Young Teacher

Young Teacher
Bertemu Dengan Perempuan Itu


__ADS_3

“Ah.. tidak Wanda kami hanya ingin tau” ucap Ayu.


Aku hanya mengangguk.


“Ohh namanya itu adalah Salman” ucap Wanda.


Ayu menghela nafas lega, karena namanya berbeda dengan calon suaminya. Awalnya Ayu sangat mencurigai bahwa kekasih Wanda adalah orang yang sama dengan calonnya itu.


“Kamu kenal dimana sama dia?” Ayu sepertinya masih penasaran dengan sosok Salman.


“Ada deh” Wanda merahasiakan sosok Salman.


Tidak lama kemudian Reno datang menghampiri Wanda. Sepertinya Reno membawakan sesuatu untuk Wanda.


Ternyata benar, Reno membawakan 1 kotak misting makanan. Kulihat Reno memberikannya kepada Wanda, namun Wanda menolaknya dengan alasan sudah sarapan dengan pacarnya, mendengar itu Reno sepertinya kesal kepada Wanda.


“Wanda, aku udah buatin buat kamu, kenapa ditolak? kan bisa dimakan nanti istirahat” Reno mengomel.


“Reno, makasih banyak tapi aku menghargai perasaan pasanganku” Wanda tetap menolak


“Memangnya kamu mau serius sama dia?” tanya reno.


Wanda hanya menaikan satu halisnya.


Mendengar itu Reno sangat kesal dan pergi meninggalkan kami.


Tak lama Erika datang, lalu duduk disampingku tanpa berbicara apapun. Aku melirik ke arahnya.


“Lia, besok datang ya ke acara syukuran di rumahku, ajak Pak Novan juga, kamu juga ya Ayu, Wanda juga datang ya” ucap Erika


“Wah syukuran apa?” tanya Ayu.


“Syukuran rumahku, Ibu menyuruhku untuk mengundang kalian” jelas Erika.


“Iya insyaallah aku datang” ucapku.


Ayu hanya mengangguk.


“Wanda juga datang ya sama pacar barunya” ucap Erika.

__ADS_1


“Ah… iya Erika aku pasti datang”


“Erika, Ayu juga punya calon suami loh, ajak juga jangan?” tanyaku karena kulihat Ayu seperti ingin mengajak calon suaminya.


“Oh iya? Boleh dong, ajak aja”


Ayu hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tumben nih Erika mau undang aku, sebetulnya aku masih heran dengan sikap Erika yang kadang-kadang bikin aku jengkel, tapi hari ini dia sangatlah baik dan ramah kepadaku.


Bel pertama berbunyi saatnya aku dan teman-tman pergi ke kelas untuk mengajar. Semoga hari ini bisa mengajar dengan maksimal tanpa memikirkan apapun.


***


Setelah bel istirahat berbunyi aku memutuskan untuk pergi ke kanti, di sana aku tidak sengaja bertemu dengan Kak Novan. Dia menanyakan kenapa hari ini tidak mau di jemput, aku tidak memberitahu alasannya. Karena itu akan membuat Kak Novan tidak menyetujuinya.


“Lia, kalau misalkan mau ada keperluan Kakak bisa antar tidak perlu sendirian” Kak Novan menawarkan.


“Engga Kak, aku sangat berterimakasih karena Kakak sudah mau mengantarku, next time aku bakal ajak Kakak ya” ucapku.


“Memangnya Lia mau kemana?” tanya Kak Novan.


“Cowok?” tanyanya.


“Hmm.. bukan Kak, dia perempuan kok” jawabku.


“Yasudah kamu hati-hati ya” Kak Novan berdiri dari duduknya dan pergi menghampiri stand makanan untuk membayar makanan aku dan Kak Novan setelah itu tanpa sepatah kata apapun dia pergi meninggalkanku.


“Kak Novan” aku berusaha memanggilnya.


Namun sepertinya Kak Novan marah kepadaku.


***


Pulang sekolah.


Tak kulihat Kak Novan di parkiran, sepertinya sudah pulang. Aku bergegas pergi ke tempat dimana aku sudah memiliki janji dengan seseorang.


Tempatnya tidak jauh dengan lokasi sekolah, jadi aku langsung pergi ke tempat itu. Setelah sampai di suatu cafe aku menemukan seseorang sedang duduk di meja nomor 07 aku langsung menghampirinya.

__ADS_1


“Maaf dengan Kak Lisna?” tanyaku.


“Iya betul” jawabnya.


Kami langsung bersalaman.


“Aulia ya pacarnya Novan?” tanyanya.


“Betul” jawabku.


Sejujurnya di sini aku sedikit merasa canggung. Namun kulihat di sini dia seperti enjoy dan siap akan bercerita.


Aku mempersilahkan Kak Lisna untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.


Dia menjelaskan kepadaku bagaimana dulu sempat dekat dengan Kak Novan. Dia juga menyebutkan bahwa Kak Novan sudah memberinya harapan palsu karena meninggalkannya secara tiba-tiba. Dia merasa sangat tersakiti dan ingin memperingatiku agar kejadiannya tidak sama dengan dirinya. Namun aku menyebutkan bahwa aku dan Kak Novan sudah resmi menjadi kekasih dan akan melanjutkan ke jenjang yang serius. Tetapi dia tetap kekeh menyuruhku untuk memutuskan Kak Novan, dengan alasan dia akan menyakitiku, seperti dulu saat dia disakiti oleh kak Novan. Karena kurasa obrolannya semakin tidak jelas aku meminta untuk pulang terlebih dahulu tapi tiba-tiba dia manahan tanganku sangat kencang dan mengancamku untuk segera putus dengan Kak Novan.


“Maaf Kak, tapi itu tidak mungkin aku lakukan” aku masih berusaha melepakskan genggaman tangannya.


“Ayolah saya mohon sama kamu, tinggalkan Novan” Kak Lisna masih berusaha menggenggam kuat tanganku.


“Lepaskan” tiba-tiba Kak Novan datang dari arah belakangku.


“Tidak!!” Kak Lisna berteriak sangat kencang.


“Kak Novan” ucapku sangat terkejut dengan kedatangannya.


“Apa masalahnya denganmu?” tanya kak Novan kepada Lisna.


“Saya hanya ingin perempuan lain tidak merasakan apa yang saya rasakan, ditinggalkan begitu saja olehmu” Kak Lisna masih tetap memegang tanganku.


“Lisna, itu sudah berlalu saya dulu meninggalkan kamu karena kamu masih berhubungan dengan mantanmu” jelas Kak Novan.


“Mantan saya meninggal karena saya” kali ini Kak Lisna sedikit menangis.


“Maksudnya Kak?” tanyaku penasaran.


Bersambung…


Jangan lupa like dan komen jika teman-teman menyukai cerita ini jadikan novel ini sebagai novel favorit.

__ADS_1


__ADS_2