![[Drop] Another Life In Ragnarok System](https://asset.asean.biz.id/-drop--another-life-in-ragnarok-system.webp)
Pada suatu pagi Flix dan Kay pergi ke kafra mereka memiliki tujuan untuk pergi ke
Payon, Jika payon memiliki magic ke payon maka itu lebih praktis.
Saat ditengah perjalanan mereka agitta berteriak dari belakang, “ Flix.. tunggu aku..,”
ucap agitta dari belakang.
Flix dan Kay yang mendengarkan itu berhenti dan melihat kearah belakang,
“ Agitta…,” ucap flix
“ Nona…Agitta,” sambung Kay
Agitta dengan kencang berlari hingga tepat di hadapan Flix dan Kay,
“ Flix…kenapa kau tidak ajak aku,” seru agitta yang kelelahan serta keringat di
dahinya.
“ tapi ini bukanlah perjalanan yang penting karena aku ingin mencari informasi tentang
sesuatu yang hanya berada di Payon,” seru Flix menjelaskan kepada agitta.
Agitta membulatkan dan membesarkan kedua pipinya, “ Pokonya aku ikut terutama ke kota lain,” ucap agitta.
Flix yang mendengar itu menarik nafas, “ ehh…baiklah..tapi kau jangan berjalan
sendiri ya,” Ucap Flix yang memperingati agitta.
Agitta tersenyum lebar , “ baik…tenang saja ketua flix,” seru Agitta.
Karena bujukan agitta akhirnya ia pun ikut pergi Kafra prontera,
Seperti biasa kafra tempat yang selalu saja ramai dan kehadiran Flix sudah menjadi
sorotan bahkan beberapa petualang dan pedagang memberikan hormat dengan
menundukan kepala.
Kejadian ini karena Legenda 100 tahun kembali dan pahlawan Alberta.
Flix dan Agitta hanya tersenyum manis terus berjalan dengan Kay yang ikuti Flix dari
belakang.
Kami berjalan ke reseiptionist, “ Selamat datang Aku Kara no. 436…ada yang bisa aku
bantu?,” seru Kara 436 yang menundukan kepala dan tersenyum.
“ Kami ingin pergi payon,” jawab Flix
Kara 436 terkejut dan tersenyum kembali, “ Maaf..tuan akses teleport ke payon sudah
ditutup karena alasan yang tidak diketahui,” sambut kara 436.
“ ehh…benarkah..,” jawab Flix.
“sungguh mohon maaf tuan,” seru Kara 436 yang menundukan kepalanya.
“ baiklah terima kasih atas informasinya,” ucap Flix.
Kara 436 menundukan kepalanya “ terima kasih…telah mengunakan jasa kami,” ucap 436.
Flix dan lainnya keluar dari ruangan dan memikirkan cara untuk pergi ke Payon.
__ADS_1
“ jalan satu –satunya yaitu mengunakan kereta kuda,” ucap Flix.
“ benarkah…aku sangat menantikan perjalanan dengan kereta kuda,” ucap agitta yang merasakan semangat yang tinggi untuk perjalanan.
Flix menghela nafas panjang dan tersenyum lebar, “ baiklah kita naik kereta kuda
tapi aku tidak bisa mengemudikannya,” ucap Flix yang merasa bingung karena
ketidak kemampuannya.
Kay menegakan badannya dengan bangganya, “ Master serahkan kepadaku, karena dari kecil aku sudah di didik untuk mengendaraikan kuda,” seru Kay.
Pada akhirnya Flix sudah membuat keputusan untuk mengunakan kereta kuda meski memakan waktu yang cukup lama dari alberta ke Payon itu juga masih lebih dekat
dibandingkan Prontera ke payon.
Maka dari itu flix dan lain pergi ke tempat perkumpulan kereta kuda yang terletak di
gerbang utara.
Setibanya disana banyak berbagai kereta kuda yang kosong juga yang terdapat kusirnya di kereta itu.
Disaat kedatangan Flix para kusir yang sedang beristirahat berbangun dan berdiri
menghadap Flix dan memberikan hormat kepadanya.
“ Tuan Flix..,”
“ Tuan Flix…,”
Beberapa kusir menyapa flix yang mendatanginya,
Flix tersenyum dan bersalaman dengan para kusir tersebut dengan senyuman yang
“ ada keperluan apa, Tuan Flix kesini,” ucap salah satu dari Kusirnya.
