"DREAMS" Area

"DREAMS" Area
Dream 32


__ADS_3

"DASAR ANAK BERANDALAN! Disuruh diem malah ngelunjak kamu. Perlu dikasih pelajaran apa lagi kamu HAH!!!??? Belum puas kamu bikin malu muka ayah? JAWAB!!!" bentak Pak Park.


Setelah memarahi Jisung di sekolah, rupanya Pak Park belum puas. Setelah sampai rumah saja ia masih meledak.


Jisung menundukkan kepalanya dalam-dalam. Matanya terfokus pada lantai keramik beralas karpet hijau dibawahnya. Alih-alih menatap mata sang ayah, dia lebih nyaman menatap alas karpet itu.


"Besok mau berkelahi lagi kamu? Besok mau bikin onar lagi? Sekalian aja bakar sekolah itu lagi, biar masuk penjara kamu!"


Pak Park sejenak menghentikan aksinya tersebut dan mengambil sebuah berkas di laci. Ia acungkan kuat-kuat menghadap Jisung.


"Lihat ini" titahnya. Jisung segera mengangkat pandangannya ke depan lurus pada berkas yang ayahnya maksud.


Ternyata itu berkas tentang kebakaran yang terjadi tiga tahun yang lalu. Berkas yang berisi detail sebuah kebakaran sekolah waktu Jisung masih SMP.


Waktu itu sebuah kebakaran terjadi yang mengakibatkan hampir seratus orang jadi korban.


Pelakunya memang sudah ditangkap dan dijatuhi hukuman. Dia adalah ibunya Taeyong. Tapi dia meninggal sehari setelah dirinya dijebloskan ke penjara. Yang Jisung dengar dari orang-orang ibunya Taeyong memilih bunuh diri karna tak tahan dengan keadaan serta cemoohan orang-orang.

__ADS_1


Dan setelah kejadian itu, hubungan Taeyong dan anggota NCT lain merenggang. Bahkan bisa dikatakan putus karna Taeyong memutuskan untuk menghilang dari publik.


Seharusnya kasus ini sudah selesai dengan kematian dari pelaku kebakaran tersebut. Tapi Jisung tau betul kalau sebenarnya kasus ini belum sepenuhnya kelar. Pelaku yang orang-orang sangka nyatanya hanyalah kambing hitam. Pelakunya bukan ibunya Taeyong. Jisung tau itu.


"Susah payah ayah bebaskan kamu dari kasus ini dan ini rasa terima kasihmu pada ayah!?" cibir Pak Park.


"Gue nggak minta dibebasin. Elo sendiri yang memutuskan!" ketus Jisung. "Kapan papa mikirin perasaan Jisung hm? pernah? nggak kan? jadi jangan sok jadi orang tua yang sempurna!"


"PARK JISUNG JAGA UCAPANMU!"


"Kenapa?" tantang Jisung sambil melototi pria tua dihadapannya itu. "Kapan gue minta dibebasin? Elo sendiri kan yang mau. Elo takut kalo gue dipenjara reputasi lo sebagai orang kaya plus berwibawa bakal ternodai. Elo takut hal itu terjadi kan? Elo takut kalo nama baik lo tercoreng karna yang lo khawatirin disini bukan gue TAPI NAMA BAIK LO SENDIRI TUAN PARK!!"


Plak!


Satu buah tamparan mendarat ke pipi Jisung. Pemuda Park itu tidak lagi terkejut akan reaksi yang ayahnya beri. Ia sudah cukup paham. Paling sebentar lagi ia akan diusir dari kantornya.


"Pergi kau dari sini!"

__ADS_1


Tepat seperti dugaan nya.


"Pergi kau dan jangan balik lagi. Lebih baik kau hilang dari hadapanku sekalian!"


Merasa diremehkan. Jisung tak gentar. Pemuda itu bahkan mengancam sang ayah sebelum dirinya pergi. Dia berkata bakal membeberkan rahasia gelap tentang sekolah ini serta fakta kebakaran tiga tahun silam pada publik. Dia menyumpahi ayahnya sendiri supaya hancur. Ayah nya hanya diam sambil mendengar ocehan Jisung.


"Gue muak hidup di sini! Yang gue harap rumah ternyata malah tong sampah. Gue cabut! Makasih udah besarin gue walau dengan cara sial*n ini" tuntasnya lalu keluar.


Sepeninggal Jisung, Pak Park langsung mengamuk dengan mengacak-acak ruangannya. Dia melemparkan semua barang-barang yang ada dan menghancurkannya.


Sementara itu, Park Jisung yang diliputi amarah memilih pergi dari rumah. Ia kabur tanpa membawa barang apapun. Hanya ada baju serta alas kaki. Ponsel pun sengaja ia tinggal.


Setelah melewati gerbang yang untungnya tidak dijaga dengan ketat. Pemuda itu segera berjalan menerjang jalanan yang lumayan sepi.


Namun sayang baru beberapa langkah saja, tiba-tiba ada orang yang membekap mulutnya dengan tisu dan sebuah obat tidur didalamnya. Langsung saja, tak butuh waktu lama lagi, Jisung segera kehilangan kesadarannya dan pingsan ditempat.


Hancur.

__ADS_1


"Bagus deh. Gue jadi gak repot-repot mancing lo kemari. Park Jisung... lo udah jatuh pada perangkap gue. Selamat bersenang-senang dengan api!" ucap seseorang lalu tersenyum.


__ADS_2