[Drop] Another Life In Ragnarok System

[Drop] Another Life In Ragnarok System
Chapter 43. Mengungkapkan Kebenaran III Pertarungan Terakhir dan Perpisahan.


__ADS_3

KLING! KLING!


Suara lonceng yang dibunyikan oleh Bongun yang membuat Zombie semakin bergerak cepat kearah halaman tengah.


Dihalaman tengah Ryun No, Agitta dan Pasukan memasang kuda-kuda untuk menyambut serangan Zombie, Sedangkan Flix berada jauh dari halaman tengah dan dikepung oleh banyak Zombie. Bongun hanya memperhatikan sikap dari musuh-musuhnya dengan senyuman lebar yang meremehkan mereka.


Flix yang sedang terkepung oleh Zombie. Ia menutup matanya dan berkonsentrasi untuk mengeluarkan Skill nya. Dengan posisi tangan di dadanya kiri atasnya, Ia membuka


matanya dan tangannya dibentangkan ke depan.


“ 8 Heroes Weapon,”  rapalan Flix yang memunculkan 8 jenis senjata dengan Kelas A yang melayang mengelilingi dirinya. Kemampuan


ini terinpirasi dari Game pada saat di bumi yaitu Final Fantasy XV. Flix


tersenyum karena keyakinan dengan kekuatannya.


Ada 8 Jenis senjata itu terdiri dari Pedang sedang bermata dua, Pisau, Tombak, Humma


Shuriken, Pedang Besar, Kapak Besar bermata dua, Gada, dan Katana. Flix


dengan mudah mengeluarkan Skill-nya yang


memunculkan berbagai senjata karena kelas Recreator nya. Kelas Recreator adalah kelas


yang mampu membuat senjata dan artefact didalam pikirannya maka dari


serangannya itu ciptaan Flix sendiri.


Bongun terkejut melihat kekuatan dari Flix yang tidak biasa. Bongun langsung membunyikan loncengnya kembali di bunyikannya yang


membuat zombie semakin sangar dan cepat menyerang ke Flix dan Lainnya. Saat


Zombie mulai mendekat Flix meluncurkan 8 senjata itu hingga tertusuk di delapan


arah. Setelah membuat tusukan itu Flix mengembalikannya ke dekatnya dan


melayang kembali dengan gabungan kekuatan Force. Dengan kekuatan itu Flix mampu mengendalikan 8 senjata tersebut dengan tangan yang memutar – mutar menyesuaikan gerak tangan dengan gerakan senjata hingga dengan mudah Ia menebas Zombie yang mengelilinginya.


Bongun memasang wajah serius kembali karena melihat kekuatan dari Flix dan Ia mulai berlari sangat kencang karena kekuatan petirnya. Flix yang ada dihadapannya pun juga berlari dengan 8 senjata yang


mengelilinginya disaat sudah dekat Flix mengambil Humma Shuriken dilemparkan ke Bongun namun ia menangkisnya serangan


kedua dilanjutkan Flix mengambil Tombak ia memutarkan badannya dengan Tombaknya


dan mengarahkan serangan memutarkan kearah Bongun namun Bongun melompat


memutarkan badannya untuk menghindar dan di udara dengan kepalan yang penuh


petir dan matanya pun sudah berubah menjadi warna petir. Bongun menyerang Flix


dengan pukulan udara.


“ Railgun Fist,” seru rapalan Bongun.


Laser besar yang muncul dari tangan Bongun dan mengarahkan tepat di hadapan Flix. Ia mengerutkan dahinya dan memikirkan cara


untuk menghentikannya. Flix terpaksa menghilangkan 8 senjata.


“ Ten Shield,” rapalan Flix kembali digunakan.


Perisai itu Flix kendalikan secara lurus ke atas menghadang Laser besar dari Bongun. Pada saat ini Flix tidak membuang tapi Dia


menahannya hingga satu persatu perisai hancur dan tanah yang diinjak Flix


menjadi berlubang besar dan sekitarnya menjadi hancur termasuk Zombie yang


mengelilingi. Tidak lama kemuda dari 10 Perisai 7 hancur dan 3 berhasil menahan


serangan laser dari Bongun itu.


Bongun mendarat dari lompatannya melihat Flix juga Flix dengan nafas yang kelelahan melihat Bongun yang berhadapan di depannya. Flix tidak ingin membuang kesempatan untuk bisa mengalahkan Bongun. Flix menghilangkan perisainya dan memunculkan 8 Heroes Weapon nya kembali.


