukai Reno.
Yang ketiga ada Erika :
Erika ini menurutku sangat cantik, hidungnya tinggi, bibirnya juga bagus, tinggi sekitar 156 cm, ideal sekali dengan berat badannya. Pokoknya dia bikin iri semua cewek dengan kecantikannya. Orangnya pemberani, blak-blakan juga. Namun suka menyimpan banyak rahasia.
Yang ke empat ada Reno :
Reno memiliki tinggi sekitar 158 cm, sebenarnya dia juga ganteng wajar saja Wanda menyukainya. Reno sangat menyayangi keluarganya termasuk Kakaknya.
Selanjutnya aku akan mendeskripsikan Kak Novan:
Kak Novan sangat tampan, dia memiliki lesung pipi diwajahnya, ciri khas bibirnya sangat bagus. Matanya juga sayup menambah poin plus. Halisnya sangat tebal. Memiliki rambut yang mengembang, selalu pakai pakaian rapih, selalu pakai masker. Memiliki karang di tangannya. Selalu wangi.
Tingginya sekitar 165cm.
Terakhir ada aku yaitu Aulia :
Menurut orang-orang aku manis, hidungku mancung, bibirku tebal, mataku juga bulat. Alisku sudah tercetak rapih sejak lahir jadi tidak perlu pakai pensil alis. Tinggiku sekitar 150 cm saja hehe. Aku pemalu, menyukai lelaki yang rapih dan wangi.
Selanjutnya bel pulang sudah berbunyi. Aku bergegas pergi ke parkiran sendirian, disana sudah ada teman-temanku.
“Liaa, aku ikut pulang sama kamu ya” ucap Ayu.
“Iya boleh”.
“Lia kamu cape ya habis ngajar, nih aku belikan air minum buat Lia” ucap Reno sambil memberikan air mineral.
“Ah iya makasih Ren” aku menjawab seadanya mataku masih mencari Kak Novan, sambil kuterima air dari Reno, mataku akhirnya menemukan Kak Novan yang juga sedang melihat kearahku. Namun kulihat dia sangat dingin matanya beralih kepada Reno lalu langsung pergi meninggalkan parkiran.
Kenapa ya? Seperti sedang badmood.
Aku bergegas pulang dengan Ayu.
Sesampainya dirumah.
__ADS_1
Aku langsung pergi kekamar. Kulihat kembali instagramku. Aku mengecheck akun Kak Novan, ternyata ada story, Kak Novan merepost postingan religius dari akun islam. Kututup kembali akun instagramku karena tidak ada lagi yang menarik setelah melihat-lihat akun Kak Novan.
Malamnya aku kembali mengecek instagramku. Kulihat kak Novan update foto ibunya dengan fitur “balasan anda” kulihat Ibunya dengan seksama ternyata benar Ibu Lisma wali kelasku dulu. Aku iseng mengklik “balasan anda” ku upload kembali foto Ibuku denganku. Tidak ada niat apa-apa cuma hanya ingin membagikan foto Ibuku.
Tak lama setelah aku update pukul 20.15
*TRIINGGG*
Notifikasi instagramku berbunyi.
Aku segera mengecek handphoneku.
“Novan menanggapi postingan anda”.
Seriiiuuuuusssss, jantungku berdebar sangat kencang. Aku tidak berani membuka handphoneku, takutnya tidak sengaja dia menekan dipostinganku.
Sekitar 5 menit, aku tak sabar ingin membukanya.
Kulihat ternyata benar-benar menanggapi postinganku dengan emot mata love seperti ini 😍.
Wahh jantungku semakin berdebar, aku bingung harus membalas seperti apa.
Aku pikir aku juga membalas dengan emoticon saja. Kubalas dengan emot 😁🙏🏻.
Lalu dia membalas lagi 🙏🏻.
Aku benar-benar bingung harus membalas apalagi, aku memutuskan untuk tidak membuka pesannya dan tidur karena sudah sangat mengantuk.
Ke esokan harinya...
Aku mendapatkan ide untuk membalas pesan dari kak Novan.
Via dm instagram.
Kak Novan : iya, Aulia juga anaknya Ibu Nima?.
Aku : iya kak betul.
Kak Novan : aku baru tau setelah melihat story whatsapp ibu mu.
