![[Drop] Another Life In Ragnarok System](https://asset.asean.biz.id/-drop--another-life-in-ragnarok-system.webp)
Sudah sebulan Flix menduduki jabatan ketua guild pedagang
Dan semenjak penyerangan dari golden thief bug dan Bloody Coffin, aktifitas
pedagangan juga sudah mulai normal kembali.
Seperti pada umumnya flix mengurus document-document yang penting juga tidak penting di ruangannya.
“ aahuffuuuuu…..pada akhirnya kehidupan normalku kembali mengurus document
tertulis lagi…ahhh,”
Ucap kebosanan flix yang terbiasa hidup normal di dunia modern.
Tok…tok…
“ silahkan masuk…,”
Seru flix yang sedang sibuk di mejanya.
Disaat sudah dapat izin sosok wanita yang familiar datang ke ruangan flix, ia berdiri
dan mendekatinya.
“ kepala zena, silahkan duduk..maaf..aku lama tidak bisa berkunjung,”
Ucap flix yang menuntun kepala zena.
“ aku mengerti… tidak perlu tuan flix mengunjungi gereja..,” ucap kepala zena dengan senyum manisnya.
“ kepala zena..tetap panggil aku Flix saja..,” ucap flix yang merespon perkataan kepala
zena.
“ aa,,,iya..saya minta maaf..,” ucap kepala zena.
“ Selphie…,” seru flix memanggil seseorang dari luar pintu.
Setelah panggilan itu masuk sosok wanita berambut pendek sebahu berwarna coklat
bertubuh tinggi tapi kurus dan dia diangkat oleh Flix sebagai seketaris karena
kepintaraannya dalam mengelola schedule kerja dan manajament.
“ iya tuan flix…anda memanggil saya,” selphie yang membungkukan badannya setelah itu
ia bertanya.
“ iya tolong bawakan teh hijau dan beberapa kue,” ucap flix kepada selphie.
“ baik…tuan Flix,” jawab selphie yang
nenundukan kepalanya dan berbalik keluar untuk mengambil teh dan kue yang
diperintahkan flix.
“ Flix, kau tidak perlu repot-repot,” ucap zena dengan melambaikan tangannya untuk
menolak sajian dari flix.
“ sudah seperti sama siapa saja..dan kenapa kepala Zena harus repot-repot datang ke
alberta…jika anda mengirimkan pesan saja aku pasti akan ke prontera,” ucap
flix.
“ saya ingin memberikan sesuatu kepadamu flix dan mungkin harus aku berikan,” ucap
pelan zena dengan seriusnya.
“ begitukah aku mengerti,” jawab flix.
Tok…tok..
Suara ketukan pintu terdengar dan selphie yang membawa nampan yang diatasnya setelah itu disajikan diatas meja, ia menundukan kepalanya dan kembali keluar.
Saat sudah selphie keluar dari ruangan zena mengeluarkan beberapa yang tidak asing
dan sudah lama tidak dia jumpa ditaruhnya di atas meja.
“ benda-benda ini…,” seru kaget flix
Flix terkejut ia melihat beberapa barang pada malam ia kecelakaan yang terdiri dari
__ADS_1
kaos putih, Sweater, celana jeans, Dompet, juga Smartphone yang sudah retak
pada kacanya.
“ benar, ini adalah benda yang kamu pakai saat pingsan dihutan dengan penuh darah pada baju celana akan tetapi tidak memiliki luka luar sedikit maka dari itu aku
mengantinya semua,”
Ucap zena yang menjelaskan tentang barang-barangnya.
“
maaf..kepala zena apa anda menganti pakaianku semua termasuk ini,”
Tanya flix pelan dan juga memegang celana dalam menunjukannya kepada zena.
“hmmm…tenang saja aku akan rahasiakan,” ucap zena dengan tawa kecilnya.
“ aku mohon rahasiakan…,” seru flix yang menundukan kepalanya kehadapan zena.
Setelah itu zena mencoba teh serta kuenya tidak lama kemudian Zena pergi meninggalkan ruangan diantar oleh selphie.
“ apa aku masih bisa mengunakannya tidak barang-barang ini..?,”
Gumam Flix yang melihat barang-barang kehidupan dahulunya.
♦
Saat flix sudah sendiri ia melihat semua barang-barangnya yang berada di meja.
“ apa di dunia ini aku bisa memperbaiki smartphone ini…tapi tidak salahnya mencoba,” ucap flix yang melihat smartphone dan memeriksa sudah tidak bisa dihidupkan dan keretakan pada layar depan.
Setelah merencanakan untuk benda-bendanya flix keluar dari ruangan dan pergi ke kota.
Langkah pertamanya adalah untuk memperbaiki pakaian di toko Baju yang terkenal di
Alberta.
Cling…cling…
Suara lonceng dari pintu toko baju,
“ ee…selamat datang tuan Flix..apa yang bisa aku bantu,” ucap salah satu
Sejak flix menjabat sebagai ketua guild namanya cukup terkenal di kalangan para
pedagang dan karyawannya baik dalam heroiknya dan perubahaan peraturan serta
pajak pedagangan.
