[Drop] Another Life In Ragnarok System

[Drop] Another Life In Ragnarok System
Chapter 41. Mengungkapkan Kebenaran I - Flix Vs Munak


__ADS_3

Flix dan lainnya berkumpul kembali dan melangkah ke Halaman yang luas ditengah pada kota itu.


“ Selamat malam. Pewaris Chaosa dan Pewaris Freya,” ucap suara wanita.


Mereka mencari sumber suara yang ternyata berasal dari atap halaman rumah besar di tengah perkemahan itu ia melihat sosok wanita bertopi bulat berbaju merah dan dahinya terdapat kertas magic dan rambutnya


yang terkepang panjang seperti Vampire cina.


“ Kau siapa,” seru Flix dengan seriusnya.


Wanita itu tersenyum lebar dengan nada seperti tertawa.


“ Perkenalkan aku adalah jenderal dari Ratu Soo hee, Munak. Mohon kerja samanya,” seru Munak dengan nada tertawanya.


Saat Flix dan lainnya melihat Munak. Mereka semua mengeluarkan senjatanya akan tetapi gerakan munak dengan cepat ia melompat dan sudah berada di hadapan flix dengan tangan kanan terkepal dan senyum yang sangat lebar melancarkan pukulan yang kuat kepada Flix namun Flix berhasil membloknya


dengan kedua tangannya yang menempel dengan kekuatan Forcenya benturan mereka


itu hingga membuat lubang besar di tanah yang Flix pijak.


Flix menutup matanya dan berkonstrasi untuk


memperkuat kekuatan Forcenya dan saat flix membuka matanya ia berhasil memperbesarnya dan memental munak jauh dari flix. Serangan itu membuat matanya


berubah menjadi hitam.


Disisi lain Menteri Go yang berada dibelakangnya memberikan kode dengan tangannya ke atas.


“ KEPUNG MEREKA,” seru perintah dari menteri Go.


Banyak pasukan berjubah besi hitam menutupi seluruh tubunya dengan berbagai macam senjata. Agitta dan Kay saling bertolak punggung untuk melindungi dari kedua sisi.


“ Tuan Ryun No mohon bantuannya,” Ucap agitta pada sisi kanannya.


“ Aku juga nona Agitta,” ucap Ryun No.


Seluruh pasukan yang sudah mengepung Flix dan lainya dengan formasi melingkar. Pasukan panah sudah memasang kuda-kuda untuk melesatkan anak panah.


“ Flix. Serahkan pasukan ini kepada kami,” seru agitta kepada flix.


“ Tuan Flix. Ini kami bisa mengatasinya yang


berbahaya adalah dia,” Seru Ryun no yang mengarahkan pandangan kepada Munak.


“ Baik. Berhati-hatilah kalian,” Seru Flix kepada


agitta dan Ryun no.


Mereka tidak menjawab flix hanya saling menganggukan kepalanya dan tersenyum.


Flix menutup matanya memusatkan energy force ke kedua kaki. Disisi berlawan Munak tersenyum lebar dan mengeluarkan kekuataannya yaitu membuat kedua tangannya memunculkan api serta seluruh tubuhnya berubah merah dan berteriak kencang hingga matanya berubah menjadi Api menyala. Flix membuka matanya dan menurunkan sedikit kaki mempersiapkan untuk melompat jauh. Tekanan dari kekuatan Flix membuat tanah di kaki kiri dan kanannya berlubang. Tidak lama kemudian Ia melompat lurus kedepan seperti Roket yang melesat lurus meski ada beberapa pasukan yang mengunakan tombak dan panah tidak mampu menahan lompatan flix yang membuat mereka terpental.


Flix mengeluarkan Sabernya yang berwarna biru saat melompat ke Munak ia memutarkan dengan jarinya dan melesatkan serangan kepada Munak namun serangan flix berhasil di tahan dengan pukulan api dari Munak. ia

__ADS_1


tersenyum dan api yang kecil ditangannya membesar dan menyemburkan kepada Flix


yang sedang menahan serangan munak. Flix yang menyadari serangan itu bergegas


telapak tangan kirinya diluruskan ke depan. Ia berkosentrasi dengan kekuatan Forcenya untuk membentuk prisai serta Ia juga bergegas melompat mundur kebelakang dan serangan Munak berhasil di tangkisnya.


