"DREAMS" Area

"DREAMS" Area
Dream 59


__ADS_3

"25... 24... 23... 22"


BRAK!!!


Pintu balkon terbuka begitu keras dan menampakkan sesosok pemuda yang datang dengan nafas terengah. Dia berlari, terus berlari mendekati Yuta yang tengah diliputi rasa kebingungan.


"Winwin.." kata Yuta kaget. Dia tak mempercayai penglihatannya sendiri. Sekarang, dihadapannya sendiri telah berdiri Winwin. Pemuda yang ia anggap telah mati. Namun nyatanya pemuda itu masih sehat.


"Bagaimana..?"


Winwin memegang pundak Yuta. "Cepet pergi Yut. Gue bakal tinggal dan halangin Jaehyun disini!"


Winwin mendorong tubuh bongsor dihadapannya itu. Sementara pemilik tubuh itu masih tak bergeming.


"Cepat... cepet pergi!!! sebelum bom itu meledak, cepet Yuta!!!" suruh Winwin mendorong Yuta. Tapi tak ada pergerakan dari Yuta.


Winwin beranjak dari tempatnya dan berlari menerjang Jaehyun yang masih terdiam. Pemuda itu sama gilanya dengan Yuta. Dua-duanya sama-sama buat Winwin kewalahan akan tingkah robot mereka.


"Yang lo lakuin ke gue itu salah. Kenapa lo mau bunuh gue? Kenapa lo bunuh teman-teman kita? Kenapa Jaehyun??!" tuntut Winwin sukses membuat atensi Jaehyun teralihkan. Pemuda itu kini menatap Winwin dengan tatapan kosong.


"Kenapa Jae? Lo punya dendam apa sama kita? Kita punya salah sebesar apa sampe lo tega bunuh mereka?!" Winwin menonjok keras rahang Jaehyun.


"Bahkan lo tega bunuh Jeno yang nggak ada sangkut pautnya sama NCT. Lo tega, lo nggak punya hati! Lo adalah iblis Jae!!!" rutuk Winwin.

__ADS_1


"Semuanya itu nggak bisa dibenarkan. Elo, Jaehyun harus mendekam di penjara selamanya. Lo harus-"


Ucapan Winwin terpotong kala Jaehyun membuka suaranya. "Mau selamat in Yuta atau mati konyol bertiga?"


Winwin mengerjapkan matanya. Dia jadi sadar, tujuannya kesini untuk menyelamatkan Yuta. Pemuda putih itu kemudian menatap bom yang masih aktif.


Winwin harus cepat bertindak. Dia harus memikirkan cara untuk segera menyelamatkan Yuta. Dengan kasar Winwin melepaskan tangan nya dari kera baju Jaehyun.


"Yuta!" panggil Winwin yang langsung membuat pemuda Nakamoto itu menoleh.


"10... 9"


"Yut, lo harus pergi, Jaemin menungguin lo di rumah sakit!" ucap Winwin yang sukses membuat kedua bola mata Yuta membulat lebar.


Tadi dia bilang soal Jaemin? Jadi Jaemin masih hidup?


"Dia tadi nyariin lo. Dia nanyain kemana lo. Dia mau lo datang "


"8... 7"


"Jaemin masih hidup asal lo tau Yuta!" timpal Jaehyun.


Jaehyun berdiri seperti patung. Ia sama sekali tidak takut akan bom waktu itu. Ia juga mendengarkan dengan jelas pembicaraan kedua orang itu. Ia tau betul, Jaemin kemungkinan 80% masih hidup dan selamat. Taeyong mana mungkin berani membunuh orang.

__ADS_1


Yuta meremang. Pandangannya seketika berembun. "J-Jaemin, dia...?" ucapannya tercekat.


"6... 5"


Yuta menoleh. Dia mendapati Winwin yang tengah menganggukkan kepalanya yakin.


Segera setelah mendapatkan konfirmasi dari Winwin, kakinya langsung melangkah. Menjauh dari tempat itu secepat mungkin.


Jaemin. Hanya itu yang Yuta tuju. Pemuda itu berusaha menuruni bangunan itu guna berjumpa dengan Jaemin. Dia amat kesenangan saat tau kalau Jaemin masih hidup.


Yuta bersyukur karena Winwin dan Jaemin masih hidup. Ia harap setelah ini bisa bertemu keduanya dalam keadaan damai.


Namun Yuta tak sadar kalau kepergiannya tak diikuti oleh kedua temannya. Dia tak sadar jika kedua temannya masih berdiri sambil berpandangan menunggu saat-saat bom meledak.


"4... 3"


Winwin tersenyum senang ke arah Jaehyun berdiri. Dia mengulurkan tangannya meminta pemuda Jung dihadapannya itu untuk memeluknya.


"3..."


"Maaf terlambat sadar kalo lo sakit" Winwin tetap tersenyum.


"2... 1"

__ADS_1


BOOM!!!!


__ADS_2