
Namun…. Tunggu.. siapa perempuan yang mengikuti bu Nela daribelakang. Seperti tidak asing bagiku, kenapa harus bersembunyi dibalik ibu Nela?
“Kejuutaaaaannn” kakak kedua dari kak Novan ternyata pulang dari rantauannya.
Kak Novan dan ibu Nela sengaja merencanakan kejutan ini untuk ibunya. Kakak kedua kak Novan bernama kak Nira. Aku mengetahuinya sebatas dari sosial media. Pantesan aku merasa tidak asing ketika melihatnya.
Suasanapun menjadi haru, ibunya kak Novan sangat bahagia dicampur rasa sedih. Siapa yang tidak sedih jika tidak bertemu dengan anaknya sudah beberapa bulan. Kak Nira sosok wanita yang sangat berani, dia bekerja berbeda pulau. Dia juga mendapatkan jodoh satu pekerjaan dengannya dan kini tengah mengandung anak pertamanya.
Aku merasa tidak enak hadir diantara mereka dihari spesial ini, rasanya seperti aku masih bukan siapa-siapanya mereka. Tapi disisi lain aku merasa senang, karena keluarganya kak Novan sangat welcome kepadaku.
Setelah makanan disediakan, kami memutuskan untuk makan bersama, rasanya canggung sekali tapi kak Novan selalu membuatku percaya diri. Aku tidak menyangka pada akhirnya orang yang selalu ibu Lisma ceritakan pada jaman SMA, kini menjadi kekasihku.
Sebelum adzan magrib aku sudah bergegas berpamitan dan berterimakasih karena sudah diajak untuk makan makan. Aku diantar pulang oleh kak Novan, sedangkan ibu Lisma pulang bersama dengan kakak kak Novan.
Sesampainya dirumah aku menyuruh kak Novan masuk terlebih dahulu namun kak Novan menolak karena sebentar lagi adzan magrib, dia memutuskan untuk pulang kerumah.
Aku membersihkan tubuhku lalu melaksanakan solat magrib.
Aku masih membayangkan bagaimana perlakuan manis kak Novan didepan keluarganya. Hal kecil namun sangat berarti.
Dia menuangkan air untukku dihadapan ibunya, membukakan pintu mobil untukku, mengambilkan nasi dan lauk pauk nya untukku, sampai dengan membenarkan posisi flatshoesku untuk ku kenakan. Hal kecil namun bisa membuat seorang perempuan merasa dihargai. Karena sebetulnya perempuan itu merasa senang bukan hanya tentang diberi hadiah atau sebuah perhiasan, diperlakukan bak tuan putripun sudah membuatnya merasa senang.
Semakin kesini aku yakin, kalau memang kak Novan menyayangiku.
Waktunya aku untuk menutup mata karena malam sudah semakin larut, selamat malam. terimakasih untuk semuanya kak Novan.
Ke esokan harinya…
Seperti biasa kak Novan sudah berada didepan rumahku untuk menjeputku.
Aku berpamitan kepada ayah dan ibuku.
“Kak maaf ya menunggu lama..” aku merasa bersalah karena hari ini aku bangun telat.
“Iya tidak apa apa sayang” kak Novan menjawabnya dengan santai
Sayang? Hihihi malu rasanya mendengar itu.
“Kenapa? Kok diam saja, ayo berangkat”
Aku membalasnya dengan mengangguk saja, kata-kata ku sudah habis karena mendengar kata sayang dari bibirnya.
Singkat cerita kami sudah berada di parkiran sekolah, aku dan kak Novan pergi keruang piket.
Cuaca pagi hari ini sangat cerah dan juga segar. Memberikan efek positif kepadaku. Angin berhembus sangat lembut. Suasana yang tidak bisa didapatkan di perkotaan.
Kulihat belum ada siapa siapa di piket. Aku menunggu teman-temanku sedangkan kak Novan pergi menuju ruang guru.
Tak lama kemudian, Reno datang menghampiriku.
“Lia” sapanya
“Hai” aku membalas sapaan Reno
“Lia ada yang harus aku bicarakan kepadamu” sepertinya Reno sangat serius
__ADS_1
“Kenapa Ren?” Tanyaku penasaran
“Kamu beneran sudah menjadi pacarnya Pak Novan?”
“Iya Reno, kenapa memangnya?”