Disisi lainnya pasukan panah yang sudah bersiap melesatkan panah dengan perintah Menteri Go. Mereka mulai menyerang Agitta dan Ryun No. Agitta menutup matanya dan memulai merapalkan Magic nya.


“ Roh Aerial. Aku meminta bantuanmu,” gumam Agitta yang merapalkan magic Spiritnya.


Magic spirit adalah warisan dari keluarga kandung Agitta yaitu kekuatan yang memanggil Roh dan hewan Suci dengan membuat kontrak kepada mereka. Tidak lama kemudian sosok Wanita sangat kecil  dengan pakaian daun hijau dengan wajah yang


seperti anak kecil dengan sayap Kupu-kupu muncul di wajah Agitta. Lalu mereka


saling bertukar senyum dan Aerial berbalik badan melihat anak panah yang


melesat. Aerial bergegas menahannya dengan kekuatan Anginnya seperi angin


tornado yang bergerak lurus mementalkan seluruh anak panah yang melesat.


Para pasukan itu yang melihat kekuatan dari agitta membuat mereka mundur selangkah kebelakang dan ia tidak berani untuk melesatkan kembali. Pada sisi lainnya Ryun No mengeluarkan panahnya. Ryun No menutup matanya yang tidak lama kemudian Ia membuka matanya dan menariknya. Anak panah terbentuk sendiri dalam bentuk angin yang terpadatkan dilesatkan oleh Ryun No.


karena serangan itu membuat para pasukan berjubah hitam itu terpental dengan


pengerakan panah seperti misil yang tembus pandang dan tidak meledak hanya


mementalkan.


Ryun No menurunkan busur nya dan menegakan badannya,


Ryun No.


Para Pasukan tersebut terheran-heran tentang


kejadian yang sebenarnya. Mendengar dan melihat itu Menteri Go terlihat kesal.


“ KALIAN ADA PASUKAN KERAJAAN. APA KALIAN TIDAK PATUH KEPADA RAJA! DAN LEBIH PERCAYA KEPADA PENGHIANAT YANG INGIN MEMBUNUH


RAJA! ” seru keras dari Menteri Go.


Para Pasukan hitam itupun lebih mematuhi Menteri Go dan memasang posisi pertahanan kembali. Ryun No mengkerutkan dahinya dan


berwajah marah, “ Apa yang kau katakan Menteri Go?!” ucap kesal Ryun No.


Disisi lain pertarungan Flix dan munak sempat terhenti dan mereka hanya saling menatap muka untuk mempersiapkan strategy mereka masing-masing. Munak meregakan jari-jarinya untuk memperkuat tangannya dengan api yang menyala-nyala dan mengepalkan tangannya lagi dan api yang ada ditangannya berubah menjadi hitam. Sedangkan Flix memutar Sabernya


mempersiapkan serangannya.


“ IAAA….,” seru Flix


Flix melancarkan serangannya dengan berlari kencang kearah munak begitupun munak berlari kearah Flix. Hingga ditengah antara mereka saling berbenturan dengan kekuatan yang sangat kuat hingga disekitar mereka


terpental juga tanah dibawahnya berlubang  meski Flix mengunakan Senjata pedang tapi munak tetap bisa menahan karena itu Flix memunculkan saber merahnya ditangan kirinya serta mengaktifkannya untuk menyerang dari sisi kirinya Flix. Munak melihat pedang itu yang akan menyerangkan Ia menaikan sikunya dan memunculkan untuk menahan serangan pedang dari Flix namun Ia gagal dengan pedang merahnya yang memiliki element yang sama dengan Munak yaitu api. Dengan serangan yang dilancarkan oleh Flix dengan Saber yang digunakanny berhasil memutuskan tangan kiri Munak dan ia mundur dengan meringis kesakitan dan ia memegang tangannya yang putus dan

__ADS_1


menekannya untuk menghentikan pendarahan.


