![[Drop] Another Life In Ragnarok System](https://asset.asean.biz.id/-drop--another-life-in-ragnarok-system.webp)
...Chapter 01. Agitta dan Nenek Eva...
Di Dunia Lain, Midgard. Disana terlihat kereta kuda yang sedang melaju melewati hutan yang lebat. Namun, tidak lama kemudian kereta kuda itu pun berhenti.
“Hiii!” seru kusir kereta kuda.
Krekkk!
Suara pintu kereta kuda dan keluarlah sosok wanita cantik dengan rambut pirang yang panjang.
“Nenek, aku pergi dahulu!” seru wanita berambut pirang.
“Berhati-hatilah, Agitta!” ucap wanita paruh baya yang berada di kereta.
“Iya, Nek!” seru wanita yang bernama Agitta sambil berlari kearah dalam hutan meninggalkan kereta kuda.
Kusir yang berada di kereta menoleh kearah dalam.
“Nenek Eva, apakah Nona Agitta tidak apa-apa mencari obat sendiri di hutan?” tanya kusir.
“Aku membiarkannya. Lagian dia memiliki mimpi untuk menjadi petualang dan masuk akademi Criature,” jawab Nenek Eva.
“Begitu ya,” ucap Kusir.
Di sisi lain, Agitta dengan wajah yang senang menelusuri hutan dan mengambil beberapa tanaman obat. Meski ada monster disekitar, dia tidak gentar karena monster itu tidaklah buas malah membuatnya senang.
“Wuahhh … Lucu-lucunya!” ucap Agitta saat melihat monster Lunatic (Monster yang berbulu dan berbentuk seperti kelinci) dan poring (Monster yang berbentuk seperti slime namun memiliki mata dan mulut).
Saat Agitta sedang memperhatikan salah satu poring. Poring itu pun pergi dan memberikan sinyal agar Agitta mengikutinya karena dia menyundul pelan Agitta dan pergi secara berlahan.
“Are … Kenapa? Kamu ingin menunjukan sesuatu!” ucap Agitta sambil melihat kearah poring.
“Poingg!” suara poring.
Agitta mengerti dengan sinyal yang diberikan oleh Poring maka dari itu, dia pun pergi kearah yang ditunjukan oleh poring. Tidak lama kemudian, tibalah Agitta di sebuah pohon cemara raksasa.
“Wow! Jadi ini cemara Iblis yang terkenal itu!” seru Agitta sambil melihat keatas.
“Poing! Poing! Poing!” suara poring yang menyundul kearah sesuatu.
Agitta yang mendengar itu dan melihat sikap poring yang aneh maka dia pun mendekati poring tersebut.
“Poing! Poing! Poing!” suara poring yang terus menyundul.
Disaat sudah dekat dengan poring, Agitta pun terkejut disaat melihat ada seorang pria yang tidak sadarkan diri di bawah pohon.
“Eh? Siapa ini? dan bagaimana bisa?!” ucap panik Agitta.
Agitta yang tidak tahu apa yang harus dilakukannya, dia pun kembali ke kereta kuda dengan tergesah-gesah.
KREK!
Suara keras pintu kereta yang dibuka Agitta secara keras.
Hal itu membuat Nenek Eva terkejut.
“Nenek!” teriak Agitta.
“Ada apa? Kenapa Agitta?” ucap khawatir Nenek Eva.
__ADS_1
“Aku menemukan seorang pria yang tidak sadarkan diri di hutan!” ucap Agitta.
“Apa?! Baiklah, Nenek akan kesana,” ucap Nenek Eva yang langsung keluar dari kereta dan pergi bersama Agitta menuju pria yang ditemukannya.
Setibanya disana, Nenek Eva memeriksa pria tersebut.
“Bagaimana keadaannya, Nenek?” ucap khawatir Agitta.
“Tidak apa-apa, dia hanya pingsan dan nenek akan memberikan potion kepadanya. Agitta bisa bantu nenek?” ucap Nenek Eva sambil memberikan potion kepadanya.
“Tentu saja, nenek!” jawab Agitta sambil menerima potion tersebut.
Nenek Eva pun berdiri dan Agitta mengantikannya Lalu, dia mengangkat sedikit kepala pria serta membantu meminumkan potion kepadanya.
Seusai meminumkan potion, gerakan kecil pun dilakukan oleh pria itu serta dia membuka matanya. Pandangan pertama yang dilihatnya ialah pohon yang sangat tinggi dengan sinar matahari yang terik.
“Dimana ini?” gumam pria tersebut.
Saat pria itu bergumam, Agitta pun mendekati wajahnya untuk memeriksa keadaannya.
“Wuahh, syukurlah! Kamu sudah siuman!” ucap Agitta dengan tersenyum lebar.
Pria itu pun terkejut disaat melihat wajah Agitta yang cantik dekat dengan wajahnya. Dia pun langsung mengumpulkan kesadarannya dan panik yang membuat pria itu bangun dari tidurnya namun wajahnya dengan wajah Agitta terbentuk.
Buk!
Suara keras benturan yang membuat Agitta terjatuh kebelakang.
“Ita!” gumam Agitta.
“Aduuh! Duh!” ucap pria tersebut.
“Maaf, kamu baik saja-saja? apa kamu terluka?” ucap pria itu sambil membantunya bangun dari jatuhnya.
