"DREAMS" Area

"DREAMS" Area
Dream 35


__ADS_3

Flashback...


"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Taeyong! Selamat bertambah tua sahabat tercintaku..."


"Selamat ulang tahun kak Taeyong!"


"Selamat kak!"


Dapur sekolah SMP 98 mendadak berubah jadi tempat perayaan pesta ulang tahun Taeyong. Teman-temannya yang tak lain adalah anggota NCT turut serta membawa kue sebagai pelengkap pesta.


Teriakan selamat menggaung sepanjang perayaan itu berlangsung. Taeyong, si pemilik pesta tampak tak enak karna merayakan ditempat yang terasa aneh. Namun teman-temannya terus menenangkan Taeyong kalau semua ini normal-normal saja.


"Tenang Tae, pemiliknya saja udah izinin kita. Lo nggak usah panik gitu!" hibur Chenle sebagai anggota yang paling pengertian akan kecemasan yang Taeyong rasakan.


"kalem kak Taeyong. Kalo atasan marah biar gue yang ngadepin mereka semua!" tantang Jisung membusungkan dadanya kedepan.


Aksinya tersebut langsung dapat sorakan gemuruh dari para anggota NCT yang lain. Mereka ramai-ramai menertawakan aksi sok Jisung tersebut.


"Alah ngomong doang lo! Ngadepin bokap sendiri aja masih takut, gila lo mau ngadepin para atasan. Bisa-bisa tuh rambut rontok semua saling stresnya!" ejek Renjun.


Tanpa mereka sadari, dari sinilah semua bencana dimulai. Kekacauan yang terjadi selanjutnya berawal dari semua itu. Semua hanya karena ejekan.


Tubuh Renjun refleks menjauh mencoba menghindari Jisung sebisa mungkin. Pemuda Park itu marah besar. Kalau udah marah begini, Jisung bisa jadi ganas layaknya singa. Dan Renjun tentu tak mau berakhir di tangan Park Jisung.


Renjun terus saja berlari kesana-kemari menghindari Jisung sebisa mungkin. Sedangkan anggota NCT lainnya sibuk menertawakan aksi kekanak-kanakan keduanya.


"RENJUN BERHENTI NGGAK!!!" teriak Jisung ngotot mengejar sang target buruan.

__ADS_1


Keduanya terus saja berputar-putar di ruangan itu dalam waktu yang cukup lama. Naas, nasib sial menimpa Jisung. Karna kehilangan keseimbangan saat mengejar Renjun, tubuhnya tiba-tiba oleng dan menabrak kompor yang ada ditempat itu.


Tubuh Jisung ambruk bersamaan dengan jatuhnya sebuah wadah berisi minyak. Wadah tersebut menyambar api yang masih menyala di kompor. Alhasil, hal inipun menjadi awal dari petaka yang bakal terjadi tak lama kemudian.


Tak lama dari itu, api langsung membesar dengan sangat cepat. Anak-anak NCT mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun karna apinya terlalu besar, sulit bagi mereka buat menaklukkan si jago merah.


Selain lari, tak ada pilihan lain buat mereka. Jika mereka mau selamat dari tempat itu mereka harus segera pergi dari sana dan meninggalkan kebakaran itu secepat mungkin.


Ibu Taeyong selaku kepala dapur di sekolah tersebut dinyatakan sebagai pelaku karna kelalaiannya. Sedangkan para member NCT dinyatakan tak bersalah sebab mereka masih di bawah umur.


Flashback off...


🌱🌱🌱


Jaemin berlari dengan cepat menuju rumah Winwin. Dia baru dapat kabar kebakaran pagi hari kemudian.


Jaemin melangkahkan kakinya menerobos garis polisi. Pandangannya tertuju pada sebuah bed nama Winwin yang tampak hangus sebagian. Diambilah benda tersebut dan Jaemin menatapnya dengan sedih.


"Jaemin!" panggil seseorang. Sepertinya itu suara Haechan.