“ KAUUUUUUU……,” teriak Munak dengan kemarahannya kepada Flix.


Ia mengeluarkan seluruh kekuatan hingga seluruh tubuhnya berubah menjadi merah dan matanya berubah menjadi merah delima dan terbakar di sisi ujung kiri dan kanan kelopak matanya.


“ MATI KAU…,” teriak Munak.


Dari sisi yang berlawanan juga Flix menyilangkan kedua Sabernya lurus kedepan dan Ia menutup matanya untuk mengeluarkan


kemampuannya ia memfokuskan diri dengan mengabungkan kekuatan Es dan Api.


Hingga kedua Saber itu bercahaya sangat terang dengan warna masing-masing


saber. Disaat Flix sudah membuka matanya Dia melihat Munak yang sudah melompat


jauh dengan kepalan tangan kanannya yang kuat di pinggang. Dia menyerang dengan


Flix.


Begitu juga Flix dengan kaki kanannya dimundurkan selangkah dan ia berlari dengan cepat sisi berlawanan dengan munak.


“ FLAME DRAGON FIST,”  teriak Munak yang mengeluarkan Skill nya.


Disaat sudah sangat dekat jarak Munak melancarkan tinjunya namun Flix memutarkan badannya kearah sisi kiri Munak dengan Saber merah yang ditangan kirinya dengan dipegangnya terbalik sisinya . Flix menusuk pinggang Munak dengan tusukan itu munak menjerit kesakitan lalu Flix melancarkan serangan berikutnya Ia melepaskan saber merahnya di pinggang munak dan tangan kirinya memegang Saber biru hingga pedang saber dipegang dengan kedua tangannya dan menebas dada Munak dengan diagonal dari kanan atas ke kiri bawah. Dengan serangan itu membuat Munak terluka parah ia mundur selangkah demi selangkah dengan darah yang berwarna hitam pekat keluar dari dadanya dan mulut.


“ Bagaimana kau bisa membunuhku? Apa karena pedang itu?,” ucap Munak yang memegang dadanya yang telah tertebas oleh Flix.


Tidak hanya terluka berlahan luka itu membeku sedikit demi sedikit karena itulah Munak tidak bisa menyembuhkan lukanya. Flix hanya menatapnya dengan wajah seriusnya dan dinginnya menatap Munak.


“ Kau telah salah memilih musuh,” ucap serius Flix.


“ Begitukah aku yang harus berterima kasih pada akhirnya aku bisa mati,” ucap Munak pelan.


Tidak lama kemudian Munak yang akan jatuh ke belakang tiba-tiba sosok yang mirip dengan munak dengan berpakaian biru datang dari atas dengan kekuatan petirnya membuat kecepatannya mampu untuk menadahkan tubuh Munak yang akan jatuh ke tanah. Sosok pria itu memegang pipi Munak.


“ Adik. Kenapa denganmu?, seru pria biru itu dengan tangisan darah hitam keluar dari mata.


Munak yang mendengarkan suara kakaknya ia memaksakan kekuatan terakhirnya untuk melihatnya. Ia mengulurkan tangan untuk menghapus air mata kakaknya.


“ Kakak. Aku pergi dahulu menuju ketempat Ratu Soo hee. Tolong kakak jaga diri…” setelah berkata itu Munak tewas dan tangannya jatuh dari pipi kakaknya.


“ MUNAAAAAAAAAAKKKKKKK…,” teriak kakaknya yang menghadap atas dengan kucuran air mata darahnya yang mengalir deras dari


matanya.


Setelah ia tenang dari tangisannya. Sosok Kakaknya Munak membaringkan adiknya dan berlahan dia mulai berdiri berhadapan dengan


Flix. Kakaknya Munak memasang wajah yang penuh kemarahan kepadanya.


“ Pewaris Chao Sa. Kau akan mati di tanganku, Bongun!,” ucap Bongun.


“ Coba saja,” jawab Flix dengan seriusnya.

__ADS_1


                                                                        ♦♦♦


__ADS_2