Aku : kukira kakak sudah tau semenjak add facebook aku.
Kak Novan : tidak, awalnya aku tidak mengetahuinya.
Aku : ohh begitu ya kak.
Kami chattingan cukup lama di instagram hingga akhirnya aku harus menutup percakapan karena sudah waktunya untuk pergi kesekolah.
@Disekolah.
Aku melihat ada Erika di parkiran sedang duduk, seperti sedang menunggu seseorang.
Langsung aku bergegas menghampirinya.
“Erika sedang menunggu siapa?” tanyaku.
“Eh lia, engga, aku cuma lagi nunggu bapak yang kemarin” jawabnya sambil melirik kanan kiri.
Dalam hati aku menggerutu, ngapain ditunggu segala sih ini anak.
“Oh yaudah aku tungguin kamu disini ya” ucapku.
“Eh engga Lia duluan aja ya” ucap Erika.
__ADS_1
“Kenapa emangnya lagian kelas juga belum mulai” ucapku.
“Liaaa, aku mau sendiri aja, cepetan pergi” ucap Erika ketus.
Aku hanya terdiam dan meninggalkannya, sebel banget sih, ngapain dia mau caper? lagian kenapa sih kok aku jadi sewot ya.
Aku memutuskan untuk duduk bersebrangan dengan Erika. Sembari aku menunggu Ayu yang belum datang juga. Karena hari ini kita tidak barengan.
Setelah duduk sekitar 5 menit, aku melihat Kak Novan datang dengan sepeda motornya. Kulihat Erika disebrang sana sedang merapikan kerudungnya sambil menatap ke arah Kak Novan. Aku terus memperhatikannya. Tak lama kak Novan lewat didepan Erika.
Entah apa yang dibicarakannya, Erika membuntuti Kak Novan dari belakang seperti sedang mengobrol. Namun kak Novan hanya membalas dengan anggukan saja. Lalu melihat kearahku dan menghampiriku.
“Aulia, sedang menunggu siapa?” tanya kak Novan.
“Lagi nunggu temen Kak.. eh Pak.. “ jawabku terbata-bata.
“Temenmu yang cowok itu?” tanyanya lagi.
“Oh bukan Pak, temen saya cewek” jawabku lagi.
“Kamu tunggu disini temenin Aulia” ucap Kak Novan kepada Erika.
“Saya pergi dulu ya” tambahnya sambil melihat kearahku.
Aku hanya mengangguk.
“Ta.. tapi Pak” ucap Erika tidak selesai karena Kak Novan sudah pergi dari hadapan kami berdua.
“Lia, kenapa sih disini?” ucap Erika ketus.
“Nunggu Ayu” aku menjawab sangat singkat.
“Terus kenapa bapak yang tadi tau nama kamu?” tanyanya lagi.
Aku hanya diam tak menjawab.
“Lia” ucapnya.
“Hmmm” ucapku.
“Liaaaa jawaaab” bentak Erika.
Aku pergi meninggalkan Erika, rasanya sudah sangat kesal sekali. Buat apa aku jawab pertanyaannya, itu bukan urusan dia.
Aku pergi menuju kelas tempat aku mengajar. Tiba-tiba Reno memanggilku. Menanyakan hari ini aku dikelas mana. Sungguh sangat tidak penting. Lalu Kak Novan muncul tepat didepanku, berjalan dengan arah berlawanan. Kak Novan memperhatikan Reno.
Lalu kami berhenti saling berhadapan.
“Liaaaaaaaaa” teriak Erika dari belakang lari menghampiriku, di ikuti dengan Ayu dan Wanda.
Kami bertiga melihat ke arah Erika.
Tanpa disadari Erika terlalu kencang berlari hingga minuman yang ada ditangannya tumpah mengenai bajuku.
Baju yang aku pakai basah semua terkena tumpahan air minumnya.
Eskpresi kak Novan melotot sambil melihat ke Erika.
“Maaf Lia, aku tidak sengaja” ucap Erika sambil membersihkan bajuku.
Aku hanya terdiam. Tanpa pikir panjang kak Novan langsung menarik tanganku pergi dari mereka.
Aku sangat terkejut, apa yang akan dia lakukan padakuu...
__ADS_1
Bersambung…