[Drop] Another Life In Ragnarok System

[Drop] Another Life In Ragnarok System
Chapter 42. Mengungkapkan Kebenaran II


__ADS_3

Setelah kematian yang dialami Adiknya Bongun. Kemarahan besar yang dirasakannya setelah membaringkan adiknya ia berdiri dan menghadap Flix dengan mata tajam dan wajah kemarahannya. Bongun sama seperti


Munak berpakaian Vampire Cina dengan rambut di kepang juga akantetapi perbedaannya warna pakaian yang dikenakan Bongun berwarna biru.


Bongun dengan kekuatan petir mengelilingi tubuhnya dan matanya pun berubah menjadi biru dengan adanya percikan petir disana. Dia tersenyum lebar kepada Flix.


“ Kau dan kalian semua akan membayar kematian adikku,” ucap Bongun.


Bongun berbicara dengan melihat sekeliling bahkan juga Menteri Go. Dia tampak ketakutan dengan ancaman Bongun.


“ Bongun, Kau ingat perjanjian kita!. Jangan kau pikir Aku tidak berani dengamu!” seru Menteri Go yang tidak terima.


Bongun yang mendengar itu dengan cepat langsung mencengkek Menteri Go dengan tangan kanan, gerakannya tidak terlihat dan hanya terlihat bekas arus listrik yang dia gunakan. Menteri Go di cekek pada lehernya


mencoba memberontak akan tetapi tenaga tidak bisa melepakan tangan Bongun dari lehernya.


“ BONGUNNN, KAU TIDAK TAHU SIAPA AKU!” seru Menteri Go yang berada ditangan Bongun.


Dari sisi lain Ryun No menarik busurnya,


“ FLASH ARROW,” seru Ryun No yang mengeluarkan panah dengan tembakan yang sangat cepat kearah Bongun akan kecepatan masih kurang dibandingkan dengan petir milik menahan panah yang sangat dekat dengan dirinya.


Flix yang melihat kesempatan itu dengan kekuatan Force Telekinetiknya mengendalikan beberapa tombak dan diterbangkan kearah Bongun sekitar 20 tombak dikendalikan namun serangan itu juga bisa dihentikan


oleh Bongun. Dia membuat dinding magic dengan petirnya.


Flix tidak menyerah dengan serangan yang mampu dia tahan dengan luruskan tangan kanannya dan mendorong seluruh tombak itu ke dalam pertahanan Bongun. Bongun juga tidak menyerah dia berusaha memperkuat


pertahanannya yang membuat dia menjatuhkan Menteri Go. Bongun yang melihat Flix dengan wajah kejinya, ia menambah kekuatan pertahanannya hingga tombak yang dilancarkan Flix hancur namun ada beberapa serpihan ujung tombak yang masih melayang di udara yang akan jatuh ketanah namun sebelum ujung tombak itu jatuh ke tanah Bongun mengambilnya dan Ia memfokuskan kekuatan petirnya itu kepada benda


tersebut hingga bercahaya biru yang sangatlah terang.


“ Gawat!” seru Flix saat memperkirakan magic yang diluncurkan oleh Bongun.


Disaat cahaya sudah semakin terang dan memiliki listrik yang padat.


“ RAILGUN!,” rapalan magic dari Bongun.


Laser besar dengan kekuatan petir meluncur kearah Flix dan lainnya. Flix yang dihadapannya mengeluarkan Skill barunya.


“ Ten Shield,” seru Flix


Kekuatan pertahanan Flix yaitu memunculkan 10 jenis


perisai dengan 6 Element, Api, Air, Angin, Tanah, Kegelapan, dan Cahaya. Kekuatan pertahanan itu berhasil menghalau serangan Bongun kepada dirinya dan Ryun no, Agitta yang dibelakangnya namun serangan Bongun tidak terhentikan terpaksa Flix mengalihkannya kesisi desa yang membuat tembok perbatasan hancur.


“ Auhadwuh…” seru beberapa Zombie yang mulai masuk

__ADS_1


ke desa dengan berlari kencang.


Ryun No dan Agitta mengalihkan pandangannya kepada


tembok yang hancur itu. Meski tidak ada penduduk didalam desa perbatasan itu


mereka Zombie mengarahkan serangan kepada halaman tengah yang merupakan tempat


berkumpulnya seluruh pasukan.


Serangan sudah menyebar kepada pasukan penjaga dan beberapa pasukan yang masih di tenda. Jeritan mulai terdengar meski mereka memiliki senjata akan tetapi tidak mudah untuk mengarahkan ke kepalanya.