“ aku ingin mengunakan Kereta kuda untuk pergi ke kota payon..apa ada yang bisa,”
seru flix kepada beberapa kusir.
“ Sebenarnya kami bisa saja akan tetapi beberapa hari ini pintu masuk perbatasan sudah ditutup jadi kami pun tidak diizinkan kesana,” ucap kusir.
Flix merasa ada sesuatu yang tidak wajar dan karena keingintahuannya untuk bisa
mengaktifkan smartphonenya ia pun tidak menyerah karena tidak adanya izin.
“ jika begitu izinkan saya membeli keretamu beserta kudanya,” ucap flix.
Salah satu kusir yang diajak bicara oleh Flix, “benarkah tuan..,” ucap kusir.
Dalam perhitungan pedagangan flix yang menghitung sebuah kereta dengan kaca yang
terlihat exlusive seharga 60.000 Zeny dengan 2 kuda seharga 20.000 Zeny.
Setelah flix memperhitungkan anggaran, ia
tersenyum dan melakukan negosiasi, “ aku akan berikan 80.000 zeny..bagaimana
kau setuju?,” ucap Flix.
“ eh…benarkah..tentu aku tidak masalah..tapi..,” ucap kaget kusir mendengarkan zeny yang tawarkan.
“ apakah kurang?,” sambung flix.
“ tidak tuan ini sudah lebih karena biasanya terjual 50.000 zeny …,” ucap kusir.
__ADS_1
“ baiklah..jika begitu dan aku tambahkan 10.000 zeny untuk perawatannya dan
parkirnya kutitipkan kepadamu kereta ku,” ucap flix
Flix memberikan 9 Gold coin kepada kusir dan saat kusir menerima coin ia terkejut, “
tuan anda tidak berbohong bukan,” seru kusir.
Flix menaruh tangan di bahu kusir dan tersenyum, “ siapa namamu?,” ucap flix.
Mendengar itu kusir merasa semangat dan bangga, “ saya Daia..tuan,” ucap Daia.
“ baiklah…daia hari ini kau akan ku pekerjakan sebagai perawat dan penjaga
kudaku..bagaimana kau terima? ,” ucap flix
Daia membungkukan badannya, “ terima kasih Tuan Flix,” seru Daia.
Setelah kesepatan itu flix memberikan 1 gold coin lagi untuk mempersiapkan segala
kebutuhan perjalanan ke payon karena menurutnya perjalanan kesana memakan waktu sekitar 4 hari, sesaat daia sudah menerima coin bersama kay mereka pergi ke
pasar membeli segala butuhan.
Selain itu untuk permasalah tentang pengurusan document di guild, flix sudah
menyerahkannya kepada Selphie.
2 jam kemudian setelah memasukan semua barang mereka mulai berangkat juga termasuk Daia bergabung dalam perjalanan itu…
♦
Pada sebuah desa kecil sosok wanita paruh baya yang sedang melangkah masuk kedalam gua hanya mengunakan cahaya obor dan memegang kunci hingga tiba di sebuah sel.
Adasafdsfefenkafa..
Suara para zombie saat melihat wanita itu sekitar ada 10 yang sudah terinfeksi yang
sedang memaksa keluar dari Sel.
Dengan wajah keraguan dan ketakutan karena melihat para zombie akan tetapi
kesetiaannya lebih tinggi maka dari itu dia membuka sel.
Asdadasdasdas….
Wanita yang membukan sel itu dan para zombie itu mengerumuninya mengigit dan memakannya.
“ AAAAAAA……..,”
Diistana seorang prajurit berjalan menuju rumah ruangan besar yang merupakan ruangan Menteri yang bersama Dokter Song hoo.
Prajurit itu masuk dan menundukan kepalanya dihadapan menteri yang sedang duduk bersila dengan pakaian sutranya dan topi hitam panjangnya.
“ Tuan…perintah sudah dilaksanakan,” seru prajurit
“ baik…kau boleh pergi,” seru dari menteri.
Prajurit menundukan kepalanya, “ aaa…,” seru prajurit yang keluar dari ruangan.
“ baiklah…sudah waktunya…,” seru dari menteri yang melihat bulan purnama pada
malam itu.
♦♦♦
__ADS_1