[Drop] Another Life In Ragnarok System

[Drop] Another Life In Ragnarok System
Another Life In Ragnarok System Chapter 2 (Revised)


__ADS_3

...Chapter Prolog II. Riza Chakra...


Dimalam hari yang cerah dan sunyi, seorang pria duduk di salah satu pesawat yang berlogokan burung biru yang merupakan tanda pesawat negeri Indonesia. Pria itu pun duduk di sisi jendela pesawat dan melihat bintang-bintang dan bulan yang bersinar dengan earphone di telinganya serta jaket yang di pangkuan nya.


Tidak lama kemudian, pria itu menghela nafasnya.


“Ahufuu! … aku sudah lama tidak kembali ke Indonesia,” gumam pria tersebut.


Ding! Dong! Ding! Dong!


Suara speaker pesawat pun berbunyi.


“Perhatian-perhatian! Pesawat akan tiba di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia. Harap pakai sabuk pengaman karena pesawat akan landing! Terima kasih!”


Saat mendengar pengumuman itu, pria itu pun mengambil sabuk pengaman dan mengenakannya yang dimana tidak lama kemudian, pesawat itu landing.


Dbuk! Buk!


Getaran kecil terjadi saat landing dan pria itu pun tidak masalah namun, surat yang berada di jaketnya terjatuh oleh guncangan tersebut.


Pria itu pun mengambil dan dia teringat bahwasannya surat itu berasal dari tempat bekerjanya. Maka dari itu, dia pun membacanya kembali meski ada sedikit rasa sedih didalam hatinya.


[Dari: Gravindo. Corp.


Atas nama perusahaan, kami meminta maaf yang sebesar-sebesarnya kepada saudara Riza Chakra telah memecat anda karena kami merasa kinerja anda yang kurang memuaskan dan kami juga sedang melakukan pengurangan pegawai karena virus Pandemi yang membuat asset perusahaan menurun. Terima kasih telah bekerja kepada kami selama 10 tahun ini.


CEO. Gravindo. Corp.]


Begitulah yang tertera dalam surat namun pria yang bernama Riza itu tidak begitu kecewa bahwasannya dia tahu di umurnya yang sudah 35 tahun. Dia tidak bisa bekerja secara maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya dan juga pihak perusahaan lebih memilih orang baru yang berbakat dan berparas tampan serta cantik.


Riza Chakra ialah pria biasa seperti pada umumnya namun karena kesukaannya terhadap permainan Ragnarok Online membuat dirinya selalu berada di peringkat pertama dalam papan Leaderboard dan mendapatkan Beasiswa serta lowongan kerja sebagai programmer di Gravindo. Itulah masa lalu dirinya.


Pesawat pun sudah mendarat dan sebuah pengumuman berbunyi kembali.


Ding! Dong! Ding! Dong!


“Kita telah sampai dibandara Soekarno-Hatta. Terima kasih telah mengunakan jasa Garuda Airlane. Harap perhatikan barang-barang bawaan anda! Jangan sampai tertinggal dan hati-hati melangkah! Terima kasih.”


Riza pun mendengar pengumuman tersebut. Dia pun merapihkan barang-barangnya dan melangkah meninggalkan pesawat. Setelah itu, dia mengambil tas dan melangkah pulang dengan mengunakan taksi.


Perjalanan yang panjang pun ditempuh oleh Riza hingga berhenti disalah satu kota bandung, Indonesianya. Rumah tidak begitu besar namun dia tinggal disana bersama dengan keluarga secara harmonis hingga suatu kecelakaan mobil terjadi kepada dirinya yang mengakibatkan kedua orang tuannya meninggal dunia saat umur Riza masih 15 tahun.


Krekk!


Riza membuka pagar serta pintu masuk.


“Aku pulang!” seru Riza.


Setibanya didalam, Riza disungguhi oleh debu-debu serta bau apek didalam rumahnya tidak hanya itu, sarang laba-laba menempel lebat pada sudut-sudut.


“Sudah lama sekali, aku tidak pulang dan bahkan bibi sudah pindah juga dari sini hingga dua tahun ini tidak ada yang merawatnya. Ahufuu …” gumam keluh Riza.