Flix berlari kencang mengambil Kapak Besar dan melompat tinggi ke hadapan Bongun dengan menyerangnya dari atas menebas lurus dari atas ke bawah namun Bongun berhasil dihindarinya dengan mundur ke


belakang. Serangan lanjutan dilancarkan Flix mengubah Kapak Besarnya menjadi

__ADS_1


Pedang besar melancarkan serangan tusukan kedepan mengarahkan kepada dadanya


Bongun. Bongun juga menyadari serangan itu, Ia menangkap kedua sisi Pedang


Besar dengan posisi kaki kanan kebelakang dan untuk menambah kekuatan


pertahanannya dan serangan berhasil di hentikan.


“ Belum selesai,” Gumam Flix pelan.


Bongun mewaspadai serangan berikutnya karena ucapan dari Flix memang Flix sesuai perkiraan Bongun melancarkan serangan berikutnya yaitu Ia menghilangkan pedang besarnya dan memunculkan Shotgun, Ia tanpa membidik 3 kali tembakan langsung dilesatkan ke Bongun. Serangan itu tidak di


perkirakan oleh Bongun yang membuat dia juga terluka dan melangkah mundur. Mana


yang dikeluarkan oleh Flix sudah menipis yang membuat nafasnya terengah-engah


berat.


Disisi lain Ryun No, Agitta, dan Pasukan Hitam berusaha melawan Zombie yang berdatangan meskipun Ryun No dan Lainnya sudah menghadang dengan senjata dan Skill nya tetap saja satu persatu dimakan oleh Zombie. Ryun No yang melihat perlawanan


yang sia-sia itu. Ia memperhatikan sekitarnya dan berpikir sesuatu. Ia menyadari bahwa kemampuannya dan Lainnya tidak mampu untuk menghadang keganasan


para Zombie.


“ KALIAN KITA AKAN MUNDUR DAN BERLINDUNG DI ATAP! ” seru Ryun No yang memberikan perintah.


“ BAIK…” jawab dari Pasukan.


Mereka semua menjalan perintah dari Ryun No dengan menaiki atap juga perbatasan tembok meski dihadang tapi masih bisa dilawan hingga mereka semua saling melindungi satu sama lain. Berbeda dengan Flix yang sedang bertarung dengan Bongun meski mereka dikepung oleh puluhan Zombie tapi tidak ada satu pun yang menyerangnya karena Efek dari Lonceng milik Bongun. Flix


yang memperhatikan petarungan teman-temannya Ia merasa lega karena keputusan Ryun No yang bijak. Berbeda juga dengan Menteri Go, Dia masih dalam radius


Bongun hingga Zombie tidak menghampiriny. Dia hanya terbujur kaku di tembok


rumah panjang dan tidak melakukan apa-apa.


Disisi lain Flix yang sedang berhadapan dengan Bongun ia mengambil Potion yang


menambah Mana nya dan kesembuhan


untuk memulihkan diri.


“ Sudah pulihkah Kau? ” seru Bongun.


“ Ya, terima kasih,” jawab Flix.


Flix memulai serangannya kembali, ia menghadap kan kedua tangannya saling di depan dadanya dengan jarak yang kecil untuk


mengendalikan puluhan senjata yang jatuh di sekitarnya. Berlahan seluruh senjata disana bergerak sendiri dan melayang dengan posisi ujung matanya menghadap ke depan. Begitu pula Bongun ia menaruh kedua tangannya di pinggang dengan kuda-kuda seperti karate mengunakan kepalan yang kuat.


“ HIYAAAAA….” Teriak Bongun mengeluarkan


kekuatannya.


Tidak lama kemudian cahaya terang muncul dari tubuh Bongun disertai Petir yang menyambar-nyambar di sekitar tubuhnya juga matanya yang bersinar terang bahkan Flix yang berjarak cukup jauh dari Bongun merasakan Petir tersebut.


Flix tidak mempedulikannya dan Ia memulai serangan terlebih dahulu dengan meluruskan kedua tangannya mengarahkan kepada Bongun Seluruh senjata yang berjatuhan di perbatasan dilesatkan namun serangan itu


dapat dihadang dengan petir yang Bongun keluarkan dalam posisi kuda-kuda nya


hingga Dirinya tertutup oleh senjata yang melayang di sekitarnya. Flix


mencurigai bahwa Bongun akan mengeluarkan serangan yang berbahaya.


Tidak lama kemudian Bongun mementalkan seluruh senjata yang menutupinya hingga senjata terpental secara tidak beraturan. Flix


yang melihat itu bergegas mengambilkan kedua sabernya di tangannya.


“ HIYAAAA…” teriakan dari Bongun.


