[Drop] Another Life In Ragnarok System

[Drop] Another Life In Ragnarok System
Chapter 34 – Tragedy Desa Archer


__ADS_3

Disebuah desa kecil di kerajaan payon dan disini Guild Archer berada tempat untuk


melatih diri menjadi archer.


Archer sendiri adalah kelas Petualang yang mengunakan panah dan busur.


Disana juga ada sebuah gua yang memiliki legenda tentang Pohon MoonLight Flower yang berusia 500 tahun, para penduduk sangat mengkeramatinya.


Akan tetapi hingga tiba pada suatu kejadian, pada saat seorang nenek tua yang sedang


ingin mengambil obat dalam gua.


Dengan kepolosan ia mengambil dari dalam gua.


Adasdafeaad…


Nenek tua itu mendengar suara aneh dari bayangan gelap pada gua itu,


Nenek itu yang sedang menjongkok mendengar itu kembali berdiri dan melihat ke depan.


Lalu ia melihat banyaknya mayat yang berlari dengan lumuran darah.


“ AAAAAA…..,” teriak nenek


Nenek itu berbalik badan dan berlari akan tetapi tidak sempat nenek itu jatuh dan


dimakan oleh para zombie.


Diluar gua ada beberapa orang yang melewati gua adapun penjaga yang berada disana.


Adsadajdnawda…


Didalam gua ada suara yang mencurigakan penjaga melihat kearah dalam gua dan ia


berkonsentrasi untuk melihatnya.


“ WUAAA…,”


teriak penjaga akan tetapi ia tidak sempat karena para zombie berlari dan


memakannya.


“ AAAAAAAA……..”


“ LARIIII….,”


Suasana menjadi panik saat banyaknya zombie yang menyebar dan memangsa satu persatu penduduk.


Tek…tek…tekk.


Suara lonceng bahaya di bunyikan para archer keluar dan menembakan panah kepada

__ADS_1


zombie akan tetapi tidak memiliki pengaruh kepada monster tersebut.


“ serius…bagaimana mungkin?,” salah satu pemanah yang panic dan ketakutan.


< Double Strafing >


< Arrow Shower >


Beberapa skill dikeluarkan akan tetapi tidak memiliki efek kepada monster itu.


Ada seorang pemuda dengan topi bulat dihiasi oleh bulu burung panjang ditengahnya


berpakaian besi ringan dan ia menarik panah menembaki satu –satu.


“ KALIANN…SERANG MONSTER ITU DAN BEBERAPA BANTU WARGA EVAKUASI,” ucap pemuda


“ BAIK…,” jawab serempak beberapa archer.


Club…club..


Panah terus di lesatkan satu persatu akan tetapi saat melihat ke samping pemuda itu


melihat warga yang mati mulai kejang-kejang serta bangkit kembali pandangan


menjadi kosong dan mengejar yang masih hidup di desa itu.


“ apa-apaan ini,” seru pemuda.


Salah satu archer berlari kearah pemuda itu.


“ KALIAN SEMUAAA……TUTUP SEMUA GERBANG DAN KETATKAN PENJAGAAN..KALIAN MENGERTI,” ucap


pemuda.


Mendengar perintah itu para archer berlari kearah gerbang dan mengarahkan para warga dan juga ada beberapa archer dan pemuda itu berlari di atap rumah dengan berlari ia


menembaki para zombie itu.


Pemuda itu berlari hingga gerbang sudah terlihat, saat sudah di depan gerbang, pemuda itu berbalik badan.


< Shower arrow>


Kumpulan panah cahaya magic yang menghujani para zombie hingga suara gemuruh dan asap debu menutupi pandangan zombie.


Pemuda itu turun dari atap bersama para prajuritnya dan berlari kencang ke gerbang dan beberapa ada yang sudah bisa berlari berpacu dengan zombie juga pemuda itu beserta para prajuritnya disisi lain yang sudah di luar gerbang yang bergegas menutup pintu


dan menguncinya.


Adadawdawdawdw…


Dung..dung…

__ADS_1


Suara monster dan mereka berusaha menobrak gerbang.


Pemuda itu memegang lututnya karena kecapean, Ia mengambil nafas panjang dan


terengah-engah.


“ Ketua kau baik-baik saja,” seru salah satu archer.


“ aaahh..terima kasih ,” ucap pemuda.


Pemuda itu berdiri kembali dan ia melihat banyak warga yang melihatnya dengan wajah


ketakutan dan panic.


“ tenang saja kalian…. Kami para archer akan menjaga kalian,” seru tegas pemuda itu.


Setelah mendengar perkataan pemuda itu para warga menjadi tersenyum.


Tidak lama kemudian ada sosok wanita berbaju sederhana dengan rambut dikuncir


membulat dibelakangnya berlari mendekati pemuda itu.


“ Tuan Ryun No ada tidak-tidak apa?,” ucap wanita itu yang menundukan kepalanya.


Ryun No tersenyum mendekati wanita itu dan memegang kedua tangannya, “ aku baik-baik


saja terima kasih Nona Yu ri,” ucap Ryun no.


Yu ri yang sempat terkejut karena pegangan tangan Ryun No, ia menatap wajah Ryun No,


“ Tuan Ryun No,” ucap Yu ri.


Ryu no tidak menjawab pernyataan Yu ri dengan senyuman.


                                                ♦


Beberapa hari kemudian Flix dan lainnya tiba di luar desa archer, Flix melihat sekitar


Ia menyadari ada sesuatu yang aneh.


“ Daia bisa kau hentikan disini,” ucap flix


“ baik..Tuan,” ucap Daia.


Dengan perintah Flix kereta kuda berhenti,  Flix dan lainnya turun disana Ia melihat suasana mencekam dan bau amis dimana-dimana.


Tidak hanya itu darah menempel dimana-mana dan gagak mengelilingi udara di sana.


“ sebenarnya apa yang terjadi disini,” seru Agitta kepada Flix yang melihat


keadaan desa itu.

__ADS_1


“ aku tidak tahu yang jelas bukanlah sesuatu yang baik,” ucap Flix.


                                                ♦♦♦


__ADS_2