Seusai mengatakan itu, Riza pun masuk kedalam rumah dan menaruh kopernya di kamarnya. Sebelum Riza beraktifitas, dia mengunjungi dinding yang berada di ruang keluarga yang dimana tergantung beberapa foto keluarga nya. Lalu, Riza memandangi serta berbicara kepada foto-foto tersebut.


“Ibu, Ayah. Aku pulang! Maaf, aku sudah meninggalkan rumah serta tidak mengurusinya seperti ini. Aku harap ibu dan ayah bisa memaafkanku dan semoga kalian damai disana.”


Seusai itu, Riza memutuskan untuk membersihkan rumahnya meski sudah larut malam. Dia pun tidak mempermasalahkannya dan dua jam kemudian, Riza menyelesaikan semua pekerjaannya dan melihat jam.


“Sudah jam sebelas malam kah? tapi, aku belum mengantuk lebih baik aku bermain game saja,” gumam Riza sendiri seusai membersihkan rumahnya.


Riza pun pergi ke kamarnya, Dia mengambil laptop dari tasnya dan menyalakan salah satu game favoritnya yaitu MMO-RPG Ragnarok Online. Namun, saat dia membuka game itu tulisan pun muncul dilayar.

__ADS_1


[Maaf, game sedang Maintenance. Harap login kembali beberapa jam kemudian! Terima kasih.]


Saat melihat tulisan itu, Riza pun sedikit kecewa meski begitu dia tetap memainkan Ragnarok Online dengan versi Offline yang dimana pemainnya bermain sendirian dan bisa menjadi game Master. Salah satu perintah GM yang dia sukai nya ialah @(Ad) item.


Kemampuan ini sangatlah disukainya bahwasannya kemampuan ini mampu mewujudkan semua barang, baik senjata atau pun benda lainnya.


“Baiklah, Game Start!” seru Riza sendirian.


Riza pun asik dengan gamenya tersebut sehingga suara perut memanggilnya.


Gruuuuu!


“Ahhh … laparnya!” gumam Riza sambil memegang perutnya.


Riza pun beranjak dari kasurnya dan pergi ke dapur namun dia tidak melihat makanan apapun.


“Benar juga. Kulkas ini juga sudah lama kosong,” gumam sendiri Riza.


Saat melihat keadaan itu maka Riza pun memutuskan pergi keluar untuk mencari makanan. Dia pun mengenakan jaket, membawa dompet serta ponsel pintarnya. Lalu, mematikan laptop dan mengunci pintu rumah. Setelah itu, Riza melangkah meninggalkan rumahnya.


Pada malam itu jalan sudah sepi dan hanya sedikit orang yang masih beraktifitas. Melihat keadaan itu, Riza mengambil ponsel dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul dua belas malam.


“Apa jam segini masih ada yang buka, ya? Kedai makanan?” tanya pelan Riza sendiri.


Meski memiliki keraguan, dia tetap melangkah untuk memenuhi hasrat laparnya tersebut.


Tidak lama kemudian, Riza sampai di perbatasan jalan rumahnya dan melihat minimarket yang masih buka.


“Syukurlah masih ada yang buka!” ucap lega Riza disaat melihat minimarket yang terbuka.


Riza pun tidak membuang waktu dan masuk kedalam minimarket untuk membeli beberapa makanan dan minuman disana.


“Terima kasih, silahkan datang kembali!” ucap penjaga toko yang mengiringi langka nya keluar minimarket.


Dbur! Duar!


Suara petir yang menyambar.


“Ahh … sial! Kenapa hujan lebar tengah malam begini?!” seru Riza sambil berlari dan mencari tempat berlindung.


Lalu, Riza pun menemukan tempat berteduh di halte bis dan dia pun duduk serta meminum minuman sambil menunggu hujan reda.


Beberapa saat kemudian, sebuah taksi berhenti di seberang Riza dan turunlah seorang ibu beserta anak nya yang kira-kira berumur 5 tahun yang sedang memegang bola dan memainkan bola tersebut.


Riza yang melihat itu, dia pun sedikit kesal.


“Ibu jaman sekarang, bagaimana bisa membiarkan membawa anak sekecil itu di jam selarut ini?” ucap batin Riza.


Mereka pun sama seperti Riza berteduh di halte bis yang berada di seberangnya dan sambil memakan makanan kecil, Riza pun memperhatikan anak itu serta melambaikan tangan kearahnya. Anak itu pun membalasnya dengan lambaian tangan juga.


