
Wisnu masih setia duduk diteras rumah menunggu kedatangan Sinta. Padahal sudah hpir 45 menit Wisnu berada disana. Dimeja pun sudah ada 3 gelas yang sudah kosong. Tentu saja Wisnu haus menunggu Sinta.
Wisnu menghela nafas berat saat melihat jam yang melingkar ditangannya sudah hampir menunjukan pukul 1 siang. Wisnu meemgangi perutnya yang terasa lapar. Dia neninggalkan makan siang demi menunggu Sinta.
Akhirnya Wisnu memutuskan untuk masuk dulu dan menunggu didalam saja. Sambil makan siang pikirnya. Namun belum sempat Wisnu masuk, sebuah mobil berhasil masuk kedalam pekarangan rumahnya. Tentu saja hal itu membuat Wisnu semakin kesal.
Siapa lagi pemilik mobil itu juga bukan Rendra. Wisnu menahan diri agar tak meluapkan amarahnya. Wisnu hanya diam ditempat dengan tatapan tertuju pada mobil yang sudah berhenti itu. Namun orang orang didalam mobil itu tak kunjung keluar.
"Apa yang mereka lakukan? kenapa lama sekali turunnya"kesal Wisnu.
Wisnu menghela nafas berat seraya melihat jam ditangannya.
"Siang om"sapa Rendra.
Sontak saja Wisnu menatap tajam kearah Rendra kemudian beralih menatap Sinta.
"Sinta, masuk"tegas Wisnu.
"Ta_"
"MASUK"bentak Wisnu. Akhirnya mau tak mau Sinta masuk meninggalkan Rendra dan sang papa yang masih marah.
"Ma_"
"Pulang"potong Wisnu.
"Saya bilang pulang"tegas Wisnu lagi.
"Baik om"ucap Rendra.
"Tapi saya mau meminta maaf sebelumnya karena saya sudah lancang mengajak Sinta tanpa seijin om"lanjut Rendra tersenym.
__ADS_1
"Pulanglah"pungkas Wisnu dan segera masuk meninggalkan Rendra yang masih berdiri di depan rumahnya.
.
.
.
Sinta masuk kedalam kamarnya dengan perasaan takut. Dia tidak takut sang papa memarahinya. Namun Sinta takut jika papanya memarahi Rendra atau bahkan main tangan pada pacarnya itu.
Gadis cantik itu terlihat gelisah dan mondar mandor di dalam kamarnya.
"Ya Tuhan, semoga Rendra bisa luluhin hati papa"gumam Sinta gelisah.
Sinta masih saja mondar mandir di kamarnya. Hingga saat mendengar suara deru mobil yang Sinta yakini adalah mobil Rendra, barulah Sinta merasa lega. Sinta berlari mendekati jendela untuk memastikan apakah benar mobil Rendra yang keluar.
"Huhh, syukurlah"lega Sinta.
Sinta berjalan mendekati ranjang dan merebahkan tubuhnya yang lelah disana. Sinta memejamkan matanya merasakan batinnya yang juga lelah. Dia tak menyangka jika sang papa bersikeras untuk menjodohkannya.
Sinta membuka mata dan segera mengambil ponsel miliknya. Dia berniat menghubungi Rendra untuk menanyakan keadaannya setelah bertemu dengan sang papa. Namun belum sempat Sinta menghubungi Rendra, Dian sang mama lebih dulu masuk ke kamarnya.
"Mama"sapa Sinta. Dian tersenyum dan duduk diranjang berhadapan dengan Sinta.
"Sayang, kamu nggak usah khawatir, papa nggak apa apain Rendra kok"ujar Dian tenang.
"Mama tau?"tanya Sinta bingung.
"Iya, mama liat sendiri tadi"jawab Dian yang membuat Sinta tenang.
"Sin, mama tau pilihan kamu adalah yang terbaik, mama akan selalu dukung kamu"ucap Dian.
__ADS_1
"Tapi kalian harus sabar ya, dekati papa kamu sedikit demi sedikit, pasti papa kamu bakalan luluh"lanjut Dian.
"Iya ma, Sinta udah putusin buat nolak perjodohan itu"ujar Sinta tersenyum.
"Berbahagialah dengan pilihan mu nak, mama pasti akan selalu mendukung"ucap Dian.
"Makasih ma"ucap Sinta tersenyum.
.
.
.
Di tempat lain, seorang pria paruh baya tengah berbincang serius dengan putranya. Keduanya terlihat sangat serius dan rahasia dalam perbincangan mereka. Terlihat beberapa kali keduanya menggunakan gerakan dan bahasa isyarat agar tak di ketahui orang lain.
"Papa tenang aja, aku udah lakuin sesuai perintah papa"ujar sang anak.
"Bagus, kamu memang bisa diandalkan"jawab sang papa bangga.
"Setelah kamu masuk kedalam keluarganya, pelan pelan kamu ambil alih bisnis mereka dan singkirkan mereka satu persatu. Dan saat itu terjadi keluarga kitalah yang akan menjadi nomer satu di negara ini"ujar sang papa tersenyum licik.
"Papa tenang aja, Rama bakal lakuin semuanya dengan lancar"sahut Rama dengan senyum tak lalah licik.
Ya, mereka adalah Rama dan sang papa, Pandu. Keduanya memang tengah melakukan rencana licik pada keluarga Wisnu. Awalnya Pandu memang berniat menjodohkan Rama sengan Sinta dengan tujuan memperpanjang tali silaturahmi.
Namun hal itu berubah menjadi hal kejam dan licik saat perusahaan miliknya diambang kehancuran. Pandu yang niat awalnya baik kini berubah menjadi jahat. Pandu berniat segera menikahkan Rama dan Sinta agar Rama bisa mengambil alih perusahaan milik Wisnu.
Perusahaan yang dikelola Wisnu adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor. Dan perusahaan itu adalah perusahaan kontraktor nomer 1 dinegaranya.
Sebenanrnya perusahaan yang di kelola Pandu juga bergerak dibidang kontraktor. Namun entah dari segi apa perusahaan milik Pandu tak berkembang pesat seperti milik Wisnu. Bahkan sekarang Pandu mengalami kerugian besar karena dirinya tertipu judi online.
__ADS_1
Pandu memang sering menghibur dirinya dengan cara berjudi online. Namun hal itu malah membuatnya merugi. Dan dari hal itu pula Pandu menjadi iri dengan kesuksesan Wisnu. Bahkan dia juga rela menikahkan Rama dengan Sinta aga bisa mengusahi perusahaan Wisnu.
TBC