[Drop] Another Life In Ragnarok System

[Drop] Another Life In Ragnarok System
Chapter 35 - Desa yang terinfeksi


__ADS_3

Setelah tiba di perbatasan flix dan lainnya mereka melihat gerbang kayu yang tertutup


rapat dan penuh dengan goresan pada pagar. Melihat itu Daia melaporkan kepada


Flix, “ Tuan, flix sepertinya kita menemukan jalan buntu gerbang di kunci


tuan,” seru Daia.


Flix serta lainnya turun dari kereta dan mendekati pagar itu. “ Permisi, ada


orangkah,” seru Flix. Akan tetapi teriakan itu tidak ada respon dari pihak


dalam sehingga flix mencoba berteriak sekali lagi. “ PERMISI, AKU FLIX DARI


GUILD PEDAGANG,” seru flix yang menambah keras suara di gerbang itu.


“ Master, apa yang harus kita lakukan,” ucap Kay yang berada disampingnya.


“ Kita periksa gerbang ini mungkin terjadi sesuatu yang tidak mengenakan,” ucap flix


dengan seriusnya.


“ Baik,” sambung Kay.


Flix dan Kay mendekati gerbang itu. Membuka kunci yang hanya balok kayu besar yang mengunci antara kedua pintu yang berdampingan. Setelah terbuka flix dan kay


mendorong pintu itu.


Dan angin kencang masuk yang berbau busuk menghemus mereka.


Agitta menutup hidungnya, “ Baunya busuk sekali,” ucap Agitta.


“ Master bau ini,” sambung ucap kay.


“ ini bau darah,” Jawab Flix dengan wajah seriusnya.


“ Maaf. Tuan. apa kita sungguh akan melanjutkan perjalanan kita,” seru Daia yang dibelakang dengan ketakutan dan seluruh tubuhnya gementar.


Flix yang mendengar itu menoleh kebelakang mendekati Daia dan memberikan


ButterflyWing.


“ Daia, lebih baik kau pulang saja ke alberta dan bawa kereta kudanya kesana agar bisa


dirawat,”


Daia dengan rasa ketakutan bercampur dengan kesetiannya, “ tapi tuan saya pulang


sendiri tidak apa-apa,” ucap Daia.


Flix berusaha membujuknya dengan senyuman. “ tenang saja kami adalah orang yang kuat dan aku memiliki misi untuk menyampaikan pesanku ke Selphie seketarisku dan ceritakan apa yang kau lihat dan suruh dia memperketat penjagaan. kau


mengerti,” seru Flix.


Daia menganggukan kepala dengan wajah yang serius,” baiklah tuan,” seru Daia yang


langsung mengunakan Butterfly Wing bersama dengan kereta mereka menghilang


dalam cahaya biru.


Setelah melihat kepergian daia. flix dan lainnya melihat jalan kedepan. “ Kay, Agitta, tetaplah waspada,” seru Flix.


“ Baik, master,”


“ Iya, Flix,”


Kay dan agitta mengeluarkan senjata begitu pula Flix. sebelum melangkah flix merasakan


hawa keberadaan yang familiar menurutnya dari sisi bayangan hitam.


“ Fei kemarilah,” seru flix


Dalam sekejap terdapat sosok wanita berambut Twins tail hitam panjang berlutut satu kaki dihadapan Flix. “ Aku disini…Tuan,” ucap fei.


Kay dan agitta terkejut dengan kehadiran yang mendadak dari fei akan tetapi mereka


tidak mempermasalahakan karena Flix sudah percaya kepadanya begitupun mereka


juga meski sudah pernah saling bertarung kay tidak punya dendam kepada fei.


“ Fei, aku perintah kau memeriksa keseluruhan desa ini dan laporkan kepadaku,” seru flix yang memerintahkannya.


“ Aku mengerti. tuan,” ucap Fei yang langsung menghilang.

__ADS_1


Setelah memerintahkan Fei. Flix dan lainnya berjalan pelan melihat keadaan disekitar


itu.angin yang bau darah dan bau busuk mengelilingi udara pada desa itu. Didalam


desa itu pemandangan yang sangatlah buruk barang berantakan, api muncul


dimana-dimana, serta darah yang menempel dimana-dimana.


“ Sebenarnya apa yang terjadi sini,” ucap agitta yang merasa kebingungan melihat


keadaan sekitarnya.


“ Aku juga tidak tahu, mungkin perang ataukah serangan monster yang jelas kita


harus mencari tempat untuk berkemah karena hari sudah mau malam,” ucap Flix.


“ Aku mengerti,” jawab agitta.


“ Baik, Master,” Jawab Kay.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka. Wajah agitta melihat kesana – kesini disekitar


desa dengan wajah yang takut tapi juga penuh kewaspadaan jika ada serangan


mendadak dari musuh. “ aku benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya


terjadi,” seru agitta.


Flix tidak menjawabnya karena ia masih menganalisanya kejadian yang sebenarnya.


Hingga perjalanan mereka melewati hutan lebat dengan jalan kecil dan disana ada


sebuah bangunan lebar dengan khas bergaya kerajaan korea.


“ Apa memang kerajaan payon itu sama seperti kerajaan Joseon ya?…,” ucap hati


flix.