“Kamu sebaiknya hati hati dengan pak Novan Lia” Reno membuatku semakin penasaran
“Kenapa Reno? Kamu tau sesuatu?”
Reno hanya mengangguk dengan sedikit lirikan yang membuatku penasaran.
“Reno, ceritakan kepadaku” aku memohon kepadanya
“Iya, nanti aku ceritakan ya, pokoknya kamu harus berhati-hati, aku bilang begini bukan karena aku tidak suka dengan hubungan kalian, tapi ini memang sudah terjadi”
Hah? Terjadi? Kenapa? Kak Novan memangnya salah apa?
“Apa masalah wanita?” Tanyaku
Reno hanya mengangguk
Aku semakin penasaran jadinya.
“Reno, kamu tidak berbohong kan?” Tanyaku meyakinkan
“Iya, kalau Lia tidak percaya, tidak apa-apa”
Aku menjadi semakin bingung, aku ingin percaya kepada Reno, tapi disisi lain aku pernah dibohongi olehnya. Jadi aku memutuskan untuk diam saja.
Bel sudah berbunyi, teman-temanku juga sudah berdatangan kecuali Erika, mungkin dia masih sakit. Tapi sepertinya akan lebih tenang jika tidak ada Erika disini.
Setelah selesai mengajar aku masih terpikirkan perkataan Reno, sebenarnya aku memang belum lama mengenal kak Novan, tapi mengapa sekarang sudah berani menerimanya sebagai kekasih? Apa aku bisa mempercayainya?
Aku menghampiri Reno diruang piket.
“Reno, katanya mau cerita”
“Lia, nanti ya, aku masih ada kelas setelah ini, aku ke kelas dulu ya” Reno pergi meninggalkanku
“Kenapa Lia?” Tanya Ayu
“Umm? Tidak apa apa yu” aku hanya tersenyum kepadanya
“Kamu sudah selesai kelas hari ini?” Tanya Ayu lagi
Aku hanya menganggu, karena pikiranku masih tidak karuan.
“Lia, kamu udah lama pacaran sama Pak Novan?” Wanda menanyakan kak Novan
“Belum lama Wan. Kenapa?”
“Tidak…”
“Kamu sendiri? Gimana sama Reno?” Aku memancing Wanda
__ADS_1
“Reno sepertinya tidak menyukaiku”
“Kenapa? Kamu sudah berusaha?”
Wanda hanya mengangguk.
Sebetulnya aku ingin sekali membantu mendekatkan antara Wanda dan Reno tapi rasanya sudah malas ketika kemarin Wanda berada di pihak Erika.
Kak Novan menghampiriku.
“Lia, nanti pulang bareng sama kakak ya”
“Okay”
“Ayo mau jajan gak? Waktunya istirahat nih”
“Boleh kak”
Aku pergi meninggalkan Wanda dan Ayu
Kak Novan sangat semangat, kulihat dia menawarkan berbagai macam makanan, tapi rasanya aku tidak ingin semua makanan itu, aku masih penasaran dengan perkataan Reno.
“Lia mikirin apa sih?” Kak Novan mulai menyadarinya
“Aku mikirin kata-kata Reno, ehh..” aku tidak sadar mengucapkan itu, langsung kututup mulutku.
“Apa? Dia kenapa? Ganggu kamu lagi!?”
“Enggak kak, bukan apa-apa”
“Ayo temenin kakak pergi ketemu Reno”
Hah? Kenapa malah jadi begini, aku salah bicara. Kak Novan sepertinya marah. Atau cemburu?
“Enggak kak, bukan apa apa jangan ya, yuu kita makan saja” aku membujuk supaya kak Novan tidak pergi menghampiri Reno
“Lia. Kamu selingkuh?” Malah menuduhku selingkuh.
“Enggak kak, ya Ampun, aku gak selingkuh sama siapapun”
Kak Novan pergi. Sepertinya dia akan menghampiri Reno
“Kak tunggu, mau kemana”
Kak Novan menoleh kearahku lalu melanjutkan jalannya.
“Kakk… mau kemanaaaa”
BRUUKKK!!!
“Aduuuhhh”
“Liaaaaa”
Bersambung….
__ADS_1
jangan lupa like dan komen jika teman-teman menyukai cerita ini jadikan novel ini sebagai novel favorit. 🥰
Maaf ya author sedikit telat upload 🥲