![[Drop] Another Life In Ragnarok System](https://asset.asean.biz.id/-drop--another-life-in-ragnarok-system.webp)
...Chapter 03. Pagi hari di dunia lain....
Keesokan paginya, Riz yang sedang mencuci muka di dekat sumur. Dia dihampiri oleh pelayan yang bernama Anna.
“Tuan Riz, anda dipanggil oleh Nenek Eva!” ucap Anna.
Riz yang sedang sibuk mencuci muka karena sapaan itu, dia pun menghentikan aktifitasnya dan melihat kearah Anna.
“Iya, Anna. Aku akan temui Nenek Eva,” jawab Riz.
Seusai Riz menjawab itu, Anna menundukan kepala lalu membalikan badannya.
“Anna, tunggu!” seru Riz.
Langkah Anna pun terhenti dan dia membalikan badannya kembali kearah Riz.
“Ada apa Tuan Riz?” tanya Anna.
“Selamat pagi, Anna!” ucap Riz.
“Eh?” kaget Anna namun, tidak lama Anna pun juga menjawabnya, “Selamat pagi juga, Tuan Riz!” sapa Anna sambil membungkukkan badannya setelah itu, dia menegakan badannya kembali serta bertanya kepada Riz.
“Kenapa, Tuan Riz?” tanya Anna.
“Tidak, aku hanya ingin menyapa,” jawab Riz dengan senyuman.
“Begitu ya,” jawab Anna sambil menunduk dan tersenyum malu.
“Kalau begitu, aku permisi!” ucap Anna.
“Silahkan!” ucap Riz.
Lalu, Anna pun menundukkan kepala serta membalikan badan. Setelah itu, dia meninggalkan Riz.
__ADS_1
Sesudah berpakaian rapih dan membasuh diri, Riz pun pergi menemui Nenek Eva yang berada di ruangan kerja nya.
Tok! Tok! Tok!
Ketuk pintu Riz.
“Aku Riz,” ucap Riz dibalik pintu.
“Masuklah!” seru Nenek Eva dari dalam ruangan.
“Iya,” jawab Riz.
Krekkkk!
Pintu pun dibuka oleh Riz dan terlihat Nenek Eva sedang mengerjakan beberapa dokumen diatas meja bersama serta Agitta juga disana membantu Neneknya menyelesaikan dokumennya.
“Permisi!” ucap Riz.
“Iya,” jawab Riz.
Agitta pun melihat kearah Riz dan menyapanya.
“Selamat pagi, Riz!” sapa Agitta.
“Selamat pagi, Nona Agitta!” ucap Riz.
“Moo … sudahku katakan jangan panggil aku Nona!” ucap sedikit kesal Agitta.
“Oh, iya. Maaf, Agitta!” ucap Riz.
“Nah begitu kan lebih akrab!” ucap Agitta.
Riz pun tersenyum dan duduk di sofa panjang yang berada di ruangan kerja. Nenek Eva pun tersenyum disaat mendengar pembicaraan dari Riz dan Agitta.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Nenek Eva pun menghentikan aktifitasnya dan berdiri dari kursinya lalu menghampiri Riz.
“Maaf, Riz. Kamu telah lama menunggu,” ucap Nenek Eva.
“Tidak masalah,” ucap Riz.
“Kamu memang pria yang rendah hati dan sepertinya, kamu cocok untuk mendampingi cucuku satu-satunya ini,” ucap ledek Nenek Eva.
“Eh?” kaget Riz.
“Nenek! Bicara apa?!” seru Agitta dengan wajah yang memerah.
“Hahahaha …” tawa Nenek Eva dan dia pun duduk berhadapan dengan Riz.
“Nenek, ada yang bisa aku bantu?” ucap Riz.
“Oh, iya Riz! hari ini aku meminta mu untuk mendampingi Agitta pergi ke pasar sambil kamu bisa berkeliling kota, Kamu tidak masalah kan?" seru Nenek Eva.
Sesaat kemudian, Agitta pun datang dengan membawa tas ransel bergambar poring menghampiri Riz dan nenek Eva. Hal itu membuat Riz terkejut, "Poring?"
"Nek, bagaimana jika aku mengajak Riz pergi ke Guild petualangan?" saran Agitta.
"Tidak masalah, dilihat dari postur tubuhnya. Nak Riz mungkin bisa menjadi petualang," jawab Nenek Eva.
"Guild Petualang?" sambung tanya Riz.
"Iya, itu tempatnya para petualang mencari uang, Bisa dengan memburu Monster, menjelajahi dungeon atau mengumpulkan bahan langka," jawab Agitta.
Dalam pemikiran Riz, Guild Petualang tidak asing seperti di game atau pun novel.
"Baiklah, Aku menurut saja," jawab Riz yang tersenyum lebar.
Sesudah itu, Riz dan Agitta pun meninggalkan penginapan Claire.
__ADS_1