
Wisnu tengah duduk di kursi kebanggaannya dengan sebuah berkas ditangannya. Matanya lihai menatap setiap kata yang tertulis dalam berkas tersebut. Juga tangannya tak berhenti membuka lembar demi lembar berkas itu. Hingga sampai di lembar terakhir, Wisnu meketakan berkas tersebut juga melepas kacamata yang sedari tadi bertengger dipangkal hidungnya.
Wisnu menatap sang asisten yang juga tengah menatapnya. Helaan nafas kecewa keluar dari mulut Wisnu.
"Baiklah, kamu urus mereka"putus Wisnu. Sedangkan sang asisten hanya mengangguk dan segera pamit keluar menjalankan tugasnya.
Sepeninggalan sang asisten Wisnu menyandarkan punggungnya dengan mata terpejam. Pikirannya kembali pada beberapa hari terakhir.
Flashback on
Wisnu tengah mempelajari berkas berkas kerjasama perusahaannya dengan perusahaan lain. Ditengah kegiatannya, sang asisten masuk keruangannya dengan membawa beberapa map.
"Bagaimana?"tanya Wisnu. Sang asisten hanya diam seraya menyerahkan map yang tadi ia bawa. Dan dengan sigap Wisnu segera membaca kata demi kata yang tertulia dalam map tersebut.
"Semuanya adalah kebenaran tuan"ucap sang asisten.
"Sewaktu anda keluar kota dan mengutus tuan muda Rama menggantikan anda, beberapa berkas sudah beliau ganti, dan juga kerugian yang terjadi pada proyek di luar kota kala itu juga ada sangkut pautnya dengan tuan Pandu"lanjut sang asisten.
"Bagimana bisa? Pandu tidak ada kerjasama dengan saya pada proyek itu?"tanya Wisnu.
"Ada orang dalam yang bekerja sama dengan tuan Pandu tuan"jawab sang asisten.
__ADS_1
Wisnu hanya bisa menghela nafas kecewa. Dia tak habis fikir kenapa Pandu sahabatnya sejak lama tega melakukan ini. Padahal selama ini keduanya berhubungan dengan baik.
"Bagaimana dengan orang itu?"tanya Wisnu.
"Sudah diamankan tuan, dan orang itu dengan mudah mengaku jika dia disuruh oleh tuan Pandu"jawab sang asisten.
Flashback off
.
.
.
Saat ini Pandu tengah berada dibalik jeruji besi atas kasus yang dialami. Pandu menggeram marah saat mengingat bagaimana dirinya bisa berada di penjara.
Kala itu Pandu yang tengah berbincang serius dengan Rama kedatangan tamu yang tak lain adalah pihak kepolisian. Dan saat itu pula Pandu dijemput paksa oleh polisi atas kasus yang dilayangkan oleh Wisnu.
"Awas kamu Wisnu"geram Pandu marah.
"Saudara Pandu, ada yang ingin menemui anda"ujar sang penjara sembari membukakan pintu untuk Pandu.
__ADS_1
Pandu pun keluar dengan dijaga oleh petugas. Dan jangan lupakan tangan yang terborgol. Pandu duduk di kursi dengan Rama dihadapannya. Ternyata Rama lah yang mengunjunginya.
"Bagaimana?"tanya Pandu.
"Memang benar pa, om Wisnu sudah tau semuanya"ucap Rama.
"Cepat juga dia sadar"ucap Pandu tersenyum remeh.
"Sekarang gimana pa? apa rencana papa?"bingung Rama.
"Kamu hubungi pengacara keluarga kita, buat papa keluar dari sini"ucap Pandu.
"Dan kamu, jangan sampai melepaskan Sinta begitu saja"lanjut Pandu memperingati.
"Baik pa, aku tau"jawab Rama.
Wisnu pun dibawa kembali ke sel tahanan karena waktu kunjungan sudah berakhir. Rama hanya bisa melihat sang papa di bawa kembali oleh petugas.
Dengan helaan nafas, Rama segera meninggalkan kantor polisi untuk menemui pengacara keluarganya. Barulah setelah itu Rama menjalankan misinya untuk mendapatan Sinta.
TBC
__ADS_1