Bongun dengan badan Petirnya melesat cepat ke hadapan Flix dan melancarkan pukulan yang kuat namun berhasil di hadang oleh kedua Sabernya. Bongun juga tidak menyerah ia menambah kekuatan pukulannya


hingga Flix terdorong mundur dengan tanah yang sudah berlubang dan angin


kencang sampai kepada Ryun No dan Agitta juga Zombie dalam radius yang tidak

__ADS_1


jauh dari Bongun mereka terbakar. Penutup mata yang digunakan Flix juga


terlepas hingga mata hitam pekat terlihat oleh semuanya selain itu tangan


kanannya Flix juga sudah menghitam.


Flix sudah merasa terpojok dengan serangan Pukulan kuat dari Bongun itu Flix berpikir jika Ia kalah dan melepaskan pertahanannya


maka Agitta, Ryun No juga lainnya tidak akan selamat dari serangan Bongun ini.


Flix dalam pertahanannya itu melihat Agitta yang bertarung dan Ryun no yang sedang bertahan menghadang datangnya zombie ke atas tembok perbatasan. Agitta merasakan pandangan Flix itu, Ia menghentikan


serangan dan menatap Flix dengan Senyuman begitupun Flix hingga mereka saling


menatap.


Flix yang sudah menatap Agitta ada perasaan lega didalam dirinya dan Ia menganggukan kepala dan bergumam dari kejauhan.


“ Terima kasih dan Maaf,” gumam bibir dari Flix.


Tanpa sengaja Agitta pun menangis dan ia membalas anggukannya tersebut.


Flix kembali pandangannya kepada Bongun dan menutup matanya sejenak.


“ Dewa Sakray, Dewa Chao sa. Berikan aku seluruh kekuatanmu untuk melindungi orang-orang yang kusayangi,” ucap hati Flix.


Didalam kegelapan pikirannya, Flix mendengarkan Suara “ Bayarannya adalah seluruh tubuhmu, keberadaanmu, dan kenangan orang-orang yang berada di sekitarmu,”


“ Ehmm, tidak apa aku sudah mengalaminya sekali,” jawab Flix.


“ Dasar manusia lemah tapi memiliki jiwa Heroik yang tinggi, Baiklah jika itu maumu,” Jawab Suara gelap.


Ditempat pertarungan itu berlahan seluruh tubuh Flix menjadi hitam dari ujung rambut sampai ujung kaki serta berlahan retak dengan garis api pekat seperti layaknya bara.


Agitta yang melihat itu dia terdiam kaku dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“ FLIX. HENTIKAN ITU !” teriak Agitta yang


mengetahui efek dari kekuatan yang diluncurkan Flix.


Flix mengabaikan teriakan dari agitta dan tidak lama kemudian mata Flix terbuka dengan matanya yang berubah merah seperti lahar yang membara didalamnya. Flix menghancurkan senjatanya dan membiarkan dirinya terkena pukul.


DUANGG!


Suara ledakan yang disebabkan kekuatan Flix dan Bongun beradu pukulannya dengan tubuhnya. Seluruh sekitarnya hancur seperti


terjadi boom begitupun zombie yang berada di perbatasan hancur terbakar.


Flix bisa bertahan dengan mudahnya meski pakaiannya hancur dan badanya terlihat berotot disertai retakan api dengan bulatan api ditengahnya.


“ TIDAK MUNGKIN !? ” gumam dari Bongun.


Flix dengan tatapan apinya tidak menjawab apa-apa dengan cepat ia memukul tengkuknya dan mencengkek lehernya serta mengangkatnya meski Bongun mencoba berontak tapi gagal.


Flix mengencangkan kepalan ditangan kirinya dan melesatkan pukulan laser lahar kepada bongun hingga menjulang ke atas.


“ AAAAA…” seru kesakitan Bongun.


Flix dengan mudahnya mengalahkan Bongun. Ia melihat menatap langit “ Sudah berakhir,” seru Flix. Matahari sudah mulai terbit dan


berlahan abu hitam melayang di sekitar flix layaknya kertas terbakar. Agitta dan Ryun no berlari kearah Flix karena sudah tidak ada Zombie disana.


Flix mendengar langkah kaki Agitta dan Ryun no. Ia menatapnya matanya hitam semua dan berabu saat menatap Agitta dan Ryun no.


“ Agitta. Syukurlah kau selamat,” Seru pelan Flix.


Flix tidak lama kemudian jatuh kebelakang. Agitta langsung duduk di sisi Flix dan memangkukan kepalanya ke pahanya dan memegang kedua tangannya yang panas dan berlahan menjadi abu.


“ TIDAK, AKU MOHON BERTAHANLAH!” teriak tangis dan memberikan semangat kepada Flix.


Akan tetapi berlahan Flix berubah menjadi Abu hitam yang terbang bersama langit.


“ TIDAKKKKKK…” teriak tangisan Agitta yang melihat


dan merasakan hilangnya Flix yang menjadi Abu.

__ADS_1


                                                            ***


__ADS_2