![[Drop] Another Life In Ragnarok System](https://asset.asean.biz.id/-drop--another-life-in-ragnarok-system.webp)
Flix dan Deusa terus berjalan menaiki Dungeon meski semakin tinggi lantainya Monster juga semakin kuat. Namun, meski begitu kekuatan monster tidak bisa menghentikan gerakan mereka.
Hingga mereka tiba di lantai 40 ada sebuah ruangan besar disana.
“Guru, kita temukan ruangan ini? Mungkinkah?” tanya Deusa.
“Ahh … ada kemungkinan Leanne berada didalam,” jawab Flix.
Flix maju melangkah mendekati pintu itu dan melihat ada sebuah ornament yang terlihat pada pintu yang berbentuk dua bulatan. Flix menempelkan tangan nya ke pintu tersebut.
Ia berkonsentrasi dengan menutup matanya.
“Armed 10: Breakable Code Activation,” rapalan Flix.
Pintu tidak terbuka, akan tetapi sebuah gempa terjadi di sekitar Flix dan Deusa.
“Guru Flix!” seru Deusa.
“Deusa, bersembunyilah! Sesuatu yang kuat mendekati,” perintah Flix.
“Baik,”
Deusa berlari dan bersembunyi dibalik bebatuan,
Flix melihat ke kanan, ke kiri dan belakang.
“Mungkin kah!?” ujar dugaan Flix, Ia melihat keatas.
Krikk …. Krikk (suara tulang yang berbeturan)
Tidak lama kemudian monster yang berada di atas menjatuhkan dirinya dan menebas Flix. Flix untuk menghindari nya mengeluarkan senjata prisai.
“Armed 4: Heroes Shield Activation,” rapalan Flix.
Krikkk…. Krikkk (suara tulang monster yang berjalan)
Monster yang dihadap oleh Flix berbentuk Kalajengking yang hanya tulang serta capit yang seperti sabit.
“Armed 2: Black Katana Activation,” rapalan Flix.
Senjata yang dipegang Flix berubah menjadi katana, ia berlari dengan cepat dengan gaya samurai saat monster yang menebasnya. Flix menghindar sedikit kesamping dengan gerakan memutar Ia memotong sabit di tangan kanan nya.
“Teknik katana: Naga terbang kelangit,” rapalan dari teknik pedangnya.
AAGFFJANDCJAN …. (suara raungan dari monster)
Monster yang merasa kesakitan membuatnya semakin marah, serangan juga pun semakin cepat.
“Tidak, akan aku biarkan kau menghalangi jalanku,” seru Flix.
Setelah berkata itu Flix menganti senjatanya.
“Armed 11: Booster Glove,” rapalan Flix.
Senjata Flix berubah menjadi sarung tangan yang merekat hingga bahunya dengan warna hitam pekat dengan garis Merah.
Flix berjalan pelan mendekati Monster dan meregangkan tangannya,
“Booster Up 1000 persen,” rapalan Flix.
Sarung tangan yang dikenakan Flix menjadi bercahaya dan berjalan pelan dengan tersenyum.
“Hei! Apa kau pernah menonton One Punch Man!?” tanya ledek Flix kepada monster.
__ADS_1
Deusa yang mendengar seruan ledekan dari Guru nya membuat nya memberanikan diri untuk berdiri dan melihat petarungan gurunya.
“Guru, berhati-hati lah!?” seru Deusa. Dia mengenggam tangan nya dengan posisi berdoa.
Krikk … Kriikkkk….
Monster tidak menanggap ucapan Flix dan Ia mendekati Flix dengan langkah yang cepat.
“Jika memang belum tahu aku akan tunjukan!” seru Flix.
Flix dalam sekejap menghilang dan sudah berada di depan kepala Monster dengan senyuman sinis dan kejam. Dan dia memukul.
BANG ….
Pukulan yang diciptakan Flix membuat monster hancur berkeping-keping.
Krang … krang ( Suara tulang yang berserakan)
Flix kembali mendarat dan merubah senjatanya kembali normal.
“Guru!?” Ujar Deusa. Ia berlari mendekati Flix.
“Bagaimana keren, bukan?” tanya bangga Flix.
“Haha … Guru luar biasa,” Jawab Deusa yang mengacungkan jempolnya.
Flix mengambil dua bola sihir yang sebagai kunci untuk membuka gerbang diantara tulang belulang. Kemudian setelah Flix mengambilnya, Ia menaruh bola sihir itu di pintu dan setelah bola menempel cahaya merah menyinari pintu dan mengisi ukiran garis di pintu juga lingkaran sihir yang terbentuk di antara bola itu.
Gruk … Gruk (suara pintu yang berlahan terbuka dengan getaran didalamnya)
Saat pintu terbuka Flix dan Deusa memasuki Ruangan tersebut.
“Sihir Pemecahku belum bisa memecahkan magic ini, sepertinya aku masih harus berlatih,” ujar batin Flix.
\*
Flix dan Deusa terkejut. Deusa berlari mendekati sosok wanita itu,
“Leanne!” teriak Deusa yang berlari.