Dukk…dukkk..
Suara seseorang lari dari lantai 2 dengan badannya yang pendek berambut poni berwarna kuning berpakaian bangsawan menghadap flix yang masih di dekat pintu.
“ selamat datang tuan Flix…anda membutuhkan apa biar saya bantu,?
Ucap pria ke flix dengan saling mengosok-gosok di kedua tangannya,”
Pedagang
itu bernama Sanac dari toko Sanac Fashion salah satu pedagang yang ikut pelelangan sebulan yang lalu sebagai tanda terima kasih, karena itu flix bisa mengambil pakaian apapun yang inginkan.
“ aku ingin menjahit ini,” ucap flix yang mengeluarkan kemeja, Jaket, dan Celana yang robek serta rusak.
“ eeehh..kenapa tuan flix ingin menjahit
saya bisa mengambilkan yang baru,” ucap Sanac merayu flix.
" tidak…, aku ingin memjahitnya saja karena ada kenangan didalamnya,” seru flix
menolak sarannya dan memberikan pakaian rusak itu kepada Sanac.
“ baiklah…saya mengerti serahkan kepadaku…aku akan membuat seperti baru lagi..,”
sambung Sanac kepada flix.
Setelah Flix memberikan pakaiannya kepada zanac, flix pergi ke toko blacksmith dan
menunjukannya smartphone dia berkata tidak bisa.
Bahkan beberapa pedagang baru melihat smartphone, tiba di toko Magic.
“ Selamat datang tuan Flix..ada yang bisa saya bantu,” ucap sosok wanita di balik
__ADS_1
meja.
Wanita penjual itu bernama Kinal sosok wanita tinggi berambut panjang berwarna hijau tidak hanya penjual dia juga pemilik dari toko magic kecil itu.
“ Nona kinal..bisa bantu aku untuk memperbaiki benda ini,” Ucap flix yang menaruh smartphone di atas meja.
“ baik, coba saya periksa…,” Seru Kinal yang mengambil smartphone
Ia menelitinya dan terpikir sesuatu,
“ mungkinkah ini…,” seru kaget setelah melihat smartphone keseluruhan.
“ maaf tuan flix saya mengambil buku yang terdapar informasi benda ini,” sambung ucap
Kinal.
“ benarkah…silahkan,” Jawab Flix.
Bergegas Kinal ke belakang mengambil buku dan tidak lama kemudian kembali serta membuka bukunya dan membacanya dengan cepat.
“ benar…ini tuan flix,” seru Kinal
Kinal menunjukan catatan yang terdapat pada buku, Flix pun melihatnya ia melihat
gambar smartphone sama seperti smartphone miliknya akan tetapi di gambar lebih rendah versinya dibandingkan miliknya.
“ jadi benda milik tuan flix adalah artefact 100 tahun yang lalu pada perang Furizu,”
ucap Kinal yang menjelaskan sesuai pada buku.
“ begitukah…bagaimana cara memperbaikinya pemilik pada saat itu? ,” tanya Flix
kepada Kinal.
Kinal yang mendengarkan pertanyaan Flix, Ia mencari informasi lebih detail dari bukunya.
“ iya…ada tuan Flix dengan magic Lepas,” ucap Kinal menjelaskan kepada flix.
Flix mengerutkan keningnya, “ Magic Lepas…apa maksudnya?,” ucap flix dengan
ketidaktahuannya.
“ magic yang tidak terikat oleh Job dan Class,” ucap Kinal
Flix melipatkan tangannya dan berpikir sejenak,
“ aku mengerti dan apa magic itu,” jawab Flix
“ magic lepas itu bernama ‘Reparo’,” ucap penjelasan Kinal.
“ apa kau ada magic lepas itu?,” tanya Flix
“ maaf tuan Flix magic lepas sangatlah Mahal dan itu khusus dibuat oleh Guild magician
yang berada di Payon.” Jawab Kinal.
“ baiklah aku mengerti..terima kasih atas informasinya…Kinal,” ucap pamit Flix
kepada Kinal.
Kinal membungkukan badannya, “ Maaf…tuan saya tidak bisa membantu,” ucap pada saat
membungkuk.
“ tidak apa…bye..Kinal,” seru flix dengan tersenyum lebar.
Kinal menegakan kembali badannya dan ia melihat senyuman wajah flix yang membuat
wajahnya memerah.
“ ahh…Hati-hati dijalan Tuan Flix,” seru Kinal yang menundukan kepalanya.
Pada saat diluar flix berdiri didepan toko dan menatap langit ke atas,
“ Rencana berikutnya adalah ke Payon,” ucap pelan flix.
Ia kembali meluruskan pandangan, “ tapi sekarang aku dan agitta sudah harus
menaikan Jobku…,” Ucap sambung Flix.
♦♦♦
[ Author: Hy..Guys aku sudah merivisi Chapter 0..coba teman-temanku cek jika
__ADS_1
masih ada kesalahan jangan segan-segan comment ya dan Sorry Guys Hari Minggu ini Saya RL banyak kegiatan jadi mungkin besok tidak bisa Update akantetapi saya usahakan update.....Thanks Guys…salam Author ]