(Bukan)Rama Sinta

(Bukan)Rama Sinta
BAB 28


__ADS_3

Wisnu berada diruang kerjanya untuk menenangkan diri. Dia benar benar dalam situasi yang membuatnya bingung. Otak dan hatinya seolah tak sikron lagi dalam menentukan keputusan. Padahal biasanya Wisnu selalu membuat keputusan tanpa berfikir dua kali. Namun entah kenapa saat ini dirinya dibuat dilema oleh keadaan.


Wisnu menghela nafas panjang seraya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Tangannya terangkat memijit pelipisnya yang terasa pening. Sudah tidak cukup istirahat, ditambah masalah masalah selalu berdatangan. Huhh, sungguh Wisnu seolah tak ingin berada diposisi saat ini.


"Pa"panggil Dian menghampiri sang suami yang tengah memejamkan mata.


Mendengar suara Dian, Wisnu membuka mata dan menatap Dian yang berjalan kearahnya dengan secangkir kopi.


"Ada apa?"tanya Dian.


Wisnu menghela nafas berat lalu membuka tas kerjanya dan memberikan sebuah map pada istrinya itu.


"Apa ini pa?"tanya Dian bingung.


"Bacalah"titah Wisnu.


Dian yang penasaran pun mulai membuka map itu dan mulai membacanya. Dian membaca berkas itu dengan dahi berkerut.


"Pa ini_"ucap Dian terpotong. Namun Wisnu hanya menggeleng.

__ADS_1


"Papa juga belum sepenuhnya percaya ma"ujar Wisnu.


"Papa sedang berusaha mencari tau semua bukti sendiri"lanjut Wisnu.


"Tapi pekerjaan asisten papa nggak pernah keliru"ujar Dian menatap Wisnu lekat.


Wisnu membalas tatapan Dian tak kalah intens. Selama ini Wisnu memang selalu bercerita apapun tentang pekerjaannya pada Dian. Jadi tak heran jika Dian mengatakan hal semacam itu. Memang pekerjaan asistennya tidak pernah mengecewakan.


Namun untuk kali ini Wisnu seakan tak mudah percaya. Dia menatap berkas yang masih di genggaman sang istri. Benar kata sang istri, asistennya tidak pernah mengecewakan. Tapi kali ini, jika hasil yang di bawa adalah kebenaran. Maka Wisnu benar benar merasa sangat kecewa.


.


.


.


"Bagus Rama, kamu melakukannya dengan baik"ucap Pandu bangga.


"Papa tenang aja, Rama pasti dapetin semuanya"ujar Rama.

__ADS_1


"Baiklah. Setelah ini kita urus acara pertuangan kamu dengan Sinta, lebih cepat lebih baik"ucap Pandu penuh seringai.


"Rama udah bicara sama om Wisnu, Rama mau acara pertunangan dipercepat"ucap Rama.


"Ya, kita urus pertemuan untuk membahas ini dengan keluarga Wisnu"putus Pandu. Rama pun mengangguk paham. Dia segera pamit pada sang papa untuk keluar.


Sepeninggalan Rama, Pandu tersenyum senang. Seperti tengah memenangkan lotre, senyum itu tak pernah luntur dari bibirnya. Pandu menatap berkas yang ada didepannya.


"Maafkan aku Wisnu, tapi selama ini keberuntungan selalu berpihak padamu, dan sekarang aku ingin keberuntungan yang kamu miliki"gumam Pandu dengan pandangan menerawang jauh kebelakang.


Pandu dan Wisnu adalah teman sejak SMP. Keduanya sama sama berasal dari keluarga yang kurang mampu. Orang tua Wisnu hanya seorang pekerja di pabrik. Sedangkan orang tua Pandu adalah mandor dipabrik itu.


Keduanya tumbuh bersama hingga masuk ke universitas. Pandu dan Wisnu adalah anak yang berprestasi. Tak heran jika keduanya sama sama bersaing hingga bisa masuk keuniversitas ternama. Namun meskipun keduanya sama sama pintar, Pandu masih berada dibawah Wisnu satu poin. Dan hal itu terus terjadi hingga keduanya masuk kedunia kerja.


Merasa tak pernah menang dari Wisnu, Pandu mulai menaruh rasa iri pada Wisnu. Hal itu terjadi saat Wisnu perlahan bisa mendirikan perusahan sendiri. Dan perusahan yang dirintis oleh Wisnu berkembang pesat hingga saat ini.


Tak ingin kalah, Pandu juga merintis perusahaannya sendiri. Namun ternyata usahanya tak semulus yang dia bayangkan. Bertahun tahun Pandu membangun perusahaan, bertahun tahun pula Pandu tak mampu bersaing dengan Wisnu. Dan hal itu membuat Pandu semakin iri dan benci pada kesuksesan yang di raih Wisnu hingga saat ini.


Pandu tersenyum sinis saat mengingat potongan demi potongan dimasa lalu. Hingga saat ini dia bertekad akan merebut apa yang Wisnu miliki. Dia berambisi untuk berada di atas Wisnu.

__ADS_1


"Aku nggak akan kalah sekarang"gumam Pandu dengan tangan terkepal.


TBC


__ADS_2