Flix menganalisa itu karena bentuk rumah yang sangatlah tradisional dengan tembok


batu dan pintu kayu. Diatasnya ada sebuah tulisan Penginapan. Akan tetapi


dengan keadaan di desa rumah itu dikelillingi oleh bamboo tajam yang di


“ PERMISI. ADA ORANGKAH,” ucap keras flix yang berada dalam penginapan itu. Pintu


tertutup rapih dengan dipaku oleh kayu besar berbentuk silang pada pintu.


Tidak hanya sekali Flix memanggilnya berkali-kali akan tetapi tidak ada respon, Kay


mengambil inisiatif maju ke samping.


“ Master. Izinkan saya masuk kedalam,” Ucap kay yang menawarkan diri untuk


memanjat dan memeriksa yang berada didalam.


“ Baiklah,” ucap flix.


Saat kay ingin melangkah mendekati pintu itu. Pintu tersebut mendadak terbuka dan


sosok fei yang membukakan pintu tersebut. Fei yang berada di depan pintu


membungkukan badannya.


“ Tuan, saya telah menelusuri semua desa ini,” seru Fei.


Flix mendekati fei bersama agitta begitu juga Kay,


“ Fei. kau menemukan apa?,” tanya Flix.


“ Banyak mayat yang bersembunyi,” Jawab Fei.


“ mayat,” ucap Agitta yang bingung karena dalam perjalanannya ia tidak menemukan


mayat.


“ kita bahas nanti lebih baik kita istirahat dlu disini,” ucap Flix.


Kay dan agitta tidak menolak sedang Fei menghilang kembali dalam bayangan. Flix dan lainnya masuk ke klinik yang didalamnya banyak sekali bamboo runcing yang sudah


di rancang sebagai Brikade dan pisau pada ujungnya juga sama seperti pada


atapnya. Flix dan lainnya berpencar mengelilingi klinik tapi tidak menemukan

__ADS_1


apapun kecuali darah yang tergenang.


Melihat tidak melihat siapapun disana flix dan lainnya memutuskan untuk membuat api


unggun disana. Mencari kayu kering dan membuat api hingga malam pun berganti


kabut tebal.


Cling! Cling!


Suara lonceng dari kejauhan terdengar di antara pepohonan. Mendengar itu flix berdiri


yang diikuti kay dan agitta.


“ Flix ada apa?,” Tanya Agitta.


“ Master,” Tanya Kay.


Flix tidak menjawab ia hanya melihat sekitar.


Cresek!Cresek!


Suara gesekan tanah dari seseorang yang merayap, “ Adasdsadsa,” Suara tidak jelas


yang terdengar.


Flix yang mendengar itu memfokuskan pandangan ke sisi kanannya. Ia melihat beberapa orang berjalan secara berantakan dan terpincang-pincang dengan wajahnya yang penuh darah dengan mata putihnya saat mereka melihat Flix dan lainya. Monster tersebut berlari kencang dengan ekpresi kelaparan.


Flix yang melihat monster itu bergegas ia meluruskan tangannya dan mengeluarkan


magic Force untuk membuat dinding magic sehingga para monster tersebut


tertahan.


Adsadawda


Suara lainnya terdengar dari luar penginapan untuk memastikan Kay melihat ke bawah,


“ Yang benar saja,” ucap kaget Kay yang melihat puluhan atau ratusan monster


berjalan dari seluruh hutan pada rumah itu.


Ratusan monster itu yang sudah dekat melihat sosok Kay membuatnya berlari kencang


mengejarnya.


“ Apapun tidak masalah,” ucap Kay dengan mengeluarkan senjatanya.


“ KALIAN DATANGLAH KESINI,” ucap seorang pria dari sisi lain yang memanggil flix


serta lainnya.


Flix dan lainnya yang mendengar teriakan itu menoleh ke sisi sumber suara itu. Terlihat


sosok pria bertopi dengan bulu burung panjang ditengah.Menyadari akan


kedesakannya flix serta lainnya mengikuti saran pria itu berlari dengan kencang


mengikuti arah pria itu. Para monsters tidak menyerah ia tetap mengikutinya.


Flix dan Lainnya berlari mengikuti Pria bertopi itu melalui halaman belakang dan disana ada sebuah parit. Mereka masuk pada parit itu yang sudah di jaga oleh 2 orang yang berpakaian archer. Setelah kehadiran Pemuda itu serta flix mereka bergegas menutup pintu pagar besi.


Aasdawdwqdq.


Dung! Dung !


Suara para zombie yang sudah berada di pagar yang ingin mendobrak.


“ Kau tidak apa-apa,” Tanya pemuda yang melihat flix yang bernada kecapean.


“ terima kasih,” jawab flix


“ Aku Lee Ryun No. Ketua Guild Archer. Salam kenal,” ucap Ryun no yang memberikan


tangannya untuk berjabat tangan.


“ Aku Flix. Ketua Guild Pedagang. Salam kenal,” Ucap Flix yang menerima tangan


Ryun no dan mereka berjabat tangan.


“ ehh.benarkah kau flix dari Alberta itu,” ucap terkejutnya Ryun no.


“ ya begitulah. Hehe,” ucap senyum lebar dari Flix.

__ADS_1


♦♦♦


__ADS_2