Agitta pun menurunkan tangannya dari dahi serta memberikan senyuman kepada pria tersebut.
“Hihihi … aku baik-baik saja,” jawab Agitta.
Nenek Eva yang berada disamping kedua orang muda itu hanya memberikan tawa kecil.
“Tetap saja, maafkan aku!” ucap pria tersebut.
“Sudah aku bilang tidak apa-apa? Oiya, kenapa kamu bisa pingsan disini?” tanya Agitta.
Pria itu pun mengingat kejadian sebelumnya bahwasannya dirinya mengalami kecelakaan truk yang mengakibatkan dirinya tertabrak serta dia mengingat suara wanita yang memberikan pertanyaan-pertanyaan aneh. Dia adalah Riza Chakra.
“Mungkin, ini di dunia lain!” seru batin Riza saat melihat wanita cantik berambut pirang yang berada dihadapannya.
Agitta menatap heran kepada Riza yang melamun maka dari itu, dia menegurnya.
“Hei, kamu tidak apa-apa?” sapa Agitta.
Saat mendengar sapaan itu, Riza tersadar dan menjawab.
“Aku baik-baik saja. Namaku adalah Riz dan maaf, aku tidak mengingat kenapa aku berada disini?” ucap Riza yang berbohong.
Riza yang belum tahu situasi dan informasi yang belum meyakinkan. Dia pun memutuskan untuk mengunakan nama akun di game Ragnarok Online serta dia tidak mungkin menyampaikan kronologis dirinya sampai di hutan karena kecelakaan dan dirinya hidup kembali karena suara seorang wanita yang tidak dikenalnya.
“Eh? Bagaimana bisa kamu tidak ingat?” ucap heran Agitta.
__ADS_1
“Eh? Itu …” ucap ragu Riz sambil jarinya mengarukan kepala belakangnya.
Nenek Eva yang berada disamping mereka berdua menyambung perbincangan.
“Agitta, apa kamu tidak tahu di hujan Mjolnir ini ada sebuah kisah mistik?” ucap Nenek Eva.
Saat Nenek Eva mengatakan itu, Agitta dan Riz melihat kearahnya.
“Kisah apa, Nek?” tanya Agitta.
“Kisah mistik? Mjolnir?” ucap heran Riz.
Riz heran karena kebohongannya dibantu oleh seorang wanita paruh baya yang tidak dikenalnya serta dirinya mendengar sebuah nama tempat yang tidak asing.
“Iya meski nenek pernah mendengar tapi baru kali ini nenek melihatnya secara langsung. Anak Loki yang tersesat,” ucap Nenek Eva.
“Anak Loki yang tersesat?” tanya Agitta.
“Benar, sebuah kisah yang dimana seorang anak muda yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan muncul tiba-tiba di hutan Mjolnir. Lalu, mencuri ingatan anak muda itu dan meninggalkannya ditempat yang jauh karena Dewa Loki sangat senang menjahili manusia,” ucap penjelasan Nenek Eva.
“Ohh, begitu,” jawab Agitta sambil menganggukan kepalanya.
Saat mendengarkan penjelasan itu, Riz pun bernafas lega bahwasannya nenek itu membantunya untuk menyakinkan wanita yang berada disampingnya.
“Iya, mungkin itu yang terjadi kepadaku!” jawab Riz sambil memberikan senyuman lebar.
“Hei, anak muda. Aku Eva. Seorang pedagang keliling serta ini adalah cucuku, Agitta!” ucap Nenek Eva yang memperkenalkan dirinya serta Agitta.
Agitta pun berdiri dan membungkukan badannya.
“Iya, aku Agitta. Salam kenal!” ucap Agitta.
Riz yang melihat sikap itu, dia pun bergegas diri serta membungkukan badannya juga.
“Iya, salam kenal juga. Aku Riz,” ucap Riz.
“Nak, Riz. Apa kamu ingat tempat dituju?” tanya Nenek Eva.
Riz pun menegakan badannya kembali dan menjawab pertanyaan tersebut.
“Maaf, Nenek Eva. Sepertinya aku juga tidak ingat ingin pergi kemana!” jawab Riz.
“Jika begitu, bagaimana kalau kamu ikut dengan Nenek dan Agitta untuk pergi ke Ibukota Kerajaan Gaeblog, Prontera?!” saran Nenek Eva.
Riz pun terkejut saat mendengar nama Prontera.
“Dimana ini sebenarnya? Kenapa nama-nama tempat sama seperti di game Ragnarok?! Lebih baik aku mengikuti mereka dan mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi di sana,” batin Riz.
Meski, Riz memiliki banyak pertanyaan didalam benaknya. Dia pun menyembunyikannya dihadapan Nenek Eva dan Agitta.
“Aku merasa tertolong jika Nenek Eva dan Agitta mengizinkanku ikut!” jawab Riz.
“Syukurlah, ayo, Riz!” ucap Agitta sambil tersenyum.
“Hm,” jawab senyum Riz sambil menganggukan kepalanya.
Setelah itu, Nenek Eva, Agitta beserta Riz kembali ke kereta kuda dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke ibukota Prontera.
Perjalanan Riza sebagai Riz didunia lain barulah di mulai.
__ADS_1