
Sret!
Tali itu kembali ditarik membuat Chenle terjatuh. Dirinya langsung terbatuk saking kerasnya tarikan tersebut. Chenle terus mengerang kesakitan sambil terus mencoba melonggarkan talinya.
Bukan. Kali ini bukan ulah Jaehyun. Melainkan Haechan yang berdiri tepat didepan jendela. Dia tengah menariknya sambil melirik Jaehyun tajam.
'Akh....akh.....sa-kit!"
Jaehyun melangkah maju sejenak sebelum aksinya terhentikan oleh Haechan. Pemuda Lee itu menyuruhnya untuk diam sementara waktu.
"Akh.....!!"
Chenle terus merintih kesakitan. Tenaganya perlahan berkurang. Cengkraman tangannya pun mulai melemah. Chenle mulai kehabisan tenaga.
"Jae-hyun... tol-long!!!" pinta Chenle melirik Jaehyun sedih. Pandangannya sudah berubah putus asa. Chenle sadar kalau waktunya sudah tak banyak lagi.
Di detik napas nya benar-benar hilang, mata Chenle terbelalak sempurna ketika melihat orang yang kini menatap nya tanpa ekpresi. Dia adalah Taeyong. Sang leader yang hilang setelah kematian ibu nya itu kini berdiri menatap Chenle.
"Taeyong..."
Jaehyun perlahan mendekat. Mencoba memutuskan tali yang sudah menyiksa Chenle. Dalam beberapa percobaan akhirnya itu berhasil terputus.
__ADS_1
Tenaga Chenle beneran habis. Pemuda itu terjatuh begitu saja begitu tali dilehernya terputus. Dia mencoba bernafas senormal mungkin. Meraup oksigen sebanyak-banyaknya.
Satu emosi untuk satu nyawa. "Tinggal pilih mau cara mudah atau yang sulit. Mau yang cepat atau lambat seperti tadi?" papar Jaehyun berdiri tepat dihadapannya.
Chenle masih mencoba mengatur nafasnya. Dia lalu mendongak menatap wajah Jaehyun yang datar. Tak ada emosi di sana.
"Jaehyun...." Jaehyun meliriknya. "Lo sakit ya? Gue udah tau dari Kak Taeyong dulu. Tapi gue... haaaa... nggak mau lo tau. Pasti menyakitkan selama ini. Elo pasti tersakiti selama ini uhuk!!! Chenle memaksakan bersuara walau ia hampir kehilangan oksigen.
Jaehyun memalingkan wajahnya. Entah mengapa dia mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam pikirannya. Itu sebuah sugesti supaya dia menghentikan aksinya. Entah mengapa seperti ada seseorang dipikirannya yang menyuruh Jaehyun untuk membiarkan Chenle hidup.
"Jaehyun.......kalo itu keinginan lo. Kalo dengan bunuh gue lo bisa sembuh, gue rela. Silakan pilih caranya sesuka hati elo. Gue bakal serahin hidup gue sama lo, karna percuma aja hidup. Nggak ada gunanya lagi!" ungkap Chenle sangat mengejutkan.
Ia tau, tidak ada orang jahat kecuali ada sebab. Selama Chenle bisa membantu orang, maka apapun itu akan ia lakukan. Chenle sadar atas kesalahan mereka dulu. Lebih memilih melarikan diri di saat Taeyong dan Haechan sangat membutuhkan dukungan mereka.
Entah mengapa hati Jaehyun merasakan sebuah sakit yang teramat sakit. Dia tak pernah merasakan ini sebelumnya.
Perasaan apa ini? Emosi macam apa ini hingga dia tak sanggup lagi untuk bertindak ? Ini mirip seperti dirinya kehilangan Taeyong dulu. Jaehyun merasakan perasaan sakit ini lagi. Jaehyun benci perasaan ini. Cukup Taeyong yang memberinya rasa luka ini, namun...
Tok! Tok!
Dari luar Haechan mengetuk kayu jendela dengan kesal. Ia tak suka kalau Jaehyun mengundur waktu. Haechan mau ini berakhir dengan cepat.
__ADS_1
Karna tak mau terlarut dalam pikirannya. Jaehyun kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah suntikan.
Dia berjongkok menghampiri Chenle yang terlihat sudah pasrah menghadapi akhir hidupnya. Pemuda Zhong itu bahkan tersenyum pada Jaehyun sesaat sebelum cairan itu disuntikkan padanya.
"Itu tak akan lama, bukan? Gimana kalo setelah ini lo bakal ditangkap polisi dan masuk ke penjara?" tanya Chenle.
"Khawatirkan diri lo sendiri!" saut Jaehyun kesal. Dia tak suka saja saat Chenle yang mengkhawatirkan dirinya sementara nyawa dia sendiri saja sedang diujung tanduk.
"Hehe....Lo lucu Jae. Ternyata lo bisa kesel juga!" celetuk Chenle lalu badannya mulai oleng ke samping dengan pandangan tak lepas dari Taeyong. Setitik air mata menetes seiring mata indah itu tertutup.
" Tidur yang nyenyak Chenle!" ucap Jaehyun tulus. Dia melihat Chenle yang menutup matanya secara perlahan.
Sebenarnya Jaehyun tak tega melakukan ini pada Chenle. Dia sudah menganggap Chenle sebagai orang yang istimewa melebihi member NCT yang lainnya. Chenle itu seperti teman, sahabat, saudara, bahkan keluarganya.
Selain Taeyong, hanya Chenle yang bisa dia andalkan.
Selain Taeyong, hanya Chenle yang bisa Jaehyun ajak bercanda.
Selain Taeyong, hanya Chenle yang ia anggap istimewa.
Selain Taeyong, hanya Chenle yang mau berteman dengan nya untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Namun sekarang kedua orang istimewanya sudah pergi. Taeyong nya tidak seperti dulu lagi. Dan Chenle nya sudah tiada untuk selama-lamanya. Rasanya ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang berharga yang pergi jauh dan tak mungkin kembali lagi.