Deusa yang lebih cepat tiba di telur itu, Ia mengetuk-ngetuk telor dan berteriak. Tidak lama kemudian Flix tiba di dekat telur itu dan melihat gerakan Leanne yang merespon teriakan dari Deusa.
“Dia sadarkan diri,” ujar Flix.
Deusa melihat Flix, “Benarkah?” tanya senang Deusa. Ia berbalik menghadap Leanne kembali dan berteriak lebih kencang, “LEANNEE!!!”
Leanne yang mendengar suara Deusa berlahan membuka matanya dan menengok ke arah Flix dan Deusa.
Deusa yang melihat itu merasa sangat senang dan menempelkan telapak tangan kanan nya di telur tersebut.
Leanne yang sadar ia berenang dan mengarahkan badannya menghadap Deusa dan Leanne menempel telapak tangannya dari sisi lainnya.
Leanne yang tersenyum dan ingin bicara akan tetapi tidak bisa karena posisinya seperti berenang didalam air.
Deusa melihat Flix serta memberikan sinyal, begitupun Leanne yang bingun dengan keberadaan Flix yang dia tidak kenal.
Flix tersenyum dan mengerti sinyal dari Deusa. Ia mendekati telur tersebut.
“Armed 15: Craft Glove,” rapalan Flix.
Craft Glove adalah senjata ke 15 dari Thousand Arms Flix. Senjata ini memiliki kekuatan untuk meleburkan atau membuat benda apapun dengan bahan apapun.
Telur yang dihancurkan oleh Flix membuat air terjatuh juga Leanne yang berada didalam nya ikut terjatuh namun, sebelum sampai tanah Flix mengendongnya di depan dan Leanne memegang leher Flix dengan kedua tangan nya dan mereka saling bertatap muka.
__ADS_1
Setelah bertatapan lama, wajah Leanne merubah raut wajah nya menjadi kesal.
“Dasar Mesum! Cepat turunkan aku!” seru kesal Leanne.
“…Ah! Maaf,” Flix terkejut dari lamunan nya dan menurunkan Leanne.
“Leanne, Huuuu …” ujar tangis senang Deusa yang berlari dan memeluk Leanne.
“Deusa, Maaf …” ucap Leanne yang juga meneteskan air matanya saat memeluk Deusa.
Flix yang melihat reuni mereka merasa terharu dan tersenyum lebar. Flix yang melihat keadaan Leanne membuatnya sadar untuk menciptakan benda.
Flix menadahkan tangan nya.
“Armed 0: Create item ….” rapalan Flix.
Flix memunculkan Selimut dan satu pasang baju dan celana diatas tangan nya melalui cahaya biru. Saat cahaya biru menyinari Leanne dan Deusa, Ia melepaskan pelukan mereka dan melihat Flix.
“Apa yang kau lakukan? Dan siapa kau?”
“Itu nanti saja, sekarang pakailah ini!” seru Flix yang mendekati Leanne yang memberikan selimut dan satu pasang baju dan celana.
Leanne menerima benda itu, “Terima kasih. Tapi, kau bisa berbalik, Tuan misterius!” ujar Leanne.
“Iya …” Jawab Flix. Ia membalikan badannya.
Leanne memakai baju dan celana dengan bantuan dari Deusa.
“Baik, sudah selesai. Sekarang katakan padaku, siapa kamu!?” tanya Leanne.
“Dia-.” Deusa akan menjawab namun, dihentikan oleh Flix.
Flix mendekati Leanne dan memberikan tangan untuk berjabat tangan,
“Aku Star, Wali kelas mu yang baru,” jawab Flix.
“Ehh! Menarik Wali kelas yang kuat, aku Leanne!” ucap Leanne yang menerima jabatan tangan Flix.
Flix dan Leanne saling bertukar senyum.
Dung … Dung … (suara getaran dan serpihan batu dari atas)
“Kita harus cepat, Keluar dari sini!” perintah Flix.
Leanne dan Deusa menganggukan kepalanya dan berlari keluar.
Dari sisi luar Kepala Sekolah Chival menunggu kedatangan Flix dan lainnya bersama dengan beberapa murid dan guru.
“Kepala Sekolah, disini berbahaya disini, Dungeon Academy akan runtuh!” seru Qiu yang menyarankan Chival.
“Aku tetap disini, Guru Star dan muridnya berada didalam,” jawab Chival yang menolak.
Dari sisi lain, murid dari Kelas E memperhatikan pintu masuk Dungeon Academy.
Beberapa saat kemudian, Chival melihat ada tiga orang yang berlari keluar. Semua orang terkejut dan senang melihat Leanne yang sudah terbebas.
Murid dari kelas E juga senang dan menghampiri Leanne dan menyambut kebebasannya.
Chival mendekati Flix dan menundukan kepalanya juga Flix yang membalasnya dengan menundukan kepalanya.
Duang …(Suara pintu Dungeon yang tertutup)
Semua orang melihat ke arah pintu masuk Dungeon dan semua tersenyum senang.
__ADS_1
\*\*\*