"Kalau"

"Kalau"
Part 4 - Malam Dihari Sabtu


__ADS_3

"Ndre" ucap Livia


"Kamu gak ada rencana mau kemana gitu nanti malem? Malam minggu lho masa kamu dikamar terus" ucap Livia


Aku menoleh kearahnya dan menggelengkan kepalaku,


Livia menepuk pundakku, "Kamu gak punya pacar ya?" ucap Livia, tersenyum penuh artian


"Aku gak pernah pacaran" ucapku


"Beneran?" ucap Livia


"Dibilangin" ucapku


Livia mendekatkan wajahnya kearahku, kemudian menatapku dengan begitu lekatnya, dan saat itu aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, "Berarti kamu belum pernah ciuman?" ucap Livia, pelan


"Belum pernah. Emang gimana rasanya?" ucapku


"Mau aku kasih tau rasanya gak? Aku cium nih" ucap Livia


"Bukannya kamu udah punya pacar ya yang kemarin jemput itu siapa? Kenapa mau cium aku coba" ucapku, tersenyum simpul


Livia menjauhkan wajahnya itu, "Belum jadi pacar" ucap Livia, menjulurkan lidahnya


"Kirain" ucapku


Saat malam tiba, Livia pergi sepertinya dengan laki - laki yang sedang mendekatinya itu, sedangkan aku hanya bermain game dilaptopku, dan suasana dikosanku begitu sepi, kebanyakan dari mereka pastilah menghabiskan waktunya bertemu atau berkumpul diluar sana. Hampir tengah malam, Livia pulang dan kulihat bibirnya itu sedikit tersenyum, Livia berdiri didepan pintuku dengan melipat tangannya itu, lalu berjalan menuju kamarnya, setelah itu Livia kembali lagi.


"Kamu gak pengen punya pacar gitu?" ucap Livia


Livia duduk dipenyangga tangan dikursiku. Melihatnya seperti itu, akhirnya aku beranjak dari tempatku, lalu mempersilahkannya duduk, sedangkan aku berjalan keluar dari kamarku untuk mengambil kursi, setelah itu aku meletakkan kursi itu bersebelahan dengannya. Aku memberikan joystick itu kepada Livia. Setelah itu aku mencari joystick satu lagi dilaci meja belajarku, setelah menemukan joystick itu, kuatur menjadi dua pemain digameku itu.

__ADS_1


"Gimana cara mainnya aku gak bisa?" ucap Livia


Kuajari semua cara bermainnya. Akhirnya kita bermain bersama, padahal aku yang biasa memainkannya biasa saja, sedangkan Livia terlihat begitu bahagia saat memainkannya.


"Besok main ini lagi ya seru gini" ucap Livia


Livia menoleh kearahku, lalu menepuk pahaku,


"Apa nonton film aja ya? Aku bosen kalau nonton dilaptopku sendiri, dibioksop juga males" ucap Livia, tersenyum simpul


"Kalau ada film bagus nanti nontonya sama kamu ya dilaptopmu" ucap Livia


"Kamu tidurnya jam berapa? Gak ngantuk apa udah jam berapa sekarang" ucapku


"Aku belum ngantuk. Baru juga jam setengah 1" ucap Livia


Setengah jam setelahnya, Livia terlihat mengantuk dan meletakkan joysticknya itu dimeja belajaku, kemudian beranjak dari tempatnya lalu berjalan menuju kasurku, "Aku ngantuk banget. Aku tidur disini ya. Kamarku kejauhan" ucap Livia


Kumatikan laptopku, setelah itu aku mengambil selimut yang ada dilemariku, dan sebelum menyelimutinya, kuangkat kepalanya karena bantalnya itu tidak lurus, serta kupindahkan tangannya yang tadinya tertindih tubuhnya menjadi memeluk guling, kemudian barulah aku menyelimutinya. Bahkan, saat tidur saja, Livia terlihat begitu cantik. Aku memilih tidur dikursi meja belajarku.


Kujadikan laptopku itu bantalku.


Keesokan harinya, aku terbangun dan kulihat Livia duduk dipinggir kasur dengan terus menatapku, kulihat jam dihandphoneku. Pukul 07.30. Livia melipat selimutku, setelah itu meletakkan didekat bantalnya, dan kembali menatapku, seakan ingin menyampaikan sesuatu kepadaku.


"Ndre" ucap Livia, pelan


"Kenapa kamu gak tidur disebelahku? Masih ada ruang gitu. Kenapa malah tidur disitu?" ucap Livia, menatapku heran


"Aku kadang suka ketiduran disini" ucapku, tertawa kecil


"Jangan dibiasain lho gak bagus" ucap Livia

__ADS_1


"Iya makasih udah diingetin ya" ucapku


"Udahlah" ucap Livia


Livia berjalan melewatiku. Dan, aku beranjak dari tempatku, lalu merebahkan tubuhku dikasurku, tiba - tiba Livia berjalan masuk kekamarku, setelah itu duduk dikursi meja belajarku dengan melipat tangannya, wajahnya terlihat kesal. Aku tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Kutarik sedikit gorden dan kubuka jendela dikamarku, seperti biasanya langit terlihat cerah dengan matahari yang bersinar terang. Langit bewarna biru muda. Awan berwarna putih tipis.


Livia terus menatapku lekat.


"Aku masih mikirin itu. Kenapa kamu gak tidur disebelahku coba? Masa kamu tidur dimeja belajar gitu" ucap Livia


"Terserahlah" ucap Livia


"Apasih" ucapku


Aku memegang tangannya, lalu kuajak menuju balkon yang pastinya udaranya menyejukkan disana, "Ikut aku yuk. Temenin aku dibalkon" ucapku, tersenyum simpul


"Inget aku masih kesel lho" ucap Livia


"Lihat tuh langitnya. Bagus banget gitu" ucapku


"Mengalihkan perhatian" ucap Livia


Aku tersenyum saja, saat itu. Livina terdiam sejenak, dan kuperhatikan kerutan didahinya itu menghilang,


Livia menatap lurus kedepan, "Pokoknya kalau nanti aku ketiduran dikamarmu gitu, kamu tidur aja dikamarku, atau kalau gak ya udah tinggal tidur aja disebelahku, jangan tidur dimeja belajar kagak gitu" ucap Livia


"Aku ngerasa bersalah nanti kalau kamu kenapa - kenapa" ucap Livia


"Iya. Udah ya? Kamu gak capek apa marah sama aku terus gitu" ucapku, tersenyum simpul


"Yaudah" ucap Livia

__ADS_1


__ADS_2