Ryun No menutup matanya dan saat membukanya tangan dengan hela nafas yang panjang.


“ KALIAN SEKARANG BUKANLAH WAKTUNYA UNTUK MENENTUKAN SIAPA YANG MEMBERONTAK TAPI SEKARANG KITA HARUS BERSAMA UNTUK HIDUP, APA KALIAN MENGERTI!?”  seru Ryun No yang memberikan


arahan kepada pasukan yang menyerangnya.


Para Pasukan tersebut saling menatap satu sama lain dan mengaggukan kepalanya serta serempak


berkata, “ BAIK, CHOA!”


Karena perkataan semangat dari Ryun No Para Pasukan mengarahkan senjatanya ke tempat para zombie masuk yang dimana sudah puluhan yang masukan beberapa prajurit yang sudah terkena gigitannya sudah menjadi bagian dari mereka.


Ryun No memperkuat pegangannya dan berdiri di samping Agitta.


Agitta yang terfokus pada kedatangan zombie. Ia menjawabnya, “ Aku juga…”


Kerumunan Zombie semakin berdatangan dan lari mereka sudah mengarah  ke halaman luas tempat


mereka berdiri.


“ BENTUK FORMASI PRISAI! ” seru perintah Ryun no.


Pasukan Hitam itu mendengarkan yang diperintahkan Ryun no dan mereka membuat formasi lurus dengan dua baris yang barisan depan mengunakan senjata tombak dan dibelakangnya pemanah. Begitu juga


Ryun no ia menarik busurnya dan berkonsentrasi dengan panah yang akan Dia keluarkan.


 


“ Thousand Arrow ,” seru Ryun no yang merapalkan Skillnya.


Satu panah yang dilesatkan Ryun no memecah menjadi puluhan dan ratusan panah dengan bentuk cahaya yang terpadatkan meski serangannya itu mengenai beberapa zombie akantetapi jika tidak terkena


kepalanya mereka masih bisa berdiri dan memaksa berlari meski badannya sudah


penuh dengan luka. Ryun No sangat kesal disaat melihat serangannya itu kurang

__ADS_1


efektif.


Setelah Ryun No mengeluarkan Skillnya . Agitta berkonsentrasi untuk merapalkan kekuatannya.


“ Fire Lizard,” seru rapalan Agitta.


Kadal kecil dengan sirip api membara muncul di hadapan Agitta. Melihat kehadiran kadal tersebut Agitta menjengkok yang mengelus kadal tersebut.


“ Anak yang baik,” ucap Agitta yang mengelus kadal api tersebut.


Setelah itu Agitta berdiri kembali dengan wajah seriusnya,


“ Aerial, Fire Lizard. Mohon bantuannya,” seru


Agitta.


Roh itu mengangukan kepalanya. Agitta memperintahkan Aerial mengeluarkan angin kencang yang mementalkan Para Zombie, sedangkan Fire Lizard berlari kencang hingga setepak yang dilewatinya menjadi terbakar.


Flix yang terlalu memperhatikan teman-temannya. Ia tidak sadar bahwa Bongun ada di dekat dirinya yang akan meluncurkan pukulan petirnya. Flix terkejut karena ia tidak mempersiapkan pertahanan.


“ Terlambat! ,”  ucap Bongun.


Bongun tidak memberikan kesempatan untuk Flix bertahan dengan sekuat tenaga Bongun memukul dada Flix hingga membuat dia terpental jauh dan merasakan sakit sentruman saat terbentuk salah satu rumah


desa yang membuatnya dia muntah darah namun Flix masih tersadar dan mencoba


langsung berdiri meski agak membungkuk dan bernafas berat. Para Zombie


mendatangi Flix yang berada agak jauh dari halaman tengah.


“ FLIX!” seru Agitta yang mengkhawatirkan keadaan Flix.


“ TUAN FLIX!” seru Ryun No.


Flix yang mendengar teriakan temannya hanya mengangukan kepalanya dan ia mengusap darah di bibirnya. Bongun yang melihat keadaan Flix, ia mengeluarkan Lonceng emas dengan motif naga di lonceng


tersebut.


KLING! KLING!


Suara lonceng yang dibunyikan oleh Bongun membuat Zombie yang berada di perbatasan semakin aggressive dan berlari kencang. Tidak hanya itu Zombie yang dari luar semakin banyak yang berdatangan.


Wajah Agitta dan Ryun No semakin cemas dan Flix memandang Bongun semakin tajam. Bongun  yang melihat tatapan Flix ia hanya tersenyum lebar.


Bersambung.


                                                                                    ***

__ADS_1


__ADS_2