[Drop] Another Life In Ragnarok System

[Drop] Another Life In Ragnarok System
Chapter 38 - Penjajahan Zombie


__ADS_3

Malam pada saat Flix membukakan gerbang desa archer juga pada saat Flix dan lainnya diselamatkan oleh Ryun No. Dalam kegelapan


dengan kabut tebal banyak monster zombie yang terbangun dari bawah rumah, bawah


batu dan beberapa tempat yang gelap. Mereka mulai bergerak gemetar dan bangun


kepalanya ke atas menghirup sesuatu dengan mata yang kosong, Mulut yang penuh


darah, Baju yang berdarah, dan gerakan yang tidak menentu.


Saat mereka menemukan aroma kehidupan mereka berlari kearah luar adapula yang keatas ketempat flix berada. Tidak hanya satu dua zombie yang melalui gerbang utama desa Archer akan tetapi puluhan zombie berlari mencari makan.


Ditempat berbeda ada beberapa nelayan yang baru saja menepi kesisi sungai besar. Mereka menyatukan hasil penangkapan mereka dengan bangga mereka saat melihat banyaknya ikan itu. Tidak lama kemudia para nelayan itu melihat banyak bayangan orang yang berlari menghampiri mereka karena


kegelapan malam dan kabut yang tebal menghalangi pandangan mereka.


“ Siapa orang- orang itu? ” tanya nelayan kepada temannya.


Para nelayan itu tidak menjawab hanya melihat kedepan dan semakin dekat para orang-orang itu membuat para nelayan ketakutan hingga para nelayan itu menjadi santapan untuk mereka.


Di desa perbatasan Payon, seorang penjaga perbatasan yang sedang menjaga dengan api unggun di pagar kayu. Beberapa waktu kemudian penjaga itu melihat satu orang dalam bayangan karena penjaga itu melihat


sesuatu yang mencurigakan. Ia mendekati orang itu dengan rambut yang


berantakan, mata yang kosong dan penuh darah.


“ Tuan. Ada kenapa? ” ucap prajurit.


Orang itu hanya meringis dan langsung mengigit lehernya dan menyantapnya beberapa zombie ikut dalam penyantapan itu dan banyak yang masuk ke gerbang. Para penjaga mencoba menghentikan akan tetapi gagal malah membuat dirinya menjadi santapan. Dari belakang zombie lebih banyak yang berlari kedalam perbatasan.


Disuatu desa para warga melakukan aktifitas biasa pada malam hari. Tidak lama kemudian mereka melihat banyak orang yang berlari


dan melompat mengigit warga yang sehat karena itu membuat warga yang lain


berlari dan suasana panic terjadi teriakan serta tangisan juga membuat mereka


ketakutan adalah suara zombie satu persatu para zombie mengigit seperti


layaknya hewan yang menemukan daging setelah warga yang hidup itu dalam


beberapa waktu yang pendek ia membuka matanya dan berdiri menjadi salah satu


mereka dan mencari makanan orang hidup juga dengan berlari.


Pergerakan mereka seperti hewan liar yang sedang memangsa. Tiba di bangunan besar para zombie masuk kedalam meski sudah mencoba dihadang oleh penghuni rumah pintu berhasil di dobrak. Tidak hanya rumah besar rumah kumuh dan kecil juga mereka masuki.


“ PARA RAKYAT MENYERANG BANGSAWAN,” ucap salah satu bangsawan yang ketakutan berbalik lari kencang.

__ADS_1


Serangan para zombie semakin meluas dan semakin banyak pertumbuhannya karena korban yang terinfeksi dan menjadi zombie


menyerang orang yang hidup. Ada beberapa pejabat pemerintahan berlari dengan


menunggang kuda berhasil dijatuhkan bukan kudanya yang mereka gigit akan tetapi


pejabat tersebut yang jatuh. Kuda itu dibiarkannya.


Pemandangan desa itu menjadi kacau dan hanya api yang membara jika terlihat dari kejauhan.


Ditempat berbeda menteri Besar dari Klan Chae Won berdiri di atap dengan dihiasai balcon mewah Isatana. Menteri itu tidak sendiri ia ditemani pengawalnya dengan seragam dan topi bulat hitam berlutut satu kaki dibelakangnya


“ Menteri Go. Perintah anda? ” ucap prajuritnya yang berlutut dibelakangnya.


“ Tutup gerbang luar dan jangan biarkan ada yang masuk dan keluar. Aku mengerti,” ucap Menteri


“ Ya,” ucap prajurit.