Tidak lama kemudian, ibu dari anak itu mengambil ponsel dan menelepon seseorang. Namun, anak yang memegang bola itu tanpa sengaja melepaskan bolanya dan menggelinding ke jalan raya. Anak itu pun menyadari gerak bolanya itu sehingga dia melangkah kearah jalan raya tanpa melihat sekitar.


Riza yang sedang minum melihat langkah anak kecil itu dan dia pun melihat sebuah truk yang melaju kearah anak tersebut.


“Nak, bahaya!” seru Riza kepada anak itu namun karena hujan yang lebat suaranya tidak terdengar.


Riza pun tahu bahwa suaranya tidak terdengar oleh anak itu sedangkan ibunya sedang sibuk menelepon.


“Dasar bodoh!” seru Riza yang langsung berlari menyebrang jalan raya.


Setibanya didekat anak kecil itu, Riza langsung mendorongnya keras hingga dia terpental sampai pada ibunya dan menangis.

__ADS_1


Wuaaaaa!


Suara tangisan dari anak kecil tersebut.


Tangisan itu membuat ibunya melepaskan ponsel dan melihat anaknya beserta Riza yang masih dijalan. Lalu, sebuah kecelakaan terjadi didepan matanya.


DUAAAAKKKK!


Suara keras yang mengenai Riza dan membuatnya terpental jauh.


Supir Truk yang mengantuk itu pun langsung bangun saat menyadari bahwa dirinya menabrak sesuatu. Namun, supir truk itu pun ketakutan yang membuatnya terus melajukan truknya hingga Riza pun terlindas.


Auhuu!


Geram kesakitan Riza dan dia mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya.


Ibu dari anak itu pun sontak menghampiri Riza yang sudah tergeletak di jalan dengan berlumuran darah.


“Tolong! Siapapun?! Tolongggggg!” teriak dari ibu anak tersebut.


Darah pun terus mengalir keluar dari kepala, hidup dan mulut Riza. Namun, dia masih dalam keadaan setengah sadar saat mendengar teriakan dari ibu anak tersebut.


“Sial! Padahal aku baru saja pulang!” ucap batin Riza.


Beberapa orang pun keluar dan melihat serta ada yang membantu ibu dari anak tersebut.


“Cepat panggil ambulan dan polisi!” seru dari orang yang lewat.


Beberapa orang pun bergegas mengambil ponsel dan menelepon ambulan serta polisi.


Semua itu masih didengar oleh Riza tapi dia sudah tidak bisa bicara.


“AA … mulutku! Kaku sekali dan badanku tidak bisa digerakan!” ucap batin Riza.


Tidak lama kemudian, Riza pun mendengar suara lembut wanita yang bertanya kepadanya.


“Riza Chakra, apakah kamu memilih mati ataukah bekerja untuk kami?”


“Siapa ini?” tanya batin Riza.


“Jawab sekarang!” seru suara wanita.


Riza berpikir di keadaannya yang sekarang bukanlah suatu hal yang tidak mungkin dirinya mendengar suara-suara aneh dan bahkan pertanyaan yang aneh maka dari itu, Riza pun menjawabnya.


“Aku belum ingin mati karena ingin bermain Ragnarok lebih lama lagi maka dari itu, aku terima tawaran Nona,” jawab batin Riza.


“Memang, kami tidak salah memilihmu. Baiklah, sekarang sebutkan satu keinginanmu!” seru suara wanita.


“Aku ingin perintah @ (Ad) Item dari game Ragnarok Offline karena menarik jika aku memiliki kekuatan seperti itu,” jawab Riza.


“Baik, kami akan kabulkan dan kami akan berikan tugas kepadamu!” seru wanita.


“Tugas apa?” tanya Riza.


“Carilah pecahan jiwa Ymir! Dan setelah terkumpul hancurkan jiwa itu!” seru wanita.


“Aku mengerti,” jawab Riza.


“Kami akan selalu menyertaimu!” seru wanita tersebut.


Seusai mengatakan itu, suara wanita itu menghilang dan berlahan kesadaran Riza pun memudar.

__ADS_1


“Aku sangat mengantuk,” ucap Riza yang berlahan menutup mata dan badannya terbaring lemas.


Disaat ambulan datang, Riza pun diperiksa oleh para dokter namun terlambat karena Riza sudah meninggal dunia.


__ADS_2