Dan benar saja, begitu Jaemin membalikkan badannya terlihatlah Haechan yang tengah berdiri dengan seragam yang membaluti tubuhnya. Tidak seperti Jaemin yang masih terbalut kaos putih serta celana jeans.


"Gue denger kabarnya tadi malam. Sorry gak bilang ke lo, gue takut ganggu. Mungkin aja lo udah tidur"


Haechan berjalan mendekati Jaemin yang masih termangu. Dia kemudian merangkul tubuh Jaemin yang terasa sangat dingin.


"Ikut gue ke rumah, lo belum siap-siap. Biar nanti gue telpon Jeno biar bawa seragam sama tas lo" ajak Haechan mengajak Jaemin pergi. Namun tubuh Jaemin menolak untuk ikut bersama.

__ADS_1


"Winwin" ucap Jaemin masih terpaku pada bed nama Winwin yang tadi ditemukan. "Dia baik-baik aja kan?"


Haechan menghela nafas sendu. Pandangannya berubah gelisah. "Yang gue denger, ada dua korban yang terbakar. Satu ayah nya Winwin dan satunya belum teridentifikasi. Gue juga berharap Winwin selamat. Kita tunggu kabar selanjutnya!" balas Haechan.


Setelah mengajak Jaemin untuk kedua kalinya, akhirnya pemuda kelinci itu bersedia buat ikut. Haechan pun langsung mengajak Jaemin pergi ke rumahnya yang tak jauh dari tempat ini.


Begitu sampai di rumah, Haechan langsung menyuruh Jaemin untuk segera mandi sementara dirinya bakal menyiapkan sarapan. Jaemin menurut dan segera pergi ke kamar mandi.


Selang beberapa menit, setelah Jaemin selesai dia segera pergi ke meja makan buat mengisi perut.


Sudah tersaji banyak makanan di sana. Mulai dari roti bakar yang menjadi makanan khas setiap pagi. Kalau tidak suka roti, bisa makan nasi putih. Di sana sudah tersaji dengan lauk pauk yang tentunya menggugah selera.


Jaemin saja sampai bingung mau sarapan dengan roti atau nasi. Roti memang sudah jadi rutinitasnya tapi kali ini ia bakal memilih nasi. Apalagi ada daging sapi bakar di meja. Hal ini tentu membuat pemuda Lee itu lebih memilih nasi ketimbang roti yang cuma dibalut selai kacang. Itu sudah kuno sekali.


"Wuih... Ternyata lo jago masak juga. Belajar dari mana? Internet?" puji Jaemin melahap makanan dengan nikmat.


Haechan tertawa mendengar pujian keluar dari mulut Jaemin. Jarang-jarang banget tuh anak muji. Atau jangan-jangan nggak ikhlas?


"Udah diem, gue nggak suka pujian lo. Pasti ada maunya" sungut Haechan menyadari niat busuk dibalik pujian Jaemin.


Jaemin menggelengkan kepalanya. "Sumpah demi ара ini beneran lezat. Kayak restoran bintang lima. Haechan! lo belajar masak dari mana sih? Atau mungkin, lo pesen ya?" tudingnya.


"Sialan lo, abis muji malah nuduh. Ini tuh masakan asli gue. Resep dari nyokap. Dulu dia kepala dapur dan sering ngajarin gue"


"Oh jadi dari nyokap nih, pantes enak!" Saut Jaemin. "Haechan jam tangan gue yang ketinggalan di ruang rawat Renjun udah diambil belum l?" tanya Jaemin kemudian.


Haechan sempat tersendat mendengar pertanyaan barusan. Dia celingukan ke kanan dan kiri sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Jaemin.

__ADS_1


"Oh udah kok"jawabnya singkat. "Ayo udah siang, nanti telat!" ajak Haechan menyambar tas miliknya yang sedari tadi ia simpan di samping kursi.


__ADS_2