Prajurit itu berdiri dan berbalikan badan


meninggalkan menteri dengan tatapan yang serius menteri itu berbalik dan turun dari atap menuju Istana. Menteri tersebut tiba diruangan tahta Raja. Pada ruangan itu terdapat sosok Pria yang sudah lesu berpakaian jubbah merah bermotifkan naga emas dan itulah Raja Payon. Ia selalu menyandarkan kepalanya dengan tangan kanannya pada gagang kursi dan beberapa orang yang berpakaian sama dengannya berjajar pada sisi kiri dan kanan. Saat kedatangan menteri Go semua pejabat di sisi kiri dan kanan terdiam.


Menteri itu memberi hormat dengan menempelkan kedua tangannya dan menghadapkannya kepada Raja.


“ Raja…” ucap Menteri tersebut.


Raja yang mengantuk membuka matanya dan melihat menteri Go yang berada di depannya.


Menteri Go menjelaskan bahwa terjadi kekacauan di kota yang mengakibatkan banyaknya korban dan Menteri go memberikan surat Gulung kepada raja dengan bantuan Kasim, Raja mengambilnya.


Raja mengkerutkan dahinya dan wajahnya berubah menjadi kesal saat melihat surat itu. Dalam Surat itu tertulis bahwa Pangeran


Ryun No telah menciptakan pasukan monster 500 tahun yang lalu untuk menaikan


dirinya menjadi Raja Payon.


“ Menteri Go. Jika memang benar yang tertulis dalam surat itu maka tangkap Pangeran Ryun No hidup atau mati,” ucap perintah raja.


Raja memberikan Symbol pasukan besarnya untuk melawan Ryun No dan pasukan zombienya melalui kasimnya. Menteri Go menerimanya. Ia memberikan hormat kepada raja dan membalikan badannya.


Berjalan keluar ruangan raja dan pergi ke halaman Istana yang sudah terdapat pasukan berbaju besi hitam berbaris. Menteri go


menunjukan Symbol raja ke atas. Serempak pasukan baju hitam memasang


kuda-kudanya.


DUK! DUK! DUK!

__ADS_1


Suara dari langkah kaki yang serempak.


Pasukan tersebut berjalan menuju perbatasan untuk pencegahan Zombie dan terutama ialah menangkap Pangeran Ryun No masuk ke kota.


Sedangkan di tembok perbatasan Ratusan Zombie sudah berada dibawah meringis


kearah atas dan mereka hanya dilihat oleh para penjaga disana.


                                                                        ♦


Ditempat yang berbeda dan waktu berbeda. 4 penunggang kuda sedang melaju kencang menuju sebuah bukit yang sedikit curam. Beberapa waktu sebelumnya Ryun No mengatakan sebelum ke payon ia ingin


memastikan sesuatu dan tempat itu adalah Klinik besar milik tabib Song Hoo.


Setelah melalui jalan kecil yang curam, mereka menaiki bukit dan tiba di suatu


bangunan yang luas dan tertutup rapat sama seperti waktu flix lainny datang ke


penginapan yang tertinggal itu hanya pagar bamboo tajam dan diatap beberapa


bamboo diikatkan benda tajam di unjungnya.


Flix dan lainya turun dari kudanya mendekati klinik besar itu.


Dok! Dok! Dok!


Suara dari Ryun No mengetuk pintu.


Ryun No yang berkali-kali mengetuk pintu tidakbdirespon maka dari itu ia berteriak, “ Tabib Song Ho. Ini aku Ryun NO! ” teriak


Song Ho. Berkali-kali Ryun No memanggil tidak ada tanggapan.


Melihat keadaan itu Flix maju mendekati Ryun No dan berdiri disampingnya.


“ Pangeran Ryun No. Izinkan saya untuk menobraknya,” ucap Flix.


Ryun No mengagukan kepalanya dan mundur beberapa langkah. Flix meluruskan tangan kanan dengan kekuatan kinektik Force dengan mudah ia mendorong pintu.


DUANG!


Suara pintu yang terlempar.


Setelah pintu terlempar mereka masuk dan terkejut melihat beberapa warga dan beberapa prajurit menodongkan senjata mereka kepada


Flix, Ryun No dan lainnya.


Flix beserta lainnya hanya mengangkat tangan dan saling menatap serta tertawa kecil satu sama lain.

__ADS_1


“ Ehh. Seriuskan ini,” gumam Flix.


                                                                                    ♦♦♦


__ADS_2