
Cinta tumbuh tanpa mengenal waktu. Cinta juga tumbuh tanpa bisa memilih kepada siapa ia berlabuh. Takdir cinta tak ada yang tau. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa menerima garis takdir sang pencipta.
Seperti halnya Rama. Rama yang awalnya menolak perjodohannya dengan Sinta, seiring berjalannya waktu dia malah jatuh pada pesona Sinta. Menurutnya Sinta adalah wanita yang menarik. Disaat wanita lain tergila gila pada pesona Rama terutama hartanya, Sinta malah terang terangan menolak.
Rama semakin tertantang kala Sinta mengatakan akan membatalkan perjodohannya dan membawa laki laki yang dia cintai dihadapan rama dan kedua orang tuanya. Awalnya Rama juga khawatir jika apa yang dikatakan Sinta adalah kebenaran. Apalagi Sinta memiliki paras yang cantik. Pasti banyak pria yang menaruh hati padanya.
Namun ucapan Sinta seolah olah hanya omong kosong belaka karena sampai saat ini Sinta tak pernah sekalipun membawa pria kehadapannya ataupun orang tuanya. Rama semakin merasa menang dibuatnya.
Tapi kini Rama tengah diambang kecemasan. Apalagi kalau bukan karena dirinya melihat Sinta tengah bersama seorang pria yang Rama kenal sebagai Abi. Rama takut jika Sinta benar benar membawa Abi kehadapannya juga kedua orang tuanya.
Rama memutuskan untuk bicara pada Sinta nanti sepulang kuliah. Setelah seharian ini Rama melihat Sinta berangkat kekampus bersama Abi. Dan juga perlakuan manis yang diberikan Abi pada Sinta saat dikantin tadi membuat Rama tak tenang.
Kini Rama sudah bersiap mengajak Sinta pulang bersama. Dengan cepat dia membereskan buku bukunya. Bahkan dia segera beranjak dari tempat duduknya tanpa menghiraukan panggilan kedua temannya.
Rama berhenti di ujung koridor kelasnya menunggu kedatangan Sinta. Dan tak butuh waktu lama Sinta berjalan kearahnya bersama Zola.
"Sinta"panggilnya.
"Pulang bareng gue"ajaknya dan langsung menarik tangan Sinta tanpa menghiraukan penolakan dari Sinta.
"Lepas"sentak Sinta hingga tangannya terlepas.
"Gue nggak mau pulang sama lo"ucap Sinta ketus.
__ADS_1
"Lo tanggung jawab gue sejak papa lo nyuruh gue buat antar jemput lo"uca Rama.
"Gue bukan anak kecil yang harus lo antar jemput"ucap Sinta tak mau kalah.
"Dan satu lagi_"ucap Sinta terjeda.
"Gue bakal batalin perjodohan ini"lanjutnya tegas.
"Dari dulu lo selalu bilang gitu, tapi nyatanya sampai sekarang nggak pernah sekalipun lo bawa cowok kehadapan gue ataupun orang tua lo"ejek Rama.
"Itu dulu, sebelum gue ketemu sama apa yang gue harapkan"ucap Sinta menerawang jauh.
Rama menatap Sinta yang tengah menatap kearah lain dengan tatapan yang sulit diartikan. Tatapan yang begitu bahagia dan penuh damba. Seketika Rama teringat dengan pria yang seharian ini selalu muncul dihadapan Sinta.
"Abi"gumam Sinta seraya menatap Rama.
Namaku Abi, tapi kamu bisa panggil aku Rendra, karena kamu orang spesial buat aku.
Seketika kata kata itu terlintas dibenak Sinta. Jadi Rama kenal sama Rendra sebagai Abi, gumam Sinta dalam hati seraya menatap Rama lekat.
.
.
__ADS_1
.
Rendra keluar dari ruang dosen setelah 1 jam lebih dirinya disana. Rendra juga tengah sibuk dengan skripsinya, jadi saat waktu luang dia biasa menghabiskan waktu untuk berdiskusi atau sekedar bertanya pada dosen untuk skripsinya.
Rendra menyusuri lorong lorong kelas yang terlihat sepi. Jelas sepi karena banyak kelas yang masih menerima mata kuliah. Rendra terus berjalan hingga dirinya sampai diparkiran. Dia masuk kedalam mobilnya dan berniat menyalakan mesin mobil miliknya.
Namun niat itu urung kala dia ingat tadi pagi dirinya tak berangkat seorang dirinya. Melainkan bersama Sinta. Rendra kembali keluar dari mobil dan memilih duduk dibangku parkiran yang dekat dengan mobilnya. Dia berniat menunggu Sinta dan mengajaknya pulang bersama.
Sembari menunggu untuk mengisir kejenuhan, Rendra memilih memainkan game diponselnya. Bisa saja waktu luang itu Rendra gunakan untuk mengerjakan skripsi. Namun mengingat dirinya baru beberapa saat keluar dari ruang dosen membuatnya urung mengerjakannya. Rendra juga butuh istirahat.
Cukup lama Rendra main game di ponselnya. Hingga dirinya bosan dan memilih menyimpan kembali ponsel pintarnya. Dia melirik jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul 11 siang. Itu tandanya sudah 30 menit Rendra menunggu. Namun Sinta tak kunjung datang.
"Apa dia udah balik"gumam Rendra. Tak ingin menduga duga, Rendra berdiri dari duduknya berniat melihat kelas Sinta untuk memastikan wanita yang dia tunggu. Namun belum sempat dirinya beranjak, Rendra sudah dapat melihat wanita yang sedari dia tunggu.
Rendra berniat menghampirinya. Namun niat itu dia urungkan kala melihat Sinta yang ternyata bersama Rama. Rendra memilih masuk kedalam mobilnya dan berniat pulang. Namun lagi dan lagi niat itu kembali ia urungkan kala melihat Sinta yang bersitegang dengan Rama.
Awalnya Rendra hanya melihat saja dari dalam mobil. Namun entah dorongan dari mana, dengan sengaja Rendra membuka sedikit jendela mobilnya sehingga dirinya dapat mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.
Rendra dapat mendengar semuanya. Dari itu Rendra tau apa sebenarnya hubungan Rama dan Sinta. Dan dari situ pula Rendra kembali memiliki tekad untuk mendapatkan Sinta. Dia tersenyum sambil menutup kembali jendela mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan kedua manusia yang tengah berdebat itu sebelum mereka tau keberadaannya.
Kali ini Rendra biarkan Sinta menyelesaikan masalahnya sendiri dengan Rama. Dan Rendra berniat untuk mendatangi Sinta dan kedua orang tuanya.
"Gue bakal jadiin lo milik gue"gumam Rendra.
__ADS_1
TBC