"DREAMS" Area

"DREAMS" Area
Dream 44


__ADS_3

Seorang anak kecil tengah berdiri mematung di taman sekolah. Matanya fokus menatap ke bawah. Dibawah terdapat bungkus ice cream dengan isinya yang mulai meleleh.


Anak itu terdiam saja dalam waktu yang cukup lama. Dia cuma memandang ice cream miliknya yang berubah mencair.


"Aku cariin kamu dari tadi, lagi ngapain disini?" sapa temannya datang.


Karna bocah laki-laki itu terus saja menatap ke bawah bahkan setelah diajak bicara, temannya akhirnya ikut menatap ke bawah. Tepatnya ke arah cairan berwarna cokelat itu.


"Yah ice cream-nya jatuh, kamu pasti sedih? Kenapa nggak minta lagi sama Chenle? dia kan lagi traktir kita?" tanyanya ikut sedih.


Anak laki-laki itu mendongakkan kepalanya menatap sang teman. "Jaehyun, apa itu sedih?"


Jaehyun tersentak begitu mendengar pertanyaan barusan. "Oh, itu semacam perasaan sakit hati karena kita kehilangan sesuatu atau kita sedang terluka" Senyum Jaehyun.


Anak laki-laki itu terdiam sambil memiringkan kepala nya. "Bagaimana ekspresi yang benar?" tanyanya dengan wajah polosnya.


"Eng" Jaehyun bergumam sambil menaruh tangannya di bawah dagu. "Kalo aku biasanya nangis atau enggak cemberut"


Anak laki-laki itu mengangguk pelan setelahnya. Dia kemudian menatap ice miliknya yang telah mencair.

__ADS_1


"Seperti ini?" tunjuk si anak dengan matanya yang sudah berubah berair.


"Yap, itu udah benar. Seratus buat kamu!" balas Jaehyun kegirangan. Dia tersenyum senang yang mengakibatkan anak laki-laki dihadapannya juga ikutan tersenyum.


"JAEHYUN CEPAT KEMARI! JISUNG NAKAL, DIA AMBIL ICE CREAM MILIKKU!!!" teriak Winwin dari kejauhan.


Jaehyun melirik sebentar. "IYA TUNGGU SEBENTAR!" balasnya tak kalah keras. "Yok ke sana, Winwin kayaknya lagi berantem lagi sama Jisung!"


"Ayo!" ucap anak tersebut lalu pergi mengikuti Jaehyun dibelakangnya.


Anak laki-laki itu berjalan riang sambil menggandeng tangan Jaehyun. Ia lalu menoleh sejenak ke belakang dan kembali menatap es krim nya.


Hari ini merupakan hari tersial bagi seorang Lee Jaemin. Bagaimana tidak, karna terlalu sibuk mencari pelaku, Jaemin sampai lupa membawa semua buku pelajaran. Ditambah hari ini dia kelupaan kalau ada pr yang sebenarnya sudah ia kerjakan.


Sebagai hukumannya dia diharuskan untuk merapikan buku-buku di perpustakaan. Dan itu sangat melelahkan, apalagi bagi seorang Lee Jaemin yang lebih menyukai kegiatan tidur ketimbang beraktivitas.


Meski cuma merapikan buku-buku di perpustakaan, nyatanya pekerjaan itu cukup menguras waktu dan tenaga. Terhitung sudah lima jam berlalu semenjak guru biologi memberikan Jaemin hukuman dan pekerjaan merapikan ini mungkin akan berlangsung lebih lama lagi.


Meski sempat mengeluh pada masa awal-awal hukuman, namun setelah dipikir lagi Jaemin merasa senang dan sangat bersyukur diberi hukuman seperti ini. Ayolah, siapa juga yang tidak suka membolos pelajaran sekolah?

__ADS_1


Tidak kan?


Jika pada biasanya pemuda Lew itu harus memutar otak sebelum membolos jam pelajaran, kali ini dia diberi kesempatan untuk membolos pelajaran. Sungguh kesempatan yang luar biasa.


"Kapan ya hidup gue bisa se damai ini? Gue rasa udah lama deh" renung Jaemin sejenak berhenti dari aksi beberesnya. Pemuda Lee itu kemudian melirik ke arah tumpukan buku yang sudah siap ia bereskan.


Saat asik kembali bekerja perhatian pemuda itu kemudian teralih pada sebuah kertas yang tiba-tiba terjatuh dari buku yang ia bawa. Langsung saja tangannya terulur guna mengambil kertas itu. Niatnya tadi mau ia buang ke tong sampah tapi ia urungkan setelah melihat isi dari kertas tersebut.


Itu adalah sebuah sobekan buku ensiklopedia yang dicoret dibeberapa kata, seperti kata sedih, senang, suram dan beberapa kata lagi yang tak Jaemin perhatikan. Karna yang membuat pemuda itu tercengang adalah nama yang tertulis besar ditengahnya. Disitu tertulis kata "NCT" dengan gambar emoticon tersenyum setelahnya.


Merasa ada yang aneh dengan kertas tersebut, Jaemin akhirnya memutuskan untuk mengecek buku tadi dan membaca beberapa lembar halaman. Itu sebuah buku ensiklopedia dengan beberapa kata yang diberi tanda stabilo. Rata-rata itu sebuah kata emosi. Seperti yang Jaemin lihat tadi, ini lebih banyak ke arah sana.


"Emosi? Kenapa hanya kata seperti itu yang ditandai?" Gumam Jaemin.


Merasa ada banyak kejanggalan di buku tersebut, Jaemin terus saja menggulir halaman ensiklopedia hingga halaman terakhir. Tak ada hal aneh di bagian akhir. Jaemin kemudian beralih ke halaman depan buku guna mencari beberapa keterangan disana.


from Taeyong to Jaehyun...


"Jaehyun?" ucap Jaemin tak percaya. "Jadi ini punya dia?" Jaemin bertanya-tanya akan hal ini. Ia memutar keras otak nya untuk mengingat kembali kejadian di rumah sakit itu.

__ADS_1


"Benar!!!" pekik nya keras. "Jaehyun dan Jeno adalah orang yang dekat dengan Taeyong dulu"


__ADS_2